
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Sesampainya di dalam mall rara dan reno berkeliling² mencari barang kesukaan rara untuk di jadikan kado ulangtahunnya beberapa hari lagi dan reno sengaja tidak memberi tau rara agar menjadi surprise untuknya
" kakak cari apa sih dari tadi keliling² mulu capek tau " keluh rara sambil duduk di salah satu bangku yang di sediakan di mall itu
" adadeh.. biar kakak aja yang cari, kamu istirahat di sini jangan kemana² ya " ucap reno sambil mengelus kepala rara
" gak papa nih kakak sendirian nyarinya? " tanya rara memastikan sambil memegang tangan reno
" gak papa dek, kamu duduk di sini aja biar capeknya hilang " ucap reno
sebenarnya reno tak mau mengajak rara pergi, ia tau rara sedang capek tapi reno juga tidak tega melihat rara menangis sendirian di dalam kamarnya, tadi sore reno tak sengaja membuka kamar rara awalnya ia berniat meledek rara tapi tak di sangka ia malah melihat rara sedang menangis sambil memeluk boneka yang ia cari tadi, reno terkejut melihat adiknya seperti itu akhirnya ia memutuskan mengajak rara ke mall agar rara sedikit melupakan kesedihannya
" iya kak, jangan lama² ya " ucap rara
" iya bawel, kakak pergi dulu ya kalo ada apa² langsung hubungi kakak " ucap reno kemudian pergi meninggalkan rara
...***...
Setengah jam berlalu
rara mulai merasakan bosan iapun langsung berdiri dan membeli minuman yang tak jauh dari tempat duduknya, saat rara sedang memesan minuman tak sengaja rara melihat Denias (kakak sepupu nesya yang bekerja diluar negeri)
" itu bukannya kak denias ya? bukannya dia masih di luar negeri? apa gue salah liat? " tanya rara sambil mengucek kedua matanya
" gak salah lagi itu kak denias tapi dia dengan siapa ya? apa perempuan itu pacarnya? " tanya rara penasaran, setelah minuman datang rara langsung mendekati mereka
" gue coba lebih dekatin deh siapa tau gue kenal dengan perempuan itu " ucap rara mulai mendekati mereka
" yaampun gue gak salah lihatkan? itu bukannya perempuan yang mirip nesya? " ucap rara kaget
" gak salah lagi itu dia! kok dia bisa bareng kak denias? bukannya kak denias lagi di luar negeri dan kenapa dia bisa ada di sini? " tanya rara
" gue semakin kepo sama mereka, mending gue ikutin mereka aja deh siapa tau gue nemuin bukti siapa perempuan itu! " ucap rara sambil mengikuti kemanapun mereka pergi
Mereka berhenti di salah satu bangku di mall itu, rara langsung mencari tempat yang tak jauh dari denias dan perempuan itu agar bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas lalu rara mengeluarkan handphonenya untuk memvideokan percakapan mereka
" gua perhatiin akhir² ini lo suka banget makan es krim? biasanya kalo lo suka makan es krim begini lo lagi kangen sahabat² lo itu ya? " tanya denias kepada perempuan yang mirip nesya
" kok lo bisa tau kak " ucap perempuan itu
" kan lo sendiri yang cerita ke gua, kalo lo lagi kangen mereka dengan makan es krim ini kangen lo sedikit berkurang " ucap denias
" kok bisa sama ya dengan gue dan sahabat² gue dulu, kita kalo lagi punya masalah dan kangen satu sama lain pasti makan es krim " ucap rara dalam hati
" gue bingung harus gimana sekarang kak.. di satu sisi gue udah janji untuk jauhin mereka dan di satu sisi yang lain gue kangen banget sama sahabat² gue mungkin dengan makan es krim ini kangen gue sedikit berkurang, gue terpaksa melakukan ini gue gak mau mereka kenapa², jujur gue capek begini terus kak, gue kangen bareng mereka seperti dulu, susah senang selalu bersama, mereka gak pernah ninggalin gue di saat gue sulit " ucap perempuan itu
" siapa sahabat yang dia maksud? apa dia benaran nesya tapi apa maksud dia ngelakuin ini? " tanya rara dalam hati
" udah dong dira, lo jangan nangis lagi yaa.. kita pasti bisa nemuin jalan keluarnya kok, gua yakin mereka pasti mau maafin lo juga, ini kan bukan sepenuhnya kesalahan lo jadi lo gak boleh nyalahin diri lo sendiri " ucap denias menenangkan perempuan itu sambil memeluknya dari samping
" dira? jadi nama perempuan itu dira?kayaknya gue gak asing lagi deh dengan nama itu " ucap rara dalam hati
" hmm, lo udah lama gak bertemu mereka apa lo masih ingat lama lengkap mereka siapa? " ucap denias mengalihkan pembicaraan agar perempuan itu tak menangis lagi
" gue gak pernah lupain nama mereka, mereka selalu ada di hati dan pikiran gue " ucap perempuan itu sambil menghapus air matanya
" kalo lo masih ingat coba lo sebutin nama lengkap mereka semua " ucap denias menantang perempuan itu
" yang pertama Faranisa Adelia sahabat terdekat gue dan yang paling tomboy di antara kita, Refina Agatha yang paling pendiam, Tiara Aurelia yang paling dewasa dan yang terakhir sahabat yang selalu ngertiin gue ngelindungin gue dari orang yang mau jahatin gue namanya Rara Calista Adiwijaya " ucap perempuan itu membuat rara syok
" jadi benar dugaan gue selama ini nesya masih hidup dan dia adalah nesya sahabat gue.. kenapa lo tega bohongin kita selama ini sya?! gue gak nyangka lo seperti ini! " ucap rara sambil meneteskan air matanya dan langsung pergi meninggalkan mereka
...***...
" yaampun dek ternyata kamu di sini? kakak cariin dari tadi gak ketemu² kakak telponin kamu juga gak di jawab², kakak khawatir kamu kenapa² " ucap reno menghampiri rara sambil memegang kedua bahu rara dan rara langsung menangis
" kok kamu jadi nangis sih.. kamu kenapa dek? apa ada yang jahatin kamu? bilang sama kakak mana orangnya biar kakak hajar berani banget dia nyakitin adik kakak " ucap reno mulai emosi dan rara langsung memeluknya
" kalo kamu gak mau cerita sekarang gak papa kok dek, kakak gak maksa kamu buat cerita, udah yaa jangan nangis lagi ada kakak di sini " ucap reno langsung menenangkan rara sambil mengelus kepalanya
Rara menangis cukup lama membuat reno bingung, ia tak tega melihat adiknya seperti ini akhirnya ia mengajak pulang rara, sesampainya di mobil, rara hanya melamun dan enggan berbicara sedikitpun, reno semakin merasa bersalah bukannya membuat rara happy tapi malah semakin membuatnya bersedih
Reno tak bisa berbuat apa² lagi ia hanya diam dan melihat rara sekilas yang sudah tertidur ia mulai fokus menyetir hingga sampai ke rumahnya
" kamu kenapa sih sebenarnya dek? kenapa kamu tiba² nangis tadi? kakak bingung harus gimana kamu gak seperti biasanya kakak gak tega lihat kamu begini, kalo kakak tau akhirnya jadi seperti ini lebih baik kita gausah pergi aja " ucap reno sambil mengelus kepala rara dan mengangkatnya kedalam rumah
" rara kamu kenapa nak? " tanya mami khawatir
" adek gak papa mi, cuma ketiduran aja dia.. reno gak tega banguninnya yaudah deh reno angkat aja ke dalam " ucap reno beralasan agar mami tak banyak bertanya ia juga tak mau memberi tau mami kalo rara tadi tiba² menangis di mall tadi
" yaudah langsung bawa kedalam kamarnya aja nak kasian dia tidur begitu " ucap mami
" iya mi, reno sekalian ke kamar ya mi " ucap reno
" iya sayang, hati² bawa rara jangan sampai jatuh apa lagi kepentok " ucap mami khawatir
" iya mami sayang " ucap reno
reno langsung mengangkat rara ke dalam kamarnya dan menaruhnya di atas tempat tidur
" selamat tidur ya princess kecil kakak, jangan bersedih lagi ya, mimpi yang indah " ucap reno sambil menarik selimut rara dan mencium keningnya
Terimakasih yang udah mau menunggu novel ini, like, komen, votenya 🥰😘