Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
NGAMBEK



Kalo kalian suka sama novel ini tolong di like, coment dan vote ya guyss, jangan silent reader please 🙏🙏


rara menuju kamar reno yang di dekat kamarnya di lantai 2 ia melihat kamar reno terbuka dan langsung menghampiri mereka


" Rara cariin dari tadi ternyata di sini kalian semua " ucap rara langsung duduk di tempat tidur reno, mereka hanya melihat rara sekilas tanpa menjawabnya


" mulai deh ngeselinnya kumat di ajak ngobrol malah diem aja, kamu juga kenapa ikut²an mereka " ucap rara kesal


" kenapa sayang? jangan ngambek dong nanti cantiknya hilang loh " ucap anggara


" bisa aja nih bocah gombalin adek gue " ucap reno


" apaan sih... kamu itu jangan ikutin kak reno sama kak alva mereka itu emang ngeselin, jangan di contoh dong nanti kamu ketularan dingin seperti es mereka itu sok jual mahal dan sok cool di depan cewek, giliran cweknya udah pergi baru deh di kejar² " ledek rara


" kamu sehat kan dek? " tanya reno


" sehat dong kakak pikir aku nggak waras ha?! " ucap rara kesal


" abisnya kamu ngoceh² nggak jelas takutnya kamu salah minum obat " ledek reno


" ngeselin banget sih kak awas aja yaa rara nggak mau ngomong sama kakak lagi " ucap rara ngambek


" dihh ngambek diaa biarin ajalah nanti baik sendiri tuh kalo ada maunya, lanjutin yuk mainnya " ucap reno cuek


" iya biarin ajalah nanti baik sendiri dia " ucap alvaro


" awasnya kalian 😤 diantara kalian cuman kak kean yang paling baik " ucap rara menghampiri keano


" btw makasih kadonya kak rara suka al... " ucap rara terpotong karena keano menutup mulutnya


" jangan di kasih tau itu rahasia kita aja " bisik keano


" kenapa kak? " bisik rara


" kakak nggak mau aja mereka pada tau " bisik keano


" ohh, oke kak " bisik rara


" kalian kenapa sih kok bisik² " ucap reno


" iya nih kalian bicarain kita yaa " ucap alvaro


" Ge'er banget sih siapa juga yang bicarain kalian " ucap rara


" rara ke bawah dulu ya kak gk enak ninggalin temen² rara di bawah " ucap rara


" iya dek " ucap keano


" Thanks ya kak " ucap rara


" thanks buat apa? " tnya alvaro


" kepoo.. urusin aja game kalian itu " ucap rara langsung pergi


" gua susulin rara ya kak nanti dia marah lagi sama gua " ucap anggara


" eh jangan di susulin, biarin aja dia " ucap reno


" tapi kak " bantah anggara


" udah gausah di pikirin kita lanjut main aja " ucap reno


***


Rara berhenti berjalan dan melihat ke belakang berharap anggara menyusulnya ternyata tidak rara kesal melihat anggara lebih memilih bersama kakaknya di bandingkan dia


" hari ini kan masih ulang tahun gue, senangin gue kek nih malah sebaliknya 😡 " ucap rara kesal sambil berjalan menyusul teman²nya


" kenapa muka lo bete gitu? " tanya tiara


" gk papa " jawab rara


" gk papa tapi mukanya cemberut gitu ada apa sih cerita sama kita? " ucap tiara


" iya raa lagi ulangtahun bukannya happy nih malah cemberut " ucap nesya


" gue kesel sama kakak² gue " ucap rara


" kenapa? " tanya tiara


" mereka ngajakin anggara main PS trus guenya di cuekin deh nyebelin kan " jawab rara


" hahaha sabar yaa kakak² lo kan emang nyebelin " ledek tiara


" lo juga bukannya ngehibur gue malah ngetawain " ucap rara bertambah kesal


" ya sorry " ucap tiara


" kado dari kita udah di bawa bik inah ke kamar lo " ucap refina


" makasih ya semua udah sempetin ke sini dan kasih gue surprise " ucap rara


" sama² ra " ucap wahyu


" kita izin pulang dulu yaa sekali lagi happy birthday raa " ucap wahyu


" kok cepet banget kak " ucap rara


" kita ada urusan kapan² deh kita main lagi ke sini " ucap wahyu


" yaudah deh trimakasih ya kak " ucap rara


" iya raa " ucap wahyu


" kak anggara gimna kak? " tanya rara


" dia kan bawa motor sendiri raa " ucap wahyu


" oh.. kirain sama kakak " ucap rara


" gk raa, kita pulang dulu yaa " ucap wahyu


" iya kak hati² ya " ucap rara


" iya raa 😁 " ucap tiara


" kok ikutan sih " ucap rara


" kita mau bobok syantik dulu " ucap nesya


" ihh sejak kapan sih lo jadi alay gini " ledek rara


" sejak jadian sama ayangbeb gue " ucap nesya


" yaampun sahabat gue udah bucin akut kayaknya " ledek rara


" namanya juga cinta raa, cinta merubah segalanya " ucap nesya


" udah sana pulang geli gue lama² lihat lo " usir rara


" ngusir nih ceritanya " goda nesya


" iya udah sana katanya mau bobok syantik bobok sana sekalian nggak udah bangun² " ucap rara bercanda


" kalo gue gk bangun² nanti lo sedih lagi gk ada sahabat secantik dan sebaik gue " ucap nesya


" idihh banyak yaa yang mau sahabatan sama gue tapi guenya aja yang gk mau bagi gue kalian satu untuk selamanya " ucap rara tertawa


" kayak sinetron aja lo " ucap tiara


" biarin.. tapi ucapan gue bener kok kalian sahabat terbaik yang pernah gue miliki gue beruntung punya sahabat seperti kalian ya walaupun kalian suka nyebelin dan kadang² suka aneh sih gue tetep sayang kalian " ucap rara


" jadi terharu gue " ucap faranisa


" gue bangga punya sahabat seperti Tiara walaupun umurnya beda setahun dari kita dia tetep bisa imbangin kita dengan sikap dewasanya, gue bangga punya sahabat seperti Revina walaupun dia pendiam tapi setia pada sahabatnya, gue bangga punya sahabat seperti nesya walaupun dia centil dan suka usil tapi dia paling gk bisa lihat sahabatnya sedih pasti ada deh ide yang muncul buat ngehibur dan yang terakhir faranisa gue bangga punya sahabat yang tomboy seperti dia, dia paling nggak bisa lihat sahabatnya di bully bawaanya mau ngehajar aja tu orang yang gangguin " ucap rara


" aaa terharu banget gue, gue juga bangga punya sahabat seperti lo raa yang selalu ngebelain dan ngelindungi kita dari orang yang nggak senang sama kita " ucap tiara


" kita saling ngelengkapi ya guys dan bersama sampai kapan pun " ucap nesya


" iya kita kan bestfriend's forever " ucap faranisa


" gue pulang dulu ya guys bye semua 😘 " ucap tiara


" gue juga " ucap nesya


***


setelah sahabat²nya pergi rarapun masuk kedalam kamarnya tanpa menoleh ke kamar reno


" masih ngambek tuh dia " ucap alvaro melihat rara lewat depan kamarnya tanpa menoleh


" gampang buat dia gk ngambek tinggal beli coklat yang banyak udah deh pasti nggak ngambek lagi " ucap reno


" gimana nih kak dia pasti marah sama gua " ucap anggara


" keano.. tolong belikan coklat yang banyak nih uangnya " ucap reno


" oke kak aku pergi sekarang yaa, coklat yang biasa kita belikan buat rara kan? " ucap keano


" Iya, yaudah kamu hati² ya " ucap reno


" kean gue ikut " teriak devano


" kakak yakin ini akan berhasil? " tanya anggara


" yakin dong rara kalo udah di kasih coklat pasti akan luluh tenang aja " ucap reno


" santai aja kali garr takut banget rara gk mau maafin lo " ucap alvaro


***


" ni coklatnya kak " ucap keano memberikan coklat


" thanks ya " ucap reno


" ya kak " ucap keano


" bik inah.. sini sebentar " panggil reno


" ada apa den? " tanya bik inah


" kebetulan bibik lewat, tolong kasih coklat ini sama rara yaa sekalian surat ini bik " ucap reno


" baik den " ucap bik inah


" makasih ya bik " ucap reno


" sama² den " ucap bik inah


" masalah udah beres nih apa lagi yang di takutkan " ucap reno


" makasih ya kak " ucap anggara


" sama² gar " ucap reno


" kalo gitu gua pulang dulu ya kak udah sore, ada kerjaan di rumah " ucap anggara


" oke hati² ya " ucap reno dan anggara hanya mengangguk


***


" eh ada nak anggara, udah mau pulang yaa? " ucap mami


" iya tante " ucap anggara


" kok cepet banget, baru aja tante ketemu kamu " ucap mami


" anggara mau nemenin mama belanja tan " ucap anggara


" oh, yaudah kamu hati² ya jangan ngebut² lagi apa lagi melamun bawa motornya " ucap mami


" siap tante anggara akan hati² bawa motornya, anggara pamit ya tante " ucap anggara menyalim tangan mami


" iya nak hati² " ucap mami