
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
Sesudah mandi rara segera memakai baju santai dan menuruni tangga menuju ruang keluarga, disana sudah ada mami dan papi yang sedang menonton tv
" kapan mami dan papi pulang bukannya jam segini masih di kantor? " tanya rara
" kita sengaja pulang cepat nak biar bisa nemenin kamu di rumah " ucap mami
" iya sayang, papi kasian sama kamu pulang² gak ada orang di rumah mangkanya kita putusin buat cepat pulang ke rumah " ucap papi
" gimana pekerjaan papi kalo papi pulang ke rumah? " tanya rara
" reno dan alva yang menghandle semuanya " ucap papi
" mana calon menantu papi kok gak jadi di bawa ke sini? " tanya papi membuat rara kaget
" masih lama kali pi.. jangan bilang gitu deh dia belum tentu jadi menantu papi kan jodoh gak ada yang tau " ucap rara
" diakan sekarang pacar kamu otomatis akan jadi calon menantu papi dong " ledek papi
" papi apaan sih kok bahas itu sih nanti dia malah kege'eran lagi " ucap rara
" dia kan gak dengar " canda papi
" assalamualaikum " ucap tiara dan sahabat²nya berbarengan membuat rara dan keluarganya melihat ke sumber suara
" waalaikumsalam " ucap rara dan keluarganya
" eh kalian.. mami kira siapa? sini gabung sama kita " ucap mami
" lagi bahas apa mi? kita gak ganggukan? " ucap tiara basa basi
" gak kok, ini si papi nyuruh rara bawa anggara ke rumah tapi gak mau raranya, papikan mau kenalan sama calon mantu " ucap mami
" apaan sih mami kok jadi ikut²an papi sih " rengek rara
" cieee udah dapet lampu hijau nih dari ortu kapan nih makan²nya " ledek tiara
" lo lagi malah ikut²an " gerutu rara
" gak papa kali raa kalo lo mau duluan kita restuin kok " ledek nesya
" rara masih mau kuliah dan berkarir ya bukannya menikah muda, stop deh mikirin kesana masih lama juga " ucap rara kesal
" mi pi rara ke kamar dulu yaa " ucap rara langsung pergi untuk menghindari ledekan papinya
" malah pergi dia.. kita ke ikut rara ya mi pi " ucap tiara menyusul rara dan sahabat²nya
" malu dia pi " ledek mami
" iya kayak mami dulu " ledek papi
***
" ciee bentar lagi bakalan ada nih yang melepas masa lajangnya tapi kayaknya gue gak bisa datang deh ☹️ " ucap nesya
" apaan sih masa lama kali, kalian jangan ikut²an mami dan papi gue deh " ucap rara kesal
" guys kayaknya kita gak bisa sama² lagi deh ☹️ " ucap nesya sedih
" lo kenapa sih sya ngomongnya gitu mulu kayak pergi jauh aja " ucap rara
" nanti kalian juga bakal tau maksud gue, maafin gue ya guys kayaknya gue dan revan gak berjodoh deh rencana kita yang dulu mau menikah sama mereka itu gak akan terwujud, gue harap jika suatu saat nanti kalian berjodoh sama mereka jangan lupain gue yaa " ucap nesya
" apaan sih.. emangnya lo mau kemana? jangan buat gue sedih dong sya bagi gue lo dan kalian semua adalah sahabat terbaik gue yang gak akan tergantikan sampai kapanpun mau kita berjodoh sama mereka apa gak, kita akan selalu bersama " ucap rara sambil meneteskan air matanya
" maafin gue, gue gak bermaksud buat lo sedih raa " ucap nesya menghapus air mata rara
" kalian harus berjanji sama gue, kita akan selalu bersama sampai kapanpun, suka maupun duka karna persahabatan kita gak akan bisa dihancurkan dan tergantikan oleh apapun, kita harus saling menguatkan jika salah satu di antara kita ada yang terluka kitapun akan ikut terluka begitupun sebaliknya " ucap rara
" kita berjanji " ucap mereka berbarengan
***
setelah curhat bareng mereka memutuskan untuk makan malam bersama keluarga rara
" biasalah lagi jalan sama pacarnya " ucap mami
" punya pacar juga tuh kakak nyebelin " ucap rara
" emang dia gak cerita sama kamu? " tanya mami
" gak mi, rara juga gak nanya.. kayaknya perlu rara intro nih " ucap rara
" cewek yang di Amrik waktu itu nak yang cemburu lihat kamu sama reno, kamu masih ingatkan? " ucap mami
" rara ingat mi, rara gak suka sama dia, masa rara dekat sama kak reno dia cemburu mi, wajar dong kalo rara dekat sama kakak sendiri, rara gak suka dia pacaran sama kak reno masih mending sama kak rissa kemana² udah cantik baik lagi " ucap rara
" tanyakan kakakmu sendiri yaa mami gak ikut²an, itu terserah kalian mau nyari pasangan yang gimana mami hanya bisa mendukung selagi gak memalukan keluarga " ucap mami
" gimana kamu va? mana pacarmu? papi belum lihat dan kamu rara? " ucap papi membuat rara tersedak
" pelan² dong nak jangan buru² gitu jadi tersedakkan " ucap mami sambil memberikan rara minum
" nanti alva kenalin ya pi " ucap alvaro
" hai mi pi " sapa reno baru datang bersama pacarnya
" ngapain sih dia kesini jadi gak slera makan lagikan " gerutu rara
" kayaknya tuh cewek cuma manfaatin kakak lo doang deh " bisik tiara
" iya dari awal gue juga berpikiran gitu, awas aja dia nyakitin kakak gue! gue yang akan turun tangan buat singkirin dia " bisik rara sambil menatap cewek itu dengan sinis
" hai ra " sapa perempuan itu dan rara enggan untuk membalasnya ia hanya membuang muka
" kenapa diam aja sayang " tegur mami
" rara malas mi lagian dia juga gak penting " ucap rara cuek
" kamu kenapa dek? " tanya reno melihat ekspresi ketidaksukaan adiknya
" gak papa kak rara males aja lihat orang yang sok akrab begitu " ucap rara
" rara gak boleh gitu dong nak " ucap mami
" gak papa tante aku udah biasa kok di gituin kalo emang dia gak suka aku permisi pulang dulu " ucap perempuan itu
" rara kamu harus minta maaf sama dia " ucap mami
" gak akan mi! rara gak suka sama dia, jangan paksa rara buat suka sama cewek itu mi " ucap rara segera pergi ke kamarnya
" biar reno aja yang susulin rara mi " ucap reno
* kamar rara *
tok..tok.. (suara ketukan pintu)
" dek bukain pintunya kakak mau ngomong sebentar sama kamu " ucap reno
" gak kak rara gak mau " teriak rara
" kalo kamu gak mau buka juga kakak dobrak pintunya sekarang juga! " ancam reno dan rara langsung membuka pintunya
" apa lagi sih kak? " tanya rara
" kamu kenapa dek kok gak suka gitu sama pacar kakak? " ucap reno lembut
" rara gak suka sama dia, dia mau merebut kakak dari rara.. waktu di Amrik dia cemburu lihat rara sama kakak padahal dia tau kalo rara adiknya kakak beda dari kak rissa dia gak seperti itu " protes rara
" kakak gak suka ya kamu sebut rissa mulu! jangan berpikiran begitu kamu adek yang paling kakak sayang melebihi diri kakak sendiri dan sekarang dia pacar kakak kamu harus hormatin dia walaupun kamu gak suka, kakak mohon kamu ngertiin kakak dong jangan seperti ini yaa " ucap reno
" maaf kak rara gak bisa, rara gak suka sama dia lagian dia gak cocok sama kakak dia cuma mau harta kakak doang! rara gak akan izinin kakak sama dia " ucap rara
" stop! rara kamu kenapa sih jadi begini?! giliran kamu sama anggara kakak restuin kenapa kakak gak! kamu egois! hanya mementingkan diri kamu sendiri kamu gak mikirin kebahagiaan kakak kamu sendiri ! " bentak reno
" dia bukan kebahagiaan kakak! ini pertama kalinya kakak bentak rara! kakak jahat! dulu kakak gak pernah bentak rara dan ikutin semua kemauan rara tapi kenapa sekarang gak?! kakak berubah! " ucap rara segera menutup pintu
" dek maafin kakak, kakak terbawa emosi mangkanya bentak kamu.. dek buka pintunya " teriak reno dan rara enggan untuk menjawab, tidak ada respon dari rara reno memutuskan untuk turun kembali menemui keluarganya