Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
WISUDA



** selamat membaca **


Acara pun selesai sekarang reno telah sah melepas status mahasiswanya dan sekarang sesi foto² diluar gedung kampus


" mi rara kebelet, rara ke toilet dulu ya " ucap rara


" iya sayang, mau mami temenin? " ucap mami


" nggak usah mi rara sendirian aja " ucap rara


" kamu hati² ya nak kalo ada apa² hubungi mami atau papi " ucap mami


" iya mami " ucap rara pergi ke toilet


setelah menemukan toilet rara bergegas masuk, selsai buang air kecil rara keluar dan menabrak seorang laki²


" ups.. sorry I accidentally bumped into you, you are okay?(maaf saya tidak sengaja menabrak kamu, apakah kamu baik² saja?) ucap rara dalam bahasa inggris


" Aku nggak papa kok, kamu orang indonesia kn? soalnya muka kamu nggak ada miripnya sama orang sini, aku orang indonesia juga jadi nggak usah pakai bahasa inggris segala " ucap laki² itu sambil tertawa


" ni orang gue nanya baik² malah ngeledekin gue " ucap rara dalam hati kesal


" oh, kalo gitu saya permisi dulu " ucap rara kesal dan pergi meninggalkan laki² itu


" gadis yang lucu, gue nggak sempet kenalan lagi, siapa ya nama dia? jadi penasaran gue " ucap laki² itu melihat rara udah menjauh


" itu rara mi " ucap reno melihat rara menuju ketempatnya sekarang


" kamu dari mana aja dek? " tanya reno


" dari toilet kak " jawab rara


" kenapa muka kamu kok kelihatan bete gitu? " tanya reno


" nggak papa kok kak " jawab rara terpaksa senyum untuk menghilangkan kecurigaan kakaknya


" yakin nggak papa? " tanya reno


" iya kakak " jawab rara senyum


" haii ren " sapa rissa


" haii sa " sapa reno balik


" oh iya kenalin ini mami dan papi aku " ucap reno memperkenalkan rissa dengan mami dan papinya


" mi pi kenalin ni rissa temen reno " ucao reno ke mami dan papi


" hallo om dan tante, aku rissa temen reno " ucap rissa sambil menyalim orang tua reno


" oh haii rissa " ucap mami reno tersenyum


" kamu asli indonesia kn rissa? " tanya papi


" iya om, aku tinggal satu kompleks sama kalian " ucap rissa


" iya yaa.. om nggak tau " ucap papi tertawa


" dimana orangtua kamu? " tanya mami


" itu tante orangtua aku " ucap rissa menunjuk orangtuanya


" oh, kamu anaknya jeng dian ya " ucap mami


" iya tante " ucap rissa tersenyum


" kalo gitu kita kesana dulu ya, ayo pi " ucap mami menarik tangan papi menuju orangtua rissa


" uhukk uhukk " rara pura² batuk ketika melihat reno dan rissa saling pandang


" oh iya rissa kenalin ini adek aku " ucap reno tiba² salting


" haii kak, kok kakak tau nama aku? " ucap rara


" reno sering ceritain kamu, jadi aku udah hafal nama kamu walaupun nggak kenal orangnya " ucap rissa tersenyum


" emang kak reno ceritain tentang apa kak?yang jelek² ya? " tanya rara kepada rissa dan rara menatap reno tajam


" nggak kok dia sayang banget sama kamu, dia nggak mau kehilangan kamu katanya, apa lagi lihat kamu sakit, dia selalu berdoa agar penyakit kamu di pindahkan kedia aja, dia nggak mau melihat kamu menderita " ucap rissa


" yaampun.. rara nggak nyangka deh kakak begitu sayangnya dengan rara " ucap rara kepada reno dan memeluknya


" makasih yaa kak, rara sayang banget sama kakak selamanya " ucap rara memeluk erat reno


" udah dong dek malu tau, kalo dia lihat kakak mewek " ucap reno melihat rissa tertawa


" biarin aja kenapa sih, kakak nggak marah kan kalo aku meluk kak reno " ucap rara sambil memastikan


" nggak papa lah ra kan aku cuma temen " ucap rissa senyum terpaksa


" kakak nggak gentle banget sih, masa cewek secantik gini di anggurin, ayo dong ungkapin aku tau kak rissa juga suka sama kak reno, kalian saling suka tapi nggak mau ungkapin " ucap rara meledek reno dan risa


" masa kalah sama aku, aku aja udah punya pacar " ucap rara meledek reno


" sejak kapan kamu punya pacar kok nggak cerita sama kakak " ucap reno terkejut


" ada dehh, nanti kalo aku cerita kakak malah ngelarang rara pacaran " ucap rara


" nggak juga lah dek kakak harus tau cowok kamu seperti apa, jangan sampe dia nyakitin kamu " ucap reno


" nanti kakak juga tau, aku pasti kenalin dia ke kakak " ucap rara


" kak rissa kalo kakak nanti jadi pacar kak reno, tolong jaga dia yaa jangan sampe kakak nyakitin dia, dia kakak yang paling aku sayang aku nggak akan ngebiarin ada orang yang menyakitin dia, aku titip dia sama kakak, jangan buat aku kecewa kak " ucap rara sambil memegang tangan rissa


" kak reno kakak yang paling aku sayang jika nanti kakak pacaran sama kak rissa jaga dia baik² jangan nyakitin dia, sayangi dia seperti kakak sayang sama rara walaupun rara nggak ada tandingannya di hati kakak tapi setidaknya kakak sayang dan menghargai perasaannya, jika kakak menyakiti kak rissa berarti kakak menyakiti rara juga, jangan pernah lakuin itu kak rara percaya sama kakak " ucap rara memegang tangan reno dan menyatukannya dengan tangan rissa


" haii reno dan haii rissa, kalian pacaran? " ucap laki² menabrak rara tadi melihat tangan reno dan rissa berpegangan


" ternyata kamu kenal sama mereka juga gadis imut " ucap laki² itu kepada rara


" lo kenal sama adek gue lex? " tanya reno


" ohh jadi dia adek lo ren? " tanya balik alex


" iya dia adek gue " ucap reno


" dia siapa sih kak " ucap rara tak senang


" dia temen kakak dek " ucap reno


" kenalin nama gue alex temennya reno, nama lo siapa? " ucap alex mengulurkan tangannya kepada rara


rara hanya diam saja, dia tidak merespon alex, reno menyenggol tangan rara agar menjabat tangan alex


" rara " ucap rara ketus sambil menjabat tangan alex dan dengan cepat menarik tangannya kembali


" makin penasaran gue dengan ni cewek " ucap alex dalam hati


rara risih dengan tatapan alex yang melihatnya terus


" kak pulang yuk rara capek banget nihh " ucap rara menarik tangan reno


" nggak biasanya rara gini, ada apa dia dengan alex " ucap reno dalam hati


" gue duluan ya lex " ucap reno kepada alex


" kamu nggak pulang rissa? " tanya reno


" iya, tunggu orangtua aku dulu " ucap rissa


" yaudah aku duluan yaa " ucap reno menyusul rara yang lebih dulu menemui orangtuanya dan mereka pun pulang ke apartemen