
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
jangan silent reader please 🙏🙏
Terimakasih 😘🥰😍
** selamat membaca **
rara sangat senang hari ini karna perjodohannya dan alva batal, rara tersenyum dan bernyanyi sepanjang jalan menuju kelasnya, banyak yang heran melihat rara tersenyum begitu
" kenapa tuh dia senyum² sendiri " ucap salah satu siswi melihat rara tersenyum dan temennya hanya menggeleng
" apa lo lihat² " ucap rara menghentikan senyumnya
" lo masih waraskan? " tanya siswi itu
" gue masih waraslah, gak bisa lihat senang dikit ada aja yang ngiri " ucap rara meninggalkan mereka yang sedang menggosipinya
rara memasuki kelasnya sambil tersenyum
" kenapa tu si rara senyum² sendiri " ucap nesya menyenggol tangan tiara
" iya ya tumben banget dia senyum² gitu " ucap tiara
" dia gak kesambetkan guys " ucap faranisa
" kalian ini pada kenapa sih dia lagi senang malah di katain apa lagi dia nangis kayak kemarin kalian yang heboh, sahabat kita tuh lagi happy mangkanya dia senyum² sendiri " ucap refina
" kalian ngomongi gue ya " ucap rara menghampiri mereka
" kalo iya kenapa? lo gak sakit kan ra? " tanya nesya
" enak aja gue gak sakit ya, gue ini sehat kok " ucap rara
" trus kenapa lo senyum² sendiri gitu? " tanya tiara
" kepo deh lo 😋 " ucap rara
" ada guru tuh pada bubar gih " usir rara
" rara kenapa sih sebenarnya? " bisik nesya
" mana gue tau, kenapa lo gak tanya sendiri sih " bisik tiara
" hei kalian! kenapa bisik² gitu! kalo mau bisik² di luar aja jangan di dalam kelas! " ucap ibu guru memarahi tiara dan nesya
" maaf bu " ucap tiara dan nesya
***
bel istirahat berbunyi siswa siswi berhamburan ke kantin untuk mengisi perutnya
" kantin yuk laper nih gue " ucap tiara
" ayo " ucap mereka berbarengan
merekapun keluar kelas menuju kantin melewati lapangan basket terlihat anggara dan sahabat² sedang bermain di sana, rara hanya tersenyum melihatnya
" lo kenapa ra? " tanya tiara
" gue gakpapa kok " jawab rara melanjutkan jalannya menuju kantin
" tolong pesenin seperti biasanya ya gue kebelet nih " ucap rara sambil membeli minuman
" kebelet kok lo bawa minuman ke toilet? " tanya refina heran
" gue.. gue haus mangkanya gue beli minum dulu sambil jalan ke toilet gue minumnya " ucap rara beralasan agar sahabatnya tak curiga dan langsung pergi
" kenapa dia gugup gitu " ucap tiara
" udah jangan di pikirin biarin aja lah dia.. mungkin bener dia lagi haus " ucap faranisa
" mungkin aja " ucap nesya
***
rara berjalan menuju lapangan basket ia memanggil salah satu adik kelasnya dan meminta tolong
" hei.. kamu.. sini sebentar?! " panggil rara
" kenapa kak? " jawab tino adik kelasnya
" kamu kelas X(10) kan? " tanya rara basa basi
" iya kak, kenapa ya? " tanya tino lagi
" aku boleh minta tolong gak? " tanya rara
" minta tolong apa ya kak? " jawab tino
" tolong kasih minuman ini ke cowok itu? tapi jangan bilang ya dari aku minumannya " ucap rara menunjuk anggara
" oke kak " ucap tino
" thanks ya " ucap rara dan tino pergi menemui anggara ya sedang latihan
" gue jadi kebelet beneran nih, kualat gue udah bohongi mereka " ucap rara menuju toilet
***
" bang.. ini ada minuman " ucap tino
" dari siapa? " tanya anggara
" gua gak tau namanya siapa, klo gitu gua permisi dulu ya " ucap tino
" oh oke, thanks ya " ucap anggara dan tino langsung pergi
" siapa yang ngasih gue minuman ini ya? " tanya anggara bingung
" kenapa gar? " tanya wahyu
" ini ada yang ngasih gua minuman tapi gak tau siapa " ucap anggara sambil mengangkat kedua bahunya
" minuman ini seperti yang rara sering kasih ke gua " ucap anggara
" mungkin aja dia yang ngasih ke lo " ucap wahyu
" masa dia nyuruh orang lain sih bukannya dia sendiri yang ngasih ke gua " ucap anggara
" mana gua tau, kantin yuk laper nih gua " ucap wahyu
" dit, ga, van kantin yuk " ajak wahyu kepada aditya, rangga, dan revan
sesampainya di kantin mereka langsung menghampiri pacar²nya yang sedang melahap makanannya
" hai guys " sapa mereka
" hilang selera makan gue jadinya " ucap nesya
" lo kenapa sya? " tanya tiara
" kenyang mendadak gue jadinya " ucap nesya memberhentikan makannya
" dia lagi ngambek tuh sama gue dari semalam " ucap revan
" kenapa? " tanya tiara
" biasa.. lupa ngabarin " jawab revan
" lo sih kak udah tau dia ngambekan orangnya masih aja lo lakuin " ucap faranisa
" namanya juga lupa faranisa gimana sih " ucap revan
" lebih tepatnya dilupain lagi asik jalan sama cewek ya gitu " ucap nesya cuek
" lo mau selingkuhin sahabat kita ya " ucap tiara geram sambil melihat revan
" wah lo kak mau main² nih sama kita " ucap rara mulai melipat lengan bajunya sedikit
" weyy santai dong jangan kroyokan dengerin dulu penjelasan gue " ucap revan takut melihat tatapan tajam sahabat² nesya
" kalo sempat lo nyakitin sahabat kita awas aja lo " ancam faranisa sambil mengepal tangannya
" serem banget deh tatapan pacar² kalian " ucap revan bergidik ngeri
" mangkanya jangan macem² sama kita walaupun kita cewek semua tapi kita gak takut sama kalian " ucap refina
" iya preman aja bisa kita lawan apa lagi kalian, jangan suka ngeremehin kemampuan cewek, cewek bisa tau kalo pacarnya mulai selingkuh! jangan macem².. sekali di sakitin jangan harap bisa kembali lagi! " ucap tiara menaikkan sebelah alisnya
" udah ah kok jadi gini sih " ucap wahyu
" sahabat kamu tuh " ucap tiara kesal
" kamu tau dari mana aku jalan sama cewek? " tanya revan
" aku lihat sendiri kamu jalan sama cewek di mall " ucap nesya
" itu sepupu aku " jawab revan
" udah kepergok bilangnya sepupu, maling mana mau ngaku kalo ngaku penjara penuh 🤭 " ucap faranisa
" biarin mereka nyelesain masalahnya berdua dulu kalian jangan ikut campur sebelum ada bukti dia selingkuh kita diem aja dulu " ucap rara
" oke ra " ucap refina
" tapi ra " ucap faranisa
" udah jangan diperpanjang lagi " ucap rara
" lo perhatiin deh kok minuman yang di pegang kak anggara sama seperti yang di pegang rara tadi " bisik tiara ke nesya
" iya ya sama gak ada bedanya malah, jangan²..? " bisik nesya
" gue juga mikir gitu, nanti aja deh kita tanya rara langsung " bisik tiara dan nesya hanya mengangguk
" kalian kenapa sih bisik² mulu dari tadi " ucap rara
" gak papa kok " ucap tiara dan nesya berbarengan
" ra aku mau ngomong sesuatu sama kamu, ikut aku bentar yuk " ucap anggara menarik tangan rara
" bentar ya guys " ucap rara
***
* taman sekolah *
" apa kamu yang ngasih minuman ini? " tanya anggara menunjuk minuman yang di titip rara pada tino tadi
" menurut kamu? " ucap rara bercanda
" aku yakin kamu yang ngasih, ini kan minuman yang sering kamu kasih ke aku setelah main basket? " tanya anggara
" kalo udah tau jawabannya kenapa nanya lagi " canda rara
" takutnya ada perempuan lain yang ngasih minuman ini ke aku ya aku gak maulah kalo gak dari kamu " ucap anggara membuat rara tersenyum
" ada² aja kamu ini, balik ke kantin lagi yuk kamu belum makan kan? " tanya rara
" belum sayang tapi aku udah kenyang kok " ucap anggara
" apaansih kamu kita itu gak pacaran lagi ya gausah panggil² kayak gitu " ucap rara
" emang harus pacaran aja ya manggil sayang? " tanya anggara
" gak sih " ucap rara
" aku manggil kamu sayang itu karna aku sayang sama kamu " ucap anggara membuat pipi rara merona
" tadi kamu makan apa kok udah kenyang aja? " ucap rara
" aku lihatin kamu aja mendadak kenyang " gombal anggara
" emangnya aku makanan " ucap rara kesal
" kamu itu segalanya buat aku mampu membuat aku kenyang dan mampu juga buat aku senang dan sakit " ucap anggara serius
" apaan sih garing banget bercanda kamu " ucap rara
" aku serius rara " ucap anggara memegang tangan rara dan rara langsung menatap mata anggara
" aku gak mau kehilangan kamu lagi, hanya kamu yang ada di hati aku cuma kamu yang aku cintai, hati aku sakit jika lihat kamu sama laki² lain, aku senang lihat dan bertemu kamu di sekolah kamu penyemangat aku ra " ucap anggara meyakinkan rara
" aku juga sayang banget sama kamu tapi aku gak bisa jadian lagi sama kamu " ucap rara sengaja membuat anggara kecewa
" aku tau pasti karna perjodohan itu kan " ucap anggara kecewa
" bukan.. " ucap rara menahan tawanya
" trus kenapa? " tanya anggara
" sekarang kamu fokus sekolah dulu ya kamu udah kelas 3 jangan fokus ke bola dan aku mulu sebentar lagi kamu akan ujian untuk kelulusan pasti kamu akan sibuk mengurusi semuanya, kamu harus dapet nilai yang bagus untuk bisa ngelanjutin keperguruan tinggi ya jangan kecewakan orangtua kamu " ucap rara menggenggam tangan anggara
" waktu kita bersama akan semakin dikit jika aku udah lulus nanti kita jarang ketemu dong " ucap anggara sedih
" kan kamu bisa main² ke sini dan kamu juga bisa ke rumah aku " ucap rara
" tapi aku maunya setiap hari bertemu kamu seperti sekarang " ucap anggara
" gak mungkin dong kamu nunda kelulusan hanya karna mau lihat aku setiap hari aku juga akan lulus sama seperti kamu, kamu harus bisa jalanin kehidupan kamu tanpa aku dulu " ucap rara menyemangati
" aku gak bisa tanpa kamu " ucap anggara sedih
" kamu pasti bisa jangan menyerah " ucap rara
" aku gak bisa ngebayangin tanpa kamu " ucap anggara sedih
" kan ada sahabat² kamu mereka sama juga seperti kamu, mereka bisa kenpa kamu nggak?! " ucap rara
" demi kamu aku akan ngelakuin itu " ucap anggara mulai semangat
" bagus dong kamu jadi semangat gini aku ikutan seneng, yaudah kita balik lagi yuk " ucap rara
" iya.. ayo sayang " ucap anggara menggandeng tangan rara menuju kantin lagi