Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MENCOBA MELUPAKAN



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejak dong 😘🥰


** selamat membaca **


Sebulan berlalu setelah kepergian nesya ke tempat yang baru di susul dengan faranisa dan refina yang pindah keluar negeri membuat rara dan tiara merasa kehilangan, mereka sangat merindukan moment² bersama sahabat²nya


rara dan tiara merasa bosan di rumah akhirnya mereka memutuskan untuk marathon bersama di taman yang tak jauh dari rumahnya


" tunggu tiara! gue capek nih gak sanggup mau lari lagi " ucap rara sambil ngos²an


" lo sih jarang olahraga begini jadinya " ucap tiara menghampiri rara yang ketinggalan di belakangnya


" yaudah deh kita duduk di situ aja yuk " ajak tiara sambil menunjuk sebuah bangku di taman


setelah sampai di bangku itu rara dan tiara segera mendudukinya


" capek banget gue " ucap rara


" mangkanya sering² olahraga biar badan lo gak mudah capek begini " oceh tiara


" iya bawel gue akan sering² olahraga di rumah " ucap rara membuat tiara tersenyum


" gak nyangka gue udah sebulan nesya pergi ninggalin kita dan fara sama refina juga " ucap rara sambil menyender di pundak tiara


" iya, tinggal kita berdua sekarang " ucap tiara


" kita pulang ke Amrik aja yuk daripada di sini kita selalu ingat kenangan bersama mereka hati gue semakin sesak rasanya " ucap rara


" gue juga udah mikirin itu dari kemarin, kita harus moveon dari mereka, lebih baik kita tinggal di sana aja sampai kita wisuda dan lanjut S2 " ucap tiara


" gue setuju " ucap rara langsung mengangkat kepalanya


" terus cowok kita gimana ya? apa kita putusin aja? " tanya tiara


" gue udah gak mikirin kesana tiara, lamaran anggara aja belum gue terima sampai sekarang dan dia ngambek sama gue, gue telpon sama chat gak di respon sama dia " curhat rara


" apa? lo di lamar? kenapa gak cerita sama gue?! " ucap tiara kaget


" gimana gue mau cerita sama lo.. lo aja sedih mulu kerjaannya nanti yang ada lo malah marahin gue " ucap rara


" ya gak gitu juga kali " ucap tiara


" pulang yuk udah mulai panas nih, gue mau minta izin ke orangtua gue buat balik ke Amrik " ucap rara mengalihkan pembicaraan


" mulai deh.. belum selesai cerita udah ngajak pulang, guekan jadi kepo " protes tiara


" nanti aja gue ceritain ke lo sekarang kita pulang dan packing barang² yang mau di bawa " ucap rara


" kapan perginya gue belum packing nih? barang² yang gue bawa banyak banget " ucap tiara


" besok atau lusa gimana? " tanya rara


" lusa aja deh besok kita jalan dulu, nanti pas kita pulang udah beda lagi suasananya, mau gak ra? " tanya tiara


" gue sih terserah lo aja deh " ucap rara


" yaudah ayo kita pulang " ajak tiara


Setelah sampai di rumah rara langsung mencari keberadaan orangtuanya dan bertanya kepada bik inah


" bik mami sama papi dimana? " tanya rara


" di taman belakang non lagi duduk² " ucap bik inah


" kak reno di sana juga bik? " tanya rara


" iya non, den alvaro juga ada di sana " ucap bik inah


" oh.. makasih ya bik " ucap rara


" sama² non, bibik permisi dulu mau ke belakang " ucap bik inah


" iya bik " ucap rara sambil menuju taman belakang


" mami papi " panggil rara sambil memeluk kedua orangtuanya dari belakang


" baru pulang ya sayang? " tanya mami


" iya mi " jawab rara


" bau kringet dek kamu kan abis marathon malah peluk mami dan papi " ledek reno


" kenapa gak jadi? " tanya reno


" kakak kepo deh " canda rara sambil duduk di tengah antara papi dan mami seperti biasanya


" kaka serius dek kamu lama² ngeselin juga ya " ucap reno


" rara keingat nesya dan yang lain biasanya kita marathon bareng² sampai siang tapi sekarang tinggal berdua aja sama tiara ☹️ " ucap rara sedih sambil menundukkan kepalanya


" kok malah sedih sih dek udah lupain aja yang kakak bilang tadi " ucap reno mengalihkan pembicaraan ia tak mau membuat adiknya mengingat kembali sahabat²nya lagi


" kamu ni yaa dari dulu sampai sekarang suka banget nyempil di antara papi dan mami gitu " ledek alvaro membuat rara mengangkat kepalanya


" biarin aja kan rara jarang begini, lusa rara mau balik lagi ke Amrik " ucap rara membuat kedua orangtuanya kaget


" kok cepat banget pulangnya nak? bukannya kamu masih libur? " tanya mami


" rara mau buka lembaran baru mi, mau lupain semua kesedihan rara dan kenangan² yang menyedihkan rara dan mereka, rara juga mau fokus kuliah dan mengejar cita² rara, rara mau buat papi dan mami bangga atas keberhasilan rara nanti " ucap rara


" semoga kamu berhasil ya nak, mami akan selalu mendoakan kamu, mami yakin kamu pasti bisa melewati ini semua " ucap mami


" makasih ya mi, rara juga mau lanjutin S2 di sana bareng tiara " ucap rara


" bagus itu papi setuju kalo kamu mau lanjut S2, yang serius ya belajarnya nak jangan kecewain papi, papi berharap kamu menjadi anak yang bisa membanggakan kedua orangtua, apapun yang kamu butuhin papi akan berikan " ucap papi


" iya pi do'ain rara ya semoga nanti ketika rara pulang ke sini rara bisa sukses seperti papi " ucap rara


" Aamiin.. papi selalu mendo'akan kamu sayang " ucap papi sambil mengelus kepala putrinya


" makasih mi pi rara sayang kalian, rara gak butuh apa², rara hanya butuh doa dan dukungan kalian agar rara bisa mewujudkan cita² rara, rara janji ketika rara pulang nanti rara akan membantu papi mengurus perusahaan " ucap rara tersenyum sambil memeluk kedua orangtuanya


" nah gitu dong kalo senyum kan tambah cantik " puji alvaro


" bisa aja lo al " ledek reno


" dia emang cantik kali " bantah alvaro


" adik gua emang cantik dari lahir " ucap reno


" terserah lo deh malas gua berdebat sama lo " ucap alvaro


" oh iya mana cewek lo yang kemarin gua gak pernah lihat lagi lo bawa ke sini? " tanya alvaro


" udah gua putusin ternyata benar kata rara dia gak baik buat gua, salah gua sih gak percayaan sama dia malah gua bentak " ucap reno merasa bersalah


" bagus deh kalo kakak udah sadar dan lepas dari dia, tadi rara bertemu kak rissa loh dia nanyain kakak mulu kayaknya dia suka deh sama kakak " ledek rara


" ngapain kamu ketemu dia.. dia itu udah bahagia sama pacar barunya " ucap reno kesal


" tadi rara gak sengaja bertemu dia di taman dan dia ceritain kakak mulu, kakak salah paham sama dia, cowok yang kakak lihat sama dia itu bukan pacarnya tapi itu omnya adik yang paling kecil dari mamanya " ucap rara menjelaskan semuanya agar reno tak salah paham lagi kepada rissa


" hahaha mangkanya ren lo harus cari tau dulu jangan suka ambekan nyesal kan lo sekarang malah dapat cewek matre begitu, gua aja gak slera lihatnya " ledek alvaro


" papi dan mami setuju kok kalo kamu sama dia " ucap papi


" tuh ren papi aja udah setuju tuh, sikat ren sebelum di ambil orang " ucap alvaro


" apaan sih lo " ucap reno malu²:


" maaf nyonya tuan saya mengganggu, di depan ada den anggara mau bertemu non rara " ucap bik inah


" nanti rara kesana, makasih ya bik " ucap rara


" sama² non, saya permisi dulu mau ke belakang " ucap bik inah langsung pergi


" tuh pi calon mantunya dateng, kemarin katanya mau ketemu dia " ledek mami


" nanti aja mi biarin dia puas²in ketemu pujaan hatinya dulu " ucap papi membuat rara malu


" ih papi apaan sih.. rara kedepan dulu ya mi pi " ucap rara langsung pergi


" gitu tuh kalo udah ada pujaan hatinya happy banget " ledek alvaro membuat membuat semuanya tertawa


" kenapa? lo cemburu? " ledek reno


" ngapain gua cemburu sama adek gua sendiri " bantah alvaro


" kirain lo gak rela perjodohan waktu itu batal dan rara sama oranglain " ledek reno


" ya gak gitu juga kali, gua menganggap rara itu adik kandung gua sendiri ya gak mungkin gua suka sama dia " bantah alvaro