Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
SIAPA DIA?



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


Hari ini mereka pergi ke cafe yang di katakan kemarin, sesampainya disana mereka langsung memesan makanan, tak lama menunggu makanan yang di pesanpun tiba


" akhirnya makanannya datang juga perut gue udah laper banget nih " ucap rara


" sama.. gue juga dari tadi udah keroncongan ni perut " ucap tiara


" silahkan di nikmati anggap aja rumah sendiri " ucap nesya seakan² ia pemilik rumah yang menawarkan makanan kepada tamunya


" haha mau nambah bolehkan? " canda faranisa


" boleh², silahkan kalo mau nambah tapi bayar sendiri ya " canda nesya


" yaa gak asik lo " ucap faranisa


" guys lihat tuh! " ucap rara menahan kekesalannya sambil menunjuk ke rombongan anggara beserta teman² perempuannya sedang makan bersama di cafe itu


" pantesan chat gue gak di bales sama wahyu, ternyata dia lagi asik makan sama cewek di sini " ucap tiara ingin melabrak mereka


" jangan tiara! lo lihat mereka itu rame gak mungkin kita kesana yang ada kita yang malu " cegah rara


" tapi ra gue kesal lihatnya enak aja tu dia duduk disamping cewek " ucap tiara mengepal kedua jarinya


" dasar cowok ganjen lihat cewek kinclong aja langsung deh matanya jelalatan " ucap nesya kesal melihat cowoknya bersama perempuan lain sambil tertawa


" gak jaga perasaan kita amat sih udah tau kita cemburuan orangnya masih aja jalan sama cewek.. awas lo yaa " ucap refina ingin melabrak mereka tapi di tahan tiara


" mending kita cabut aja daripada di sini makin panas hawanya " ucap rara menahan amarahnya


mereka langsung membayar makan yang di makan tadi dan pergi menuju mobil rara


" awas ya kalian gue gak terima di giniin " ucap rara kesal


" mana yang katanya setia? gak mau sama yang lain? bulshitt tau gak! " ucap tiara kesal


" gue bener² gak tahan pengen labrak tuh cowok " ucap nesya kesal


" gak tau diri banget ya mereka enak banget jalan sama cewek² di belakang kita! " ucap faranisa kesal


" mending sekarang kita pulang dan nenangin diri kita, besok kalian mau daftarkan kuliah di kampus merekakan? sekalian kita cari tau siapa mereka! " ucap rara masih kesal


***


Keesokan harinya mereka langsung menuju Universitas Adiwijaya milik opanya rara untuk mendaftar kuliah disana


" keren banget kampusnya jadi gak sabar kuliah disini " ucap nesya


" iya gue kayaknya tertarik kuliah disini deh " ucap faranisa


" tapi lebih enak ada rara dan tiara kuliah disini juga " ucap refina sedih


" udah deh jangan bahas itu lagi nanti sedih lagi lohh " ucap rara


" ayo kita keluar dan lihat isinya seperti apa? gue jadi penasaran " ajak tiara mengalihkan pembicaraan


" ayo " ucap mereka berbarengan


" kita keruangan opa gue dulu yuk " ajak rara


" terserah lo deh kita ikut aja mau kemana " ucap tiara


" ayo guys.. dimana ya ruangannya? " ucap rara bingung


merekapun mencari ruangannya dan tak sengaja seorang laki² menabrak rara dan hampir terjatuh untung saja laki² itu cepat menangkapnya


" sorry ya gue gak sengaja gue lagi buru² mau ke ruangan rektor " ucap laki² itu


" gak papa, kebetulan kita juga mau kesana.. ruangannya dimana ya? " ucap rara


" kalo gitu kita bareng aja " ajak laki² itu


" oke, ayo guys " ajak rara


" lo gak papakan ra? " tanya tiara khawatir


" gue gak papa tenang aja " ucap rara


" oh iya kita belum kenalan.. nama gue Rifky dewanto panggil aja rifky " ucapnya sambil mengulurkan tangan


" gue rara " ucap rara sambil menjabat tangannya rifky


" dan kalian siapa namanya? " tanya rifky menunjuk sahabat² rara


" gue tiara " ucap tiara sambil mengulurkan tangannya


" gue nesya " ucap nesya


" gue refina " ucap refina


" gue faranisa " ucap faranisa


" nama yang indah sesuai orangnya " puji rifky


" kalian kuliah disini juga? " tanya rifky


" iya " jawab nesya


" semester berapa? " tanya rifky


" baru aja mau daftar 😁 " ucap nesya


" oh, lo juga ra? " tanya rifky kepada rara


" gue gak kuliah disini " ucap rara sambil tersenyum


" gue kuliah di harvard " ucap rara


" waw.. ternyata lo pintar juga ya bisa masuk kesana " ucap rifky takjub


" jangan di tanya.. dia itu emang pintar banget " ucap nesya tersenyum


rara dan sahabat²nya tak menyadari kalo pacar² mereka sedang mengawasi dari jauh


" kenapa gak kuliah disini aja? " tanya rifky


" gak kenapa² sih gue pengen aja kuliah disana " ucap rara mulai risih dengan tatapan rifky


" itu ruangannya guys " ucap refina


" oh iya.. sampe lupa kita udah sampe " ucap rifky gugup


" ayo masuk " ajak rara


rifkypun langsung mengetuk pintunya dan setelah di persilahkan mereka langsung masuk


" opa.. " ucap rara langsung memeluk mereka


" eh ada cucu kesayangan opa " ucap opa memeluk rara membuat rifky kaget


" jadi lo cucunya pak rektor ra? " tanya rifky


" iya, dia cucu saya? kenapa ya? " ucap opa rara


" hmm.. gak papa pak ini saya mau ngasih surat untuk pkkmb nanti " ucap rifky sambil memberikan suratnya


" oh baik, nanti saya akan baca dan tanda tangan " ucap opa rara


" terimakasih pak saya permisi dulu " ucap rifky


" gue duluan ya guys " ucap rifky kepada rara dan sahabat²nya


" iya, thanks ya buat yg tadi " ucap rara


" oke " ucap rifky tersenyum sambil keluar dari ruangan opa rara


" opa apa kabar? rara kangen banget sama opa " ucap rara


" opa baik² aja ra, opa juga kangen sama kamu " ucap opa rara


" opa kenapa gak ke rumah? " tanya rara


" opa lagi sibuk banget sayang, kapan² deh opa ke rumah kamu " ucap opa rara


" janji ya opa " ucap rara


" iya cucuku yang paling cantik " puji opa


" tumben kamu ke sini ada apa ya ra? " tanya opa rara


" rara ke sini mau nemenin nesya, faranisa, refina daftar kuliah disini opa " ucap rara


" oh.. opa kira ada apa, opa gak nyangka cucu² opa ini udah besar ya sekarang dulu opa bertemu kalian masih kecil banget " ucap opa rara sambil tertawa


" hehe iya opa kita udah besar sekarang, opa apa kabar? " ucap nesya basa basi sambil tersenyum


" kabar opa baik " ucap opa rara sambil tersenyum


" kalo kamu tiara bukan? " tanya opa rara kepada tiara


" iya opa " ucap tiara sambil tersenyum


" kenapa kamu gak kuliah di sini aja ra? " tanya opa rara


" papi yang maksa aku kuliah di sana opa " ucap rara


" nanti opa yang marahin papi kamu agar gak maksain keinginannya, kamu udah besar bisa nentuin pilihan sendiri kok di atur² gitu " ucap opa rara mulai kesal


" gak papalah opa rara mau kok kuliah di sana sama seperti kak reno " ucap rara berusaha tersenyum


" tapi ra kamu itu perempuan gimana kalo ada orang jahat yang gangguin kamu di sana? siapa yang lindungin kamu? " ucap opa rara mulai khawatir


" tenang aja opa rara bisa beladiri kok, preman aja rara bisa ngalahin " ucap tiara


" iya opa.. opa gausah khawatirin rara " ucap rara


" beneran ya? kalo ada apa² kamu hubungi opa, opa langsung terbang kesana dan suruh bodyguard buat jagain kamu " ucap opa rara


" gak perlu opa.. rara bisa kok lagian disana juga ada tiara, kita sama² bisa beladiri, opa gausah khawatir " ucap rara menenangkan opa rara


" yaudah deh opa percaya sama kamu " ucap opa rara berusaha tersenyum


" makasih ya opa " ucap rara dan di balas dengan anggukan oleh opa rara


" kalo gitu kita jalan² dulu ya opa, mau lihat kampus ini " ucap rara


" iya sayang, kalo ada apa² hubungi opa " ucap opa rara


" siap boss " ucap rara sambil memberi hormat kepada opanya


" rara pergi dulu ya opa, nanti rara langsung pulang gak kesini lagi, bye opa sayang " ucap rara sambil menyalim tangan opanya dan mencium pipinya


" iya ra " ucap opa rara


" ayo guys " ajak rara


" kita pergi dulu opa " ucap sahabat² rara


mereka berkeliling² kampus dan tak sadar ada laki² yang menghampiri mereka membuat mereka kaget


" ehem.. enak ya jalan sama cowok baru " ucap laki² itu membuat mereka berhenti melangkah dan memutar badannya