
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
Saat jenazah nesya dimasukkan kedalam liang lahat orang² terdekat nesya termasuk keluarganya menangis terisak² seakan belum merelakan kepergian nesya ke tempat yang baru, rara dan sahabat²nya hanya bisa saling berpelukan untuk menguatkan diri masing² melepaskan kepergian sahabat terbaiknya
"gue bangga punya sahabat seperti lo sya walaupun lo bawel dan usil gue tetap sayang sama lo, terimakasih ya udah mengisi hari² gue yang kelam dulu, selama ada lo dan yang lain gue jarang merasa kesepian lagi kini lo udah gak ada ntah apa jadinya nanti hidup kita tanpa lo, kita akan berpisah untuk selama²nya semoga lo tenang ya disana dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, selamat jalan sahabat gue yang paling usil dan ngeselin sampai kapanpun lo akan tetap jadi sahabat gue nesya Anindira " ucap rara dalam hati sambil meneteskan airmatanya
" sebenarnya gue berat melepas kepergian lo sya, gue masih mau lo di samping kita dan kita sukses bersama nanti sesuai janji kita dulu namun kenyataannya berbeda, selamat jalan sya gue akan coba mengikhlasin kepergian lo, yang tenang ya disana sahabatku " ucap tiara dalam hati sambil menangis
" lo teman pertama yang mau berteman sama gue waktu kecil sya dan akhirnya kita sahabatan sampai sekarang, kepergian lo membuat gue terpukul tapi gue berusaha buat kuat dan mengikhlaskan kepergian lo, maafin gue yaa coba aja waktu itu gue gak maksa lo mungkin lo masih di sini bareng kita, canda tawa lo masih terbayang di benak gue, sulit buat gue harus berpisah dari lo untuk selamanya semoga lo dapat tempat yang terbaik sahabatku, selamat jalan " ucap faranisa dalam hati
" si bawel yang usil dan suka ngeledekin sahabat²nya kini udah gak ada, kenangan kita saat bersama sulit untuk gue lupain, kalian yang selalu buat gue tersenyum dan melupakan kenangan buruk gue yang buat gue trauma hingga tak berani berbuat apa² waktu kecil dan membuat gue ketakutan bila di dekatin orang, lo datang untuk menghibur gue sya dan selalu meledek gue bila gue dekat dengan cowok baru kini ledekan itu cuma menjadi kenangan buat gue, gak ada lagi nesya yang usil seperti biasanya gue harap lo bahagia disana, selamat jalan sahabat terbaikku " ucap refina dalam hati
" aku yakin kamu pasti kuat " ucap anggara berdiri di belakang rara membuat rara kaget dan melihat kebelakang
" makasih ya kamu selalu menyemangati aku " ucap rara tersenyum
" kamu cewek paling tegar yang aku kenal, aku yakin kamu bisa menguatkan sahabat² kamu juga, biarkan nesya tenang di alamnya yang baru " bisik anggara
saat rara melihat arah belakang untuk menjawab perkataan anggara tak sangaja ia melihat stevani dan ketiga sahabatnya sedang melihat pemakaman nesya dari kejauhan
" ngapain dia di sini?! " ucap rara marah, ia ingin melabrak stevani tapi di tahan dengan tiara agar tak pergi
" gue harus labrak si ular berbisa itu, dia yang udah buat nesya meninggal! dan dia gak pantes disini! " ucap rara marah dan hendak pergi
" gue tau ra tapi gak sekarang, lo lihat kuburan nesya belum tertutup masa lo tega ninggalin momen ini, apa lo gak mau lihat nesya untuk terakhir kalinya? " ucap tiara menahan rara
rara menarik nafasnya dalam² dan menghembuskannya dengan kasar agar ia tenang dan tak terbawa emosi
" kamu kenapa? " tanya anggara dari belakang
" aku gak papa " jawab rara
" jangan bohong sama aku raa, kamu marah karna ada stevani di sini? " tanya anggara
" perempuan itu gak pantes disini! " ucap rara dan tiara memberi kode ke anggara agar ia tak banyak tanya, tiara tak mau melihat rara semakin emosi dan pergi dari makam
setelah pemakaman nesya selesai para pelayat balik ke rumah masing² tetapi tidak dengan rara dan sahabat²nya, mereka masih ingin di dekat nesya untuk terakhir kalinya
" sya.. gue masih gak nyangka secepat ini lo pergi ninggalin kita " ucap refina sambil memeluk batu nisan nesya
" gue juga gak nyangka si usil kita udah gak ada " ucap tiara sedih
" kalian yang sabar yaa, nesya udah tenang di tempatnya yang baru " ucap wahyu sambil menghampiri mereka
" rara " panggil tiara melihat rara pergi dari makam nesya
" dia mau kemana? " tanya anggara sambil mengejar rara ia takut rara berbuat nekat
" ngapain lo disini?! " bentak rara kepada stevani yang ingin pergi
" gue mau ngelayat " ucap stevani pura² sedih
" huh.. gak usah sok sedih lo! puas lo udah buat sahabat gue meninggal! " ucap rara membentak stevani dan menamparnya
" maksud lo apa? dan kenapa lo nampar gue?! " ucap stevani pura² tak tau apa²
" gak usah sok lugu deh lo! lo kan yang buat rem mobil nesya blong! karna lo mau ngerebut cowok² kita.. lo lakuin berbagai cara termasuk nyelakain nesya! " ucap rara emosi
" dari awal lo emang niat buat nyelakain sahabat² gue kan?! lo siksa mereka dengan cara busuk lo itu! " teriak rara membuat semua pacar² mereka terkejut mendengarnya
" gue gak sejahat itu! lo salah sangka sama gue " ucap stevani mengelak
" masih aja lo mau ngelak ya! " ucap rara langsung menjambak rambut stevani hingga kesakitan
" aduh.. sakit.. lepasin! " ucap stevani memberontak
" sakitkan! begitu lah rasanya lo siksa sahabat gue! dasar perempuan gak punya hati lo! " ucap rara sambil melepaskan jambakannya
" gue akan cari bukti kebusukan lo selama ini! dan kalian semua akan ikut membusuk di penjara! " ucap rara marah sambil menunjuk mereka semua
" lo jangan ngancam gue yaa! gue gak ngelakuin apa², gue gak terima lo tampar " ucap stevani menampar balik rara
" jangan coba² lo tampar pacar gua! sedikit aja lo sentuh dia lo akan berurusan sama gua! " ucap anggara menahan tangan stevani yang mau menampar rara
" gua gak nyangka ternyata kelakuan lo busuk banget stev.. gua kira kalian bisa jadi teman yang baik ternyata gak! kalian memanfaatkan kebaikan kita untuk dekatin gua dan sahabat² gua, jangan harap itu terjadi karna gua dan sahabat² gua gak akan suka sama kalian sampai kapanpun! camkan itu! " ucap anggara sambil menghempaskan tangan stevani
" dan satu lagi gua gak akan biarin lo masih berkeliaran di kota ini! gua akan pastikan lo semua mendapatkan balasan dari semua perbuatan kalian kepada nesya dan sahabat²nya! " ucap anggara kesal
" hahahaha akhirnya semuanya terbongkar gue gak susah² lagi menutupi semuanya! emang benar gue yang ngelakuin semua itu! lo terlalu bodoh anggara ngapain lo pertahanin cewek seperti ini! dia benar² gak cinta sama lo buktinya aja dia selalu ninggalin lo! dan lo rara seharusnya lo sadar anggara gak cinta sama lo dia cuma mau harta lo doang! " ucap stevani menghasut rara dan anggara agar bertengkar
" maksud lo apa hah?! " ucap rara kesal
" seharusnya lo sadar.. lo itu kaya sedangkan dia hanya orang biasa² aja, perusahaan papanya juga udah mau bangkrut dia cuma mau manfaatin kekayaan lo doang untuk bantu perusahaan papanya " ucap stevani semakin menghasut rara
" apa² lo stev! gua gak pernah berpikiran seperti itu! gua sayang sama rara itu tulus! gua gak mau harta dia.. lo jangan menghasut dia buat marah sama gua! lo mau balas dendam bukan gini caranya lo udah fitnah gua! " ucap anggara marah
" lo udah gila ya! cara lo licik banget sampai fitnah anggara begitu! " ucap wahyu memarahi stevani
" kenyataannya emang begitu mau gimana lagi?! " ucap stevani
" jangan bergerak! " ucap polisi
kok likenya makin menurun sih ☹️, tinggalin jejak dong guys biar author semangat upnya😍, terimakasih yang udah setia menunggu novel ini dan sering vote, like serta komen 😘🥰