Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR)



** selamat membaca **


Rara terbangun dari tidurnya mendengar suara dari ponselnya ternyata videocall dari sahabatnya


" apaan sih malam² gangguin gue masih ngantuk ini " ucap rara kepada tiara


" lo mimpi ya raa ini udah pagi, lo nggak sekolah apa lihat ni udah pada rame gini " ucap tiara dan rara membuka matanya sambil memulihkan ingatannya


" gue nggak sekolah " ucap rara


" whatt?? lo kenapa? apa lo sakit? " tanya tiara teriak khawatir


" santai aja kali nggak usah teriak², gue.. " ucap rara terpotong oleh nesya


" lo sakit apa raa? " tanya nesya khawatir


" ya ampun raa kok bisa sih lo sakit, gimana keadaan lo sekarang? tanya refina khawatir


" ni lagi.. apa²in sih kalian gue tu nggak sakit, mangkanya kalo gue ngomong tu dengarin baik² jangan langsung di potong aja " ucap rara kesal


" yaa maaf raa " ucap mereka merasa bersalah


" kenapa lo nggak masuk? " tanya tiara


" gue lagi di Am.. " ucap rara terpotong


" ngapain lo di sana " ucap nesya mentong pembicaraan rara


" kebiasaan deh gue belum selesai bicara udah di potong aja " ucap rara sebel


" yaa maaf " ucap nesya


" lo sihh sabar kenapa biarin dia bicara dulu jangan di potong lagi " ucap tiara memarahi nesya


" iya, abisnya gue khawatir sama dia " ucap nesya


" khawatir sih khawatir tapi jangan gitu juga kali " ucap tiara kepada nesya


" udah² kenapa kalian pada ribut sih lihat tu si rara molor lagi dia " faranisa sambil menunjuk ponsel tiara


" heyy raaa kanapa lo tidur lagi sihh " ucap tiara


" rara bangun kebo banget sih loo " ucap nesya


" udah biarin aja dia tidur dulu nanti vidcall lagi " ucap refina


" yaudah deh bye raa " ucap tiara mematikan vidcallnya


***


" sayang bangun nak " ucap mami membangunkan rara


" kenapa mi? " tanya rara


" kamu belum makan dari siang tadi loh makan yuk nak mami udah buatin makanan kesukaan kamu " ucap mami


" iya mami duluan aja rara nanti nyusul, rara mau cuci muka dulu " ucap rara bangun dari tidurnya menuju kamar mandi


" yaudah jangan lama ya nak " ucap mami keluar kamar rara


setelah mencuci muka rara keluar kamar menuju meja makan dan untuk memakan makanan kesukaannya yang dibuat mami


" makan yang banyak dek biar badan kamu banyak nutrisi dan badan kamu berisi " ucap reno


" nggak ahh kak aku nggak mau gendut " ucap rara


" nggak papalah kamu lucu kalo badan kamu gendut seperti dulu " ucap reno sambil menggembungkan kedua pipinya


" nggak mau kak nanti rara jadi bahan ledekan kalian lagi " ucap rara sambil melipat kedua tangannya di dada


" mi rara udah kenyang, biar rara beresin ya? " ucap rara mengalihkan pembicaraan


" iya sayang " jawab mami


" tumben lo rajin dek " ledek reno


" rara emang rajin kok kakak aja yang nggak tau 😝 " ucap rara sambil membawa piringnya ke dapur


" iya dehh adik kakak emang rajin, sekalian nih " ucap reno sambil memberikan piringnya dan rara langsung mengambil piring yang di beri reno


" remote tv mana kak rara bosen nihh " ucap rara


" disamping tv dek " ucap reno


" nggak ada film yang bagus " ucap rara sambil menekan remote mencari siaran tv yang dia sukai


" itu bagus dek " ucap reno dan rarapun berhenti menekan remote


" apaan sih kak bagus dari mana cobaa, udah ah mending rara kekamar aja " ucap rara


" mi pi rara kekamar yaa " ucap rara


" iya sayang " ucap papi


* kamar rara *


" Hp gue mana yaa? " ucap rara mencari hpnya


" itu dia, yaampun kenapa banyak banget chat dan telpon, ini kan masih jam sekolah kenapa mereka nelpon gue yaa, oh iya tadi kan gue belum sempat jawab " ucap rara kaget, baru rara mau vidcall sahabatnya mereka terlebih dahulu menelponnya


" haii rara " sapa tiara, nesya dan faranisa berbarengan


" haii guys " sapa balik rara


" kak reno mau wisuda lusa, gue juga dadakan kesini mami nggak ngasih tau gue sebelumnya, sorry banget gue nggak ngasih tau kalian " ucap rara


" oh, nggak papa tapi lo udah izin kan? " tanya tiara


" udah ti, mami udah bilangin ke oma gue " ucap rara


" ok jangan lupa bawa oleh² ya " ucap refina dan nesya berbarengan


" dihh kalo oleh² cepet banget kalian " ucap tiara


" iya dongg " ucap nesya dan refina berbarengan


" nanti gue bawakin oleh² yang banyak buat kalian " ucap rara tertawa melihat kelakuan sahabat²nya


" oh iya refina mana kok nggak kelihatan? " tanya rara


" palingan bentar lagi nyusul ke sini tadi dia di taman bareng pacarnya " jawab tiara


" bukannya sekarang jam pelajaran yaa kenapa kalian nggak di kelas? " tanya rara


" kalian bolos ya " ucap rara curiga


" enak aja.. kata siapa kita bolos guru² lagi rapat tau " ucap refina baru muncul


" baru muncul kemana aja lo? udah puas pacarannya " ucap rara bercanda


" tau dari mana lo? pasti kalian ya yang beri tahu dia? " tanya refina


" hehe abisnya dia nanya ya kita jawab 😅 " ucap tiara


" pacaran mulu lo " ucap rara


" biarin.. daripada lo Ldran 😆 " ledek refina


" sialan.. ini juga bukan mau gue tau " ucap rara


" kapan lo pulang raa? " tanya refina


" baru juga sampai sini udah nanya pulang aja lo " jawab rara bercanda


" ada yang kangen tau sama lo " ledek refina


" siapa? " tanya rara


" bebeb lo lah.. kasian dia kesepian dari tadi galau mulu kerjaannya " ledek refina


" beneran lo? gue kangen banget sama dia, gimana kabar dia ya? " tanya rara


" iya.. tuh mereka dateng, lo lihat sendiri ya tapi lo diem lihatin aja kelakuan dia " ucap refina mengganti kamera belakang


terlihat lah anggara dan sahabat²nya berjalan menghampiri pacarnya masing² kecuali anggara


" kenapa lo kak kok galau gitu mukanya? " tanya nesya kepada anggara


" rara nggak ada kabar dari semalam sekarang juga nggak sekolah kemana ya dia " ucap anggara lesu


" sabar gar mungkin dia lagi sibuk " ucap aditya


" sibuk sama yang lain maksudnya " ucap revano bercanda dan memanas²i anggara


" iya nih biasanya kalo cewek nggak ada kabar kemungkinan lagi asik sama yang lain atau udah dapet yang baru yang lama dilupain " ucap rangga memanas²i anggara


" sialan lo pada kenapa pada manas²i gua sih " ucap anggara kesal


" iya nih jangan manasin kak anggara dong dia lagi galau jangan tambah buat galau dong lagian rara nggak gitu kok " ucap tiara membela anggara dan rara


" iya kak, rara itu setia kok jangan dengerin omongan mereka " ucap nesya membela rara


" emang bener kok gar yang gua bilang kebanyakan cewek gitu " ucap rangga


" nggak kebalik yaa bukannya cowok yang gitu " ucap nesya


" apaan sih kamu kok gitu ngomongnya aku nggak suka ihh, kalo rara denger bisa marah dia " ucap refina pura² nggak tau kalo rara masih vidcall sama mereka


" dia nggak akan tau.. lagian dia juga nggak ada disini jadi aman " ucap rangga sombongnya refina dan sahabatnya hanya menahan tawa


" kata siapa gue nggak tau ha! " ucap rara marah sambil melipat kedua tangannya di dada dan sahabat²nya tertawa terbahak² sedangkan rangga dan revano menggaruk kepalanya yang tak gatal


" ****** lo ada orangnya kan 😆😆" ucap aditya tertawa


" hajarr raa mereka dari tadi manas²i anggara katanya lo lagi asik sama yang lain dan udah ada yang baru " ucap wahyu bercanda dan memanas²i rara


" lo kenapa ikut²an sihh " ucap rangga


" maaf raa.. bukan itu maksud kita " ucap revano masih mencari alasan


" jadi nggak ada gue disana kalian gini ya, awas aja kalo gue ketemu kalian " ucap rara sambil mengepal jarinya


" ampun raaa kita janji nggak bakal gitu lagi deh 🙏 " ucap revano takut dia mengingat waktu rara menolong mereka menghajar preman


" iya ra kita janji 🙏 " ucap rangga


" cemen ih kamu baru di gituin rara aja udah takut " ucap refina sebel


" iya nggak ada gentle² jadi cowok " ucap nesya sebel


" yang sabar ya punya cowok kayak gini cuma berani di belakang aja, ada orangnya nyalinya ciut 😄 " ucap tiara tertawa


" iya nih cowok kok takut sama cewek " faranisa tertawa


" guys nanti kita sambung lagi ya mami manggil gue nih, oh iyaa salam ya sama cowok yang lagi galau itu bilangin gue rindu sama dia jangan galau² mulu gue nggak kemana² kok, nanti chatnya gue bales tenang aja, walaupun cowok disini banyak tapi hati gue tetap buat dia kok " ucap rara sambil mematikan panggilannya, mendengar ucapan rara anggara langsung tersenyum