Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
LAMARAN DADAKAN



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah polisi menangkap stevani dan teman²nya muncul lah papi rara dan pengacaranya


" papi? " ucap rara kaget melihat papinya datang


" papi kok di sini bukannya papi di luar kota? kapan pulangnya? " tanya rara kaget


" papi baru aja sampai langsung ke sini nemuin kamu " ucap papi menghampiri rara


" kok ada polisi pi? " tanya rara bingung


" sebenarnya selama ini papi menyuruh orang buat mata²in kamu, papi takut kamu kenapa² atau di jahatin orang eh ternyata benar feeling papi, orang² papi melapor kalo mereka melakukan tindakan kriminal di kampus milik keluarga kita dan mengganggu kamu sama yang lain, papi dan opa bekerja sama mencari bukti dan melaporkan mereka ke pihak yang berwajib, papi melakukan ini agar mereka jera dan tidak melakukan kekerasan lagi " ucap papi


" jadi papi tau mereka berbuat jahat kepada rara dan sahabat² rara? " tanya rara


" papi tau semuanya nak, di kampus kita juga sudah di pasang cctv jadi semua perbuatan mereka terekam di sana " ucap papi


" bawa mereka pak dan pak anwar urus semuanya saya gak mau mereka berulah lagi! " ucap papi menyuruh pengacaranya dan polisi membawa stevani beserta teman²nya ke kantor polisi


" makasih papi " ucap rara sambil memeluk papinya


" sama² nak ini udah kewajiban papi buat menjaga dan melindungi kamu dari orang² jahat seperti mereka " ucap papi sambil membalas pelukan rara dan mengelus kepalanya


" jadi papi tau kalo mereka..? " ucap tiara menggantung sambil melirik anggara dan rara bergantian


" papi tau semuanya nak termasuk hubungan mereka, selagi tidak ke hal² negatif papi gak masalah " ucap papi sambil melirik rara dan anggara


" ciee.. udah dapet lampu hijau nih " ledek tiara


" apaan sih lo tiara " ucap rara malu²


" anggara.. om minta tolong antarin rara pulang ya karna om udah suruh maminya rara pulang duluan tadi, om ada urusan yang harus di kerjakan " ucap papi


" siap om " ucap anggara tersenyum


" papi baru pulang udah mau kerja lagi, papi harus banyak² istirahat rara gak mau papi sakit " ucap rara khawatir


" cuma sebentar kok nak setelah itu papi pulang, papi duluan ya semuanya " ucap papi segera pergi


" iya pi hati² di jalan " ucap rara, papi hanya tersenyum dan mengangguk


" pulang yuk seram juga lama² di kuburan " ajak tiara bergidik ngeri


" ayo, biar kita anterin ya? kan udah lama juga gak naik motor bareng " ucap wahyu


" yaudah yuk " ajak rara dan mereka segera pulang ke rumah bersama pacar masing²


" yahh jomblo lagi nih gua " ucap revano melihat sahabat²nya berboncengan dengan pacar masing²


" emang nasib lo kali.. mangkanya jangan suka ngeledekin kita mulu gak enakkan gak ada pasangan " ledek wahyu


" jahat lo sama gua! awas ya lo pada " ucap revano sambil menyalakan motornya dan melaju dengan cepat


" dihh marah dia.. gitu aja ngambek " ledek wahyu sambil menggeleng² melihat kelakuan sahabatnya itu


" abis putus cinta maklumin aja " ledek anggara


" udah² kenapa kalian pada ngeledekin dia mulu.. kasian tau dia baru aja kehilangan pacarnya malah kalian ledekin " bela rangga


" cabut yuk udah mulai panas nih kasian mereka " ucap aditya sambil menyalakan motornya dan diikuti dengan yang lain


Mereka melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena mereka ingin lebih lama menikmati waktu berdua dengan pacar masing²


" sayang kita mampir di taman itu sebentar yuk? " ajak anggara kepada rara yang sedari tadi hanya diam tak seperti biasanya


" kapan² aja ya aku mau istirahat " tolak rara


" sebentar aja sayang, ada yang mau aku omongin " ucap anggara serius sambil menggenggam tangan rara menggunakan tangan sebelah kiri karna ia sedang mengendarai motornya


Anggara memberhentikan motornya di sebuah taman yang tak jauh dari kompleks rumah rara


" di situ aja ngomongnya " ajak anggara sambil menggandeng tangan rara menuju sebuah bangku di taman itu


" kamu mau ngomong apa sih? kenapa harus di sini? " tanya rara penasaran


" sayang aku mau ngomong serius sama kamu " ucap anggara sambil menggenggam kedua tangan rara


" kamu mau ngomong apa sebenarnya? " tanya rara sambil melihat kanan dan kiri ia takut mata² papi mengikutinya


" sebenarnya aku udah lama mau ngomong ini sama kamu tapi aku belum yakin dengan pilihan aku tapi sekarang aku udah yakin ingin serius sama kamu, aku tau ini terlalu cepat buat kita tapi aku gak mau kamu di miliki orang lain, aku mau kamu menjadi pendamping hidupku ra aku sayang banget sama kamu cuma kamu yang bisa meluluhkan hati aku, merubah sifat dan sikapku menjadi seperti ini, kamu maukan menjadi istriku? menjadi ibu dari anak²ku nanti? " ucap anggara serius sambil menatap mata rara dan membuka kotak cincin yang ia persiapkan untuk rara


" aku gak nyangka secepat ini kamu bilang mau serius sama aku.. tapi maaf bukannya aku menolak.. aku belum bisa jawab sekarang, kamu tau sendiri kalo aku baru aja kehilangan sahabat aku gak mungkin aku menikah dengan keadaan seperti ini, lagian aku masih kuliah aku gak mau ngecewain papi " ucap rara membuat anggara kecewa


" aku tau ini bukan waktu yang tepat bilangnya tapi aku gak mau mengulur² waktu ra, aku takut kamu di ambil orang lain, aku gak bisa tanpa kamu dan melihat kamu bersama orang lain, lebih baik aku mati ra " ucap anggara serius


" kamu gak boleh ngomong gitu.. kalo kita berjodoh pasti kita akan bersama nanti, kamu banyak² berdoa, jika udah waktunya kita pasti menikah, aku juga sayang sama kamu tapi kita gak mungkin menikah dalam waktu dekat.. kamu harus ngertiin aku dong, sahabat aku baru aja meninggal aku gak mungkin bersenang² di atas penderitaan dia, kamu kenapa egois gini! " ucap rara membuat anggara terdiam


" maafin aku udah egois sama kamu.. aku akan menunggu sampai kamu siap, jika kamu udah siap aku akan bawa orangtuaku melamarmu, sekarang kita pulang ya " ucap anggara sedikit kecewa dan menutup kembali kotak cincin itu, ia berusaha menutupinya agar rara tak merasa sedih


" aku tau kamu kecewa atas keputusan aku tapi aku gak bisa menerima secepat ini.. aku belum siap menikah muda apalagi harus berpisah dari keluarga dan sahabat² aku, aku yakin jodoh gak akan kemana jika kamu jodoh aku Allah akan menakdirkan kita bersama suatu saat nanti " ucap rara dalam hati sambil melihat muka anggara dari spion


" nesya.. coba aja lo masih hidup dan tau kalo anggara melamar gue pasti lo orang pertama yang meledek gue dan maksa gue langsung terima dia " ucap rara dalam hati sambil mengingat sahabatnya itu


" itu kenapa rumah faranisa rame begitu? " tanya rara kaget


" gak tau, kita kesana aja ya? " ajak anggara


" ini ada apa tiara? " tanya rara kepada sahabatnya


" lo dari mana aja sih? fara mau di bawa orangtuanya pergi " ucap tiara sambil terisak²


" pergi kemana? " tanya rara syok


" fara mau mommy bawa keluar negeri " ucap mommy faranisa sambil menarik kopernya


" mommy minta maaf sama kalian semua harus memisahkan kalian sementara, mommy harus bawa fara keluar negeri untuk pengobatan dia " ucap mommy fara


" iya guys.. maafin gue yaa, gue harus pergi ninggalin kalian sementara, kalo gue udah sembuh nanti gue pasti pulang kok " ucap faranisa menghibur sahabat²nya yang mulai sedih


" lo hati² ya jangan lupa kabari kita " ucap rara sedih sambil meneteskan airmatanya


" iya lo jangan nangis dong gue jadi sedih nih " ucap faranisa sambil menghapus airmata rara dan memeluknya


" gue pasti rindu sama lo, lo jaga diri ya di sana, kalo perlu lo pindah kuliah di kampus gue aja biar kita bertemu setiap hari " ucap rara sambil membalas pelukan faranisa


" gue mau tapi tergantung mommy boleh apa gak " ucap faranisa


" ayo kita pergi fara nanti telat " ucap mommy mengalihkan pembicaraan


" gue pergi ya guys " ucap faranisa kepada sahabat²nya dan memeluknya


setelah berpamitan kepada sahabat²nya dan pacarnya faranisa langsung masuk ke dalam mobil


***


" guys kayaknya gue harus balik deh, mau beresin barang² gue " pamit refina


" lo juga mau pergi? " tanya rara


" kan udah gue bilang tadi " ucap refina


" gue pulang dulu yaa.. bye semuanya " ucap refina buru² pulang


" kita pulang juga yuk gua capek nih " ucap revano


" yaudah yuk " ajak aditya


" gua sama anggara ngantar rara dan tiara dulu ya " ucap wahyu


" iya kita tunggu di depan " ucap revano


" oke " ucap anggara