
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
Hari yang paling tidak disukai sahabat² rara telah tiba yaitu keberangkatan rara dan tiara ke Amerika, mereka tidak rela melepas kepergian sahabat terbaiknya untuk berkuliah disana
* ruang tunggu bandara *
" udah dong nangisnya cengeng amat lo " ledek rara ke nesya
" iya tuh hidung udah merah tau " ledek tiara
" gue sedih tau harus berpisah dari kalian.. kenapa sih kalian harus pergi?! " ucap nesya terisak isak
" kan udah pernah di bahas.. udah dong nangisnya gue jadi sedih nih " ucap rara
" lo janji ya sama gue harus jaga diri dan jangan cari sahabat baru lagi " ucap nesya
rara dan sahabat²nya tertawa mendengar ucapan nesya
" yaampun sya kok lo mikirin itu sih.. ya nggak lah, lo akan tetap jadi sahabat gue selamanya jadi lo gausah khawatir " ucap rara menenangkan nesya
" lagian lo aneh² sih malah ngomongin itu, kitakan cuma banyakin temen kok bukan sahabat lo gausah khawatir " ucap tiara
" lo kenapa ikutan mewek ref? " tanya rara
" gue bener² sedih banget harus kehilangan kalian walaupun sementara, gak ada lagi dong yang ngelindungin kita " ucap refina
" lo harus jadi pemberani dong, jaga diri ya guekan udah pernah ngajarin kalian beladiri harus bisa nguasainnya lah jangan mau kalah sama lawan " ucap rara
" kalian harus sering² pulang ya " ucap faranisa sambil merangkul rara dan merebahkan kepalanya di bahu rara
" kalo libur mungkin kita pulang.. tapi gak setiap libur juga ya " canda tiara
" gak papalah yang penting kita melepas rindu " ucap faranisa
Mereka asik mengobrol tiba² panggilan untuk naik ke pesawat berbunyi membuat sahabat² rara semakin sedih
" kita harus pergi guys.. kalian jaga diri ya gue harap kalian bisa tanpa gue " ucap rara kepada sahabat²nya
" kita pamit dulu ya ke orangtua " ajak tiara
" mami rara pamit ya.. do'ain rara agar sukses dan bisa banggain mami dan papi nanti, rara sayang mami " ucap rara sambil memeluk maminya dan mencium kedua pipinya
" kamu jaga diri ya nak.. jangan lupa istirahat dan jangan telat makan, kalo ada apa² telpon mami segera ya sayang " ucap mami mencium kening rara
" iya mi jaga diri ya, mami jangan sampai kecape'an nanti gak ada yang bawelin dan ngerawat mami kalo mami sakit " ucap rara sambil meneteskan air matanya
" iya sayang mami akan jaga kesehatan " ucap mami
" papi juga jaga kesehatan jangan kerja mulu sering² temanin mami di rumah, mami kesepian pi.. setelah rara pergi nanti gak ada lagi yang di bawelin mami karna susah bangun dan bandel " ucap rara bercanda
" papi akan rindu suasana itu sayang " ucap papi memeluk rara
" rara sayang banget sama papi " ucap rara memeluk papinya
" kamu gak mau meluk kakak dek? " tanya reno
" kak reno.. rara akan rindu banget sama kakak " ucap rara memeluk reno
" kakak juga akan rindu sama kamu dek apalagi rindu berantem sama kamu adik kecilku " ucap reno sambil mencium kening rara
" jaga mami dan papi ya kak ingatin mereka untuk selalu jangan kesehatan, banyak makan dan istirahat, jangan buat mereka sedih ya kak.. awas aja kalo rara pulang nanti mami jadi kurus kakak yang bakal rara omelin " ucap rara mengancam reno membuat kedua orangtuanya tertawa
" nesya... jaga diri yaa gue yakin lo bisa tanpa gue, harus semangat ya kuliahnya nanti.. gue harap kalian tetap bahagia walaupun gak ada gue dan tiara " ucap rara sambil memeluk nesya
" iya bawel lo tenang aja, kalian harus saling menjaga ya jangan sampai terpecah, kita selalu bersama walaupun kita gak bersama langsung sih tapi kalian selalu di hati gue " ucap rara memeluk sahabat²nya
" love you all.. wait for me to return to Indonesia " ucap rara
" kita akan selalu menunggu kalian pulang " ucap refina
" kita harus pergi sekarang tiara, bye guys.. sampai jumpa lagi " ucap rara menyeret kopernya
" rara pergi ya mi, pi, kak reno dan semuanya, sampai jumpa lagi ya do'ain rara biar berhasil " ucap rara pamit kepada keluarga dan sahabat²nya
" hati² ya nak sering² kabari mami sayang " ucap mami
" siap boss " ucap rara sambil memberikan hormat
" kalo butuh apa² hubungi kakak ya dek " ucap reno
" oke kak " ucap rara
" gue pergi ya jaga diri kalian " ucap rara
" jangan nangis lagi dong kalian jelek tau " canda tiara setelah berpamitan kepada orangtuanya
" kita pergi semuanya " ucap rara dan tiara berbarengan sambil menyeret kopernya menuju pintu bandara
" tunggu! " ucap wahyu tiba² menghampiri tiara dan rara
" ngapain lo kesini? " tanya tiara cuek
" kamu hati² ya jaga diri di sana semoga kuliah kamu lancar dan bisa cepat pulang ke indonesia , aku sayang kamu tiara " ucap wahyu sambil memegang kedua tangannya
" lepasin malu tau ada orangtua gue " ucap tiara melepaskan genggaman wahyu
*rara melihat keteman² wahyu ia mencari keberadaan anggara namun nihil anggara tak terlihat disana
" mungkin dia masih kecewa sama gue mangkanya gak dateng kesini " ucap rara dalam hati kecewa
panggilan kedua berbunyi membuat rara dan tiara tersadar untuk segera masuk sekarang juga*
" ayo tiara " ajak rara
" iya raa " ucap tiara
" maaf aku harus pergi sekarang " ucap tiara meninggalkan mereka semua
" rara? tiara? " teriak sahabat²nya berlari menghampiri mereka dan langsung memeluknya
" gue gak mau kalian pergi " ucap nesya sambil menangis memeluk rara
" maaf sya kita harus pergi gue.. gue harap kalian bisa mengerti " ucap rara menangis
" kita harus pergi sekarang jaga diri kalian yaa " ucap rara melepas pelukannya dan langsung masuk membuat sahabat²nya histeris memanggil nama mereka
Pacar² menghampiri nesya, refina dan faranisa, mereka mencoba untuk menenangkannya sambil menahan agar mereka tak memberontak menghampiri rara dan tiara yang menuju ruang checkout
" lepasin gue! " teriak nesya terisak²
" aku gak akan lepasin kamu beb biarin mereka pergi.. mereka pasti kembali kok jangan sedih dong " ucap revano menenangkan nesya
" lo gak tau sedihnya kehilangan sahabat, rara dan tiara itu udah menjadi sahabat sekaligus saudara, kita gak mau pisah dari mereka " ucap nesya memaki revano
" aku tau rasanya kehilangan sahabat dan orang yang di sayang itu sangat sakit nesya apalagi orang itu mulai menjauh dari aku kamu pikir sakit yang aku rasain itu bisa aja.. ini luar biasa nesya jadi kamu gak perlu katakan itu padaku, aku udah pernah merasakan semuanya, pahitnya kehilangan orang yang disayang " ucap revano membuat nesya berhenti
" udah kamu gausah nangis lagi aku akan anterin kamu pulang " ucap revano sambil mengandeng tangan nesya begitupun yang lain