Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
PURA² MENJADI ORANG LAIN



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Mereka bersiap² pergi ke mall untuk membeli bahan masakan, mereka ingin mencoba mandiri dengan belajar masak sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga atau orangtuanya


" semuanya udahkan ra? " tanya tiara


" udah semua kayaknya, kita pulang sekarang? " tanya rara


" pulang aja deh gue capek banget nih pengen tidur " ucap tiara


" yaudah kita naik lift sekarang " ajak rara


" bantuin gue dong berat banget nih " ucap tiara


rara membantu tiara membawa barang belanjaan mereka, tak di sengaja rara menabrak seorang laki²


" sorry.. sorry.. i accidentally bumped into you (maaf.. maaf.. aku gak sengaja menabrak kamu)" ucap laki² itu sambil membereskan barang belanjaan yang berserakan


" its okay 😊 " ucap rara sambil mengambil barang belanjaannya yang di pegang laki² itu


" reyhan? " panggil rara saat melihat muka laki² itu


" rara? " ucap laki² itu sambil menunjuk rara


" yaampun aku kira siapa yang nabrak " ucap rara


" sekali lagi sorry ya raa aku gak sengaja " ucap reyhan


" gak papa kok rey " ucap rara sambil tersenyum


" kamu gak papakan? apa ada yang sakit? " tanya reyhan


" aku baik² aja rey " ucap rara


" oh, iya rey kenalin ini sahabat aku tiara namanya " ucap rara


" hai tiara.. aku reyhan " ucap reyhan sambil mengulurkan tangannya


" hai reyhan.. salam kenal yaa " ucap tiara sambil menjabat tangan rara


" salam kenal kembali tiara " ucap rey sambil tersenyum


" kalian abis belanja ya? " tanya rey mengalihkan pembicaraan


" iya rey, kita habis beli keperluan dapur " ucap rara


" oh, sekarang udah mau pulang? " tanya rey


" iya, kita mau pulang " ucap rara


" kalian tinggal dimana? " tanya reyhan


" di apartemen " ucap rara


" di apartemen sini? " tanya reyhan


" iya rey " ucap rara


" kebetulan aku juga tinggal di apartemen disini, bareng aja yuk " ucap reyhan


" yaudah yuk kita naik lift " ajak rara


" ayo tiara " ajak reyhan


" iya " ucap tiara


mereka berhenti dilantai 56


" kalian tinggal di sini juga ternyata " ucap reyhan


" iya rey, kamu tinggal di sini juga? " tanya rara


" iya raa aku tinggal disebelah sana " ucap reyhan menunujuk arah sebelah kirinya


" oh.. gak jauh dong kita di sebelah sana " ucap rara menunjuk sebelah kanan


" aku gak nyangka kita tetanggaan, udah kampusnya sama apartemennya juga sama, sama² asli orang indonesia lagi, bisa dong kapan² kita pergi bareng ke kampus " ucap reyhan


" hm.. boleh tuh " ucap tiara tersenyum


" kalo gitu kita duluan ya rey " ucap rara


" kok buru² amat sih " ucap reyhan


" kita ada kerjaan rey.. kita duluan yaa bye " ucap tiara


***


" biar gue aja yang nyusun belanjaannya ke dalam kulkas " ucap tiara


" yaudah nih.. " ucap rara sambil memberikan belanjaan yang dia pegang kepada tiara


" gue ke kamar dulu yaa " ucap rara lagi


" iya " ucap tiara


setelah membersihkan tubuhnya rara langsung mengambil handphonenya yang terletak di atas meja riasnya


" dia kan gak tau nomor gue, gue kerjain ahh " ucap rara sambil menahan tawa


rara menelpon anggara namun tak kunjung di jawabnya, rara menelpon lagi beberapa kali hal yang sama di lakukan anggara ia tak mau menjawab telpon asing


" kenapa dia gak mau jawab sih " ucap rara kesal


***


" siapa sih ini? kurang kerjaan banget gangguin gua " gerutu anggara melihat nomor asing di handphonenya


" ini biasanya cewek iseng nih gangguin gua, apa gue jawab aja yaa biar dia puas dan gak gangguin gue lagi? " ucap anggara


***


" dia kenapa sih gak mau jawab telpon gue?apa dia lagi sibuk " ucap rara mulai kesal


" gue coba sekali lagi " ucap rara menelpon anggara lagi


" tersambung tapi gak di jawab² " gerutu rara


" halo? ini siapa sih? kenapa gangguin gua mulu? " tanya anggara kesal


" kalo lo gak mau jawab gua tutup nih! " ucap anggara kesal karna tak ada jawaban dari penelpon


rara hanya menahan tawanya mendengar perkataan anggara yang mulai kesal, rara sangat senang karna rencananya berhasil mengerjai anggara


" akhirnya aku bisa dengar suara kamu lagi.. maaf ya aku gak mau bersuara dulu biar kamu semakin penasaran " ucap rara dalam hati


" heii.. lo kenapa sih diam aja? jawab dong ini siapa? kalo lo gak mau ngomong juga gua matiin nih " ucap anggara semakin kesal dan langsung mematikannya


" yahh di matiin.. gue telpon lagi ahh " ucap rara


" apa²an sih lo! gak usah isengin gua deh! gua udah punya pacar dan kalo lo cewek jangan berusaha deketin gua! jangan telpon gua lagi atau nomor lo gua blokir! " ucap anggara sambil mematikan telponnya lagi membuat rara tersenyum


rara belum merasa puas akhirnya dia ngechat anggara dengan menyamar menjadi perempuan genit yang berusaha mendekatinya


* chat *


rara : hai..


anggara : siapa sih lo? gak bosan² gangguin gua mulu dari tadi!


rara : gue perempuan yang mencintai lo


anggara : lo siapa sih? apa kita saling kenal?


rara : gua sangat kenal sama lo


anggara : apa gua juga kenal sama lo?


rara : gak tau, apa lo masih ingat sama gue?


anggara : udah ah gua gak mau main tebak²an kasih tau aja lo siapa?!


rara : nanti lo tau sendiri


anggara : apa kamu rara? pacarku?


" kok dia bisa tau yaa? gue harus gimana nih? " ucap rara bingung


rara : hmm.. bisa iya bisa nggak sih


anggara : ini beneran kamu kan raa?


rara : kamu kangen banget ya sama rara sampai² aku di kirain rara?


anggara : jadi kamu bukan rara?


rara : emang rara siapa?


anggara : rara itu perempuan yang paling aku cintai dan kangenin saat ini


rara : kalo kamu mau kamu bisa anggap aku seperti rara kok karna aku juga cinta sama kamu


anggara : sorry ya gua gak bisa balas perasaan lo, gua cuma cinta sama rara sampai kapan pun lo jangan coba² ganggu gua lagi, gua gak akan ganti posisi dia dengan yang lain!


" aku gak nyangka kamu masih setia sama aku padahal aku udah ninggalin kamu " ucap rara tersenyum


" lo kenapa raa? " tanya tiara sambil menghampiri rara


" gue gak papa " ucap rara


" terus kenapa lo senyum² sendiri? " tanya tiara


" lagi happy aja " ucap rara


" happy kenapa? " tanya tiara kepo


" lo baca sendiri deh " ucap rara sambil memberikan handphonenya kepada tiara


" pantasan lo happy banget.. lo ngaku² jadi cewek lain? dia gak tau itu lo? " ucap tiara


" awalnya gue cuma iseng² aja eh dia malah percaya yaudah deh gue kerjain dia, gue bilang aja gue suka sama dia eh dianya bilang gitu, ternyata dia masih setia sama gue " ucap rara tersenyum


" terus lo gak balas lagi tuh? " tanya tiara sambil mengambil selimutnya


" gak ahh biarin aja, gue udah puas sama jawaban dia " ucap rara