Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
TERINGAT MASA LALU



** selamat membaca **


" ra? " panggil mami sambil membuka pintu kamar rara


" iya mi? " jawab rara


" mami kira kamu udah tidur nak dari tadi mami panggil nggak ada jawaban " ucap mami duduk di tempat tidur rara


" maaf mi rara tadi lagi vidcall sama tiara, kenapa mi? " ucap rara


" oh, mami mau minta tolong nak " ucap mami


" minta tolong apa mi? " tanya rara


" besok kamu belikan mami bahan² untuk masak ya nak di kulkas udah habis, nanti reno yang nganterin kamu belanja " jawab mami


" siap bos " ucap rara sambil memberi hormat


" asal ada lebihnya aja mi 😁 " ucap rara lagi


" kamu tu ya sama orang tua pakai imbalan segala " ucap mami geleng² melihat kelakuan anaknya


" rara pengen coba makanan disini mi enak² apa nggak " ucap rara


" yaudah besok kamu cobain deh sama reno, sekarang kamu istirahat gih udah malem nggak baik tidur kemaleman " ucap mami


" iya mi, good night mami sayang " ucap rara mencium kedua pipi mami dan merebahkan badannya


" Good night too anak kesayangan mami " ucap mami sambil menarik selimut rara untuk menyelimutinya dan mencium kening rara kemudian mami keluar dari kamar rara menuju kamarnya


keesokan harinya rara masih tertidur di kamarnya, reno pun melihat adek tersayangnya masih tidur ia tak tega untuk membangunkannya tapi mami menyuruhnya membangunkan rara


" dekk bangun... " ucap reno mengguncang badan rara agar terbangun namun tak ada respon dari rara


" yaampun ni anak susah banget bangunnya " ucap reno


" kalau kamu nggak bangun juga dek kita nggak jadi jalan²nya mana wisatanya keren² lagi sayang bangetkan kalo kamu nggak bisa lihat " ucap reno tak kehabisan akal untuk membangunkannya


" aku mau lihat kak " ucap rara tiba² bangun


" giliran jalan² cepet bangunnya " ucap reno menggeleng melihat kelakuan adeknya itu


" kakak sih banguninnya dengan cara itu ya rara refleks bangun 😁 " ucap rara


" kamu tu yahh.. yaudah mandi sana mami dan papi udah nunggu buat sarapan di meja makan " ucap reno


" iya kakak sayang " ucap rara sambil mencium pipi reno dan berlari ke kamar mandi


" Adekk... kamu tu jorok banget sihh baru bangun tidur langsung cium aja ihh " teriak reno melihat keisengan rara kepadanya dan rarapun hanya tertawa di kamar mandi mendengar teriakan kakaknya


***


* ruang makan *


" pagi mi pi " ucap rara sambil mencium kedua pipi mami dan papinya


" pagi sayang " ucap mami dan papi berbarengan


" kakaknya nggak dek? " tanya reno


" kakak kan udah tadi " ucap rara menahan tawanya


" itu kan kamu nyiumnya sebelum mandi dek " ucap reno masih kesel dengan kelakuan rara tadi


" sama aja kak " ucap rara


" enak banget masakan mami ini " ucap rara mengalihkan pembicaraan


" ini bukan mami yang masak " ucap mami


" trus siapa mi yang masaknya? " tanya rara


" ini masakan reno " jawab mami


" kak reno? " ucap rara tak percaya


" sejak kapan kak reno bisa masak " ucap rara heran


" Sejak kakak tinggal disini " ucap reno bangga


" oh, kalo gitu sering² dong masakin rara kak " ucap rara


" kan masakin adek sendiri kak boleh dong, iya kan mi? " ucap rara kepada mami


" kalo sekali² nggak papa nak " ucap mami


merekapun melanjutkan makan, setelah makan rara dan reno pergi membeli bahan² makanan yang catat mami, sesudah belanja rara dan reno berkeliling mencari makanan yang enak setelah itu mereka pulang ke apartemen


" huh capek banget " ucap rara sambil duduk di sofa


" seru banget jalan sama kamu, udah lama juga kita nggak gini ya dek " ucap reno duduk di sebelah rara


" iya kak rara rindu momen yang kayak gini bareng kakak " ucap rara merebahkan kepalanya ke pundak reno dan reno memiringkan kepalanya di kepala rara


" maaf ya kalo selama ini kakak jauh dari kamu dan nggak ngejagain kamu dek " ucap reno


" iya kak nggak papa rara ngerti kok, ini semua buat masa depan kakak kan, rara juga ingin melihat kakak sukses nanti " ucap rara


" aamiinn.. makasih ya dek, kamu mau ngertiin kakak, kalo kakak punya uang dari hasil kerja kakak sendiri kakak janji sama kamu apapun yang kamu mau kakak belikan " ucap reno sambil mengelus kepala rara


" beneran kak? " tanya rara kaget dan bangkit dari sandaran di pundak reno


" iya dek " jawab reno


" makasih kakak rara sayang banget sama kakak tapi rara nggak mau apa² dari kakak yang rara mau kakak selalu ada buat rara da jangan pernah ninggalin rara lagi " ucap rara terharu sambil memeluk reno


" kakak masih ingat deh sebelum kamu lahir kakak hanya bermain sama alvaro setiap hari setelah mendengar kabar bunda hamil kita seneng banget, alva berharap adiknya perempuah eh ternyata yang lahir laki², setelah keano lahir dan berumur 1 tahun bunda hamil lagi, kakak cemburu sama alva dia punya adik lagi sedangkan kakak nggak ada, kakak marah marah dan ngambek sama mami dan papi, kakak nggak mau seharian tapi kakak bosan kakak mutusin buat keluar kamar kakak melihat mami menangis dan kakak mendengar ucapan mami sama papi kalo mami susah buat punya anak lagi kakak terpukul mendengar ucapan mami setelah itu kakak minta maaf sama mami dan nggak mau minta yang aneh² lagi, pas kak umur 6 tahun lebih kakak udah mulai sekolah dan melihat alvaro diantar dengan orangtua beserta adiknya ke sekolah kakak sedih banget, dan bunda bilang sama kakak kamu boleh kok menganggap kean dan devan adik kamu kakak hanya mengangguk dan berterimakasih sama bunda tapi dalam hati kakak sedih tetap aja kakak nggak punya adik kandung, setelah pulang sekolah mami memberi tahu kakak kalo mami sedang hamil kamu kaka seneng banget dengernya setiap hari kakak nanya sama mami kapan kamu lahir dan main sama kakak mami selalu jawab tunggu waktunya tiba kakak nggak peduli kamu laki² atau perempuan tapi dalam hati mau perempuan sih 😁,


dan waktu kamu lahir kakak seneng banget apa yang kakak pengenin bisa terwujud dan dapet adek perempuan seperti kamu, kakak akan selalu sayang sama kamu dan menjaga kamu saat alva dan keluarganya datang menjenguk kamu gantian deh alva yang cemburu sama kakak karena bisa dapet adik perempuan sedangkan dia nggak " ucap reno mengingat kejadian dulu sebelum rara lahir


" segitunya kakak pengen rara cepet lahir jadi terharu, rara bahagia banget deh punya kakak seperti kak reno dari kecil sampai sekarang kakak selalu buat rara bahagia selalu ada saat rara butuh dan membela rara walaupun rara yang salah, saat jatuh dari sepeda kakak, kak alva, kak kean dan kak devan berusaha mengangkat rara ke rumah, kalian berempat kompak banget ngelindungi rara, makasih ya kak " ucap rara menangis dan memeluk kakaknya


" itu semua udah tugas kakak buat ngejagain dan ngelindungi kamu dek, kamu nggak perlu bilang makasih kakak seneng kok ngelakuin itu yang penting kamu bahagia " ucap reno


" dulu kakak kira mami dan papi nggak mau punya anak lagi karena mementingkan karirnya ternyata nggak kakak salah menilai mereka, mami dan papi selalu berusaha dapetin kamu dek setiap minggu ke dokter buat konsultasi, kakak jahat banget pernah mengucapkan itu ke mami dan papi " ucap reno


" udah kak nggak usah di inget lagi yang berlalu biar lah berlalu yang penting kakak udah minta maaf sama mereka, sekarang kakak harus fokus sama masa depan kakak jangan pernah lukain mereka lagi buat mereka bangga sama kakak " ucap rara menasehati kakaknya


" oh iyaa besok kakak wisuda bajunya udah rara siapin lohh kak " ucap rara tiba² bangkit mengambil baju wisuda untuk reno kenakan besok


" ini baju buat kakak dek? " tanya reno


" iya kak " jawab rara


" kamu yang milihin dek? " tanya reno


" nggak kak, mami yang milihin buat kakak tapi rara yang ngerapiin semuanya jadi kakak tinggal pakai aja " ucap rara


" makasih ya dek " ucap reno


" sama² kak, mending sekarang kakak istirahat ya biar besok fress mukanya " ucap rara


" iya dek kamu juga istirahat ya " ucap reno mencium kening rara dan hendak pergi menuju kamarnya tiba² mami datang menghampiri mereka


" eh kalian udah balik, maaf ya mami ketiduran capek banget nih abis beres² " ucap mami


" nggak apa² kok mi, barang²nya udah aku susun di kulkas jadi mami tinggal ambil aja yang perlu " ucap rara


" makasih ya sayang " ucap mami sambil memeluk rara


" renonya nggak mi " ucap reno mendekat ke mami


" makasih ya jagoannya mami " ucap mami memeluk reno juga


" sama² mamiku sayang " ucap rara dan reno berbarengan


" tumben kompak " ucap mami bercanda


" kita kan memang kompak mi cuma sering berantem aja sebentar setelah itu baikan lagi ya kan dek? " ucap reno


" betul banget tu kak " ucap rara


" gini terus ya nak jangan pernah berantem, mami nggak mau kalian terpecah karna salah paham cuma kalian yang mami punya jadi kalian jangan pernah berpisah dan selalu akur ya kesayangan mami " ucap mami mencium kening rara dan reno bergantian


" siap mami, kami sayang mami " ucap reno dan rara berbarengan


" yaudah sekarang kalian istirahat biar besok lebih fress " ucap mami


" iya mami good night " ucap rara sambil mencium pipi mami dan reno setelah itu masuk kedalam kamarnya