Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
SELESAI?



Jangan lupa like dan coment ya guys 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah beberapa hari penyelidikan akhirnya mereka tau kalau itu hanya salah paham, tiara dan sahabat²nya berinisiatif untuk membantu rara dan anggara agar baikan lagi, mereka menyusun rencana saat pulang sekolah untuk menghadang rara di parkiran karena hari ini ujian terakhir sebelum menerima laporan hasil belajar selama semester genap jadi mereka mempunyai waktu banyak untuk menjelaskan semuanya sebelum terlambat


* dalam kelas *


bel berbunyi pertanda ujian telah selesai


" rara? " panggil ibu guru


" iya bu? " jawab rara


" bisa tolongin ibu? " ucap ibu guru


" bisa bu, tolong apa ya bu? " tanya rara


" bawa soal² ini ke ruangan guru, ibu mau ke toilet sebentar " ucap ibu guru


" baik bu " ucap rara membawa soal tersebut


" gimana ini tia? " bisik nesya


" kita ikuti rara " bisik tiara


merekapun mengikuti rara ke ruang guru dan jika rara melihat ke belakang mereka langsung bersembunyi di balik tembok


" kok kayak ada yanv ikutin gue deh " ucap rara melihat kebelakang


" tapi nggak ada siapa² deh " ucap rara sambil mempercepat langkahnya


setelah meletakan buku di meja ibu guru rara langsung keluar dan tak sengaja melihat nesya bersembunyi


" *oh, ternyata mereka yang ngikutin gue dari tadi " ucap rara dalam hati


rara pun penasaran kenapa sahabat²nya yang mengikutinya seperti ini rara pun berjalan lagi menuju parkiran dengan cepat, sebelum tiba di parkiran rara bersembunyi agar mereka kehilangan jejaknya*


" sial... kenapa cepet banget sih jalan rara " ucap tiara kesal


" apa rara tau ya kita ikutin dia " ucap nesya


" jadi gimna ini? " tanya refina


" kenapa kalian ikutin gue dari tadi? " ucap rara tiba² keluar dari balik tembok


" ra..raa ke..ke napa lo ada di situ " ucap tiara gugup


" jawab pertanyaan gue! jangan mengalihkan pembicaraan! " ucap rara


" kita nggak kenapa² kok cuman mau kagetin lo aja 😁 " ucap tiara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


" gue tau lo pada lagi bohongkan sama gue? jujur aja kenapa sih gue kenal kalian dari kecil jadi gue tau kalo kalian lagi bhong atau nggak, udah deh gausah bohong lagi sama gue! " ucap rara sambil melipat kedua tangannya


" kita nggak bohong raa emang nggak ada apa² kok " ucap nesya


" terserah kalian deh! " ucap rara pergi ketika melihat rombongan anggara


" rara tunggu! " ucap tiara


" ayo kejar dia keburu kabur nanti! " ucap refina


" ini ada apa sih kok mereka ngejar² gue mulu dari tadi apa mereka ngerencanain sesuatu ya tapi apa yang mereka rencanain? " tanya rara dalam hati


" ra keluar sebentar ada yang mau gue omongin! " ucap tiara mengetuk kaca mobil rara


" iya ra aku juga mau bilang sesuatu, keluar sebentar aku mohon 🙏 " ucap anggara


" gue udah muak dengan semua ini lebih baik gue menyelesaikannya " ucap rara dalam hati dan menarik napas dalam² lalu membuangnya secara kasar ia membuka pintu mobilnya


" ada apa lagi ha gue udah males bahas masalah kemarin! " ucap rara cuek


" aku mohon ra dengerin penjelasan aku dulu " ucap anggara memegang tangan rara


" jangan sentuh tangan gue lagi, ini semua udah jelas! mantan lo juga udah ngasih tau gue kalo lo dan dia saling cinta gue nggak mau jadi pengganggu hubungan kalian lagi!gue juga nggak mau jadi pelarian lo! mulai sekarang kita udah nggak ada hubungan apa² lagi ngerti! semua udah selesai jangan lo ganggu gue lagi! " ucap rara sambil menghempas tangan anggara dari tangannya


rara masuk kedalam mobil dan mencoba menjalankannya ia pun menekan klakson berulang kali agar yang menghadang jalannya minggir ketepi tapi mereka tetap saja tidak mau minggir, rara membuka kaca mobilnya


" apa²an sih kalian semua, minggir nggak! gue mau jalan jangan hadang mobil gue! " ucap rara kesal dan menekan klakson mobilnya berulang ulang merekapun menyerah dan memberi jalan rara untuk pergi


" ayo kita susul ke rumah dia! " aja tiara


" gausah! percuma juga kita susul dia, dia nggak akan mau maafin gue, makasih banyak kalian udah mau nolongin gue, mungkin ini lebih baik, gue yang terlalu bodoh membiarkan masalalu gue datang ke dalam kehidupan gue lagi dan tidak bisa berbuat apa untuk menahan orang yang gue sayang, kenapa di saat gue udah mulai sayang banget sama perempuan selalu aja gini! apa ini udah emang takdir gue yaa " ucap anggara menahan tangisnya


" kenapa lo jadi lemah gini sih kak, kalo lo sayang dia ya perjuangin, ayo dong kak jangan biarkan dia pergi, gue tau kalian saling sayang jangan siksa diri kalian gini dong! " ucap tiara


" yaudah gue akan coba sekali lagi kalo dia tetep nggak mau gue bisa apa, mungkin lebih baik seperti ini cinta nggak harus memiliki " ucap anggara sedih


" gimana ini? kasian kak anggara kita harus ngapain? " ucap nesya bingung


" sekarang susul rara ke rumahnya, apapun yang terjadi kita harus hadepin! " ucap tiara semangat


" ayo guys " ucap wahyu


***


* dalam mobil rara *


" kenapa gue jadi lemah gini sih, ayo dong rara jangan mewek lo pasti kuat ngehadepin ini semua " ucap rara menghapus air matanya


" kenapa hati gue jadi sesek gini, apa keputusan yang gue ambil ini benar? " tanya rara pada dirinya sendiri


" ini udah benar ra jangan pernah menyesal dengan keputusan yang lo buat, dari awal niat lo cuma buat sahabat² lo senengkan dan untuk menghilangi rasa bersalah lo sama anggara jadi lo nggak usah menyesal, lagian semua udah selesai seharusnya lo senang dia udah dapetin pengganti lo rasa bersalah lo akan segera hilang " ucap rara berusaha tegar


handphone rara berbunyi ada panggilan masuk dari maminya iapun menepikan mobilnya dan segera menjawab telponnya


" hallo mi.. " ucap rara


" hallo sayang, kamu dimana? " ucap mami


" rara lagi di jalan pulang mi, kenapa mami telpon rara? " ucap rara


" sebelum kamu pulang tolong ambilin kue pesenan mami di toko langganan kita ya nak " ucap mami


" iya mi " ucap rara


" pakai uang kamu dulu nanti mami ganti di rumah ya sayang, byee.. hati² di jalan jangan ngebut² ya " ucap mami sambil mematikan panggilannya


" males banget gue muter lagi, si mami nggak tau apa anaknya lagi sedih, itu kue buat apa coba tumben²an nyuruh gue beli kue " omel rara


setelah mengambil pesanan mami, rara langsung pulang ke rumahnya