
* Taman belakang *
" Aku nggak nyangka sama kamu, kamu tega ngeduain aku seperti ini, aku benar² kecewa sama kamu, dari awal aku udah mulai curiga dengan sikap kamu yang seperti ini ternyata benar dugaan aku kamu hanya mementingkan diri sendiri dan memanfaatkan aku hanya untuk kepentingan kamu sendiri, mulai saat ini kita nggak punya hubungan apa² lagi kita putus!!
ucap anggara pergi meninggalkan angela yang hanya mematung, wahyu dan rangga juga memutuskan hubungan mereka dan pergi menyusul anggara
Kini acara sudah selesai, rara dan sahabat²nya pun memenangkan lomba nyanyi tadi dan saatnya mereka pulang ke rumah masing²
" Akhirnya kita menang ra " ucap tiara senang
" Iya selamat buat kita semua, ini semua hasil kerja sama kita " ucap rara
" Yaudah ayo kita pulang gue capek banget ni pengen rebahan " ucap nesya sambil meregangkan otot²nya
" Kak alva, kak kean, kak deva, oma, ayah dan bunda kita pulang yuk " ucap rara mengajak mereka semua pulang, saat mereka ingin keluar menuju mobil tiba² mami dan papi rara memanggil
" Tunggu ra.. " ucap mami rara
" Mami... papi... " ucap rara menghampiri mereka
" Maafin mami ya nak nggak seharusnya mami ninggalin kamu seperti ini " ucap mami menangis sambil memegang kedua pipi rara
" Mami nggak salah rara tau kok ini semua mami lakukan untuk memenuhi kebutuhan rara dan kak reno kan? maafin rara ya mi nggak seharusnya rara berpikiran buruk ke mami dan papi " ucap rara menangis sambil memeluk mami
" Makasih sayang kamu udah mau mengerti keadaan kita, mulai sekarang mami berhenti kerja buat kamu, mami akan selalu ada buat kamu mulai saat ini, mami akan menebus segala kesalahan mami sama kamu, mami nggak mau kamu kekurangan kasih sayang lagi nak maafin mami ya " ucap mami membalas pelukan rara dan sesekali menciumnya
" Mulai sekarang papi saja yang kerja buat kalian " ucap papi mengelus kepala rara
" Makasih ya mi pi rara sayang sama kalian " ucap rara memeluk kedua orangtuanya
" Sama² sayang mami dan papi sayang kamu, yaudah sekarang pulang yuk nak " ucap mami melepas pelukannya dan beranjak dari tempatnya
" Makasih ya mbak ratih dan mas reihan selama ini telah menyayangi rara dan mendidik dia jadi seperti ini karna kalian dia merasakan kasih sayang orangtua yang seharusnya kami lakukan, kami benar² orang tua yang bodoh yang tidak mengerti kemauan anak kami maafin kami ya sekarang kami sudah sadar akan kelakuan kami "ucap papi rara
" Mama makasih ya udah lindungi rara selama kami tidak di dekatnya, maafin kesalahan ridwan ya ma " ucap papi rara kepada oma
" Mama selalu memaafkan kesalahan kamu nak, yaudah sekarang jangan dipikirkan lagi yang terpenting kalian sudah sadar atas kesalahan yg kalian perbuat, sayangi anak kalian jangan kalian sia²kan mereka lagi " ucap oma menasehati papi dan mami rara
" Iya ma kami tidak akan menyia²kan buah hati kami lagi " ucap mami rara
" Kamu benar mau berhenti bekerja renata? " tanya oma kepada mami rara
" Iya ma aku harus berhenti bekerja demi rara, aku harus mengurus keluargaku ma dan menebus segala kesalahan yang pernah aku buat " ucap mami renata sedih
" Apa pun yang kamu lakukan mama akan selalu mendukung kamu asal itu dijalan yang benar nak " ucap oma
" Makasih ya ma " ucap mami renata sambil memeluk oma
" Sama² nak " ucap oma membalas pelukan mami renata
" Yaudah ayo kita pulang nak " ucap mami kepada rara
" Mbak ratih dan mas reihan aku bawa rara pulang ya, ma kita pulang duluan ya " ucap mami rara kepada mereka
" Iya renata kapan² mampir ke rumah mbak ya dan rara sering² main kerumah bunda ya nak " ucap bunda
" Iya bunda sayang, rara pulang ya bunda ayah oma dan kakak² rara yang ganteng² " ucap rara sambil mencium pipi dan memeluk oma, bunda dan ayah
Mereka pun menuju rumah dengan membawa mobil masing²
* Di dalam mobil rara *
" Sorry ya ra tadi kita telat lihat kode dari lo " ucap tiara membuka pembicaraan
" Siapa yang ngasih kode sama kalian? " ucap rara heran
" Terus lo berduaan sama anggara itu apa kalau bukan kode? " ucap tiara heran
" Tadi kan gue baper sendiri dengan lagu yang kita nyanyiin, selesai nyanyi gue langsung lari ke taman belakang pas gue mau ke sana gue nabrak anggara gue langsung pergi aja, nggak tau kalau dia ikutin gue kesana, gue aja heran kenapa jadi rame gitu " ucap rara menjelaskan
" Berarti kita salah kode dong, sorry ya ra " ucap tiara tersenyum seperti tanpa rasa bersalah
" Yaudah lah udah terlanjur juga, makasih ya kalian udah mau bantuin gue " ucap rara tersenyum manis
" Sama² ra itu gunanya sahabat " ucap faranisa tersenyum
" Oh iya ra tadi kenapa lo malah belain angela? " ucap nesya
" Gue kasihan aja sama dia, perusahaan papanya mau bangkrut trus dia malah d keluarin dari sekolah dan diputusin lagi sama pacar² dia gimana nggak kasihan coba " ucap rara
" Ya nggak gitu juga kali ra lo nggak ingat apa dia mau nyelakain kita pas awal² masuk sekolah " ucap faranisa geram
" Yaudah sih jangan nyalahin gue mulu kenapa yang penting kan oma nggak mempertahankan dia di sekolah " ucap rara
" Udah² apa²an sih kalian ini jangan berantem dong cuma gara² itu aja " ucap tiara melerai mereka
Mereka pun diam dan tak terasa sudah sampai rumah masing², mereka keluar dari mobil rara
" Thanks ra " ucap tiara keluar dari mobil
" Sama², oh iya besok kan libur kita ketempat latihan yuk kan udah lama nggak latihan lagi " ucap rara
" Iya gue setuju tuh, besok kita bawa mobil sendiri² atau barengan lagi ni? " ucap refina
" Barengan aja gimana? " tanya rara
" Ide bagus tu, gue setuju " ucap nesya dan yang lain hanya menganggukkan kepalanya
" Pagi besok seperti biasa kalian ngumpul di rumah gue, gimana mau nggak? " ucap rara
" Ok, gue duluan ya udah capek banget ni " ucap tiara menuju rumahnya
" Iya gue juga nih " ucap faranisa
" Gue juga " ucap nesya
" Yaudah gue juga mau istirahat ni bye " ucap rara menjalankan mobilnya menuju rumah