
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
** selamat membaca **
Rara dan tiara segera menuju kantin untuk mengisi perutnya yang lapar sambil menunggu pujaan hati mereka keluar dari ruang rektor
" lo pesan apa tiara? " tanya rara ketika tiba di kantin
" yang biasa aja ra " ucap tiara
" bentar ya gue pesanin, duduk disana aja ya " ucap rara sambil menunjuk tempat yang kosong
" ok, gue tunggu di sana ya " ucap tiara sambil menuju tempat yang di maksud
setelah memesan makanan rara menghampiri tiara yang sedang duduk sendirian sambil membawa makanan yang mereka pesan tadi, tak sengaja rara melihat anggara dan sahabat²nya sedang di kerumuni mahasiswi² centil di kampusnya
" idihh centil banget sih cewek² itu, ngapain lagi mereka ladeni.. awas ya kalian " ucap rara geram
" tiara lihat tuh?! " ucap rara menghampiri tiara sambil menunjuk anggara dan sahabat²nya
" apaan sih ra ganggu aja deh " ucap tiara masih fokus kepada handphonenya
" lihat dulu tiara " ucap rara sambil memutar kepala tiara
" sakit raa pelan² kenapa sih! " gerutu tiara
" apa²an tuh! malah tebar² pesona di sini! samperin yuk panas gue! cewek² itu lagi centil banget godain pacar kita! " ucap tiara kesal
" ayo tiara! gue juga panas nih mana mereka pegang tangan pacar gue lagi! " ucap rara kesal
***
" apa²an nih! lepasin tangan lo dari tangan cowok gue! " ucap rara menghempas tangan cewek² itu dari tangan anggara
" jadi dia cowok lo? gak cocok banget " ledek perempuan itu yang tak lain adalah aurel mahasiswi asal Indonesia musuh bebuyutan rara di kampus
" cocok apa gak bukan urusan lo! yang jalanin kan kita bukan lo jadi lo gausah ikut campur deh! lo cewek yang gak tau malu yaa berani banget dekatin pacar gue dan jangan harap lo bisa dekatin mereka! " ucap rara membentak aurel
" berani banget lo bentak gue dan ngata²in gue lagi! " ucap aurel emosi
" udah sayang jangan di ladeni kita pergi aja yuk " ajak anggara sambil menggandeng tangan rara meninggalkan mereka semua
" kita ke sana aja yuk makanannya udah datang tuh " ajak tiara sambil menunjuk tempat yang mereka duduki tadi
anggara langsung menuruti ajakan tiara sambil menggandeng tangan rara agar mengikutinya, sesampainya di sana anggara langsung menarik kursi untuk rara duduki dan menarik pelan tangan rara agar bisa duduk di kursi yang sudah ia siapkan
" kalian mau pesan apa? " tanya tiara
" emang menunya apa aja? " tanya balik revano
" apapun yang kalian mau ada kok di sini kokinya orang Indonesia jadi rasanya gak beda jauh sama yang ada di negara kita " ucap tiara
" pesan sendiri aja sana biar bisa lihat menunya langsung kalo masih bingung " ucap tiara lagi
" oh iya gimana kalian bisa sampai disini? " tanya tiara basa basi
" kita dianterin sama cewek² tadi " ucap anggara santai
" oh, kok makanan lo cuma di aduk² aja ra tadi kata lo lapar, kenapa gak di makan? " tanya tiara kepada sahabatnya yang lagi kesal
" mendadak kenyang gue " ucap rara sambil menaruh kembali sendoknya
" sayang kamu masih marah ya karna kejadian tadi? " tanya anggara
" pikir aja sendiri! " ucap rara ngambek
" dihh bisa ngambek juga dia " ledek revano
" lo mau balik bareng gue apa gak tiara? " tanya rara segera berdiri
" lo mau kemana sih? " tanya tiara balik
" iya sayang kamu mau kemana? baru juga kita datang " ucap anggara
" pulang " ucap rara
" tapikan tugas kita jadi tour guide mereka gimana sih lo? " ucap tiara
" dari awalkan gue bilang gak mau! jangan paksa gue deh " ucap rara mulai emosi dan langsung pergi meninggalkan mereka semua tak sengaja ia menabrak seseorang
" sorry " ucap rara langsung pergi dan tak melihat siapa yang ia tabrak, laki² yang ia tabrak itu segera menahannya
" kamu kenapa ra? " tanya laki² itu yang tak lain adalah opanya sendiri
" opa? rara kira siapa " ucap rara langsung memeluk opanya
" kamu kenapa sayang kayaknya buru² banget " ucap opa rara
" gak papa opa, rara cuman kecape'an aja pengen buru² istirahat " ucap rara beralasan agar opanya tak curiga kalau ia sedang cemburu dengan anggara
" rara " panggil anggara sambil menghampiri rara dan opanya
" eh ada opa, hai opa " ucap anggara basa basi
" pasti kalian lagi berantemkan? " tebak opa sambil melirik rara dan anggara bergantian
" gak kok opa " bantah rara
" udah deh gausah bohong sama opa gini² opa pernah muda juga jadi opa tau yang beginian " ucap opa sambil mencuil hidung rara
" ini mendadak sayang pilihannya cuma beberapa negara mumpung kamu di sini yaudah deh opa pilih negara ini aja biar bisa bertemu sama cucu kesayangan opa ini " ucap opa sambil mengelus kepala rara
" kenapa gak ajak oma juga opa? " tanya rara
" oma kamu sibuk " ucap opa
" oh, opa kita ke apartemen rara aja yuk " ajak rara
" kebetulan opa juga masih capek, sekalian mau lihat apartemen kamu ada yang berubah gak " canda opa
" anggara kamu ikut kita yuk ajak temen kamu yang lain " ucap opa
" oke opa, anggara panggil mereka dulu ya " ucap anggara langsung pergi menemui sahabat²nya yang berada di kantin
" ihh opa kok ajak mereka sih " protes rara
" kenapa emangnya? " tanya opa pura² tidak tau
" di apartemenkan banyak foto² rara masih kecil nanti mereka ngeledekin rara " ucap rara
" gak papa dong biar mereka lihat betapa cantiknya cucu opa ini waktu masih kecil " canda opa
" rara malu opa " bantah rara
" hai opa.. apa kabar? " sapa tiara tiba² menghampiri mereka sambil menyalami tangan opa
" opa baik tiara, kamu gimana? " ucap opa
" baik juga opa " ucap tiara sambil tersenyum
" yaudah mumpung udah ngumpul semua ayo kita pergi sekarang " ajak opa
mereka segera pergi menuju apartemen rara, setelah tiba di sana mereka langsung duduk di sofa yang berada di ruang tamu
" luas juga ya ternyata apartemen rara " ucap revano kagum
" iya nih, mana rapi begini suka banget gua lihatnya " ucap aditya
" eh lihat tuh foto siapa ya? " tanya wahyu sambil menunjuk sebuah foto
" itu foto rara dan sahabat²nya waktu mereka masih sekolah di TK (Taman kanak²) " ucap opa
" yang pakai bandana putih itu pasti rara " tebak anggara
" salah " ucap opa
" terus yang mana opa? " tanya anggara
" coba tebak dia yang mana? masa kamu gak tau " ledek opa
" iya nih masa lo gak tau sih " ejek revano
" sok iye luu emang lo tau nesya yang mana? " ledek anggara
" tau dong, pasti yang pakai baju putih roknya warna merah inikan opa? " ucap revano sambil menunjuk foto
" betul " ucap opa
" apa gua bilang " ucap revano sombong
" sombong amat lu " ucap anggara
" rara yang ini kan opa pakai bandana warna merah " ucap anggara sambil menunjuk foto rara waktu kecil
" betul, rara waktu kecil sedikit tomboy mangkanya tampilan dia seperti itu, dia mau memakai rok dan bandana itu karna paksaan mami dan bundanya " ucap opa
" pantasan sekarang rada tomboy juga opa ternyata udah dari dulu begitu " ledek anggara sambil melirik rara yang sedang pura² memainkan handphonenya
" yang baju dan roknya warna putih itu tiarakan opa " ucap wahyu
" iya, tiara dan nesya sama² menyukai warna putih dari kecil, karna mereka gak mau di bilang kembar mangkanya nesya mengalah dan dia mengganti roknya menjadi warna merah " ucap opa mengingat masa kecil mereka
" disamping nesya siapa opa? refina ya? " tanya rangga
" bukan.. refina gak tomboy, kalian bisa lihat yang sangat tomboy diantara mereka siapa? kalian pasti tau " ucap opa
" faranisa ya opa? " tebak aditya
" betul sekali, dulu rara dan faranisa sama² tomboy dan suka banget sama beladiri dari kecil, diantara mereka berlima cuma fara paling gak suka pakai rok " ucap opa sambil tertawa
" udah dong opa jangan di bongkar lagi sama mereka " protes rara
" lanjut opa, gausah dengerin rara kita pengen tau gimana mereka waktu kecil " ucap anggara
" kepo banget sih kamu, opa jangan bongkar rahasia dong " ucap rara semakin kesal
" udah² kita lanjut lagi, yang terakhir pasti refinakan opa " ucap rangga
" benar, refina sangat feminim diantara mereka berlima, dia juga pendiam, anggun dan sangat pemalu tapi jika mereka berlima bersama ada aja kelakuan mereka yang buat para orangtua kesal " ucap opa tertawa
" opa udah dong jangan di bongkar mulu kejelekan kita waktu kecil nanti mereka jadi ilfil " protes tiara
" iya opa mereka itu orangnya kepoan kalo di pancing ngomong beginian pasti pengen tau sampai ke akar²nya " ucap rara
Terimakasih udah setia menunggu, like, komen dan votenya 😘🥰