
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Beberapa hari berlalu
Kini acara yang di tunggu² keluarga rara dan tiara telah tiba yaitu acara ulangtahun rara yang ke 24 tahun nanti malam, tanpa sepengetahuan rara mereka telah menyiapkan banyak kejutan untuk rara nanti malam
" gimana tiara? udah siapkan semuanya? " tanya mami kepada tiara
" beres mi.. tinggal tunggu aja nanti malam " jawab tiara seraya tersenyum penuh arti
" itu rara udah mau turun, jangan ada yang buat dia curiga ya " ucap mami memperingati keluarganya dan tiara
" oke " ucap mereka berbarengan
" pagi semuanya " sapa rara sambil menghampiri keluarganya yang sedang sarapan bersama
" bunda? ayah? " ucap rara kaget melihat keberadaan mereka di ruang makan
" bunda rara kangen " ucap rara sambil menghampiri dan memeluk bunda
" hai sayang.. bunda juga kangen sama kamu " ucap bunda sambil memeluk dan mencium kening rara
" bunda kemana aja kok jarang kesini? rara ke rumah bunda, bundanya gak ada " ucap rara manja
" bunda temanin ayah ke bali sayang, perusahaan kita yang di sana lagi bermasalah " ucap bunda
" terus sekarang gimana bun? " tanya rara
" alhamdulillah udah baik sayang, mangkanya kita bisa pulang " ucap bunda seraya tersenyum
" kangennya sama bunda doang nih? ayahnya gak? " goda ayah
" ihh ayah sama seperti papi deh cemburuan banget " ledek rara sambil tertawa
" ya gak dong, sama ayah jugalah " ucap rara beralih memeluk ayah
" kamu apa kabar sayang? " tanya ayah sambil membalas pelukan putri kesayangannya
" alhamdulillah rara baik ayah, kabar ayah gimana? " tanya rara balik
" seperti yang kamu lihat ayah baik² aja " ucap ayah tersenyum
" udah ayah biarin rara sarapan dulu diakan sebentar lagi mau ke kantor " tegur bunda
" bunda ini ganggu aja ayahkan masih kangen sama anak gadis ayah ini " canda ayah sambil mengelus kepala rara
" nanti lagi ayah rara harus sarapan dulu " ucap bunda
" yaudah deh kamu duduk di kursi kamu gih " ucap ayah dan rara langsung menurutinya
" tumben lo pagi² di sini tiara.. gak ada makanan ya dirumah lo? " ledek rara kepada tiara, saling meledek pagi² sudah menjadi kebiasaan mereka
" rara gak boleh gitu dong sama tiara, mami yang nyuruh dia kesini, ban mobilnya bocor dia pergi bareng kamu aja ya.. kan kasian dia pergi pakai kendaraan umum " ucap mami membela tiara dan tiara meledek balik rara dengan menjulurkan lidahnya
" tanpa mami suruh pun rara pasti tumpangin dia kok dari dulukan emang gitu tiara selalu numpang rara perginya " ledek rara sambil tertawa kecil
" udah sayang gak boleh gitu ihh, lanjut makannya nanti telat loh " ucap bunda melerai mereka dan rara langsung menurutinya
setelah sarapan rara dan tiara pamit pergi kekantor, rara segera menuju mobilnya sesampainya di sana rara melihat reno, alvaro, keano dan devano baru pulang setelah marathon di taman dekat kompleks rumahnya
" hai dek " sapa alvaro sambil memeluk adik kesayangannya itu namun rara segera menghindar dari pelukan alvaro membuat semua yang ada disana tertawa melihat kelakuan rara dan alva
" ihh kakak bau tau rara udah wangi nih bentar lagi mau pergi nanti nempel lagi bau keringatnya " ucap rara manja
" jahat banget sih kamu dek kakakkan kangen sama kamu " ucap alvaro pura² sedih
" tunda dulu kangennya kak rara mau kerja dulu, kalian ber4 jangan kemana² ya tunggu rara pulang, nanti rara mau manja²an sama kalian dan kalian harus nurutin semua kemauan rara gak boleh nolak " ucap rara membuat ke4 kakaknya menggeleng melihat kelakuannya yang tidak pernah berubah dari dulu selalu memaksakan kehendaknya
" siap tuan putri " ucap mereka ber4 berbarengan
" rara pergi dulu yaa kak bye.. muah..muah.. muah.. muah.. " ucap rara sambil memberi ciuman jarak jauh kepada kakak²nya karna rara tidak mau terkena keringat mereka
sesampainya di kantor rara segera masuk bersama tiara menuju ruangannya
tok.. tok.. tok.. (suara ketukan pintu)
rara yang baru saja duduk di kursinya terkejut mendengar bunyi ketukan pintu
" masuk " ucap rara sambil menaruh handphonenya di atas meja
" selamat pagi nona " sapa dion dengan sopan
" selamat pagi dion, ada apa? " tanya rara basa basi
" maaf nona saya kesini ingin memberitahu jadwal anda pagi ini, anda ada meeting bersama abiputra group sekitar 1 jam lagi membahas perihal kerjasama yang sempat tertunda beberapa hari yang lalu " ucap dion
" ini nona, silahkan dibaca dulu " ucap dion sambil memberikan berkas yang rara maksud
" terimakasih " ucap rara sambil menerima berkas itu
" saya setuju dengan point² yang mereka berikan, kamu urus kontraknya ya dion nanti saya tanda tangani " ucap rara
" kalo tidak ada yang mau di bicarakan lagi kamu boleh keluar " sambung rara
" baik nona, saya permisi dulu " ucap dion
" pagi² muka dion udah dingin aja raa serem banget " ledek tiara setelah dion keluar dari ruangan mereka
" tau tuhh gak ada senyum²nya pagi ini, lagi pms mungkin " ledek rara sambil tertawa kecil
" ada² aja lu.. udah ahh pagi² udah ngeghibahin dion aja " ucap tiara sambil tertawa
" btw lo udah siap kan nanti ketemu anggara? " tanya tiara memastikan
" siap gak siap deh tiara capek juga gue menghindar mulu " ucap rara pasrah
" nah gitu dong, ini baru sahabat gue yang gak suka menghindari masalah " ucap tiara
tok..tok..tok.. (suara ketukan pintu)
" masuk " ucap rara
" permisi nona saya baru mendapat kabar dari abiputra group, mereka meminta meeting di percepat sekitar 10 menit lagi, mereka lagi di perjalanan menuju ke sini " ucap dion membuat rara kaget dan langsung melihat jam tangannya
" baik lah siapkan ruang meeting dan persiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan nanti " ucap rara pada dion
" baik nona saya permisi dulu " ucap dion langsung pergi
" gilaa... pagi² udah ngajak meeting minta di percepat lagi, kurang kerjaan ya dia gue tau ini pasti kerjaan anggara " gerutu rara sambil melipat kedua tangannya di dada
" sabar.. pagi² udah sewot aja lu ntar lu cepat tua loh " ledek tiara
" bodo.. kesal gue sama dia pagi² udah buat gue badmood aja " ucap rara sambil mentandatangani berkas² diatas meja
" kesal sih kesal tapi berkasnya jangan di remuk gitu dong kasian bawahan lo capek² buatnya malah gak lo gak hargain " ledek tiara
" yaampun kok gue remuk gini sih " ucap rara kaget melihat berkas yang ia remuk
" hayo lohh tanggung jawab " ledek tiara
tok.. tok.. tok..
" masuk " ucap rara mulai kesal
" permisi nona.. ruang meeting udah siap dan klien kita juga udah menunggu disana " ucap dion dengan sopan
" oke.. kamu duluan ke sana nanti saya nyusul " ucap rara
" baik nona, saya permisi dulu " ucap dion
" ayo raa " ajak tiara
" ngebet banget lo udah gak sabaran ya ketemu wahyu " ledek rara
" apaan sih lo.. gue kan harus profesional dan harus on time dong gak boleh ngaret " ucap tiara
" ngeles aja lo kayak bajaj " ledek rara
" udah buruan nanti kita telat malu dengan klien " ucap tiara sambil menarik tangan rara menuju ruang meeting
" sabar dong " protes rara sambil melepaskan tarikan tiara padanya
" aduhh.. sakit nih kepala gue " ucap rara sambil mengelus kepalanya yang ke jedot punggung seseorang
" kamu gak papa? mana yang sakit? " ucap seseorang yang di tabrak rara
" sorry.. saya gak senga.. " ucap rara terpotong setelah melihat orang yang ia tabrak
" lo gak papakan ra? " ucap tiara khawatir sambil menghampiri rara dan laki² yang rara tabrak
" kak anggara? " ucap tiara setelah melihat laki² yang rara tabrak
" hai tiara? apa kabar? " sapa anggara
" kabarku baik kak " ucap tiara tersenyum sambil melirik rara yang masih terdiam
" ehem.. kayaknya sakitnya udah hilang nihh karna ketemu pujaan hati.. abis kepentok cinta yaa buk kepalanya " ledek tiara
" apaan sih gak jelas banget " ucap rara sambil menggeleng² menahan senyum lalu pergi meninggalnya tiara dan anggara
Terimakasih yang udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, koment dan vote 🥰😘