Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MASIH SAYANG?



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys


trimakasih 😘😘😍


jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah beberapa bulan rara dan anggara putus mereka tak saling berkomunikasi lagi dan sama² menjauh, jika mereka berpapasan salah satunya pasti menghindar, rara berjalan ke kantin dan melewati lapangan basket tempat biasanya mereka menghabiskan waktu jika tak ada guru, rara mengingat kenangannya di sana bersama anggara, ia meneteskan air matanya karna mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat dia masih bersama anggara, anggara selalu menghiburnya saat dia mulai bosan dengan pelajaran ia selalu perhatian kepada rara jika rara mulai bosan ia selalu memberikan rara coklat dan rara juga sering membawakan minuman untuk anggara saat lelah bermain basket


Rara menghembuskan nafasnya dengan kasar dan langsung pergi ke kantin menemui sahabat²nya


" lo gak boleh ingat² dia lagi ra " ucap rara sambil berjalan menuju kantin


" nih dia orangnya.. kemana aja sih lo kok lama amat ke toiletnya? " ucap tiara


" perut gue sakit mangkanya lama 😁 " ucap rara beralasan agar tiara tak curiga


" pantesan lama amat lo.. gimana perut lo udah mendingan? apa perlu kita ke uks minta obat " tanya tiara khawatir


" gausah gue baik² aja kok, mana pesanan gue " ucap rara


" nih makan yang banyak biar lo cepet gemuk " ucap nesya


" makan segini mah mana bisa buat gue gemuk " ucap rara


" jadi lo mau nambah lagi? " tanya nesya


" gak ini aja belum tentu habis " ucap rara


" selesai ini kita kelapangan basket yuk " ajak tiara


" kalian aja deh gue males " tolak rara


" ayo lah raa.. udah lah gausah mikirin masa lalu lo itu, lo harus bisa berteman jangan musuhan seperti ini " ucap tiara


" iya ra gue yakin lo bisa " ucap faranisa


" siapa yang musuhan sih, gue mah biasa aja, dia yang menghindar dari gue " ucap rara tak mau kalah


" bukannya lo juga ya " ledek nesya


" apaan sih kapan gue ngehindar " ucap rara


" kalo lo gak ngehindar dari dia buktiin ke kita jangan cuma ngomong aja " ledek nesya


" oke, siapa takut " ucap rara menaikkan sebelah alisnya


" udah selesaikan makannya, ayo kita ke sana " ucap tiara


" eh tunggu gue ke toilet bentar yaa " ucap rara mencari alasan


" bilang aja lo takut ya kan makanya alasan doang ke toilet " ledek nesya


" gak percayaan banget sih lo, gue gak takut ya " ucap rara


" yaudah ayo ke sana " ucap nesya


" ayo! " ucap rara


mereka menuju lapangan basket di sana tidak terlalu ramai cuma anggara dan sahabat²nya serta beberapa teman sekelasnya yang sedang bermain bola basket


" duduk di situ yuk " ajak nesya


" kok deket banget sih nanti kena bola gimana " ucap rara


" jauh itu dari lapangan gak papalah duduk di situ aja " ucap faranisa


" bilang aja lo takut ya kak 😏 " ucap nesya


" gue gak takut! ayo duduk di situ " ucap rara


saat mereka menuju tempat yang di bilang tak sengaja bola mengenai kepala rara hingga ia tak sadarkan diri


" raraaa " teriak sahabat²nya


" lo gimana sih ngelemparnya bisa main gak kena rara tuh! " ucap anggara kesal dan menghampiri rara dan sahabat²nya


" rara bangun! " ucap tiara mengguncang badan rara


" gimana ini kak rara pingsan " ucap nesya panik


" kita bawa ke uks sekarang " ucap anggara khawatir


anggara langsung menggendong rara ke uks, sesampainya di uks anggara langsung menurunkan rara di bankar, anggara langsung mengambil mengompres es ke kepala rara yang terkena bola tadi


" kamu kenapa gak ngehindar sih kan jadi benjol dan memar gini kepalanya " ucap anggara sambil mengompres kepala rara


" nih gar obat pereda nyerinya " ucap petugas uks yang tak lain teman sekelasnya yang sedang piket hari ini


" thanks ya " ucap anggara mengambil obatnya


" ini bukannya pacar lo ya " ucap teman anggara


" iya, dia terkena lemparan bola dion tadi " ucap anggara


" pantesan memar gitu kepalanya " ucap teman anggara


" yaudah deh gue balik ke ruangan ya, kalo ada apa² panggil gue aja " ucap teman anggara


" iya, sekali lagi thanks ya " ucap anggara


" sama² bro " ucap teman anggara langsung pergi


di depan uks tiara tiba² berhenti


" kenapa lo berhenti sih " ucap nesya


" iya nih kita harus lihat keadaan rara sekarang " ucap faranisa khawatir


" dia pasti baik² aja kok kalian tenang aja, biarin mereka berduaan dulu gue yakin mereka saling kangen, rara lagi butuh kak anggara sekarang kita tunggu di sini aja " ucap tiara


" lo yakin? nanti dia marah lagi sama kita " ucap refina


" gue tau rara itu gimana.. mulutnya aja bilang gak tapi hatinya dia sangat sayang sama kak anggara, gue gak tau sampe kapan perjodohan itu terjadi, sekarang tugas kita buat mereka bersatu lagi, biar rara bahagia dan gak murung seperti sekarang, urusan perjodohan itu kita pikirin nanti " ucap tiara


" baik lah semoga aja mereka bisa bersatu lagi " ucap nesya


" sekarang lo videokan biar dia bisa lihat nanti " ucap tiara kepada nesya


" oke " ucap nesya


***


" kok kamu gak sadar² ya ra " ucap anggara mulai khawatir


" semoga aja kamu bisa sadar setelah mencium aroma ini " ucap anggara


rara mulai membuka matanya dan langsung menatap anggara


" akhirnya kamu sadar juga " ucap anggara lega


" emangnya aku kenapa " ucap rara lirih


" tadi kamu pingsan, aku langsung bawa kamu ke uks " ucap anggara


" aku gak papa kok " ucap rara berusaha bangun tapi kepalanya masih sakit


" aww.. kepalaku sakit banget "ucap rara sambil memegang kepalanya


" kamu tuh bandel banget sih tiduran aja gak usah banyak gerak deh, nih minum obatnya dulu " ucap anggara sambil memberikan obatnya


" makasih ya " ucap rara cuek sambil mengambil obat dari tangan anggara


" tiara sama yang lain mano kok gak kelihatan " ucap rara


" mungkin mereka balik ke kelas " ucap anggara


" kamu balik aja ke lapangan, aku bisa sendiri kok " ucap rara


" kamu itu lagi sakit jangan bandel deh" ucap anggara sambil mengompres lagi kepala rara


" aduhh sakit.. pelan² dong " ucap rara kesakitan sambil menatap anggara begitupun sebaliknya


" maaf² aku gak sengaja " ucap anggara


" pelan² dong " ucap rara kesakitan


" masih sakit? " tanya anggara dengan lembut


" sedikit.. " ucap rara


" maafin temen aku ya dia gak sengaja tadi ngenain bola ke kepala kamu, jadi memar gini kan " ucap anggara mengelus kepala rara yang memar


" gak papa kok udah jangan di pegang lagi sakit tau " ucap rara


" kamu pergi aja aku bisa kok sendirian di sini " usir rara


" aku gk mungkin ninggalin kamu di sini sendirian ra " ucap anggara


" aku gak sendirian kok kan ada yang jaga juga " ucap rara


" terserah kamu mau ngomong apa aku akan tetap di sini " ucap anggara


" kenapa kamu masih peduli sama aku? aku udah nyakitin kamu berulang kali " ucap rara serius


" karna aku masih sayang sama kamu " ucap anggara membuat rara terdiam


" tapi aku udah.. " ucap rara terpotong oleh anggara


" aku gak peduli kamu udah di jodohin atau gak, biarin aku jagain kamu kali ini aja, aku capek harus berpura² cuek sama kamu hatiku sakit raa apalagi saat aku lihat kamu sama laki² lain " ucap anggara sedih


" maaf kak.. kita gak bisa seperti dulu lagi 😞 " ucap rara


" kenapa ra? " ucap anggara sedih


" bunda itu orangnya nekat kalo dia tau aku punya hubungan dengan laki² lain, bunda akan mencarinya, aku gak mau kamu kenapa² " ucap rara memegang tangan anggara


" sampai kapan kita begini? " tanya anggara lirih


" kita mungkin tidak di takdirkan hidup bersama kak lebih baik buang jauh² harapan itu, aku mau istirahat dulu " ucap rara sambil membaringkan tubuhnya