Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MENCOBA MENERIMA



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys


trimakasih 😘😘😍


jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


Sudah hampir sebulan bunda tak menunjukkan tanda² ia akan sadar, rara termenung memikirkan masalah yang menimpanya dia harus memutuskan pilihannya sekarang


" gimana ini gue harus apa? apa gue menerima perjodohan ini? kalo gue terima apa bunda akan bangun? " ucap rara


" apa pilihan gue benar? kenapa hati gue nggak tenang gini ya? " ucap rara meneteskan air matanya


" rara kenapa kamu di sini nak ayo masuk " ucap mami melihat rara duduk di bangku taman rumah sakit


" iya mi " ucap rara pasrah


***


" maaf apa ini semua keluarga pasien? " tanya dokter keluar dari ruangan bunda


" iya saya suaminya " jawab ayah


" mohon maaf pak kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien " ucap dokter


" apa? " ucap ayah melemah


" bundaaa" ucap rara menangis dan mami langsung memelukny


" dokter pasti bohong kan bunda saya baik2 aja kan dok " ucap alvaro


" mohon maaf dek kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi tuhan berkata lain " ucap dokter lalu meninggalkan mereka


" bundaaa " ucap alvaro berlari masuk keruangan bunda


" bunda bangun... bunda mau menjodohkan alva dan rara kan? alva bersedia bunda.. bunda bangun... buka mata bunda alva mau di jodohkan dengan rara bahkan alva bersedia menikahinya sekarang juga bundaa 😭😭 " ucap alva memeluk bunda


" iya bunda rara mau menerima perjodohan ini, bunda harus bangun.. maafin rara sempat menolak bunda, buka mata bunda lihat kami di sini bersedia melakukan ini demi bunda, ayo bunda buka matanya " ucap rara menangis sambil memegang tangan bunda dan bunda meresponnya dengan menggerakkan jari²nya, rara langsung berteriak memberitahu keluarganya


" ini sungguh mukjizat, ibu ratih berhasil melewati masa kritisnya dan sebentar lagi ia akan sadar dari komanya " ucap dokter setelah memeriksa bunda


" alhamdulillah " ucap mereka semua


" saya permisi dulu " ucap dokter


" trimakasih dok " ucap ayah


beberapa menit kemudian bunda sadar, rara langsung mendekati bunda


" bunda udah sadar? " ucap rara melihat bunda membuka matanya


" rara " ucap bunda pelan


" kenapa bunda? maafin rara ya bunda karna rara bunda jadi begini, rara bersedia di jodohkan dengan kak alva asal bunda bisa sembuh lagi " ucap rara tersenyum


" beneran nak? " tanya bunda memastikan


" iya bunda " ucap rara


" trimakasih ya sayang " ucap bunda tersenyum


" iya bunda rara keluar bentar ya " ucap rara langsung pergi keluar karna ia tak tahan lagi menahan air matanya yang mau keluar


***


Mereka tak menyadari kalo anggara dan wahyu mendengar langsung ucapan rara dan alva kepada bunda, sedari tadi anggara mengawasi rara saat ia ingin menghampiri rara di taman maminya keburu datang sehingga ia menahan diri untuk tidak menemui rara langsung, ia terus mengikuti rara dari jauh agar tidak ketahuan oleh keluarganya, dia memutuskan untuk masuk melihat keadaan bunda rara hingga tak sadar rara mengucapkan kata² itu membuat dada anggara sesak, ia memutuskan untuk pergi dari sana dan di susul oleh wahyu, saat melihat rara keluar dari ruangan bunda, anggara bersembunyi di balik tembok dan tak tau dari rara sehingga ia dapat mendengarkan ucapan rara


" apa pilihan aku benar? aku mengorbankan kebahagiaanku demi bunda, maafin aku kak anggara, bukannya aku nggak cinta lagi sama kamu tapi aku harus ngelakuin ini aku harus menerima perjodohan ini agar bunda bahagia, semoga kamu dapat yang lebih baik dari aku kak " ucap rara meneteskan air matanya


" sayang " panggil mami


" ada apa mi " ucap rara langsung menghapus air matanya


" apa kamu yakin menerima perjodohan ini nak? " tanya mami


" rara yakin mi, mami jangan khawatir rara baik² aja kok " ucap rara meyakinkan mami


" mami tau kamu terpaksa menerima perjodohan ini, sebaiknya kamu pikir² dulu nak jangan menyesal kedua kalinya " ucap mami


" mau gimna lagi mi rara nggak bisa melihat kakak² rara sedih, mami lihat sendiri kan bunda hampir meninggal itu semua gara² rara mi dan setelah rara menyetujui itu semua bunda sadarkan? lebih baik rara yang menderita asal kalian bahagia " ucap rara menangis dan memeluk maminya


" kamu yang kuat ya sayang mami yakin kamu bisa melewatkan ini semua " ucap mami menyemangatkan rara


" iya mi " ucap rara


" berat sekali penderitaan kamu nak mami nggak tega melihat kamu seperti ini, apa yang harus mami lakuin biar kamu bahagia sayang " ucap mami dalam hatinya sambil mengelus kepala rara


***


anggara langsung pergi menuju taman rumah sakit


" kenapa nasib gue seperti ini sih yu, giliran gue dapet cewek yg gue suka ternyata cuman manfaatin gue aja, udah dapet cewek yang beneran sayang sama gue begitupun gue sayang bnaget sama dia malah dia di jodohin, apa salah gue sih sebenarnya? " ucap anggara menangis


" lo nggak salah gar cuman nasib aja nggak berpihak sama lo, lo yang sabar yaa gue yakin kalo rara jodoh lo dia pasti kembali lagi sama lo " ucap wahyu menenangkan anggara


" gue sayang banget sama rara yu dia perempuan yang selama ini gue cari tapi kenapa dia harus jadi milik orang lain? " ucap anggara frustasi


" gue nggak habis pikir sama bunda² dia itu kok tega ya ngorbanin kebahagiaan anaknya sendiri " ucap wahyu


" kalo itu kemauan dia gue terima, gue akan coba menjauhi dia, mungkin ini yang terbaik😢 " ucap anggara berdiri meninggalkan wahyu


" gar tunggu gue, wah gawat ni anak gue takut dia kenapa² lagi " teriak wahyu menyusul anggara


***


liburan sekolah telah berakhir dan kini saatnya rara dan sahabat²nya masuk lagi dengan kelas yang berbeda sekarang mereka telah naik ke kelas XI (11) atau kelas 2 SMA


" gue nggak nyangka yaa sekarang kita udah naik kelas 2 dan nggak terasa 1 tahun lagi kita akan lulus " ucap nesya senang


" iya nih tapi kayaknya kita akan berpisah, gue akan kuliah di luar negeri ☹️ " ucap faranisa


" serius far? gue nggak mau pisah dari lo " ucap nesya memeluk faranisa


" orangtua gue yang maksa gue kuliah di sana " ucap faranisa


" yahh nggak seru dong masa cuma ber4 aja " ucap nesya sedih


" gue juga akan kuliah keluar negeri " ucap rara


" beneran lo raa mau kuliah di sana? " tanya nesya memastikan dan rara hanya mengangguk


" kenapa kalian harus kuliah di luar negeri sih " ucap nesya semakin sedih


" mau gimna lagi ini pilihan kita " ucap rara pasrah


" maafin gue guys.. gue harus ngelakuin ini agar gue bisa terbebas dari bayang²an bunda " ucap rara dalam hati


" gue juga mau di masukin kuliah ke luar kota guys " ucap tiara


" apa² ini kok kita harus di pisahin lagi sih, emang ya orangtua kita nggak bisa banget lihat anaknya seneng " ucap nesya kesal


" mau gimana lagi terima aja lah dari pada pusing² mikirinnya mending kita ke kantin " ucap rara


" iya kita nikmatin aja waktu yang sedikit ini " ucap tiara


" iya ayo guys kita makan laper nih perut gue " ucap faranisa