Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
RENCANA RENO



Reno merencanakan pesta ulang tahun untuk rara 2 hari lagi mereka bersepakat untuk cuekin rara agar rencana mereka berhasil


" jadi itu rencana lo ren? " tanya alvaro


" iya lah masa lo nggak ingat ulangtahun rara sih va dengan cara itu kita bisa baikan dengan dia " ucap reno


" ide yang bagus tu kak " ucap keano


" kita buatnya dimana ren? " tanya alvaro


" taman belakang aja gimana? " ucap reno


" gue sih oke² aja tapi kalo dia tau kita ngedekor gimana kak? " tanya devano


" kalo urusan itu mah gampang gue bisa minta bantuan mami " ucap reno


" pinter juga lo ren " ucap alvaro


" iya lah nggak sia² gue kuliah sampai keluar negeri " ucap reno sombong


" sombong amat lu kak " ucap devano


" biarin 😝 " ucap reno


" gue gunting juga tu lidah " ucap alvaro kesal


" enak aja lidah lo tu yang gue gunting " ucap reno


" ada rara dia mau menuju ke sini " ucap keano buru² menghampiri mereka


" ayo kita mulai aktingnya " ucap reno


" kalian kenapa liatin rara gitu banget? " tanya rara


" di tanyain pada diem semua pada sakit gigi ya " ucap rara pergi setelah di cuekin


" mi rara pergi ke mall ya bareng tiara? " tanya rara


" berdua doang nak " jawab mami


" iya mi yang lagi pada sibuk " ucap rara


" yaudah hati² ya sayang " ucap mami


" siap mi daaa mami " ucap rara sambil mencium kedua pipi maminya lalu pergi


" kita ikutin dia " ucap reno


" ngapain sih " ucap devano


" jagain dia lah masa mau nyuci " ucap reno


" kalo gitu gue mau sekalian beli kado " ucap keano


" boleh tu ide yang bagus, ayo buruan nanti kita ketinggalan " ucap alvaro berdiri langsung menuju mobilnya dan di susul dengan yang lain mereka juga pamit sama mami


" eh itu mobil rara baru otw ayo kita ikutin " ucap reno


" tunggu deh kalo kita ikutin pakai mobil kita dia pasti tau dan curiga " ucap alvaro


" iya ya trus kita pakai apa dong? " ucap reno


" nggak mungkin kita jalan kaki bisa gempor ni kaki gue " ucap keano


" ya nggak gitu juga kali, gimana pakai mobil mami yang satu lagi itu kan jarang di lihat rara " ide reno


" kenapa nggak dari tadi sih ayo buruan kita pinjam mobil mami lo yang bilang ke mami ren " ucap alvaro


" ide dari gue yang lakuin gue juga " ucap reno kesal


" harus tanggung jawab dong kan ide dari lo jadi lo yang ambil 😄 " ucap alvaro


" kalo bukan untuk ngelindungi adek gue, gue ogah di sruh² kalian " ucap reno kesal


" hahaha yang sabar ya kak " ledek devano


setelah reno mengambil mobil mami mereka langsung mengikuti rara tanpa sepengetahuan rara, sesampainya di mall reno langsung memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil rara


" kita mau ngapain nih ra? " tanya tiara


" nonton yuk " jawab rara


" ayo, kita beli tiketnya dulu " ucap tiara


" lo kenapa sih ra gelisah mulu dari tadi? " tanya tiara


" nggak papa " jawab rara


" tapi lo liatin kebelakang mulu ada apa sih? ada yang ngikutin kita ya atau lo lihat hantu " ucap tiara mulai takut


" ngaco lo di mall serame ini mana ada hantu " ucap rara


" lha terus kenapa lo lihatin belakang mulu " ucap tiara


" gue ngerasa ada yang ngikutin kita tapi pas gue lihat ke belakang nggak ada orang apa perasaan gue aja ya? " ucap rara


" mungkin perasaan lo aja ra udah yuk kita lanjut nonton aja " ucap tiara


" bentar ya ti " ucap rara


" gue makin penasaran aja siapa sih yang ikutin gue " ucap rara dalam hati sambil mengambil handphonenya dari dalam tas kemudian ia menyalakan kamera depan dengan hati² rara langsung merekamnya


" ayo masuk tia " ucap rara sambil berjalan masuk kedalam bioskop


*setelah sampai mereka langsung duduk sesuai nomor pada tiket yang mereka beli tadi, rara masih penasaran sama yang mengikutinya tadi ia pun membuka rekaman yang sempat ia rekam


" ternyata mereka.. ngapain mereka ngikutin aku apa lagi yang mereka rencanain? " ucap rara dalam hati


selesai menonton rara dan tiara membeli baju dan setelah itu mereka langsung makann, rara masih merasa di ikutin tapi dengan orang² yang sama pakaian yang berbeda rara masih mengenali mereka


" demi menyamar mereka membeli baju dan jaket juga mereka pikir gue nggak bisa tau apa " ucap rara dalam hati sambil tersenyum


" lo kenapa raa senyum² sendiri.. nggak kesambet kan " ucap tiara heran


" sialan lo enak aja ngatain gue kesambet " ucap rara


" pulang yuk udah kenyang nih gue " ucap rara


" iya.. ayo kita pulang " ucap tiara


* dalam mobil rara *


" nggak enak ya kemana² cuman berdua, mereka pada kemana sih pada nggak bisa di hubungi? " ucap rara


" ada urusan keluarga katanya " ucap tiara


" oh.. besok kan kita terima rapor, siapa yang ngambil rapor lo? " ucap rara


" seperti biasa selalu mama gue lah, kalo lo siapa? " ucap tiara


" mami gue lah tapi gue takut nih hasilnya nggak memuaskan apa lagi di rumah ada kak reno dan yang lain bisa habis gue kena omelin mereka " ucap rara sambil menyetir


" kalo soal itu gue nggak bisa nolongin lo yaa gue juga was² nih takut hasilnya nggak memuaskan bisa² fasilitas gue di cabut sama mama " ucap tiara


" gue juga takutnya gitu tapi mau gimana lagi yang terpenting itu hasil kerja keras kita selama sekolah mau bagus atau nggak terima aja lah " ucap rara


" iya sih kalo nilai gue banyak yang rendah gue putusin aja lah kak wahyu semenjak pacaran otakk gue jadi **** " ucap tiara


" nggak baik tau ngatain diri sendiri udah deh pasrah aja " ucap rara


" besok temenin gue ke rumah sakit ya kak anggara pulang nih besok " ucap rara


" kalo gue nggak kena omelin mama ya ra gue takut banget nih hasilnya jelek gue malah di kurung di kamar nggak boleh kemana? " ucap tiara


" iya tia gue juga takut pasti kak reno ngomporin mami nih suruh putusin anggara karna nilai gue jelek " ucap rara


" emang kak reno tau lo punya pacar? " tanya tiara


" tau lah dia hobi banget bongkar² hp gue " ucap rara


" usil juga ya kakak lo 😄 " ucap tiara


" baru tau ya lo 😏 dia itu emang usil apa lagi di rumah ada kak alva sama yang lain tambah usil mereka " ucap rara


" tapi lo enak ya ada banyak yang ngehibur kalo lagi galau.. gue jadi pengen deh punya kakak seperti kakak² lo " ucap tiara


" enak dari mana sih ngeselin yang ada " ucap rara


" banyak² sabar ya " ucap tiara


" always tiara.. udah sampe nih depan rumah lo " ucap rara


" thanks ya raa " ucap tiara dan rara hanya mengangguk