
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,
jangan silent reader please 🙏🙏
Terimakasih 😘🥰😍
** selamat membaca **
*Hari yang di tunggu rara telah tiba kini saatnya rara memulai rencananya untuk menggagalkan pertunangan renita dan wahyu
rara dan sahabat²nya lagi bersiap² untuk pergi ke rumah wahyu karna disana pesta pertunangannya diadakan dan rara menunggu mereka di depan mobilnya, tiara menghampiri rara yang lagi bersender di mobilnya sambil menunggu yang lain bersiap²*
" apa lo yakin ra kita pergi kesana? " tiara yang mulai ragu
" yakin dong, emang kenapa? lo takut? " ucap rara melihat ekspresi ketakutan tiara
" gue.. gue takut mereka beneran tunangan ra " ucap tiara sedih
" udah.. lo tenang aja selagi ada gue lo gausah khawatir percaya sama gue " ucap rara meyakini tiara sambil memegang kedua bahunya
" ayo ra.. lo kenapa tiara? " ucap nesya melihat kesedihan di mata tiara
" gue gak papa " ucap tiara berusaha menutupi
" gausah bohong deh sama gue, lo sedih karna pertunangan itu kan? " tebak nesya
" udah lah tiara kita akan bantuin lo kok gagalin pertunangan ini jangan sedih ya itu semua gak akan terjadi " ucap refina menghampiri mereka
" iya tiara jangan sedih ya kan sayang makeupnya luntur nanti dan lo kelihatan jelek didepan kak wahyu nanti " ucap rara berusaha menghibur tiara agar tidak meneteskan air mata lagi
" udah yuk kita pergi sekarang nanti kita telat menghentikan pertunangan itu " ajak faranisa
" ayo guys " ucap rara
***
" udah sampe guys turun yuk " ucap rara
" kok gak terlalu ramai ya? " tanya faranisa melihat sekelilingnya
" mana gue tau " ucap rara
" dimana² pesta pertunangan itu ramai dong secara merekakan orang kaya gak mungkin gak mengundang orang lain kolega bisnisnya " ucap nesya heran
" udah gausah dipikirin, masuk aja yuk " ajak rara
***
mereka memasuki rumah wahyu, wahyu sedang memakaikan cincin di jari manis renita ditemanin para sahabat, orangtua, kerabat dan rekan kerja papa masing²
" tunggu! " ucap rara sontak membuat wahyu berhenti dan melihat ke arah rara tak sadar cincin yang dipegangnya jatuh kelantai
semua mata yang di sana menatap rara dengan tatapan heran dan bertanya²
" maaf om tante dan semua yang ada disini, saya udah lancang masuk kesini " ucap rara
" saya rara anak dari bapak Ridwan Refky adiwijaya, direktur utama sekaligus yang punya perusahaan Adiwijaya group " ucap rara lagi memperkenalkan dirinya membuat semuanya kaget termasuk rekan kerja papanya wahyu dan renita
" saya kesini untuk memberikan ini kepada om wisnu (papanya wahyu), ini surat pelunasan hutang perusahaan om, papi saya yang melunasinya jadi perusahaan om wisnu tidak perlu mengganti rugi dan membayar hutang kepada perusahaan om Rendy (papanya renita) " ucap rara
" saya harap om mau menerimanya, saya ikhlas menolong kalian jadi kalian tidak perlu lagi merasa berhutang kepada perusaahaan om rendy, saya tau om rendy hanya memanfaatkan kelemahan om wisnu saat ini agar menjodohkan kak wahyu dan renita, saya hanya minta batalkan perjodohan ini, ini tidak adil untuk kak wahyu dan keluarga om wisnu, mereka sangat licik dan tidak punya hati " ucap rara menjelaskan semuanya
" om bisa cek sendiri di surat itu ada tanda tangan papi saya dan bisa di cek kebenarannya, ini semua saya lakukan untuk menyelamatkan perusahaan om yang hampir bangkrut " ucap rara sambil memberikan suratnya dan membuat wisnu langsung membuka surat itu
" apa buktinya kalo kamu anaknya pak ridwan bisa saja kamu mengada² kalo kamu anaknya karna kamu iri sama anak saya " ucap rendy sombong
" aduh.. om² saya tidak seperti anda yang licik memanfaatkan kelemahan orang lain deminya kepentingkan sendiri, jaman sekarang sangat mudah untuk mencari informasi seseorang dari sosmed, om bisa lihat sendiri sosmed papi saya di sana banyak foto saya dan keluarga saya, untuk apa saya membohongi anda tidak ada gunanya buat saya " ucap rara tersenyum meledek
rendy langsung mengambil handphonenya dan mengecek yang dikatakan rara, ternyata benar rendy sangat kaget dan takut berkata lagi
" kenapa om rendy kaget ya? " ucap rara sambil tertawa meledek
" mohon maaf pak rendy saya membatalkan perjodohan ini karna saya tau bahwa anak saya terpaksa melakukan ini, dia tidak cinta kepada anak anda.. saya tidak mau memaksakan kehendak saya itu akan membuat anak saya tersiksa, sekali lagi saya mohon maaf " ucap wisnu membuat rendy tambah kaget
" apaan² ini seenaknya saja anda membatalkannya, saya tidak terima anda harus mengganti rugi semuanya! " ucap rendy
" tenang aja om papi saya yang akan mengganti rugi semuanya " ucap rara membuat wisnu lebih tenang
" papa.. renita gak mau pertunangan ini batal, papa harus berbuat sesuatu agar ini tetap berlanjut " rengek renita
" jangan sombong dulu kamu, perusahaan papi kamu tidak ada apa²nya dengan perusahaan saya " ucap rendy sombong membuat rara tertawa
" hahaha.. yang bener om? bukannya sebaliknya? perusahaan om tidak ada apa²nya dari perusahaan papi saya, om ingatkan 3 bulan yang lalu perusahaan om hampir bangkrut dan om mengajukan proposal kepada papi saya agar menjadi investor di perusahaan om, semua kerugian perusahaan om papi saya lah yang menanggungnya, dengan mudahnya papi saya menerima karna papi saya kasian sama om yang mengemis² waktu itu " ucap rara membuat semuanya kaget kecuali tiara ia sudah menduga semuanya karna perusahaan papanya juga dibantu oleh papi rara
" apa om mau detik ini juga saya menelpon papi untuk mencabut semua dana yang telah diberikan kepada om dan perusahaan om akan sama seperti perusahaan om wisnu atau saat ini juga kalian akan jadi gelandangan di jalanan karna rumah kalian akan di sita untuk membayar semua hutang kepada papi saya yang sudah di berikan kepada om " ancam rara
" ayo kita pergi dari sini renita " ajak papi sangat kesal dan malu karena ulahnya sendiri
" tapi pa " bantah renita
" papa gak mau perusahaan papa kembali mengalami masalah lagi renita, apa kamu mau kita jadi gelandangan di jalanan? " ucap randy kepada anaknya
" sekarang kita pergi dari sini " ucap rendy meninggalkan rumah wisnu
sahabat² rara hanya menahan tawanya melihat kelakuan papanya renita yang kalah melawan rara dan renita merengek seperti anak kecil yang permennya diambil orang lain
" rasain tuh mangkanya jangan sombong " ejek nesya ketika renita melewatinya
" awas lo! " ucap renita memandang kesal nesya
" gue gak takut 😝, pergi lo jauh² " ledek nesya sambil melambaikan tangannya mengusir renita
" thanks ya ra berkat lo gue batal tunangan sama dia dan melukai perempuan yang gue sayang " ucap wahyu sambil melihat tiara
" kan udah gue bilang, gue pasti bantuin lo kak " ucap rara tersenyum