
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
seminggu berlalu setelah kepergian rara dan tiara ke Amerika, sahabat² rara mulai membiasakan diri menjalani hari²nya tanpa tiara dan rara, hari ini hari pertama mereka kuliah terpisah dengan jarak yang lumayan jauh
* parkiran kampus Adiwijaya *
" sepi ya gak ada rara dan tiara " ucap nesya sambil bersender di mobilnya
" iya nih biasanya bareng mereka mulu kemana² " ucap faranisa menghampiri nesya
" walaupun rara bawel dan suka ngatur² kita kalo gak ada dia jadi gak seru, gak tau mau ngapain sekarang, biasanya dia yang bisa buat mood kita kembali lagi, apalagi kalo ada pelajaran yang buat kita bosan ada aja tuh akal dia buat kabur dari pelajaran dan gak ketahuan kalo kita ikutan juga " ucap refina mengingat masa lalu sambil tertawa
" iya² kalo diingat² lucu juga waktu itu kita nekat banget keluar di jam guru killer dan cuma faranisa yang takut kabur saat pelajaran itu " ucap nesya sambil tertawa
" enak aja gue gak takut yaa " elak faranisa
" terus apa namanya kalo bukan takut? " ledek nesya
" gue malas aja keluar, guekan anak rajin mana mau ketinggalan pelajaran " elak faranisa
" alahhh bilang aja lo takut gausah ngelak deh " ucap nesya
" gue gak takut dengan apapun, gue bener kok waktu itu gue lagi males aja " ucap faranisa
" udah² kok malah berantem sih mending sekarang kita kelapangan aja dari pada di hukum karna telat gak lucu dong mana ada cowok kita lagi gengsi tau " ucap refina
" yaudah deh ayo guys " ajak nesya dan merekapun menuju lapangan
***
anggara sedang termenung di bawah pohon memikirkan rara, dia sangat menyesal karena datang terlambat dan tak bisa menemui pujaan hatinya sebelum pergi
" kamu lagi apa ya ra sekarang? aku kangen banget sama kamu.. kenapa kamu gak nunggu aku datang sih raa.. aku gak sanggup tanpa kamu " tanya anggara sambil melihat foto rara di handphonenya
" lo kenapa gar? " tanya wahyu menghampiri anggara dengan cepat anggara menghapus airmatanya
" gua gak papa kok " ucap anggara pura² tak ada masalah
" lo gak mau cerita sama gua? " tanya wahyu
" gua kangen banget sama rara yu, gua menyesal datang terlambat nemuin dia dibandara kemarin, apa segitu marahnya dia sama gua? sampai² dia ninggalin gua seperti ini? gua gak sanggup yu harus berjauhan gini hati gua gak tenang " curhat anggara
" guapun merasakan hal yang sama gar tapi mau gimana lagi mungkin mereka ada tujuan mangka melakukan ini, sekarang kita dukung mereka aja selagi tidak menjerumus ke hal² negatif, do'ain yang terbaik buat mereka, lagian jodoh gak kemana kok yang penting lo yakin dan berdoa sama Allah " ucap wahyu menepuk bahu anggara
" sampai saat ini dia gak ada kabar.. nomornya pun gak aktif gimana caranya buat ngehubungin rara? gua kangen banget sama dia yu " tanya anggara
" lo harus banyak² Sholat dan berdoa agar Allah cepat mengabulkan doa lo, Allah tau kok yang di rasakan umatnya mending lo curhat kepadanya, InsyaAllah ada solusi kok walaupun gak secara langsung sih tapi lo tetap sabar kalo udah waktunya tiba kalian pasti bertemu, percaya sama gua.. Allah tau mana yang terbaik buat umatnya " ucap wahyu
" thanks yu lo emang sahabat gua, gua sedikit tenang mendengarnya " ucap anggara tersenyum
" nah gitu dong itu baru sahabat gua namanya " ucap wahyu tersenyum melihat sahabatnya mulai tersenyum kembali
" oh iya.. kenapa lo gak nyusul rara kuliah disana aja gar? " ucap wahyu
" lo kan tau sendiri gua anak tunggal dan mama gua mana mau pisah dari gua, biaya kesana juga mahal gua gak mau maksain kehendak gua kalo orangtua gua yang menderita " ucap anggara
" oh.. yaudah deh kita balik lagi yuk udah mau mulai tuh
***
* Apartemen *
" seminggu ini gue perhatiin lo murung banget, ada apa sih raa cerita sama gue? " tanya tiara melihat sahabatnya tak seperti biasanya
" gue gak papa kok tia.. mungkin lagi capek aja " ucap rara berusaha tersenyum
" lo yakin? gue kok ngerasa lo lagi sedih yaa? " tanya tiara memastikan
" gue kenal lo dari kecil raa gausah bohong deh terlihat banget dari muka lo " ucap tiara
" yaudah deh kalo lo gak mau cerita, gue bakal tunggu sampai lo siap mau cerita sama gue " ucap tiara melihat rara terdiam tak mau bicara
" apartemen lo bagus ya raa gue suka sama desainnya " ucap tiara mengalihkan pembicaraan
" ini semua kak reno yang desainnya " ucap rara
" kak reno berbakat juga ternyata " ucap tiara
" gak papakan gue tidur sama lo soalnya gue takut tidur sendirian mana ini tempat asing bagi gue? " tanya tiara memastikan
" gak papa tiara biasanya juga lo suka tidur dikamar gue tanpa izin dulu " ledek rara
" itukan di Indonesia gue udah terbiasa kalo ini kan nggak " ucap tiara
" santai aja kali.. kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah ada orang semua ngapain lo takut " ejek rara
" tapikan isinya bule semua raa mana gue kenal " ucap tiara
" yaudah kenalan dulu sana.. gue mau istirahat pegal tau abis beres² " ucap rara langsung masuk kedalam kamarnya
" yee gak gitu juga kali raa.. tungguin gue kenapa sih? " ucap tiara menyusul rara
* kamar rara *
" raa lo gak kangen apa sama sahabat² kita? gue kangen banget nih sama mereka " ucap tiara tidur disebelah rara
" ya kangen lah tapi gue belum sempat menghubungi mereka badan gue capek banget nih pengen istirahat " ucap rara
" gue coba hubungi mereka ya? " tanya tiara
" coba aja kalo bisa " ucap rara menarik selimutnya dan memejamkan matanya
" kok gak bisa raa? " tanya tiara
" ra? " panggil tiara lagi namun tak ada jawaban darinya
" yaampun ni anak udah tidur aja diajakin ngomong malah tidur gak sopan deh " ucap tiara kesal
" daripada gue ngoceh sendirian mending ikut tidur juga deh " ucap tiara menguap dan menyusul rara ke alam mimpinya
setelah tidur cukup lama rara terbangun ia merasa sangat lapar ia segera keluar dari kamar dan manggil maminya
" mami.. rara lapar? " ucap rara melipat kedua tangan di atas meja dan merebahkan kepalanya di atas tangannya
" mi? kok gak ngejawab sih panggilan rara? mami dimana? " teriak rara langsung mengangkat kepalanya ia baru menyadari kalo dirinya sedang tidak berada di rumah
" yaampun kok gue gak sadar yaa inikan di apartemen mana ada mami di sini " ucap rara mengusap mukanya
" mami rara lapar.. masa rara harus masak sendiri sih rarakan gak tau " rengek rara
" lo kenapa sih raa, teriak² gitu gue jadi kaget tau? " ucap tiara baru bangun tidur langsung menghampiri rara
" gue laper tapi gak ada makanan " ucap rara
" beli aja kali susah amat lo " ucap tiara sambil mengucek matanya
" ayo kita ke restoran yang dibawah aja kalo gitu " ajak rara bersemangat
" mandi dulu kali gak mungkin dong kita pergi dengan pakaian seperti ini " ucap tiara
" betul juga kata lo gue mandi dulua yaa " ucap rara langsung pergi ke kamarnya
" kebiasaan deh tu anak ninggalin mulu " ucap tiara