
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
" gue hitung sampai tiga lo baru buka mata, sebelum hitungan gue selesai lo gak boleh buka matanya, awas aja lo buka mata gue gak akan kasih lo kejutan yang kedua " ucap tiara balik mengancam rara
" iya² bawel " ucap rara pasrah
" gue hitung yaa Satu... Dua... Tigaa.. buka mata lo! " ucap tiara membuat rara terkejut saat membuka matanya
" lo apa²an sih tiara, kenapa ada mereka disini? " tanya rara syok setelah melihat anggara dan sahabat²nya di hadapannya saat ini
" jangan bohongi diri lo sendiri lagi ra gue tau lo berharap banget dia datang mangkanya gue undang mereka ke sini, ikutin kata hati lo ya jangan sia²kan kesempatan ini ra " bisik tiara memberi saran kepada rara sambil menepuk pelan bahunya
" Happy birthday rara " ucap anggara tersenyum tulus sambil mendekati rara dan memberikan sebuah buket bunga, rara tak menjawab ucapan anggara ia hanya menatap ke arah lain, sebenarnya rara ingin langsung memeluk anggara namun ia masih kesal pada anggara karna kejadian di depan toilet tadi
Tiara menyenggol tangan rara agar ia segera menjawab ucapan anggara mau tak mau rara menjawabnya
" makasih " ucap rara ketus sambil mengambil buket bunga dari tangan anggara
" Rara maafin aku.. aku tau aku salah udah mengambil keputusan itu jujur aku sangat tersiksa raa aku menyesal gak jujur sama kamu, aku mohon raa jangan diamin aku seperti ini, aku sayang banget sama kamu dan sampai kapanpun aku tetap cinta sama kamu, di hatiku dari dulu sampai sekarang cuma kamu ra " ucap anggara
" lebih baik aku mati jika kamu gak mau maafin aku, aku gak sanggup lagi harus berpisah dari kamu ra.. mungkin bagi kamu ini berlebihan, lebay atau apalah tapi itu faktanya lebih baik aku gak ada di dunia ini daripada kamu gak mau maafin aku untuk selamanya dan bersama dengan orang lain nanti, hatiku sakit raa, aku tau aku egois tapi aku benar² gak bisa jauh dari kamu " sambung anggara sambil menggenggam tangan rara dan berlutut di depan rara hingga meneteskan air matanya
rara tersentuh melihat airmata anggara menurut rara kali ini anggara bener² tulus dan ia menyesal, rara melihat tampilan anggara sangat kacau tak sperti biasanya itu membuktikan bahwa anggara benar² tak bisa hidup tanpanya, matanya yang sedikit membengkak akibat menangis dan kurang tidur, rara langsung teringat ucapan mamanya anggara yang mengatakan anggara jarang pulang dan bau alkohol, ia memutuskan memaafkan anggara
" aku udah maafin kamu jauh sebelum kamu minta maaf, aku juga masih cinta sama kamu, kamu jangan seperti ini lagi ya aku gak suka lihat kamu begini apalagi jarang pulang dan mabuk²an ini bukan anggara yang aku kenal kasian mama kamu dia sedih lihat kamu berubah begitupun aku, aku rindu kamu yang dulu bukan yang sekarang, kamu maukan kembali lagi seperti dulu demi aku? " ucap rara sambil membantu anggara berdiri dan memeluknya
" Apapun yang kamu mau akan aku lakukan asal kamu mau maafin aku dan gak pergi lagi dari sisiku ra " ucap anggara sambil membalas pelukan rara dan mengelus kepalanya
" Jadi kita balikan lagi yaa? " Ucap anggara masih memeluk rara
" Iya sayang, aku kangen banget sama kamu.. janji yaa kamu gak boleh bohongin aku lagi, apa lagi selingkuh sama perempuan lain " ucap rara sedikit cemburu
" Iya sayang, aku janji akan terbuka sama kamu, gak akan ada lagi rahasia di antara kita " ucap anggara sambil mencium kepala rara
" kado buat aku mana? " canda rara dan anggara langsung melepaskan pelukannya, anggara langsung mengambil sesuatu di dalam saku celananya
" perhatian semuanya, saya boleh minta waktunya sebentar " ucap anggara sambil membesarkan suaranya agar semua orang yang berada di sana melihat ke arah mereka
" kamu apa²an sih mereka pada lihat ke sini kan " bisik rara kepada anggara namun anggara hanya tersenyum tak menjawab perkataan rara
" Dihadapan kalian semua saya berbicara jujur dari hati saya yang paling dalam bahwa saya sangat mencintai dan menyayangi rara sepenuh hati saya dan saya berjanji tidak akan menyakitinya lagi apalagi meninggalkan dia, saya akan menjaga dia seumur hidup saya " ucap anggara serius
" Tante, om dan semua keluarga rara yang ada di sini, anggara minta izin untuk melamar rara, anggara sangat cinta kepada rara om tante, anggara mohon restui kami, anggara janji anggara akan setia kepada rara hingga kami menua bersama, anggara akan membahagiakan rara seumur hidupnya, anggara gak akan ngecewain dia lagi, anggara janji kepada kalian semua jika anggara melanggar kalian bebas menghukum anggara sesuka hati kalian " ucap anggara menatap serius kedua orangtua rara
" Om merestui kalian, om harap kamu gak ngecewain anak om lagi, jika kamu membuat dia menangis om gak segan² mengambil dia dari kamu dan bawa orangtua kamu menghadap om besok " ucap papi dengan tegas
" Makasih om, anggara janji gak akan kecewain rara lagi dan bawa orangtua anggara besok " ucap anggara gembira
" rara kamu udah dengar sendirikan apa yang papi kamu bilang dan sekarang di hadapan kamu, sahabat kamu serta keluarga kamu, aku ingin menjalin hubungan lebih serius sama kamu, kamu mau kan menikah denganku? jadi ibu dari anak²ku kelak? " ucap anggara serius sambil berlutut di hadapan rara sambil membuka kotak cincin yang berbentuk hati
Rara sangat terkejut atas perlakuan anggara yang mendadak melamarnya di hadapan keluarganya saat ini, ia bingung harus jawab apa, rarapun melirik mami dan bundanya bergantian untuk meminta jawaban, mereka hanya mengangguk rara menarik napas dalam² dan membuangnya secara perlahan lalu ia menjawab
" aku mau " ucap rara membuat semuanya bernapas lega
" mau apa? " goda anggara
" ihh mulai deh ngeselin " ucap rara pura² ngambek
" jawab dong mau apa? " ucap anggara ingin diperjelas
" aku mau menikah sama kamu.. puas! " ucap rara membuat semuanya tertawa anggara berhasil menggodanya, setelah itu mereka semua melanjutkan menyantap makanan yang sempat tertunda tadi
" makasih sayang " ucap anggara langsung memeluk rara namun dengan cepat reno menariknya
" eh.. enak aja lo meluk² adek gua nanti tunggu udah sah puas²in deh lo peluk dia tapi sekarang dia masih milik gua lo gak boleh sentuh dia " ucap reno menarik baju anggara seperti anak kucing
" yaelah kak cuma peluk doang masa gak boleh " canda anggara
" gak! tunggu udah sah " ucap reno sambil melipat kedua tangannya di dada
" berani lo sentuh adek gua sebelum sah dan buat dia sedih lo berhadapan sama gua! gua gak akan biarin adek gua sedih lagi cukup kemarin dia seperti itu! lo beruntung gua gak tau masalah kalian kemarin seperti apa kalo gak lo habis sama gua! " ucap reno serius
" lo juga akan berhadapan sama gua kalo lo nyakitin adik gua lagi! " ucap alvaro sambil berdiri di samping reno
" gua juga! " ucap keano tak kalah serius sambil menghampiri kedua kakaknya
rara hanya menahan tawa melihat ekspresi ketakutan anggara yang menghadapi kakak²nya
" kamu beruntung sayang aku gak ngadu sama mereka kalo gak, aku gak tau deh nasib kamu gimana, mereka ahli bela diri loh bisa² badan kamu remuk di buat mereka " canda rara semakin membuat anggara memucat
" udah² kasian kak anggara kak jangan diancam dong lihat tuh mukanya langsung pucat " bela rara
" baru gitu aja udah pucat gimana lo mau jaga adek gue, yang ada adek gue yang jaga lo " ledek reno
" kakak udah dong jangan ledekin dia terus " ucap rara manja
" udah² jangan pada berantem gue ada surprise kedua buat lo " ucap tiara mengalihkan pembicaraan
" surprise apa lagi sih tiara, lo gak capek² surprise'in gue btw makasih ya semua surprise dari lo jadi kado terindah buat gue dan gue sangat bahagia hari ini " ucap rara sambil memeluk tiara
" sama² rara, sekarang tutup mata lo dulu " ucap tiara sambil melepaskan pelukannya
" jangan ngintip yaa " ucap tiara sambil menutup mata rara dengan kain tadi
" siapa juga yang mau ngintip " bantah rara
" gue hitung sampe tiga baru lo boleh buka mata lo satu... dua... tiga... " ucap tiara dan rara langsung membuka penutup matanya
" happy birthday rara " teriak refina dan faranisa membuat rara dan yang lain terkejut akan kedatangan mereka, dengan cepat rara langsung menghampiri dan memeluk erat kedua sahabatnya itu
" gue kanget banget sama kalian, akhirnya gue bisa ketemu sama kalian juga, thanks ya udah mau datang nemuin gue " ucap rara masih memeluk mereka
" apasih yang gak buat lo, gue juga kangen banget sama kalian, di sana gue gak nemuin sosok sahabat seperti kalian, gue seperti orang asing tau gak.. gue kesepian " curhat faranisa sambil melepaskan pelukannya
" uhh kacian.. mangkanya jangan pergi jauh lagi, di sini aja kita ngumpul bareng seperti dulu " ucap rara
" gue udah balik lagi kok ke sini dan nempatin rumah gue lagi jadi kita bisa ngumpul bareng lagi seperti dulu dan kita gak kesepian " ucap faranisa histeris
" beneran? " tanya rara memastikan
" iya rara " ucap faranisa tersenyum
" gue juga " ucap refina tersenyum
" senangnya.. akhirnya doa gue terkabul gue bisa bareng kalian lagi " ucap rara happy
" ihh kalian ini gak ngajak² gue lagi udah lupa ya sama gue " ucap tiara pura² cemberut
" ya gak lah, sini gabung sama kita " ajak refina
" cup.. cup.. cup.. kasian gak di ajak yaa " canda faranisa
" rese lo baru aja ketemu, bukannya kangen²an malah ledekin gue " canda tiara
" lo gak kangen sama gue " ucap refina mengalihkan pembicaraan
" ya kangen lah " ucap tiara sambil memeluk sahabatnya bergantian
" itu benaran mereka ya? " tanya revano kaget tak sengaja menyemburkan minuman yang didalam mulutnya ke muka rangga
" iyalah siapa lagi " ucap aditya
" kaget gue lihat mereka ada di sini alamat jones sendirian nih " ucap revano lesu
" kaget sih kaget tapi gak usah nyembur juga kali mana bau lagi jigong lo " gerutu rangga sambil menghapus bekas semburan revano dimukanya
" yaa maaf abisnya gue kaget banget lihat mereka disini bukannya mereka lagi di luar negeri ya kok bisa di sini? " ucap revano bingung
" suka² mereka lah mau dimana " ucap rangga ketus
" gue yang maksain mereka datang kesini " ucap tiara yang menjawab kebingungan mereka
" makasih ya tiara lagi² lo buat gue happy dan pesta ini sangat berkesan buat gue ini benar² jadi kado terindah buat gue yang pernah gue dapat " ucap rara menatap tiara
" sama² ra " ucap tiara tersenyum
" berhubung kalian ada di sini semua gue ada kejutan buat kalian " ucap rara tersenyum misterius
" kejutan apa? " tanya tiara penasaran
" tunggu yaa " ucap rara sambil mengambil handphonenya yang berada di saku celananya untuk menelpon seseorang
sampai disini dulu ya guys semoga kalian suka, terimakasih udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like komen dan votenya 🥰😘