Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
SALAH TINGKAH



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰


...** selamat membaca **...


Setelah kejadian tadi rara menjadi salah tingkah saat anggara menatapnya di ruang meeting, rara selalu mengalihkan pandangannya saat ia dan anggara saling menatap


" aduh kok gue jadi deg degan gini ya? kenapa lagi dia natap gue terus kan gue jadi salah tingkah " ucap rara dalam hati


" lo kenapa ra dari tadi gue perhatiin gelisah mulu " bisik tiara yang duduk di sebelahnya


" gue gak papa kok tiara " bisik rara


rara mencoba untuk kembali fokus mendengar penjelasan dari kliennya, ia melupakan sejenak anggara yang terus mengganggu konsentrasinya, beda dengan anggara ia hanya fokus melihat wajah rara yang selama ini ia rindukan, tak lama meeting pun selesai rara segera merapikan berkas² lalu keluar tanpa memperdulikan anggara dan sahabat²nya memanggil


" tiara gue titip berkas ini yaa, gue mau ke toilet bentar udah kebelet nih gak keburu lagi mau ke ruangan " ucap rara berhenti di depan toilet


" yaudah deh cepetan yaa gue tunggu di sini gak pakek lama " ucap tiara sambil mengambil berkas dari tangan rara


" iya bawel " ucap rara buru² masuk ke dalam toilet


selesai buang air kecil rara langsung keluar mencari tiara, tak sengaja rara melihat tiara sedang mengobrol dan tertawa bersama anggara, rasa cemburu mulai menghantuinya, rara merasakan sesak di dalam dadanya


" kenapa gue nyesek gini yaa lihat anggara sama tiara? apa yang mereka obrolin sampai tertawa gitu? " ucap rara dalam hati


" lama² gue di sini makin sesak, kalo gue pergi nanti dia kira gue cemburu lagi tapi emang iya sih, yang ada malah makin besar kepala si anggara kalo gue terlihat cemburu " ucap rara dalam hati


" gue samperin gak yaa " ucap rara bingung


" rara? sini! " panggil tiara dan rara terpaksa menghampiri mereka


" lo kenapa berdiri di situ? " tanya tiara bingung


" gue baru keluar dari toilet, gak mau ganggu kalian ngobrol yaudah deh gue tunggu di situ aja " ucap rara terpaksa tersenyum


" lo cemburu yaa gue ngobrol sama kak anggara? " tebak tiara sambil menaikkan sebelah alisnya


" apaan sih.. gak kok ngapain juga gue cemburu, gue duluan ya " ucap rara hendak pergi


" eh iya lupa.. berkas gue ketinggalan, thanks ya " ucap rara sambil mengambil berkasnya di tangan tiara lalu pergi


sesampainya di ruangan rara langsung duduk di kursinya sambil menarik napas dalam² lalu di buangnya perlahan begitupun seterusnya sampai ia benar² rileks


" kenapa jantung gue berdebar sih di dekat anggara tadi? mana tatapannya bikin gue salah tingkah, sebenarnya gue kangen banget sama dia tapi gue gak boleh begini " ucap rara


" perasaan ini seperti pertama kali gue pacaran sama dia, apa perasaan itu kembali lagi ya padalah udah 4 tahun perasaan itu hilang? gue cemburu dia dekat sama perempuan lain, dada gue sesak lihat dia tadi ketawa lepas gitu sama tiara " sambung rara sambil melamun


" ternyata anggara gak berubah dari dulu tetap aja gak peka bukannya ngajak gue ngomong atau nahan gue ini malah lihatin aja, emangnya gue apaan " ucap rara kesal


" ehem.. ada yang panas nih kayaknya " ledek tiara sambil menghampiri rara


" apaan sih lu siapa juga yang panas " ucap rara sambil membuka berkas tadi


" ah masa? tuh mukanya kok merah yaa " ledek tiara


" udah deh gausah ngelak, gue tau kok tadi lo cemburu sama gue dan anggarakan? " ledek tiara sambil menaikan kedua alisnya


" gak! siapa juga yang cemburu " elak rara


" masih aja ngelak, gengsi banget lo tinggal bilang aja iya susah banget, gue tuh gak ada apa² sama dia ra percaya sama gue, gue tuh cuman suka sama wahyu doang gak ada yang lain, tadi tuh gue cuma ngobrol sama dia itupun tentang lo dan dia titip salam sama lo " ucap tiara menjelaskan kejadian tadi


" mau ada hubungan kek gak ada kek gue gak peduli, udah ahh gue mau lanjut periksa berkas² dulu " ucap rara masa bodo


" masih aja lo ngelak mau sampai kapan lo gengsi gini?! lo mau dia di rebut orang lain lagi? gausah bohongin perasaan lo sendiri raa gue tau lo berusaha acuh dengan dia tapi hati lo gak bisa kan! " ucap tiara santai


" gue perhatiin lo di ruang meeting tadi lihatin anggara mulu begitupun anggara dia hanya fokus lihatin lo dan di depan toilet tadi gue lihat dengan mata gue sendiri kalo lo jealous lihat gue dan anggara ngobrol berdua! " ucap tiara dan rara langsung menghentikan aktivitasnya


" gue bingung tiara.. di satu sisi pengen bersama dia lagi tapi di sisi lain gue masih sakit hati atas perlakuan dia waktu itu " ucap rara sambil memejamkan matanya


" lupain kejadian itu raa, lo harus buka lembaran baru gue yakin lo pasti bisa, ikutin kata hati lo hati gak mungkin salah, kalo lo gini terus lo gak akan menemukan kebahagian lo percaya sama gue, keterpurukan itu yang buat lo jadi begini jangan ingat itu lagi! " ucap tiara menasehati rara


" lupain kenangan buruk itu, lo coba terima anggara lagi gue yakin lo pasti menemukan kebahagian lo yang hilang " saran tiara sambil memegang kedua bahu rara


" gak semudah itu tiara " bantah rara


" rara yang gue kenal gak begini, rara itu pemaaf, gak suka ingat masa lalu apa lagi yang buruk² " ucap tiara tertawa mengejek


" lo benar tiara gue emang egois, gue udah nyakitin diri gue sendiri dan orang yang gue sayang tapi itu gak mudah buat gue melupakan hal yang buat gue sakit tiara " ucap rara membentak tiara


" terserah lo deh raa gue capek harus berdebat sama lo, keegoisan lo makin tinggi itu yang buat lo jadi begini " ucap tiara kesal dan kembali ke kursinya


" maaf tiara gue gak bermaksud bentak lo " ucap rara merasa bersalah


" udah lah lupain aja, gak ada gunanya juga gue ngomongin itu sama lo " ucap tiara pura² marah


" ini berkas yang harus lo tanda tangani " sambung tiara sambil memberi setumpuk berkas kepada rara


" lo marah gak gini juga tiara ini banyak banget berkasnya " ucap rara kaget


" ini berkas mau di serahkan ke dion kata dia mereka butuh persetujuan lo, pasokan produk kita mau habis mereka gak berani ambil risiko kalo gak ada persetujuan lo " ucap tiara beralasan agar rara tak curiga


" perasaan tadi dion gak bilang apa²deh sama gue, bukannya berkas ini buat lusa ya?! lo gak salahkan? " ucap rara mulai curiga dengan sikap tiara


" gak kok, sebelum gue masuk ke sini dion minta tolong buat kasih tau lo kalo berkas itu harus selesai hari ini " ucap tiara beralasan


" sebanyak ini? " tanya rara memastikan sambil menunjuk semua berkas di atas mejanya


" iya rara, buruan kerjain " ucap tiara


" tumben banget dion gak kasih tau langsung sama gue, gue jadi curiga ini cuma akal²an lo aja kan? lo mau ngerjain gue ya? " ucap rara sambil mendekati tiara


" apaan sih.. siapa juga yang mau ngerjain lo negatif thinking mulu sama gue " ucap tiara pura² tidak terjadi apa²


" awas aja sampai lo ngerjain gue " ucap rara sambil menatap tajam tiara dan kembali ke kursinya


Terimakasih yang udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, koment, dan votenya 😘🥰