Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BONGKAR RAHASIA



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,


jangan silent reader please 🙏🙏


Terimakasih 😘🥰😍


** selamat membaca **


" makasih ya rara, om gak tau lagi harus berbuat apa kalo gak ada kamu tadi, om terlalu memaksakan kehendak om sendiri demi perusahaan, om terlalu egois bahkan om rela mengorbankan perasaan wahyu anak om satu²nya demi kelangsungan perusahaan om " ucap papa wahyu merasa bersalah


" sama² om, aku juga gak tega lihat kak wahyu sama kaleng rombeng itu yang ada kak wahyu diperlakukan seenaknya dengan dia " ucap rara tersenyum


" maafin papa ya wahyu " ucap wisnu memeluk wahyu


" wahyu juga minta maaf pa belum bisa jadi anak yang baik untuk papa " ucap wahyu menangis dipelukan papanya


" papi ngundang om ke rumah besok mau bicarain bisnis katanya " ucap rara


" baiklah om akan kesana besok, terimakasih atas undangannya " ucap wisnu tersenyum kepada rara


" apa kamu pacarnya wahyu sampai kamu rela begitu belain dia seperti tadi? " tanya wisnu penasaran


" bukan om saya hanya temannya, kenalin om mereka sahabat² rara " ucap rara dan sahabat²nya memperkenalkan diri masing²


" pacarnya kak wahyu itu yg paling ujung om, namanya tiara " ucap rara menunjuk tiara


" pantesan wahyu menolak perjodohan ini ternyata pacarnya lebih cantik " ledek papanya wahyu


" ah.. om bisa aja " ucap tiara malu


" oh.. ini calon menantu kita pa? " tanya mamanya wahyu menghampiri mereka


" iya ma dia cantik seperti mama " gombal papanya wahyu


" ah papa bisa aja malu tau di depan mereka papa ngomong gitu " ucap mamanya wahyu tersipu malu


" sebenarnya rara ini pacarnya anggara pa " ucap wahyu


" bener gar dia pacar kamu? " tanya papa wahyu dan anggara hanya mengangguk


" hebat juga ya anggara mencari pasangan udah cantik pinter lagi, salut om sama kamu jagain dia ya jangan sakitin anak gadis orang, papinya rara ini sangat sayang sama anaknya apalagi dia anak perempuan satu²nya di keluarga adiwijaya " ucap papanya wahyu menasehati anggara


" siap om anggara pasti akan menjaga dan mencintai dia sampai kapanpun " ucap anggara membuat pipi rara memerah


" dan mereka semua pacarnya revano, rangga dan aditya pa " ucap wahyu menunjuk nesya, refina dan fanisa


" jadi kalian pacaran juga sama mereka?pantesan kalian gak ngebolehin wahyu tunangan sama renita " ucap papa wahyu paham maksud mereka yang berusaha membujuknya beberapa minggu lalu agar sahabatnya wahyu tidak bertunangan dengan renita


" hehe iya om 😁 " ucap revano menyengir


" yaudah kalian lanjut aja ngobrolnya papa mau nyimpen surat ini dulu " ucap papa wahyu langsung pergi ke kamarnya


" keren banget lo tadi, gue gak nyangka lo seberani itu ra dan ide lo bener² brilian " puji nesya tak percaya


" gue udah menduga kalo rara akan melakukan ini tapi gue salut sama lo.. keren banget gue bener² gak nyangka lo bisa ngalahin papanya renita " puji tiara


" iya rara memang hebat gak salah dia dapet peringkat 1 mulu dari SD, dia emang cerdas " puji refina


" bisa aja kalian " ucap rara bercanda


" ternyata ini ide lo keren ra " puji faranisa sambil mengacungkan kedua jempolnya


" kalian kayak baru kenal gue aja.. gue akan berusaha mendapat apa yg gue mau termasuk ngalahin tu si om² " canda rara


" gua bener² berterimakasih sama lo ra, gua gak tau jadinya hidup guavgimana nanti kalo beneran tunangan sama tu cewek centil " ucap wahyu bergidik ngeri


" santai aja kali kak kan udah gue bilang gue bakal nolongin lo.. mangkanya percaya sama gue.. gue gak akan ingkar dengan apa yang gue katakan " ucap rara serius


" lo bener² gak bisa di remehkan raa, salut gua sama lo " ucap rangga memuji rara


" tu lo tau, lagian gue juga gak tega lihat tiara mewek mulu, kamar gue bisa² banjir kalo mereka datang ke kamar gue nangis² " ledek rara membuat sahabat²nya malu


" emang mereka kenapa ra? " tanya revan kepo


" ih lo buka rahasia aja, malu tau " gerutu tiara malu


" gak papalah biar mereka tau kelakuan lo pada.. abisnya kalian ngerecokin kamar gue mulu setiap hari mainnya di kamar gue dan selalu berantaki barang² gue, apalagi si nesya dia yang mutusin dia sendiri yang galau² gak jelas " ledek rara


" ih rara kok bongkar rahasia sih " ucap nesya malu


" maafin gue ya guys ini salah gue ngambil keputusan gak mikir dulu kalo rara gak jelasin ke kita mungkin gue dan yang lain akan sangat benci sama kalian " ucap nesya serius


" iya beb aku juga minta maaf ya udah gak jujur sama kamu " ucap revano tulus


" gue juga minta maaf ya ini salah gue udah gak jujur dan menahan mereka agar gak cerita sama kalian " ucap wahyu menyesal


" udah kali maaf²annya lebaran udah lewat " canda rara


" gue bangga punya sahabat kayak lo ra selalu ada di saat senang maupun susah, makasih ya lo udah mau jadi sahabat gue dari dulu sampai sekarang " ucap tiara sambil memeluk rara


" sama² tiara, itu lah gunanya sahabat " ucap rara membalas pelukan tiara


" aaa jadi terharu gue.. ikutan dong " ucap nesya ikutan memeluk rara dan tiara


" gue juga mau " ucap refina dan faranisa


" ikutan dong " ucap revan ingin memeluk mereka juga


" Stop! bukan muhrim! " ucap mereka berbarengan membuat revano kaget dan tidak jadi memeluk


melihat kelakuan revano membuat anggara dan sahabat²nya tertawa terbahak²


" haha rasain lo revan mangkanya jangan genit " ledek anggara


" idih pelit amat " ucap revano kesal


" kayak teletubies aja pelukan mulu " ledek rangga membuat mereka melepaskan pelukannya


" biarin 😝, suka² kita ya gak girls daripada meluk kalian menang banyak dong " ucap nesya meledek mereka


mereka bercanda dan tertawa bersama seakan² kejadian ini tidak pernah terjadi diantara mereka


" kita pulang yuk guys besokkan udah mulai sekolah " ajak faranisa


" yaahh gak seru dong sebentar lagi mereka akan keluar dari sekolah gak ada lagi yang suka gangguin kita lagi belajar " ucap nesya sedih


" ciee nanti ada yang kangen nih di gangguin lagi belajar " ledek revano membuat nesya malu


" kamu sih yang hobi banget ngintip di jendela kalo kita lagi belajar sama si killer untung aja gak ketahuan " ucap nesya mengingat waktu mereka lagi mengintip di jendela guru killer sedang menjelaskan materi yang di ajarnya membuat konsentrasi nesya buyar seketika ada saja kelakuan revano yang hampir membuat nesya kena hukum oleh guru killer


" itu salah kamu sendiri udah tau dia lagi ngejelasin kamu lihatin aku mulu " ucap revano


" kamu yang buat konsentrasi kita buyar " ucap nesya menyalahkan revano


" bilang aja kamu gak bisa berhenti lihatin aku " goda revano


" apaan sih.. ke pede'an banget kamu " ucap nesya sambil melihat arah lain


" udah yuk pulang besok kita hrus sekolah " aja rara


" ayo guys, kita pulang dulu ya bye semua " ucap tiara


" mau di anterin gak? " tanya anggara


" gausah kita berani kok " tolak rara


" beneran nih? " tanya anggara memastikan


" iya " ucap rara tersenyum


" yaudah hati² ya " ucap anggara


" iya " ucap rara sambil tersenyum dan berjalan menuju mobilnya susul oleh sahabat²nya