Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
CURHATAN WAHYU



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,


jangan silent reader please 🙏🙏


Temen² gabung ke grup chat aku yuk nanti kita bisa ngobrol² disana biar kita bisa saling kenal 😁


Terimakasih 😘🥰😍


** selamat membaca **


sambil menunggu pesanan mami, rara kebelet ingin pergi ke toilet, setelah keluar dari toilet rara melihat wahyu sedang menangis dan rara langsung menghampirinya


" kak wahyu? " panggil rara, wahyu yang mendengar panggilan tersebut langsung mengangkat kepalanya dan menghapus air matanya


" rara? " ucap wahyu kaget


" boleh gue duduk di sini? " tanya rara dan wahyu hanya mengangguk


" baru kali ini gue lihat lo nangis seperti sekarang, gue kira lo sosok yang tegar, kuat, dewasa dan selalu cool di depan cewek ternyata lo bisa nangis juga ya " ledek rara


" gue juga manusia ra punya kelemahan juga lh " ucap wahyu


" lo kenapa kak? nangisin tiara? cerita aja kali gue tau lo butuh temen curhat sekarang, cerita aja sama gue " tanya rara


" gue merasa paling lemah sekarang, di satu sisi gue sayang sama tiara dan di satu sisi yang lain gue gak mau perusahaan papa gue bangkrut, gue sayang orangtua gue " ucap wahyu menangis


" gue juga pernah di posisi lo sekarang dijodohkan dengan orang yg gak gue cintai memang menyakitkan tapi itu lah namanya hidup kalo kita gak kuat ngejalaninnya kita yang rapuh kita yang akan di hancurkan orang lain, lo harus kuat kak gue yakin lo bisa ngelewatin ini semua, gue akan bantuin lo sebisa gue " ucap rara menguatkan wahyu


" lo gak akan bisa ra, papa renita itu kuat lo gak akan bisa ngalahinnya, mereka itu orangnya licik melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan orang lain " ucap wahyu


" lo tenang aja gue gak akan berhenti menemukan berbagai cara buat ngalahin mereka " ucap rara tersenyum misterius


" maksud lo? " tanya wahyu


" lo lihat aja nanti " ucap rara tersenyum


" gue duluan ya pesanan gue udah selesai tuh " ucap rara melihat mbak kasir sedang melihat sekeliling mencarinya


" iya, thanks ya lo udah mau dengerin curhatan gue " ucap wahyu tersenyum


" santai aja kali gue udah biasa dengarin curhatan orang " ledek rara


" ternyata enak juga punya sahabat kayak lo pantasan mereka betah sahabatan samaa lo dari kecil sampe sekarang " ucap wahyu


" pasti tiara yang bilang sama lo kan? " tanya rara


" iya, dia suka banget ceritain lo ke gue, awalnya gue kira lo itu sombong dan egois ternyata nggak " ucap wahyu


" mangkanya nilai orang itu jangan dari covernya aja lihat dong isinya seperti apa " ledek rara


" ya maaf gue kan belum kenal banget lo seperti apa " ucap wahyu


" udah ah kasian mami gue nunggu lama, gue dulua ya kak " ucap rara langsung menghampiri kasir tadi dan mengambil pesanannya


" banyak banget gimana bawanya nih " ucap rara bingung melihat makanan yang dia pesan tadi


" sini gue bantu " ucap wahyu mengambil kantong makanan yang di pegang rara


" thanks ya kak " ucap rara


" sama², mana mobil lo? " tanya wahyu


" itu di sana " ucap rara sambil menunjuk mobilnya


" kok banyak banget makanannya lagi ada acara di rumah lo? " tanya wahyu melihat kantong makanan yang ia bawa


" kata mami temen²nya pada dateng mangkanya gue di suruh beli ini semua " ucap rara sambil membuka bagasinya


" oh, kirain ada pesta di rumah lo " ucap rara


" ya gak lh kalopun ada ini mah kurang " ucap rara


" kenapa gak delivery aja sih kan jadi gak repot gini? untung ada gue bisa bantu lo kalo gak, gue gak tau deh nasib lo gimana bawanya " canda wahyu


" kata mami udah delivery tapi gak ada respon dari sini terpaksa deh gue ke sini " ucap rara


" bantuin orangtua kok terpaksa harus ikhlas dong biar berkah dapet pahala juga " nasehat wahyu


" iya deh gue ikhlas bantuin mami " ucap rara tersenyum


" gue duluan ya kak keburu temen²nya mami pada dateng " ucap rara


" yaudah deh lo hati² ya " ucap wahyu


" iya kak, lo pulang gih belajar yang bener besok kan lo berperang lawan soal² yang menyulitkan " ucap rara sambil membuka pintu mobilnya


" siap, gue pulang sekarang.. inget pesan gue hati² bawa mobilnya " ucap wahyu


rara melajukan mobilnya menuju rumah, sesampainya di rumah rara langsung memanggil kedua satpamnya untuk mengangkat makanannya ke dalam rumah


" pak dusmin dan pak paidi?! " panggil rara sambil membuka bagasinya


" ada apa non? " tanya dusmin satpam rumahnya


" tolong bawa ini ke dalam ya pak " ucap rara menunjuk makanan yang ia beli tadi


" baik non " ucap dusmin dan paidi berbarengan


" makasih ya pak " ucap rara sambil menutup kembali bagasinya


" sama² non " ucap mereka berbarengan


" rame banget temen² mami jadi males masuk gue " ucap rara sambil menyender ke mobilnya


" masuk gak ya masa gue di sini mulu sih " ucap rara ragu


" masuk aja deh " ucap rara melangkah masuk ke dalam rumahnya


" rara? " panggil mami rara langsung menuju ke maminya


" ini lo jeng anak aku, namanya rara " ucap mami memperkenalkan rara


" oh, cantik banget.. kamu kelas berapa sekarang nak? " tanya temen mami


" kelas 2 SMA tante " ucap rara tersenyum


" kelas 2 tapi udah bisa merawat diri ya, cantik banget anak kamu jeng boleh gak jadi calon menantuku aja " ucap temen mami


" aku sih tergantung dia aja mau apa gak, aku gak mau maksa anakku biar dia aja yang nentuin sendiri " ucap mami


" gimana sayang kamu mau gak? " tanya rara


" rara masih sekolah tante, rara belum mau mikirin kesana dulu " ucap rara tersenyum


" belajar yang bener ya nak tante akan nunggu sampe kamu siap " ucap temen mami


" iya tante, rara permisi dulu mau ke kamar " ucap rara langsung pergi ke kamarnya


* kamar rara *


" itu ibu² seenaknya aja jodohin gue sama anaknya, gue udah punya pilihan sendiri kali malas banget gue di jodohin lagi " ucap rara sambil merebahkan tubuhnya ke tempat tidur


baru saja rara memejamkan matanya suara telponpun berbunyi membuat rara sangat kesal


" siapa lagi sih yang nelpon gue, gak tau apa gue mau istirahat " gerutu rara sambil mengambil handphone di dalam kantongnya


* telpon *


" halo? siapa ini? " tanya rara melihat nomor asing yang sedang menelponnya, yang menelpon tidak menjawab pertanyaan rara ia hanya mendengar suara rara


" di tanyain malah diam, kalo lo gak mau bicara gue tutup nih telponnya! " ucap rara kesal


" jangan di tutup dong aku kan kangen " ucap yang menelpon


suara penelpon tak asing lagi baginya rara langsung tersenyum seketika marahnya pun menghilang


" kamu ngapain sih nelpon pakai nomor ini segala aku kan jadi gak tau kalo kamu yang nelpon " ucap rara


" kamu di telpon dari tadi gak di jawab² yaudah deh aku terpaksa pakai nomor ini, aku kira kamu marah sama aku karna masalah tadi ternyata gak " ucap anggara


" siapa bilang aku gak marah sama kamu? " tanya rara bercanda


" jangan marah dong nanti cantiknya hilang loh " gombal anggara


" oh jadi kamu suka sama aku cuma cantik doang " ucap rara pura² ngambek


" gak dong, aku suka kamu karna kamu baik, setia, suka menolong, cantiknya kamu jadi bonus buat aku " ucap anggara


" kok gitu? " tanya rara


" biar aku gak bosan lihatin wajah kamu " gombal anggara


" apaan sih gombal mulu deh " ucap rara senyum² sendiri


" aku serius tau " ucap anggara


" udah ah belajar sana yang benar biar bisa jawab soal ujian besok " ucap rara


" iya sayang do'ain aku ya " ucap anggara


" iya sayang, udah sana belajar aku tutup dulu ya telponnya byee " ucap rara