Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
DIJODOHKAN?



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys 😘😘😍


** selamat membaca **


* kamar bunda *


" yah? " panggil bunda


" ada apa bunda? " jawab ayah


" Anak² kita kan udah pada dewasa dan sebentar lagi mereka memiliki pasangan masing² bunda takut mereka salah memilih pasangan yah " ucap bunda


" jadi mau bunda gimana? " tanya ayah


" gimana kalo alva dan rara kita jodohkan saja? " ide bunda


" bunda jangan ngaco deh ayah nggak setuju gimanapun rara itu keponakan ayah, ayah gk mungkin menjodohkan mereka " tolak ayah


" bunda nggak mau mereka menikah sama orang yang salah, lagipula bunda juga nggak mau kehilangan rara yah walaupun rara udah bunda anggap anak sendiri tapi tetep aja dia akan dimiliki orang lain dan di bawa pergi bunda akan berpisah dengan dia lagi bunda nggak bisa apa² dia bukan anak kandung bunda " ucap bunda menangis


" udah bun jangan nangis dong ayah gk tega lihat bunda nangis seperti ini, baiklah ayah akan coba katakan ini dengan ridwan (papi rara) apakah dia setuju atau tidak " ucap ayah


" terimakasih yah bunda sedikit lega mendengarnya " ucap bunda menghapus air matanya


" yaudah sekarang bunda istirahat saja jangan dipikirkan lagi biar ayah yang urus besok " ucap ayah menenangkan bunda


" baiklah, good night ayah semoga mimpi indah " ucap bunda mencium pipi ayah


" good night too bunda semoga mimpi indah " ucap ayah mencium kening bunda


***


* ruang kerja papi *


" kamu lagi sibuk ya ridwan? " ucap ayah


" sedikit mas, apa perlu apa kesini? " tanya papi melihat ayah menemuinya


" maaf mas mengganggu kerjamu, mas mau bicara sebentar sama kamu? " ucap ayah


" ada apa mas? " ucap papi menghentikan pekerjaannya dan menatap ayah


" mas bingung mau jelasin dari mana " ucap ayah bingung


" ada apa sih mas coba jelaskan kepadaku " ucap papi penasaran


" jadi begini rid anak² kita kan udah pada dewasa dan sebentar lagi mereka akan memiliki pasangan masing², istri mas merasa takut jika anak²nya salah dalam memilih pasangan dan dia berpikir untuk menjodohkan alva dan rara " ucap ayah


" apa?! mas nggak salah kan? " tanya papi memastikan


" nggak rid gimana menurut kamu? " jawab ayah


" kita bersaudara mas nggak mungkin kita menjodohkan anak² kita! mas tau sendiri mereka seperti apa " bantah papi


" mas juga sempat berpikir seperti itu bahkan mas sempat menolak tapi mau gimana lagi ucapan istri mas ada benernya juga, mas nggak mau melihat istri mas sedih rid " ucap ayah sedih


" aku bingung mas anakku masih sekolah aku nggak mau membuat beban pikiran dia, nanti aku coba tanya istriku dulu ya mas apakah dia setuju apa gak " ucap papi


" baiklah rid, mas serahkan semuanya sama kamu " ucap ayah


diluar ruangan papi rara tidak sengaja mendengarkan ucapan ayah dan papi


" apa²an ini kenapa bunda mau menjodohkan aku dan kak alva? " ucap rara kaget


" aku nggak mau di jodohkan aku dan kak alva itu bersaudara dan nggak mungkin kami menjadi pasangan " ucap rara kesal


" hayoo.. ngapain kamu di sini? " ucap reno mengagetkan rara


" ihh kakak bikin kaget aja deh " ucap rara kesal


" ya maaf abisnya kamu tiba² berdiri di sini, kamu mau nguping yaa? " ledek reno


" beneran? kamu nggak nguping kan? " tanya reno


" ya nggak lah ngapain juga rara nguping kurang kerjaan banget " ucap rara sambil pergi meninggalkan reno sendirian


***


* kamar rara *


" ini ada apa sih sebenarnya kenapa bunda jadi begini sih, bunda kan tau rara menganggap kak alva itu kakak sendiri sama seperti kak reno tapi kenapa masih mau menjodohkan kami? " ucap rara kesal


" gue nggak mau di jodohkan sama kak alva! gue harus bicara sama bunda " ucap rara


" raa buka pintu " teriak reno


" ada apa lagi sih kak reno gue lagi pusing mikirin masalah ini eh dia malah datang pasti buat masalah lagi nih " keluh rara


" ada apa kak kenapa teriak² gitu? " tanya rara sambil membuka pintu


" dari tadi kakak ketuk pintu gak kamu buka²in, kamu kenapa lagi ngelamun yaa dek? mikirin apa sih cerita sama kakak? " ucap reno


" nggak mikirin apa² kok kak tadi rara lagi di kamar mandi jadi nggak kedengaran kakak ketuk pintu " ucap rara beralasan


" kirain kamu lagi ngelamun abisnya dari tadi muka kamu kelihatan banget lagi ada masalah " ucap kak reno


" gak papa kok kak " ucap rara tersenyum


" jangan bohong sama kakak dek kakak tau kamu lagi sembunyiin sesuatu coba cerita sama kakak ada apa sebenarnya? " ucap reno


" gak ada apa² kok kak kakak nggak percaya banget ya sama rara " ucap rara masih menutupi


" kakak kenal kamu dari kamu lahir ya dek jadi kakak tau kamu lagi lagi sedih atau sembunyiin sesuatu dari kakak " ucap reno


" kakak 😭😭 " ucap rara langsung memeluk kak reno


" ada apa dek cerita sama kakak? " ucap reno membalas pelukan rara dan mengelus kepalanya


" tadi rara lewat di depan ruang kerja papi, rara nggak sengaja mendengarkan omongan papi dan ayah mereka mau menjodohkan rara, rara nggak mau kak 😭😭 " ucap rara mengeratkan pelukannya ke reno


" apa?! kamu nggak salah denger kan dek? kenapa ayah dan papi tiba² ingin menjodohkan kamu? " ucap reno kaget


" rara juga kaget mendengarnya kak, kata ayah bunda yang mau menjodohkan rara, rara nggak mau kak rara takut 😭😭 " ucap rara masih memeluk reno


" udah dek jangan takut ada kakak di sini, kakak akan tanya ini ke ayah langsung dan berusaha akan yakinin papi untuk menolaknya, kakak bicarakan dengan alva dan yang lain dulu ya " ucap reno hendak pergi


" jangan kak! rara mohon jangan kasih tau siapa pun, cukup kakak aja yang tau kak alva dan yang lain jangan sampe tau kak " cegah rara


" kenapa dek? " tany reno


" karna yang di jodohkan dengan rara itu... " ucap rara menggantung


" siapa dek? " tanya reno


" kak alva kak 😭😭 " jawab rara


" apa?! kenapa bunda tiba² jadi begini sih? kamu dan alva kan bersaudara nggak mungkin bisa di jodohkan, kamu tenang aja dek kakak akan mencari cara untuk menggagalkan perjodohkan ini kamu jangan nangis lagi yaa ada kakak di sini " ucap reno menenangkan rara


" makasih ya kak rara nggak tau lagi harus gimna.. rara juga nggak cinta sama kak alva, rara hanya menganggap kak alva itu sama seperti kakak sendiri gak lebih " ucap rara menghapus air matanya


" kakak tau dek.. udah ya kamu jangan sedih lagi " ucap reno mengelus kepala rara


" rara takut kak alva gak menolak permintaan bunda, kakak kan tau sendiri kalo kak alva gk pernah menolak permintaan bunda dia pasti menerimanya 😭 " ucap rara menangis kembali


" udah jangan di pikirin biar ini jadi urusan kakak biar kak yang menentangnya, kakak nggak akan membiarkan ada orang yang menyakiti kamu apalagi sampai membuat nangis seperti ini termasuk bunda " ucap reno menenangkan rara


" makasih kak " ucap rara memeluk reno


" sama² dek, yaudah sekarang kamu istirahat dulu kakak mau balik ke kamar ya, selamat tidur adik kecilku " ucap reno menarik selimut rara dan mencium keningnya


" selamat tidur juga kak " ucap rara dan reno hanya mengangguk setelah itu ia langsung pergi dan menutup pintu kamar rara