Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
RUMAH SAKIT (2)



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys😘😘😍


** selamat membaca **


Tak terasa waktu sudah sore saatnya rara dan sahabat²nya pulang ke rumah masing²


" Kita pulang dulu ya kak " pamit rara ke anggara


" yaahh padahal aku masih mau deket kamu " ucap anggara


" mangkanya cepet sembuh biar bisa deket aku terus " ucap rara


" maafin aku ya masalah kemarin aku janji nggak akan gitu lagi sama kamu, aku cuman cinta sama kamu raa bukan dengan vita " ucap anggara sambil memegang tangan rara


" aku percaya kok sama kamu tapi kamu janji ya akan setia sama aku walaupun banyak perempuan yang deketin kamu apalagi mantan kamu ngajak balikan lagi " ucap rara


" aku janji sampai kapanpun akan selalu bersama kamu sayang " ucap anggara sambil mencium tangan rara


" ugh so sweet banget sih kak anggara " ucap nesya dan yang lain hanya tersenyum


" jadi kita balikan lagi nih? " ucap anggara


" menurut kamu? " ucap rara


" aku mau denger dari kamu langsung " ucap anggara


" iya.. kita balikan lagi sayang, aku sayang banget sama kamu, cepet sembuh yaa " ucap rara sambil tersenyum


" makasih ya sayang " ucap anggara


* hp rara berbunyi *


rarapun menjawab panggilan dari maminya dan menjauh dari sana


" bentar ya " ucap rara dan yang lain hanya mengangguk, rara langsung keluar dari ruang rawat anggara


" halo mi.. " ucap rara


" halo nak.. kamu masih di rumah sakit? " tanya mami


" iya mi, kenapa? " jawab rara


" cepet pulang ya nak di rumah ada tamu di rumah kita, mereka nanyain kamu mulu nih kangen banget katanya " ucap mami membuat rara penasaran


" siapa mi? " tanya rara


" nanti kamu tau sendiri kok mangkanya cepet pulang " ucap mami semakin membuat rara penasaran


" siapa sih mii? mami buat rara kepo deh " tanya rara


" mangkanya kamu cepet pulang " ucap mami


" iya² ini rara mau pulang " ucap rara


" hati² ya nak jangan ngebut² ngendarai mobilnya " ucap mami


" iya mii.. bye mami " ucap rara sambil mematikan panggilannya


rara masuk lagi kedalam ruang rawat anggara


" kenapa yng? " tanya anggara


" mami nyuruh aku pulang katanya ada tamu yang mau ketemu sama aku tapi nggak tau siapa " jawab rara


" kamu nggak nanya sama mami kamu? " tanya anggara


" mami nggak mau bilang.. biar aku tau sendiri katanya " ucap rara


" siapa sih ra kepo gue jadinya " ucap tiara


" mana gue tau " ucap rara


" jangan².. " ucap tiara membuat yang lain penasaran


" jangan² apa? " tanya nesya


" hmm " ucap tiara memberi kode jangan sampai pacarnya tau


" apa sih nggak paham gue " ucap refina


" lo sama aja kayak mami suka rahasia²an " ucap rara kesal


" nanti gue kasih tau " ucap tiara


" ada apa sih kok kalian rahasia² gitu sama kita? " tanya rangga


" kita aja nggak tau maksud tiara apa gimana mau ngasih tau kamu " ucap refina


" yaudah lah gausah di pikirin,, kalian pulang bareng gue nggak? " tanya rara


" kita bareng lo raa, sekalian main di rumah lo yaa " ucap tiara


" tumben banget lo main di rumah gue, mau apa lagi lo 😏 " ucap rara


" lo tu yaa negatif thinking mulu sama gue " ucap tiara


" yee gue emang bener kali, udah ahh nanti tamu gue malah pergi kelamaan nungguin gue " ucap rara


" aku pulang dulu ya sayang, cepet sembuh ya " ucap rara sambil memegang pipi anggara


" iya kamu hati² ya, jangan ngebut² ngendarai mobilnya " ucap anggara


" iya sayang " ucap rara langsung pergi dan di susul dengan yang lain


setelah sampai di rumah rara langsung masuk sendirian karena sahabat²nya udah pulang ke rumah masing² untuk membersihkan dirinya dan beristirahat


" ini mobil siapa sih kok banyak banget " ucap rara sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya


" assalamualaikum.. mamii..." panggil rara masuk ke dalam rumah


" bundaa... ayah... " ucap rara memeluk bunda dan ayahnya yang sudah lama tidak bertemu


" anak bunda " ucap bunda membalas pelukan rara dan bergantian dengan ayah


" bunda sama ayah kapan ke sini kenapa nggak bilang rara sih " ucap rara


" ini surprise sayang " ucap bunda tersenyum masih memeluk rara dari samping


" kak alva, kak kean sama kak devan mana bun? " tanya rara


" ada tuh di kamar reno " jawab bunda


" bukannya kak reno ikut papi mi? " tanya rara kepada maminya


" udah pulang nak " jawab mami


" papi juga mi? " tanya rara


" papi masih di sana sayang " jawab mami


" kenapa nggak pulang bareng kak reno aja mi? " tanya rara lagi


" masih ada urusan katanya " jawab mami


" rara lihat mereka ya bun, yah, mi kalian lanjutin aja ngbrolnya sekalian rara mau mandi dulu " ucap rara mencium pipi mereka


" nanti ke sini lagi ya nak, bunda masih kangen sama kamu " ucap bunda


" iya bunda " ucap rara sambil menuju kamar reno


pintu kamar reno tidak tertutup rara langsung masuk tanpa mengetuk pintu dahulu


" haii kakak²ku.. kenapa nggak bilang sih mau ke sini " ucap rara sambil duduk di tengah² mereka


mereka yang lagi asik main game hanya melirik rara tanpa sadar mereka mengabaikan rara


" ihhh nyebelin banget sih kalian rara ngomong malah di cuekin " ucap rara sambil mengambil hp² mereka


" kapan kamu di sini dek? " ucap reno


" iya ya kok kamu udah di sini aja " ucap alva


" jadi dari tadi kalian nggak sadar aku udah di sini? " ucap rara kesal sambil melipat tangannya di dada dan mereka hanya menggeleng


" nyebelin banget sih kalian.. gini nih kalo udah sibuk dengan handphonenya pasti lupa deh dan nggak sadar kalo rara udah di deket kalian " ucap rara ngambek mau pergi tapi di tahan sama reno dan alva


" mau kemana dek? " tanya reno


" ke kamar lah ngapain lama² di sini malah di cuekin mending ke kamar aja " ucap rara


" gitu aja ngambek " ucap alva mencolek dagu rara


" apaan sih colek² emangnya aku sabun apa " ucap rara kesal


" lepasin nggak! " ucap rara berusaha melepaskan tangannya dari pegangan alva dan reno


" nggak akan " ucap reno dan alva berbarengan


" lepasin!! aku bilangin bunda sama mami ya! " ucap rara masih berusaha melepaskan pegangan mereka


" bilangin aja kita nggak takut tuh 😝 " ucap alva bercanda


" betul tuh kita nggak takut seperti dulu sekarangkan kita udah besar ya nggak va " ucap reno


" betul banget tu ren " ucap alva


" kak kean bantuin rara dong " ucap rara manja


" gimana mau bantuin kamu dek badan mereka aja lebih besar dari kita bisa² kita yang terpental " ucap keano


" nyebelin deh kalian.. kalo minta tolong sama kak devan pasti gitu juga jawabannya, punya kakak 4 orang tapi nggak ada yang ngenakin " ucap rara kesal


" itu mah derita kamu " ucap mereka berbarengan sambil tertawa


" terpaksa deh " ucap rara mengeluarkan jurus beladirinya memutar tangan alva dan reno ke belakang sehingga mereka kesakitan


" ampun² sakit... sakit.. lepasin dek " ucap reno


" iya dek lepasin tangan kakak " ucap alva


" mangkanya jangan main² sama rara 😋 " ucap rara


" itu kamu bisa kenapa minta bantuan kita sih " ucap keano


" sengaja.. mau main² dulu sama kalian " ucap rara tertawa sambil melepaskan tangannya dari kakak²nya


" sejak kapan kamu bisa beladiri dek? " tanya reno


" sejak kakak pindah keluar negeri dan kalian bertiga sibuk dengan dunianya masing² untuk jaga² aja kalo kalian nggak ada rara bisa jagain diri sendiri " ucap rara


" maaf ya dekk.. " ucap reno sedih


" kenapa minta maaf kak? " ucap rara


" kakak selama ini sibuk dengan urusan kakak aja nggak bisa ngelindungi kamu " ucap reno


" nggak papa kok kak rara ngerti kok, ini semua juga untuk masa depan kakak " ucap rara


" kakak juga minta maaf ya dek kakak juga nggak ngejagain kamu selama reno nggak ada " ucap alvaro sedih


" nggak papa kak aku ngerti kok kalian udah mulai sibuk dengan dunianya masing², kita bukan anak kecil lagi yang setiap saat selalu bersama 😊 " ucap rara sedih ia berusaha menahan air matanya agar kakak²nya tak merasa bersalah


" aku mau mandi dulu ya kak bye semua " ucap rara


rara menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar reno, setelah sampai ia langsung menutup pintu dan melepaskan semua kesedihannya di balik pintu


sampai sini dulu ya guys, trimakasih udah mampir baca novel ini dan likenya 🙏