Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
UJIAN PERSAHABATAN (2)



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah jenazah nesya tiba di rumah, keluarga nesya segera mempersiapkan segala kebutuhan untuk proses pemandian dan penguburan nesya


* taman rumah nesya *


" gue gak nyangka deh nesya pergi dahuluin kita, padahal semalam dia masih tidur bareng kita dan bercanda bareng.. ini semua bagaikan mimpi buat gue " ucap rara meratapi kepergian nesya


" padahal semalam dia masih ngeledekin kita tapi sekarang dia tak berdaya begini " ucap tiara sedih sambil bersender di bahu sebelah kiri rara


" gue berharap ini mimpi buruk gue " ucap refina sambil bersender di bahu sebelah kanan rara


" kalian ingat gak omongan dia yang semalam bilang ingin berpisah dari revano untuk selamanya? ternyata dia memberi kita kode tapi kita gak sadar dan waktu di mobil gue dia juga bilang mau pergi selamanya dari kita? " tanya rara


" gue ingat, gue pikir itu cuma bercandaan dia doang karna kesal sama tuh ular berbisa ternyata itu beneran ya? " ucap tiara


" gue akan kasih perhitungan sama tuh cewek gila! " ucap refina kesal


" emang lo berani? " tanya rara


" berani lah kapan gue pernah takut sama orang? " ucap refina sombong


" gaya lo ref² kalo lo berani kenapa muka lo babak belur waktu kita temuin kalian di kampus kemarin? " ucap rara


" itu karna gue.. hm.. apa ya " ucap refina gugup


" gue kenal lo udah bertahun² ya dari dulu lo emang penakut ref gausah banyak alasan deh " ucap tiara


" hehe tuh lo tau " ucap refina menyengir


" keadaan fara gimana ya apa dia udah sadar? " tanya rara kepada sahabat²nya


" gue gak tau sih semalam gue telpon mommy fara dia bilang belum sadar " ucap refina


" kenapa ya persahabatan kita di uji lagi? dulu kita di pisahin juga sekarang malah di pisahin untuk selama²nya sama nesya " tanya tiara sedih


" namanya juga persahabatan tia pasti ada senangnya ada sedihnya juga, kita harus terima mau gimanapun " ucap rara


" kayaknya sesudah ini kita gak bertemu lagi guys bunda sama ayah gue khawatir kalo gue masih kuliah disini takutnya orang yang nyelakain nesya mau nyelakain gue juga karna kita sahabat " ucap refina sedih


" cobaan apa lagi ini? kenapa kita harus berpisah juga sama lo juga?! " ucap rara mulai meneteskan airmatanya


" gue gak bisa berbuat apa² lagi ra maafin gue ya, mau kita pisah apa gak gue tetap sayang kalian kok, kalian tetap sahabat gue sampai kapanpun " ucap refina sambil memeluk kedua sahabatnya


" gue gak sanggup harus berpisah sama lo ref " ucap tiara


" gue juga gak sanggup harus berpisah sama kalian tapi mau gimana lagi mereka memaksa gue " ucap refina


" lo mau pindah kemana ref? " tanya rara sambil menangis


" gue gak tau, bunda gak mau ngasih tau gue " ucap refina sedih


" kalian jangan nangis ya gue gak bisa lihat kalian nangis begini " ucap refina sambil menghapus air mata rara dan tiara


" rara, tiara, refina " panggil faranisa baru datang sambil menghampiri mereka menggunakan kursi roda


" fara? kenapa lo disini? lo masih sakit far sebaiknya lo istirahat " ucap rara khawatir


" gue baik² aja kok, gue mau lihat nesya untuk terakhir kalinya " ucap faranisa sedih


" mommy kedalam dulu ya nak, rara, tiara dan refina " ucap mommy faranisa


" iya mom " ucap faranisa dan sahabat²nya berbarengan


" gue sedih banget harus kehilangan nesya semalam kita masih bercanda bareng tapi sekarang dia udah pergi untuk selama²nya " ucap faranisa sambil meneteskan airmatanya


" kita harus kuat.. nesya pasti gak mau lihat kita sedih begini " ucap rara sambil menghapus airmata faranisa


" apa lagi gue, kehilangan nesya dan kalian semua bagaikan kehilangan separuh jiwa gue, gak ada semangat buat ngejalanin hari² gue tanpa kalian, apalagi sebentar lagi gue harus berpisah dari refina ntah apa jadinya hidup gue nanti tanpa kalian " ucap rara semakin sedih


" maafin gue guys, gue juga akan di bawa mommy keluar negeri karna mommy takut si ular berbisa itu nyakitin gue lagi ☹️ " ucap faranisa


" ini yang gue takutin akhirnya terjadi juga " ucap rara menangis dan sahabat²nya ikut memeluk rara


" coba aja kita ikutin omongan nenek lampir itu pasti ini gak akan terjadi " ucap refina menyesal


" maksud lo? " tanya tiara penasaran


" diakan suka sama cowok² kita, kenapa kita gak kasih mereka aja kan kita bisa tenang dan cari cowok baru lagi " ucap refina


" lo pikir mereka barang yang sesuka hati lo kasih ke orang lain, gak semudah itu ref mereka punya hati juga kita gak bisa mempermainkan mereka seperti itu " ucap rara


" jadi lo lebih milih kehilangan sahabat daripada cowok kita? " tanya refina mulai kesal


" bukan seperti itu maksud gue.. lo kenapa jadi egois gini sih ref? kemarin lo baik² aja gak seperti ini " ucap rara heran


" iya ref mereka gak salah apa² kita gak boleh seenaknya gitu " ucap tiara


" kenapa kalian belain cowok² itu sih " ucap refina kesal


Tiba² saat mereka lagi mengobrol pacar² mereka datang dan menghampiri mereka yang sedang duduk di taman


" ada apa ini? " tanya wahyu melihat ketegangan di antara mereka


" gak papa kok kak " ucap tiara


" terserah kalian deh gue udah malas ngurusin beginian " ucap refina kesal dan langsung masuk ke dalam rumah nesya meninggalkan sahabat²nya dan pacarnya yang heran akan kelakuan refina


" ini ada apa sih kita baru sampai tapi dia malah pergi? " tanya rangga


" apa dia marah sama kita? " tanya revano dengan mata sembab


" kita lagi berduka maklumin aja ya " ucap rara berusaha tersenyum agar yang lain tak curiga


" kalo kalian mau lihat nesya masuk aja, kita gak sanggup harus melihat tubuhnya yang sudah tak bernyawa " ucap tiara berusaha menahan tangisnya


" kalo kalian mau nangis.. nangis aja kalo itu bisa buat kalian tenang " ucap anggara sambil duduk di samping rara


" ini salah gue maafin gue ya guys " ucap faranisa merasa bersalah


" maksud lo? " tanya tiara bingung


" gue yang maksa nesya pulang dan nyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi dan rem mobilnya blong " ucap faranisa terisak²


" kenapa lo paksa dia sih lo tau sendiri nesya itu belakangan ini gak bisa nyetir mobil ngebut² karna dia trauma " ucap tiara memarahi faranisa


" maafin gue... gue benar² lupa " ucap faranisa menangis


" udah tiara! ini sudah terjadi percuma juga kalian berantem toh itu gak bisa buat nesya kembali hidup! " ucap rara memarahi kedua sahabatnya dan mereka hanya terdiam


" nesya.. " teriak mimi nesya dari dalam rumah membuat rara dan yang lain terkejut


" ada apa itu? " tanya rara langsung berlari menghampiri mereka


" ada apa mi? " tanya rara kepada maminya yang dari tadi di dalam


" nesya mau di kuburin sekarang, miminya gak mau pisah dari nesya " ucap mami rara


" ini pasti mimpikan mi? ini gak nyata kan mi? rara pasti mimpi buruk? " tanya rara syok sambil menepuk kedua pipinya


" stop rara! kamu gak boleh nyakitin diri kamu sendiri nak, nesya emang udah pergi, kamu yang sabar yaa sayang relain nesya biarkan dia tenang di sana " ucap mami menenangkan anaknya


" rara gak sanggup mi harus kehilangan nesya, sahabat rara dari kecil.. dia yang selalu nemenin rara waktu kalian gak ada, sekarang dia udah pergi ninggalin rara " ucap rara menangis sambil memeluk maminya


" mami tau perasaan kamu gimana, tapi kamu gak boleh begini nak.. mami sayang banget sama kamu, mami gak mau kamu kenapa² " ucap mami sambil mengelus kepala rara