
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😘🥰
** selamat membaca **
Setelah menempuh waktu yang cukup lama kini tibalah mereka di Indonesia, mereka di jemput oleh orangtua masing², orangtua rara dan tiara telah menunggu sejak setengah jam yang lalu dibandara
" akhirnya kamu sampai juga nak " ucap mami sambil memeluk putri kesayangannya itu
" mami apa kabar? rara kangen banget sama mami " ucap rara sambil memeluk maminya
" mami baik sayang, mami juga kangen banget sama kamu " ucap mami
" iya nak betah banget kamu di sana sampai² gak mau pulang ke sini lagi " ucap papi
" gak gitu juga kali pi, rara udah terbiasa aja di sana males pulang jadinya 😁 " ucap rara sambil memeluk papinya dari samping
" ngobrolnya lanjut di rumah aja ya biar lebih enak " ucap mami
" yaudah ayo kita pulang " ajak rara
" ayo sayang, tiara, dini, mas rizki kita pulang duluan ya " ucap mami kepada keluarga tiara
" iya mi, hati² dijalan " ucap tiara dan kedua orangtuanya hanya tersenyum
***
Setibanya di rumah rara segera mencari reno, ia masih penasaran dan ingin tau siapa perempuan yang telah memikat hati kakak kesayangannya
" kakak sekarang rara udah pulang kasih tau rara dong siapa perempuan itu?! " tanya rara tanpa basa basi, reno yang melihat kedatangan rara hanya bisa menggeleng melihat kelakuan adiknya itu
" kamu tu ya dek pulang² bukannya basa basi dulu tanya kek kakak apa kabar atau rara kangen banget sama kakak, meluk kakak kek atau cium pipi ini malah nanya siapa perempuan yang akan kakak nikahin nanti " ucap reno sambil menggeleng²
" oh iya rara lupa 😁, kakak apa kabar? rara kangen banget sama kakak " ucap rara sambil memeluk reno
" telat dek.. kamu tuh kebiasaan banget dari dulu pasti kayak gini gak berubah² " ucap reno pura² ngambek tanpa membalas pelukan rara
" gitu aja ngambek.. udah dong calon pengantin gak boleh ngambekan, rara pulangkan demi kakak " ucap rara membujuk reno tanpa melepaskan pelukannya
" kakak gak bisa marah sama kamu dek.. ada aja kelakuan kamu yang bisa buat kakak luluh " ucap reno sambil membalas pelukan rara
" kalo kakak udah menikah nanti apa rara masih bisa meluk kakak begini? " tanya rara sambil menahan tangisnya
" kamu kok ngomongnya gitu sih dek.. ya bisalah kamukan adik kakak mau peluk kakak cium pipi seperti biasanya juga gak masalah, kakak gak akan marah dan jika istri kakak melarang kakak yang akan marahin dia, kakak akan selalu sayang sama kamu walaupun kakak udah menikah nanti, kamu tetap adik kakak satu²nya gak akan ada jarak diantara kita sampai kapanpun " ucap reno sambil memegang kedua pipi rara
" kakak janji sama kamu kakak akan seperti ini dan gak akan berubah, kamu jangan khawatir kakak akan berubah dan gak sayang lagi sama kamu itu semua gak akan terjadi, kamu masih ingatkan omongan kakak yang dulu? posisi kamu di hati kakak gak ada yang bisa menggantikan termasuk istri kakak nanti " ucap reno yang bisa menebak ketakutan rara
" semoga aja kakak akan terus begini dan pegang janji kakak, makasih ya kak udah mau jadi kakak terbaik buat rara yang melindungi rara dari apa pun dan selalu sayang sama rara, kakak gak pernah marahin rara dan selalu belain rara padahal rara yang salah, walaupun kakak ngeselin rara tetap sayang sama kakak " ucap rara sambil memeluk erat reno
" sama² bawel, itu udah jadi tugas kakak untuk melindungi adik kakak yang paling bawel ini, udah ahh sedih²nya mending kamu mandi sana dek bau tau " canda reno sambil melepas pelukan rara
" ihh enak aja walaupun rara belum mandi seharian ini karna lama di pesawat dan bandara, rara tetap wangi kok masa di bilang bau sih " bantah rara sambil mencium bau tubuhnya sendiri
" mandi dek kamu tuh cewek gak boleh jorok udah seharian gak mandi sekarang malah keliaran bukannya bersih² dulu " ucap reno menasehati rara sambil mendorong pelan badannya supaya segera masuk ke dalam kamarnya
" iya² bawel, eh tunggu kakak belum kasih tau rara siapa dia? " ucap rara kembali masuk ke dalam kamar reno
" nanti kakak kasih tau, sekarang kamu mandi dulu " ucap reno
" janji ya " ucap rara sambil mengangkat jari kelingkingnya
" iya bawel, udah sana masuk ke kamar kamu " ucap reno sambil mendorong kembali badan rara
***
Rara segera masuk kedalam kamar sambil menarik kopernya ia terkejut melihat banyak boneka di atas tempat tidur, rara yakin itu bukan boneka koleksinya
" boneka siapa sih ini? kok banyak banget? " tanya rara bingung, ia mengambil salah satu boneka itu tak sengaja ia menekan badan boneka dan keluarlah suara laki² yang sangat ia kenali yaitu anggara
" hai rara? apa kabar kamu sayang? mungkin saat kamu mendengarkan ini kamu udah pulang ke Indonesia.. aku kangen banget sama kamu ra aku minta maaf atas semua kesalahan aku sama kamu, sebenarnya.. " suara anggara dalam boneka itu terpotong karena rara segera membuangnya ke tong sampah sehingga suaranya tak terdengar lagi
Menurut rara anggara tak berarti lagi baginya, anggara telah menghianatinya membuat rara sangat sakit dan dia tak mau lagi berhubungan dengan anggara, rara mencoba melupakannya tetapi kenangan bersama anggara muncul lagi di ingatannya
" apa²an sih ini kenapa dia muncul lagi guekan udah susah payah lupain dia " ucap rara kesal sambil menghempaskan badannya di tempat tidur
setelah mandi rara bersiap² dan turun bawah untuk makan malam bersama keluarganya
" kamu mau makan apa nak? biar mami ambilin? " tanya mami
" gausah mi rara ambil sendiri aja " tolak rara
" ternyata kamu udah mandiri ya sekarang nak biasanya gak nolak di ambilin mami makannya, gak sia² papi menyuruh kamu kuliah di luar negeri " ucap papi bangga akan perubahan putrinya
" iya dong pi rara kan udah besar sekarang masa mau di ambilin mami terus " ucap rara
" bagus nak mami suka kamu begini akhirnya kamu mulai dewasa sekarang, yaudah kamu lanjutin makannya " ucap mami
" iya mi " ucap rara
" oh iya nak mulai besok kamu yang ambil alih sementara perusahan reno ya, reno udah gak boleh lagi sering² keluar karna calon pengantin banyak pantangannya " ucap papi
" gimana caranya pi rarakan belum pernah bekerja di sana? " tanya rara
" nanti ada sekretaris reno yang akan ngajarin kamu dan tiara " ucap papi
" tiara ikut juga pi? " tanya rara kaget
" iya sayang, dia yang akan jadi asisten kamu di sana " ucap papi
" yaudah deh pi rara mau, sekalian rara belajar urusin perusahaan " ucap rara
" gitu dong, kamu harus belajar dari sekarang ngurusin perusahaan setelah reno menikah nanti dia akan kembali ke perusahaan itu dan kamu yang akan mengelola perusahan papi di cabang yang lain perusahaan itu yang akan menjadi perusahaan kamu sendiri seperti reno " ucap papi
" besok ada meeting dek dengan perusahaan yang baru berdiri 2 tahun ini, kamu harus bisa ya dek dia akan presentasikan semua produknya, kamu harus teliti untuk keuntungan dan lainnya jangan asal terima aja kalo kamu yang rugi buat apa bekerja sama " ucap reno mengajari rara tentang bisnis
" siap kakak, rara akan coba besok do'ain rara ya semoga rara bisa " ucap rara
" iya dek, kakak yakin kamu pasti bisa awalnya memang susah dan banyak rintangan tapi lama² kamu pasti terbiasa " ucap reno
***
keesokan harinya
Rara segera turun untuk sarapan bersama kedua orangtuanya di ruang makan
" yaampun kamu cantik banget dek " puji reno saat melihat kedatangan rara
" makasih kak, pakaian ini mami ya yang nyediain di kamar rara? " ucap rara
" iya sayang " ucap mami
" makasih ya mami " ucap rara
" sama² sayang, yaudah makan gih nanti ke buru tiara datang " ucap mami
" pagi semuanya " sapa tiara baru datang
" tu kan baru aja mami omongin udah datang anaknya, ayo sarapan bareng tiara " ucap mami
" udah tadi mi sarapan di rumah " tolak tiara
" mami rara udah selesai makannya rara pergi dulu ya " ucap rara sambil menyalami kedua orangtua dan kakaknya
" kok cepet banget nak makannya jangan buru² " ucap mami
" rarakan harus nyontohin ke karyawan yang lain mi harus datang tepat waktu " ucap rara
" yaudah deh hati² ya sayang " ucap mami dan papi berbarengan
Mereka langsung menuju kantor reno setelah sarapan, sesampainya di sana tak sengaja rara dan tiara bertemu seseorang yang sangat mereka kenal
" rara? " panggil laki² itu ketika berhadapan dengan rara
" apaan sih jangan pegang² gue! " ucap rara sambil menghempaskan tangan laki² itu dari tangannya namun tenaga laki² itu lebih kuat dari rara sehingga rara tak bisa melepaskannya
terimakasih yang udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, komen dan votenya 😘🥰