
Reno merencanakan pesta ulang tahun untuk rara 2 hari lagi mereka bersepakat untuk cuekin rara agar rencana mereka berhasil
" jadi itu rencana lo ren? " tanya alvaro
" iya lah masa lo nggak ingat ulangtahun rara sih va dengan cara itu kita bisa baikan dengan dia " ucap reno
" ide yang bagus tu kak " ucap keano
" kita buatnya dimana ren? " tanya alvaro
" taman belakang aja gimana? " ucap reno
" gue sih oke² aja tapi kalo dia tau kita ngedekor gimana kak? " tanya devano
" kalo urusan itu mah gampang gue bisa minta bantuan mami " ucap reno
" pinter juga lo ren " ucap alvaro
" iya lah nggak sia² gue kuliah sampai keluar negeri " ucap reno sombong
" sombong amat lu kak " ucap devano
" biarin 😝 " ucap reno
" gue gunting juga tu lidah " ucap alvaro kesal
" enak aja lidah lo tu yang gue gunting " ucap reno
" ada rara dia mau menuju ke sini " ucap keano buru² menghampiri mereka
" ayo kita mulai aktingnya " ucap reno
" kalian kenapa liatin rara gitu banget? " tanya rara
" di tanyain pada diem semua pada sakit gigi ya " ucap rara pergi setelah di cuekin
" mi rara pergi ke mall ya bareng tiara? " tanya rara
" berdua doang nak " jawab mami
" iya mi yang lagi pada sibuk " ucap rara
" yaudah hati² ya sayang " ucap mami
" siap mi daaa mami " ucap rara sambil mencium kedua pipi maminya lalu pergi
" kita ikutin dia " ucap reno
" ngapain sih " ucap devano
" jagain dia lah masa mau nyuci " ucap reno
" kalo gitu gue mau sekalian beli kado " ucap keano
" boleh tu ide yang bagus, ayo buruan nanti kita ketinggalan " ucap alvaro berdiri langsung menuju mobilnya dan di susul dengan yang lain mereka juga pamit sama mami
" eh itu mobil rara baru otw ayo kita ikutin " ucap reno
" tunggu deh kalo kita ikutin pakai mobil kita dia pasti tau dan curiga " ucap alvaro
" iya ya trus kita pakai apa dong? " ucap reno
" nggak mungkin kita jalan kaki bisa gempor ni kaki gue " ucap keano
" ya nggak gitu juga kali, gimana pakai mobil mami yang satu lagi itu kan jarang di lihat rara " ide reno
" kenapa nggak dari tadi sih ayo buruan kita pinjam mobil mami lo yang bilang ke mami ren " ucap alvaro
" ide dari gue yang lakuin gue juga " ucap reno kesal
" harus tanggung jawab dong kan ide dari lo jadi lo yang ambil 😄 " ucap alvaro
" kalo bukan untuk ngelindungi adek gue, gue ogah di sruh² kalian " ucap reno kesal
" hahaha yang sabar ya kak " ledek devano
setelah reno mengambil mobil mami mereka langsung mengikuti rara tanpa sepengetahuan rara, sesampainya di mall reno langsung memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil rara
" kita mau ngapain nih ra? " tanya tiara
" nonton yuk " jawab rara
" ayo, kita beli tiketnya dulu " ucap tiara
" lo kenapa sih ra gelisah mulu dari tadi? " tanya tiara
" nggak papa " jawab rara
" tapi lo liatin kebelakang mulu ada apa sih? ada yang ngikutin kita ya atau lo lihat hantu " ucap tiara mulai takut
" ngaco lo di mall serame ini mana ada hantu " ucap rara
" lha terus kenapa lo lihatin belakang mulu " ucap tiara
" gue ngerasa ada yang ngikutin kita tapi pas gue lihat ke belakang nggak ada orang apa perasaan gue aja ya? " ucap rara
" mungkin perasaan lo aja ra udah yuk kita lanjut nonton aja " ucap tiara
" bentar ya ti " ucap rara
" gue makin penasaran aja siapa sih yang ikutin gue " ucap rara dalam hati sambil mengambil handphonenya dari dalam tas kemudian ia menyalakan kamera depan dengan hati² rara langsung merekamnya
" ayo masuk tia " ucap rara sambil berjalan masuk kedalam bioskop
*setelah sampai mereka langsung duduk sesuai nomor pada tiket yang mereka beli tadi, rara masih penasaran sama yang mengikutinya tadi ia pun membuka rekaman yang sempat ia rekam
" ternyata mereka.. ngapain mereka ngikutin aku apa lagi yang mereka rencanain? " ucap rara dalam hati
selesai menonton rara dan tiara membeli baju dan setelah itu mereka langsung makann, rara masih merasa di ikutin tapi dengan orang² yang sama pakaian yang berbeda rara masih mengenali mereka
" demi menyamar mereka membeli baju dan jaket juga mereka pikir gue nggak bisa tau apa " ucap rara dalam hati sambil tersenyum
" lo kenapa raa senyum² sendiri.. nggak kesambet kan " ucap tiara heran
" sialan lo enak aja ngatain gue kesambet " ucap rara
" pulang yuk udah kenyang nih gue " ucap rara
" iya.. ayo kita pulang " ucap tiara
* dalam mobil rara *
" nggak enak ya kemana² cuman berdua, mereka pada kemana sih pada nggak bisa di hubungi? " ucap rara
" ada urusan keluarga katanya " ucap tiara
" oh.. besok kan kita terima rapor, siapa yang ngambil rapor lo? " ucap rara
" seperti biasa selalu mama gue lah, kalo lo siapa? " ucap tiara
" mami gue lah tapi gue takut nih hasilnya nggak memuaskan apa lagi di rumah ada kak reno dan yang lain bisa habis gue kena omelin mereka " ucap rara sambil menyetir
" kalo soal itu gue nggak bisa nolongin lo yaa gue juga was² nih takut hasilnya nggak memuaskan bisa² fasilitas gue di cabut sama mama " ucap tiara
" gue juga takutnya gitu tapi mau gimana lagi yang terpenting itu hasil kerja keras kita selama sekolah mau bagus atau nggak terima aja lah " ucap rara
" iya sih kalo nilai gue banyak yang rendah gue putusin aja lah kak wahyu semenjak pacaran otakk gue jadi **** " ucap tiara
" nggak baik tau ngatain diri sendiri udah deh pasrah aja " ucap rara
" besok temenin gue ke rumah sakit ya kak anggara pulang nih besok " ucap rara
" kalo gue nggak kena omelin mama ya ra gue takut banget nih hasilnya jelek gue malah di kurung di kamar nggak boleh kemana? " ucap tiara
" iya tia gue juga takut pasti kak reno ngomporin mami nih suruh putusin anggara karna nilai gue jelek " ucap rara
" emang kak reno tau lo punya pacar? " tanya tiara
" tau lah dia hobi banget bongkar² hp gue " ucap rara
" usil juga ya kakak lo 😄 " ucap tiara
" baru tau ya lo 😏 dia itu emang usil apa lagi di rumah ada kak alva sama yang lain tambah usil mereka " ucap rara
" tapi lo enak ya ada banyak yang ngehibur kalo lagi galau.. gue jadi pengen deh punya kakak seperti kakak² lo " ucap tiara
" enak dari mana sih ngeselin yang ada " ucap rara
" banyak² sabar ya " ucap tiara
" always tiara.. udah sampe nih depan rumah lo " ucap rara
" thanks ya raa " ucap tiara dan rara hanya mengangguk