
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please, tinggalin jejak kalian ya 🙏🙏
** selamat membaca **
Setelah menunggu lama dokter pun keluar, orangtua nesya dan rara segera menghampiri dokter itu
" gimana keadaan nesya dok? " tanya mimi nesya
" mohon maaf bu saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tuhan berkehendak lain, saya tidak bisa menyelamatkan nyawa nesya.. ia sudah pergi mendahului kita.. " ucap dokter
" apa?! dokter pasti bohongkan! nesya baik² aja! nesya gak mungkin ninggalin kita semua " ucap rara menangis sambil menerobos masuk ke ICU
" rara " panggil tiara sambil mengejar rara di susul dengan yang lain
***
" kamu tidak boleh masuk! " cegah suster yang menjaga ICU
" lepasin! saya mau lihat nesya! " ucap rara memberontak
" ini sudah menjadi aturan rumah sakit mbak " cegah suster
" anda jangan menahan saya! atau hari ini juga anda tidak lagi bekerja di sini " ancam rara membuat suster itu takut dan melepaskannya
" nesya.. " panggil rara
" jangan cabut alat itu atau anda saya tuntut! dia masih hidup anda gak boleh cabut semua alat²nya! " cegah rara sambil menahan amarahnya
" maaf mbak ini sudah menjadi ketentuan rumah sakit " ucap suster itu
" saya bilang gak ya gak! saya akan bayar berapapun biaya rumah sakit ini tapi tolong jangan cabut alat² itu nesya masih hidup, dia belum meninggal " ucap rara terisak² membuat suster itu tak tega
" nesya " teriak tiara histeris ketika melihat tubuh nesya tak bernyawa lagi ia langsung memeluknya
" nesya cuman tidur tiara, dia gak mungkin tinggalin kita " ucap rara berusaha menepis ingatannya yang mengatakan nesya telah pergi
" tapi ra 😭 " ucap tiara terpotong
" nesya bangun " teriak refina sambil menghampiri sahabat²nya
" lo gak boleh ninggalin kita sya 😭, mana janji lo? kata lo mau sama² kita terus sampai kapanpun?! lo jahat sya lo bohongin kita! " ucap rara terisak²
" iya sya lo jahat tega banget bohongin kita, kata lo mau sama² terus sampai kita tua, mana sya? kita belum tua tapi lo udah ninggalin kita! " ucap tiara sambil memeluk tubuh nesya
" bangun nesya! bercanda lo gak lucu! kalo lo ngelakuin ini biar gue dan tiara kuliah disini, kita akan pindah demi lo.. tapi lo bangun sya! jangan tidur mulu! " ucap rara sambil menggoyangkan tubuh nesya
" kamu yang sabar ya sayang.. nesya udah gak ada, ikhlasin dia biarkan dia pergi dengan tenang " ucap anggara menenangkan rara sambil memeluknya
" nesya masih hidup dia gak meninggal, kamu jangan asal ngomong yaa! " ucap rara memberontak dari pelukan anggara
" rara kamu harus sadar.. buka mata kamu lihat baik² nesya udah gak ada, dia udah tenang di sana.. nesya udah gak ngerasain sakit lagi, kamu harus kuat jangan begini dong kasian nesya nanti dia gak tenang kamu tangisin mulu " ucap anggara semakin mengeratkan pelukannya
" nesya... kenapa lo ninggalin gue? " ucap rara sambil meratapi kepergian sahabatnya itu
" aku tau kamu terpukul atas kepergian nesya tapi kamu harus mikirin diri kamu juga, jangan siksa diri kamu begini " ucap anggara
" nesya.. " ucap rara lemas hingga terjatuh ke lantai dengan cepat anggara menangkapnya
" rara dengerin aku percuma kamu menangis dan meratapi kepergian dia, dia gak akan kembali hidup.. kamu sebagai sahabat dia, kamu harus mendoakan dia agar jalannya mulus menghadap Allah bukannya meratapi kepergiannya begini " ucap anggara
" kamu enak ya tinggal bilang begitu, kamu gak ngerasain kehilangan sahabat yang dari kecil nemenin aku bahkan dia udah aku anggap sebagai saudara sendiri! walaupun kita sering berantem tapi kita gak saling menyakiti satu sama lain! kehilangan dia sangat menyakitkan buat aku 😭 " ucap rara emosi sambil menangis
Rara segera menghampiri sahabat²nya yang masih memeluk tubuh nesya dan ikut memeluknya
" kita harus ikhlasin nesya mungkin ini yang terbaik buat dia " ucap tiara dengan mata sembab
refina semakin menangis hingga ia tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya lagi, iapun terjatuh hingga tak sadarkan diri dengan cepat rangga mengangkat refina keluar
" rara lo jangan tumbang.. lo harus kuat cuma lo dan gue yang masih bertahan disini kita harus kuat menghadapi masalah ini bersama, ini ujian untuk persahabatan kita.. lo dan gue kita sama² menguatkan agar refina dan faranisa juga kuat menghadapi masalah ini " ucap tiara menguatkan rara
" berat buat gue kehilangan nesya tapi kita gak bisa berbuat apa² lagi mungkin ini yang terbaik buat dia " ucap rara sambil menatap nesya
" kenapa gue gak sadar ya saat nesya bilang dia mau pergi untuk selamanya, gue pikir dia cuma bercanda ternyata beneran.. nesya udah beri tanda² buat kita tapi kita yang gak peka " ucap rara menyesal
" udah lah gak ada gunanya juga menyesal nesya juga udah pergi untuk selamanya " ucap tiara
" sya gue janji sama lo gue akan balas semua perbuatan ular berbisa itu, lo yang tenang yaa " ucap rara sambil memegang tangan nesya, tangan nesyapun mulai bergerak membuat rara dan tiara kaget sekaligus senang
" tangan nesya bergerak " teriak rara membuat semuanya mendekati mereka dengan cepat revano memanggil dokter dan dokterpun segera memeriksanya
" saya sungguh tak menyangka ini terjadi kepada pasien, pasien sudah melewati masa kritisnya " ucap dokter sambil tersenyum
mendengar perkataan dokter rara dan tiara berpelukan, mereka sangat senang mendengarnya
tak lama setelah dokter pergi nesya langsung membuka matanya dan tersenyum kepada sahabat²nya
" nesya.. lo udah sadar? lo baik² ajakan? " tanya rara
" mana yang sakit sya? " tanya tiara khawatir
Nesya tak menjawab pertanyaan rara dan tiara, ia hanya tersenyum dan menghembuskan nafas terakhirnya, monitor icu menunjukkan detak jantungnya sudah tak ada membuat rara dan yang lain berteriak histeris
" nesya " panggil mimi nesya yang sedari tadi pingsan
" nesya udah gak ada mi, mimi yang sabar yaa " ucap rara menghampiri mimi nesya yang baru sadar
" mimi kira ini mimpi ternyata dia beneran ninggalin mimi " ucap mimi nesya meratapi kepergian anaknya sambil memeluk rara
" rara yakin mimi pasti bisa melewati ini semua, mimi yang kuat ya.. rara permisi dulu " ucap rara melepas pelukannya dan langsung pergi
* taman *
" kenapa ini terjadi lagi sama gue? kenapa gue harus kehilangan orang yang paling penting dalam hidup gue? " ucap rara meratapi hidupnya
" nesya.. berat buat gue ngeikhlasin kepergian lo tapi gue harus ngelakuin ini semua agar lo tenang, gue sayang sama lo sya.. walaupun gue sama lo sering berantem merebutkan hal gak penting tapi itu sangat berharga buat gue, gue bangga punya sahabat kayak lo sya, mungkin itu cara itu lo biar bisa ngehibur gue saat gue lagi sedih, kalo lo gak ada siapa yang ngajakin gue berantem lagi sya? siapa lagi yang ngeledekin gue kalo gue lagi happy bersama kak anggara? " ucap rara mengingat kenangan bersama nesya
" gue harap lo bahagia di sana tanpa gue dan yang lain, gue janji akan balas semua perbuatan ular berbisa itu sama lo, lo yang tenang ya sya biar gue yang urus semuanya gue gak terima mereka nyakitin lo, fara dan refina, mereka harus ngerasain apa yang lo dan fara rasain " ucap rara sambil meneteskan air matanya
" gue gak boleh lemah.. gue harus kuat demi sahabat² gue " ucap rara sambil menghapus air matanya dan langsung berdiri
" sebaiknya gue balik nanti mereka malah nyariin gue lagi " ucap rara segera pergi
" rara lo kemana aja gue cariin dari tadi " ucap tiara menghampiri rara
" gue dari taman tadi, kenapa lo nyariin gue? " tanya rara
" jenazah nesya udah mau di bawa pulang, kita ikut atau lihat fara dulu? " tanya tiara
" kita lihat fara dulu yuk " ajak rara
" senyuman nesya tadi sebelum dia pergi menandakan apa ya? apa dia senang kalo gue mau balas si ular berbisa itu? atau dia senang melihat sahabat²nya berkumpul? kenapa gue jadi begini? udah raa lo pasti bisa " ucap rara dalam hati
" kamu kemana aja sih aku nyariin kamu dari tadi? " tanya anggara khawatir
" aku dari taman " ucap rara berusaha tersenyum
" oh, kamu baik² ajakan? ada orangtua kamu.. nesya juga udah mau di bawa pulang " ucap anggara
" iya nanti aku kesana, aku mau lihat fara dulu " ucap rara
Terimakasih yang udah setia menunggu dan baca novel ini, maaf ya belakangan ini jarang ngelanjutin karna ada tugas kuliah, mohon pengertiannya ya readersku tersayang 🙏♥️
terimakasih juga yang udah vote, like dan komen 😘🥰