
Sudah 2 minggu Rara dan sahabat²nya bertanding diluar negeri, anggara mulai merasa tidak tenang karena tidak pernah melihat rara, kini saatnya mereka pulang ke indonesia dan kembali ke aktivitas biasa
" Akhirnya sampai dirumah juga capek banget badan gue, thanks ya ra " ucap refina keluar dari mobil jemputan rara
" Iya, masuk gihh istirahat besok kita mulai sekolah " ucap rara dan refina pun masuk kedalam rumahnya
" Udah sampai ni kerumah gue mampir nggak guys " ucap tiara
" Kapan² aja deh lagian rumah kita kan deketan kapan aja bisa mampir " ucap rara
" Yaudah deh thanks ya ra " ucap tiara
" Iya, gue pulang ya bye " ucap rara pergi dari rumah tiara lalu rara mengantarkan faranisa dan nesya pulang kerumahnya, setelah mengantarkan mereka rara langsung pulang kerumahnya dan membersihkan dirinya
" Capek banget badan gue, tapi perjuangan gue nggak sia² akhirnya bisa mendapatkan 2 medali emas dan ini jadi bukti sejarah perjuangan gue yang selama ini gue mimpikan sekarang gue bisa membuktikannya " ucap rara senang sambil memegang mendali emas yang di dapatnya
* tiba² ponselnya berdering *
" Ini nomor siapa sih nelpon mulu dari kemarin " ucap rara bingung
" Gue jawab nggak ya " sambung rara ragu
" Jawab aja deh daripada gue penasaran " ucap rara menjawab telpon
* telpon*
" Halo.. ini siapa ya? " ucap rara
" Halo.. ini gue anggara, ini rara kan? " ucap anggara
" Iya, ada apa ya lo nelpon gue? dan lo dapat nomor gue dari siapa? " tanya rara jutek
" Nggak papa gue kangen aja sama lo " ucap anggara
" Apaan sih.. lo kenapa tiba² ngomong ini ke gue? lo masih sadarkan? " ucap rara heran
" Iya gue sadar 100%, gue mau ngomong sesuatu sama lo " ucap anggara
" Terserah lo deh gue nggak peduli, dari tadi lo udah ngomongkan mau apa lagi? " ucap rara cuek
" Lo jutek banget bukannya kita udah berteman.. kenapa lo masih gini sih? " ucap anggara pura² kesal padahal dia senang melihat rara begini
" Terserah lo deh mau bicara apa tentang gue, gue nggak peduli.. cepatan kalau mau ngomong kalau nggak gue matiin nih " ucap rara jutek
" Jutek banget sih neng.. besok lo temuin gue di taman belakang sekolah ya ada yang mau gue bicarain sama lo " ucap anggara
" Kenapa nggak sekarang aja sih " ucap rara
" Kenapa sih ni orang kok jadi gini " ucap rara heran
" Kenapa gue jadi happy ya di panggil bidadari sama dia tapi gue nggak boleh sampai suka sama dia, ayo rara kamu pasti bisa " ucap rara menenangkan dirinya
" mending gue tidur aja deh capek banget ni badan gue " ucap rara sambil mematikan lampu kamarnya
tok.. tok.. (suara ketukan pintu)
" Sayang kamu udah tidur ya " ucap mami mengetok pintu
" Bentar mi " ucap rara membuka matanya dan berjalan membukakan pintu
" Kenapa mi baru aja rara mau tidur " ucap rara
" Sayang kamu belum makan dari pagikan, kamu harus makan sekarang mami nggak mau kamu sakit, ayo nak " ucap mami sambil menggandeng tangan rara
" Tapi mi rara udah ngantuk " ucap rara menahan tangan mami
"Nggak ada tapi²an ayok sekarang makan " ucap mami
" Iya mami " ucap rara pasrah
Dengan mata mengantuk rara mengunyah makanan yang diberi maminya
" Udah dong mi rara udah kenyang ini ditambah mulu " ucap rara
" Biar kamu bertambah nutrisinya kan capek tu abis bertanding tenaganya kan udah banyak keluar " ucap mami
" Mami.. rara udah ngantuk dan ini udah malam banget mami mau lihat anak mami ini gendut " ucap rara mulai kesal
" Biarin aja yang penting anak mami sehat " ucap mami
" Stop... mami rara nggak mau makan lagi rara mau istirahat badan rara pegel " ucap rara merengek
" Kamu mau mami panggilin tukang pijet malam ini juga biar badan kamu besok udah enakan? " tanya mami
" Nggak deh mi, mami kan tau kalau rara nggak suka dipijet " ucap rara
" Yaudah deh kalau gitu mami aja yang pijetin kamu biar cepat enakan badannya " ucap mami
" Makasih mami sayang, mami yang terbaik yang rara punya tapi rara lagi nggak mau di pijet yang rara butuhin istirahat aja " ucap rara tersenyum
" Yaudah sekarang kamu istirahat aja, selamat tidur putri kecil mami " ucap mami mencium kepala rara
" Iya mi selamat tidur mami terhebat rara " ucap rara mencium pipi mami dan berjalan menuju kamarnya