
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
terimakasih 😘😘😍
jangan silent reader please 🙏🙏
** selamat membaca **
setelah kepulangan anggara, rara langsung memasuki rumahnya mami yang hendak ke dapur kaget melihat kepala rara di perban
" yaampun nak kenapa kepala kamu? " tanya mami khawatir
" rara gak papa kok mi cuma kebentur bola doang " ucap rara
" mami obatin ya nak " ucap mami
" ini udah di obatin kak anggara mi " ucap rara
" kamu udah makan sayang? " tanya mami
" udah mi tadi kak anggara yang beliin aku makanan " ucap rara
" kalo kamu laper bilang sama mami ya nak biar mami bawakin makanan ke kamar kamu " ucap mami
" iya mi, rara bisa ambil sendiri kok mami jangan khawatir gitu deh rara gak papa.. tadi juga udah minum obat, sekarang rara cuma butuh istirahat aja kok " ucap rara
" pusing gak nyetir mobilnya tadi, kenpa kamu gak telpon mami aja biar mami jemput kamu nak " ucap mami
" kak anggara yang nyetir mobilnya mi " ucap rara
" kenapa kamu gak suruh dia masuk dulu mau bilang trimakasih sama dia " ucap mami
" dia mau buru² pulang mi mau bersih² katanya, selama di sekolah tadi dia yang jagain rara di uks " ucap rara
" yaudah deh sekarang kamu istirahat ya nak, kalo kamu pusing atau apa panggil mami ya nak " ucap mami
" iya mi, rara ke kamar dulu " ucap rara
***
* pagi hari *
" pagi mi " ucap rara menghampiri mami di meja makan
" pagi sayang, gimana kepala kamu udah enakan? " ucap mami
" udah mi, tinggal memar aja ni rara udah tutup dengan plester " ucap rara menunjuk kepalanya
" alhamdulillah kalo gitu, kalo masih pusing gak usah sekolah dulu ya sayang " ucap mami
" rara udah gak sakit lagi mi jangan khawatir gitu deh rara kan kuat luka begini mah gak ada apa²nya buat rara " ucap rara meyakinkan mami
" tetap aja mami khawatir rara " ucap mami
" oh ya mi kak reno sama papi kapan pulang? " tanya rara merindukan mereka
" katanya pagi ini nak " ucap mami menyendokkan nasi goreng untuk rara
" perusahaan papi yang di luar kota itu udah gak ada masalah lagi mi? " tanya rara sambil mengambil nasi goreng dan menghabiskannya
" udah baik dan lancar kembali kata papi " ucap mami
" rara udah selesai makannya mi rara pergi dulu ya takut telat nanti " ucap rara
" biar mami antar ya sayang " ucap mami
" gausah mi rara bisa kok " ucap rara
" tapi sayang " ucap mami
" udah mami gausah khawatir, rara gak papa " ucap rara
" yaudah deh mami antar sampai depan aja, ayo sayang " ucap mami
rara dan mami menuju pintu dan berpapasan dengan keluarga bunda yang baru sampai dari luar negeri
" bunda?! " ucap rara kaget melihat kedatangan bunda dan keluarganya
" bunda udah pulang? " ucap rara memundurkan langkahnya dan memeluk lengan mami
" kenapa kamu menjauh nak " ucap bunda
" kalo bunda ke sini cuma mau bahas perjodohan itu rara gak bisa sekarang bunda, rara harus sekolah " ucap rara ingin pergi
" tunggu nak! memang benar bunda ke sini hanya untuk membahas tentang perjodohan itu " ucap bunda
" nanti aja bunda rara harus pergi ke sekolah sekarang " ucap rara menahan kesalnya
" bunda serius ingin membatalkan perjodohan ini? " tanya rara memundurkan langkahnya
" iya nak bunda kamu benar, maafin bunda ya rara " ucap ayah
" rara udah memaafkan bunda dari dulu, makasih ya bunda " ucap rara memeluk bunda
" sama² sayang bunda sudah salah selama ini, bukannya bunda buat kamu semakin dekat tapi semakin menjauh karna bunda terlalu egois " ucap bunda mengelua kepala rara
" yaudah kamu harus pergi sekarang ya nanti telat loh " ucap bunda melepaskan pelukannya
" ada apa ini kok rame begini? " tanya papi baru sampai
" iya nih pagi² begini udah rame aja " ucap reno menarik kopernya
" papi " ucap rara memeluk papi
" begini rid kami kesini ingin membatalkan perjodohan rara dan alva, maafin mbak ya udah egois dan memaksa kalian selama ini, mbak salah selama ini mbak gak mikirin perasaan anak² kita " ucap bunda menangis
" iya mbak aku udah maafin mbak kok " ucap papi
" aku juga udah maafin mbak kok " ucap mami
" kenapa gak duduk aja capek tau berdiri terus " ucap ayah
" yaampun sampai lupa menawarkan untuk duduk, silahkan duduk mas, mbak, alvaro, keano dan devano, bik tolong buatin minuman buat mereka " ucap mami
" baik nyonya " ucap bik inah kebetulan pulang dari pasar
" bagus deh reno gak jadi punya adik ipar seperti alva masa dia lebih tua dari reno gak seru dong " canda reno
" alva juga ogah punya kakak ipar seperti reno " canda alvaro
" kita juga gak mau punya kakak ipar yang lebih muda dari kita, yang seharusnya jadi adik kecil kita " canda keano
" iya nih masa kakak iparnya masih sekolah lagi " ledek devano
" rara juga gak mau punya adik ipar yang tua seperti kalian " canda rara
" maafin bunda ya sayang kalian akan tetap jadi saudara sampai kapan pun " ucap bunda
" yaampun " teriak rara
" kenapa sayang kepala kamu sakit lagi? " tanya mami khawatir
" kepala kamu kenapa nak? " tanya bunda ikut khawatir
" hehehe rara gak papa kok mi bun cuma kepentok bola aja, rara teriak itu karna rara hampir telat, rara pergi dulu ya mi pi bun yah, dan kakak²ku yang ngeselin " ucap rara mencium tangan mereka dan langsung
pergi ke sekolah
***
" nyaris banget gue telat untung gerbangnya belum di tutup " ucap rara lega
" oma " teriak rara melihat omanya baru keluar dari mobilnya
" eh cucu oma kok baru datang sayang " ucap oma
" tadi bunda datang ke rumah mangkanya rara hampir telat oma " ucap rara mengadu kepada omanya
" ngapain lagi dia ke rumah kamu? " tanya oma kesal karna ia tidak setuju cucunya di jodohkan seperti ini
" bunda batalin perjodohan ini oma " ucap rara kegirangan
" beneran ra? " tanya oma tak percaya
" iya oma, tadi rara udah takut banget kalo bunda datang untuk mempercepat perjodohan ini nyatanya nggak malahan bunda membatalkannya rara seneng banget oma " ucap rara memeluk omanya
" oma ikut seneng kalo cucu oma yang cantik ini seneng, yaudah jangan galau² lagi ya ada anggara tu yang nunggu kamu " ucap oma
" oma tau dari mana rara sama kak anggara? " tanya rara penasaran
" ada deh " ucap oma
" ih oma udah main rahasia²an sama rara " ucap rara pura² ngambek
" udah jangan ngambek gitu nanti anggara lihat malah kabur dia lihat muka kamu cemberut gitu " ledek oma
" ih oma kok ngeledekin rara mulu deh " ucap rara
" oma selalu mantau kamu rara jadi oma tau kalo kamu lagi galau apa lagi seneng, yaudah kamu masuk kelas gih bentar lagi bel berbunyi " ucap oma
" iya oma, byee omaku sayang " ucap rara mencium pipi oma dan langsung pergi meninggalkan oma
" ada² aja kelakuan anak itu " ucap oma menggeleng