
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
jangan silent reader please 🙏🙏
Temen² gabung ke grup chat aku yuk nanti kita bisa ngobrol² disana biar kita bisa saling kenal 😁
Terimakasih 😘🥰😍
** selamat membaca **
* kantin *
setelah tiba di kantin mereka langsung memesan makanan dan tak lama makanan yang mereka pesanpun segera tiba mereka langsung melahapnya
" lo kenapa sya kok makanannya di aduk² gitu bukannya di makan? " ucap rara melihat nesya mengaduk² makanannya
" gue gak slera makan " ucap nesya
" lo masih mikirin yang tadi? " tanya rara dan nesya hanya mengangguk
" yaampun sya masih lama kali kita aja masih kelas XI ngapain mikirin itu, gausah terlalu di pikirin gue sama tiara masih di sini kok belum pergi kemana² gausah sedih gitu mukanya " ledek rara
" iya nih mana nesya yang ceria, centil, dan usil itu kok jadi cengeng gini sih " ledek tiara
" ihh siapa juga yang cengeng gue gak cengeng ya, gue kesal sama kalian gak setia banget sih jadi sahabat malah mau pergi ninggalin kita " ucap nesya
" kita gak pergi ya nesya, kita masih di sini kok gak kemana² " canda tiara
" iya lebay amat sih lo kita masih di sini juga udah nangis aja, masih setahun lagi nesya, sedihnya ditunda dulu " canda rara
" kalo kita di bandara trus bilang bye² nesya kita pergi dulu jaga diri baik² ya baru lo sedih, kitakan masih disini bareng kalian " canda tiara sambil melambaikan tangannya seolah² dia mau pergi jauh
" iya juga sih tapi bukan itu maksud gue " ucap nesya kesal
" udah lah jangan dipikirin lanjut makan aja nanti jadi dingin makanannya gak enak " ucap rara
setelah makan mereka membayar makanan yang mereka makan tadi setelah itu mereka langsung pergi ke lapangan untuk melihat pacar² mereka bermain basket
" lihat tuh guys kenapa rame² begitu ya? " tanya faranisa menunjuk kerumunan
" iya, ada apa sih kok rame begitu? " tanya refina penasaran
" kayaknya ada pengumuman deh di mading " ucap tiara
" lihat yuk kepo gue " ucap nesya
" ayo " ajak rara
" besok kita mulai libur guys anak kelas XII mulai ujian " ucap nesya kegirangan
" itu berarti kita gak ketemu mereka dong " ucap refina sedih tidak bisa bertemu pacarnya
" mulai nanti malam sampai mereka selesai ujian gak ada satupun diantara kita yang boleh ngehubungi mereka, biarin mereka fokus ujian dulu, oke guys? " ucap rara
" tapi ra.. " ucap faranisa
" tahan dulu rindu lo biarin mereka fokus dulu setelah itu kita baru bisa hubungi mereka dan ketemuan " ucap rara menebak pikiran faranisa
" ya gak seru dong " ucap faranisa
" kalian gak mau lihat mereka lulus dengan nilai yang bagus? kalo kita gangguin mereka mulu yang ada mereka jadi gak fokus dong belajarnya, ujiannya cuma 2 minggu kok gak terlalu lama juga " ucap rara
" yahh... ☹️ " ucap refina
" tapi itu terserah kalian mau ikutin ucapan gue apa gak " ucap rara pergi meninggalkan mereka
" malah pergi aja tuh anak " ucap tiara menggeleng melihat kelakuan sahabatnya sambil menyusul rara bersama refina dan nesya meninggalkan faranisa sendirian
" kok gue ditinggal sih, guys tunggu gue! " teriak faranisa
" lama banget sih lo " ucap nesya
" ya maaf gue tadi lagi nyari ruang berapa cowok gue " ucap faranisa
" kurang kerjaan banget lo " ucap nesya menggeleng
" guys lihat tuh?! " ucap rara menunjuk wahyu lagi duduk bersama cewek sambil tertawa
" siapa dia?! " ucap tiara mulai cemburu
" tunggu tiara! " ucap rara menahan tangan tiara
" lepasin ra! gue mau labrak dia " ucap tiara kesal
" jangan gegabah dulu tiara, kita cari tau dulu dia siapa jangan asal labrak kalo salah dugaan lo yg ada malah malu mau lo " ucap rara
" gue ke kelas aja kalo gitu daripada disini nambah panas! " ucap tiara pergi meninggalkan mereka semua
" gimana nih ra kita susul tiara apa gak? " tanya nesya
" gak mau di temenin nih ra? " tanya refina
" gausah.. kalian susul tiara aja " ucap rara
" yaudah deh kalo ada apa² kabari kita ya " ucap nesya pergi menyusul tiara
" iya " ucap rara
rara mencari keberadaan anggara untuk mencari tau siapa perempuan yang bersama wahyu
" kak anggara? " panggil rara melihat anggara sedang memasukkan bola ke dalam ring
" bentar ya " ucap anggara kepada sahabatnya
" kenapa sayang? " tanya anggara menghampiri rara
" maaf ya kak aku ganggu kamu " ucap rara
" gak papa kok sayang, ada apa tumben kamu manggil aku? " ucap anggara
" kakak kenal sama perempuan itu? " tanya rara sambil menunjuk perempuan bersama wahyu
" kenal, kenapa emangnya? " tanya anggara penasaran
" siapa dia kak? " tanya balik rara
" dia renita anak osis baru, dia mau minta bimbingan dari wahyu karna dia baru pertama kali ikut organisasi, setelah ujian nanti aku dan yang lain tidak lagi menjabat sebagai anggota osis, dia yang akan menggantikan kami " ucap anggara
" oh, tapi kayaknya dia suka sama kak wahyu deh " ucap rara
" kamu tau dari mana? " ucap anggara mulai bercanda
" lihat aja tuh cara bicara gak ada malu² lagi deh " ucap rara memperhatikan renita
" kayaknya gak deh, lagian wahyu juga gak suka sama dia " ucap anggara
" ih kamu gak peka banget deh " ucap rara
" ngapain aku lihatin perempuan lain kalo di depan aku lebih cantik dan menarik perhatian aku " ucap anggara
" apaan sih.. gombal deh " ucap rara menahan senyumnya
" aku serius ra.. kalo mau senyum, senyum aja gausah ditahan gitu " ucap anggara meledek rara
" apaan sih kamu ngledekin mulu deh " ucap rara tersenyum
" nah gitu dong kan nambah cantik kalo tersenyum " ucap anggara
" kalo gak senyum berarti aku jelek dong " ucap rara pura² ngambek
" kamu yang bilang ya bukan aku " canda anggara
" sama aja ih " ucap rara menggelitiki anggara
" udah... geli tau " ucap anggara menghentikan rara
" kamu jahat ih ngatain aku jelek " ucap rara menghentikan gelitikannya
" siapa yang bilang kamu jelek sih " ucap anggara
" kamu! " ucap rara
" kamu sendiri yang bilang bukan aku " ucap anggara
" kamu! " ucap rara
" kamu! " ucap anggara
" udah ah capek ribut sama kamu gak selesai², belajar yang bener besok ujian jangan main mulu " ucap rara pergi meninggalkan anggara dan anggara hanya tersenyum melihat kelakuan rara
rara mencari sahabat² di kelas sesampainya disana mereka tidak ada, rara langsung menelpon tiara namun tidak ada jawaban darinya, rara mencoba menelpon nesya dan sahabatnya yang lain tak ada satupun yang menjawabnya
" ada apa ini kenapa gak ada satupun yang menjawab telponku? " tanya rara mulai khawatir
" lo cari mereka ya? " tanya tio
" kok lo tau? " tanya balik rara
" kelihatan dari muka lo, tadi mereka berantem sama indah dan temen²nya di taman " ucap tio
" sekarang masih di sana? " tanya rara
" tadi ada guru yang misahin mereka dan kayaknya lagi di hukum deh, coba aja lo lihat mereka di lapangan " ucap tio
" thanks ya " ucap rara langsung pergi
" kenapa mereka tiba² berantem ya gak mungkin mereka nyerang duluan kalo gak di serang, gue harus cari mereka nih " ucap rara dalam hati