
* selamat membaca guys *
" lo dari mana ra? " tanya tiara
" dari taman " jawab rara
" ngapain lo ketaman? tanya tiara
" nggak ngapa²in " jawab rara
" nggak usah bohong sama gue, kalian berantem lagi yaa " tanya tiara sambil melihat rara dan anggara bergantian
" hmm.. tiara gue balik dulu ke kelas ya bentar lagi ibu nina masuk " ucap rara mengalihkan pembicaraan
" kak gue titip tiara ya guru kakak juga nggak ada dan temen² kakak juga pada di kantin " ucap rara
" Iya ra tanpa lo titip gue juga pasti jagain pacar gue " ucap wahyu
" thanks kak, gue duluan ya " ucap rara pergi tanpa melihat anggara
" lo mau kemana ra? " tanya aditya baru datang
" mau ke kelas lah kak ini kan masih jam pelajaran " ucap rara cuek dan pergi menuju kelasnya di susul dengan refina dan faranisa
" aduh gue bingung nih milih sahabat atau pacar? " tanya nesya dalam hati ragu sambil melihat kepergian rara dan bergantian menatap pacarnya
" lo kenapa sya? " tanya tiara
" gue tau pasti lo ragu kan di sini ada pacar lo dan kalo lo disini dan nggak masuk pasti kena semprot sama ibu nina secara kan lo nggak suka sama pelajaran dia dan sering bolos kalo ketahuan bisa berabe " ucap tiara meledek
" kamu pergi aja beb daripada kena marah sama ibu nina " ucap revano
" tapi beb " ucap nesya
" udah nggak usah pakai tapi² cepet masuk sana! " usir revano
" kamu ngusir aku? " tanya nesya cemberut
" bukannya ngusir beb biar kamu pinter ya harus belajar " ucap revano
" oh jadi kamu ngatain aku bodoh ya " ucap nesya geram
" serba salah deh " ucao revano frustasi
" sabar broo cewek selalu benar " ucap aditya
" kalian sama aja suka banget nyakitin hati cewek " ucap nesya pergi menyusul rara
bel pulang sekolah berbunyi rara langsung menelpon maminya menyuruh jemput rara di sekolah
" mami nggak bisa jemput kamu mami lagi ada urusan sayang supir juga lagi sama mami, anggara mana kok dia nggak antar kamu pulang sih? " ucap mami dalam telpon
" rara lagi sebel sama dia mi " ucap rara
" mami pesen taksi online aja yaa? " ucap mami
" Gausah mi biar rara pesan sendiri aja " ucap rara
" yaudah deh kamu hati² ya nak, bye sayangg" ucap mami
" mam.. " ucap rara
* telpon terputus *
" mami kebiasaan deh anaknya belum selesai bicara udah di putusin aja " ucap rara kesal
" lo kenapa ra? " tanya refina melihat rara kesal
" mami gue ngeselin " jawab rara
" lo abis nelpon mami? " tanya refina sambil melihat hp yang pegang rara terlihat panggilan terakhir dari mami
" iya " jawab rara
" kenapa? " tanya refina
" minta jemput " jawab rara
" trus kenapa lo kesel gini? " tanya refina
" mami nggak bisa jemput gue " jawab rara kesel
" sama kak anggara aja lo kan tadi pergi bareng dia " ucap refina
" apaan sih.. yaudah yuk kita ke uks jemput tiara " ucap rara mengalihkan pembicaraan dan langsung pergi
" gini nih belum lagi selesai bicara udah pergi aja dia " ucap refina menggeleng melihat kelakuan sahabatnya
* Uks *
" gimana keadaan lo? masih lemes? " tanya rara
" kaget gue lo kapan dateng? gue udah baik² aja kok " ucap tiara
anggara dan sahabat²nya yang sedang main game terhenti karena melihat kedatangan pacar²nya
" mangkanya jangan pacaran mulu jadinya nggak tau kan kita udah di sini " ucap rara meledek
" iya nih kita buru² kesini mau ngecek dia eh malah dia asik pacaran " ucap nesya meledek
" kalian ini ya ngeledekin gue mulu ih, ngiri ya sama gue bisa berdua sedangkan kalian nggak " ucap tiara balik meledek
" idihhh ngiri sama lo? nggak banget deh " ucap nesya tertawa
" bilang aja ngiri ya kan nggak usah gengsi " ucap tiara meledek
" aduhh ngiri sama lo?? nggak banget deh " ucap refina tertawa meledek
" jangan terlalu sombong dulu lo lihat tu dalam tas lo ada titipan dari ibu nina " ucap rara tertawa
" iya nih lo lihat sendiri, selamat bergadang yaa " ucap nesya tertawa sambil memberikan tas tiara
" makan tu soal mangkanya jangan suka ngeledeki kita 😄😄 " ucap nesya
" tega banget lo sama gue 😣 " ucap tiara merengek
" siapa suruh lo nggak masuk dan ngeledek kita tadi 😂😂 " ucap faranisa tertawa
" awas ya kalian " ucap tiara ngambek
" apaan awas lo pikir mau nyebrang " ucap rara tertawa
" tau ahh sebel gue sama kalian " ucap tiara
" bukannya kebalik yaa " ucap refina
" udah² nanti aku bantuin kamu sayang tenang aja " ucap wahyu
" ugh so sweet banget kamu " ucap tiara manja
" idihhh lebay banget sih lo " ucap rara
" biarin kan sama pacar gue juga 😝 " ucap tiara
" Ini ni kalo jiwa bucinnya keluar dunia serasa milik berdua " ucap nesya meledek
" udah yuk ahh biarin aja dia, pulang yuk capek ni gue mau rebahan " ucap rara
" ayo guys " ajak refina
* mereka tiba di parkiran *
" lo pulang sama kak anggara aja ya raa daripada lo pulang sendirian " bujuk nesya
" iya ra kita nggak tega tau lihat lo pulang sendirian kecuali lo bawa mobil sendiri ini mah nggak " ucap faranisa
" udah deh nggak usah ribet naik aja " ucap tiara mendorong pelan agar rara naik motor anggara
" iya sayang biar aku antarin kamu pulang " ucap anggara sambil memberikan helm kepada rara
" yaudah deh " ucap rara mengambil helm dari tangan anggara dan naik ke motor anggara
" pegangan sayang nanti kamu jatuh " ucap anggara menarik pelan tangan rara agar memeluknya dari belakang
" sayang maafin aku yaa, aku tau aku salah belain cewek lain di depan kamu, aku janji nggak akan ngulangi lagi kesalahan aku " ucap anggara sambil memegang tangan rara yang memeluknya
" aku nggak bisa kamu diemin kayak gini terus, pliss ngomong dong rara jangan diem terus " ucap anggara dan tiba² menghentikan motornya
" kenapa berhenti? " tanya rara
" aku nggak akan jalani nih motor sebelum kamu maafin aku " ucap anggara
" hmmm aku udah maafin kamu, udah yuk jalan lagi " ucap rara
" beneran kamu maafin aku? " tanya anggara
" iya " ucap rara
" iya kok kayak marah gitu sama aku " ucap anggara
" iya sayang jangan kamu ulangi lagi, cewek mana yang nggak marah lihat pacarnya belain cewek lain didepannya langsung " ucap rara
" iya aku tau aku salah maaf yaa, aku janji nggak bakal ilangi lagi " ucap anggara
" iya² cepetan ihh aku mau pulang nanti mami khawatir lagi tadi aku bilang naik taksi online " ucap rara
" kok kamu bilang gitu sama tante? " tanya anggara
" tadi aku minta jemput sama mami tapi mami nggak bisa yaudah deh aku naik taksi aja " ucap rara
" kan ada aku kenapa kamu naik taksi sih " ucap anggara sambil menjalankan motornya
" tadi kan aku masih marah sama kamu gimana sih " ucap rara
" iya ya tapi sekarang nggak lagi kan? " tanya anggara sambil melihat kaca spion motornya
" nggak sayang " ucap rara tersenyum sambil melihat anggara dari kaca spion
* depan rumah rara *
" kalian kemana sih kok lama banget? " tanya wahyu
" kepo banget sih kak " ucap rara tertawa
" udah baikan yaa " tanya wahyu
" udah dong, susah banget buat dia ngomong dari tadi diem mulu berasa ngomong sama patung " ucap anggara
" kayak nggak tau cewek aja lo kalo ngambek pasti lama dan susah banget ngembaliin senyumnya" ucap wahyu
" yang sabar aja ya kak ngadepin rara " ledek tiara
" betul kak dia suka ngambek nggak jelas " ucap refina
" jangan buat dia marah lagi " ucap nesya
" siap gue nggak mau buat dia marah lagi dan mau gimanapun dia gue tetap sayang kok " ucap anggara
" tu kan dia aja nggak keberatan tu 😝 " ucap rara sambil meletakkan dagunya di bahu anggara
" udah deh nggak usah jelek²in gue lagi dia nggak mempan sama omongan kalian " ucap rara tertawa
" iya deh susah kalo udah sayang mahh " ucap nesya
" yaudah kalian masuk gihh kita mau pulang " ucap wahyu
" iya hati² ya sayang " ucap tiara dan dibalas dengan anggukan oleh wahyu
" aku pulang yaa sayang, chat aku jangan di read aja bales dong " ucap anggara
" iya sayang, hati² ya " ucap rara dan mereka pun pulang kerumah masing²