
Di sore harinya,Erika mengajak Bintang untuk jalan-jalan di sekitar pantai sekaligus ingin menikmati suasana matahari terbenam secara langsung.
Dengan rasa semangat nya Bintang langsung menuruti keinginan ibu hamil yang satu ini.Mereka berjalan-jalan hanya memakai pakaian yang seadanya,karena mereka fikir outfit mereka saat itu sangat cocok jika digunakan di daerah pantai seperti ini.
"Bintang" Panggil Erika.
"Apa?".
"Turun yuk, jalan-jalan sore sekalian pengen liat sunset"
"Sekarang?" Tanya Bintang.
"Iya,masa malem sih"
"Yaudah ayo" Dengan cepat Bintang langsung mengambil tas kecil dan kacamata nya lalu mengulurkan tangan agar Erika bisa berpegangan dengan nya.
Saat mereka telah menutup pintu dan berjalan menuju lift,seorang wanita dengan wajah tertutup berjalan tanpa suara di belakang mereka dan masuk ke dalam lift yang posisinya bersebelahan dengan lift yang dinaiki Bintang dan Erika.
Tidak hanya itu,saat pintu lift yang dinaiki wanita tersebut sudah tertutup muncul lima orang yang wajah nya tidak terlihat datang menaiki lift untuk turun ke lantai dasar.
Jika dilihat dari gerak-gerik dan cara berpakaian nya,mereka pantas jika harus di curigai beberapa orang tertentu.
"Aku mau main pasir pantai" Ajak Erika dengan suara nya yang lucu.
"Kayak anak kecil aja main pasir pantai"
"Dede bayi yang mau"
"Yaudah gas!" Tanpa basa-basi Bintang langsung membawa Erika ke tepi pantai agar wanita itu bisa melakukan apapun yang ia inginkan.
"Pasir nya lembut banget,jadi pengen bawa pulang" ucap Erika.
"Gak boleh.Jangan sembarangan bawa sesuatu dari tempat wisata" Tegur Bintang.
"Iya bercanda doang,itu tuh semacam ungkapan rasa takjub" Kata Erika dengan wajah jutek nya.
"Yaudah aku mau beli minum,kamu mau ikut gak?" Tanya Bintang.
"Engga mau,aku mau disini aja"
"Beneran?" Tanya Bintang.
"Iya beneran"
"Gak usah macem-macem ya,duduk anteng aja disini" kata Bintang yang mengingatkan Erika agar wanita itu tidak perlu bertindak ceroboh.
"Iya engga,yaudah sana"
Bintang pergi meninggalkan Erika untuk membeli minuman di seberang jalan sementara wanita itu masih asik memainkan pasir pantai yang sangat lembut dan bersih.
"Mas mau es kelapa muda nya dua ya" Kata Bintang kepada penjual kelapa muda tersebut.
"Siap mas,tapi tunggu sebentar ya.Antre" Kata penjual tersebut.
Bintang hanya menganggukkan kepala saat menyadari bahwa banyak orang yang sedang berkerumun untuk bergilir membeli minuman segar tersebut.Pelanggan nya di dominasi oleh wanita.
"Gak apa-apa pak,mas yang ini dulu aja.Gak apa-apa kok" Kata salah satu wanita muda.
"Gimana?" Tanya penjual tersebut.
"Mas yang ini dulu juga gak apa-apa!!" Teriak nya lagi.
"Oh,gak apa-apa.Gak usah,saya kan baru Dateng" Kata Bintang.
"Engga apa-apa mas, silahkan"
Bintang hanya terdiam sambil terus melirik bingung.Tidak ada salah nya juga untuk menerima niat baik wanita tersebut.Lagi pula ada Erika yang sedang menunggunya di seberang sana.
"Yaudah deh pak,saya dulu katanya" Kata Bintang.
"Siap!"
"Mas,boleh kenalan gak?" Kata satu wanita lain,terlihat wanita itu memiliki bentuk tubuh yang bagus dan juga wajah yang cantik.Tapi menurutnya wajah sang istri lebih cantik dari wanita lain.
"Hah?" Tanya Bintang refleks.
"Kenalan" ucap nya dengan wajah centil.
"Kenalan?" Tanya Bintang lagi.
"Iya,saya salsa" Wanita itu mengulurkan tangannya.
"Hehe...iya..halo...salsa.." Terdengar suara Bintang yang menjawab dengan perasaan tidak enak.
"Nama saya?..Nama saya...Mas udah belum es nya?" Tanya Bintang yang mengalihkan pembicaraan.
"Sebentar mas"
"Siapa nama kamu?"
"Nama saya...Iwan.Ya Iwan"
"Iwan?? Serius?" Tanya wanita itu.
"Iya Iwan"
"Wah bagus banget namanya"
"Ini mas,jadi Rp.50.000,00" Kata penjual es kelapa.
"Ini uang nya,makasih ya mas" Dengan cepat Bintang langsung berjalan pergi meninggalkan berkerumun wanita tersebut.
"Mas!!Tapi ini kembalinya!!!" Teriak pedagang tersebut.
"Gak apa-apa ambil aja!!!" Teriak Bintang.
Bukannya Bintang sombong atau jual mahal,tetapi ada beberapa alasan yang membuat nya sedikit risih dengan kehadiran wanita tersebut.
Alasan pertama dan yang paling utama adalah dia sudah mempunyai istri, meskipun dia tidak tahu apa niat dari wanita tersebut.Tetapi apapun alasan nya tetap saja ia tidak bisa berkenalan dengan sembarang orang.
Dan alasan yang kedua adalah wanita itu terlihat seperti anak berusia 17 tahun yang sedang menjalani masa-masa pubertas.Mungkin wanita itu mengira bahwa Bintang usia nya tidak jauh berbeda atau seumuran dengan nya.
Sialnya jalanan di sekitar pesisir pantai itu cukup macet karena banyak nya pengunjung yang berdatangan dan juga pulang.Hal itu membuat Bintang sedikit kesulitan untuk menyebrangi jalan.
Ia harus menunggu setidaknya lima menit agar bisa melintas di jalanan ramai tersebut.
"Mas boleh tanya gak?" Kata salah satu wanita yang berbeda dari sebelumnya, seperti nya wanita itu seorang mahasiswa.
"Kenapa?" Tanya Bintang.
"Mas asli mana ya?"
"Saya?Saya asli Indonesia,kenapa?"
"Saya fikir mas turis dari luar negeri"
"Gitu ya?" Tanya Bintang dengan sedikit kekehan kecil nya yang terpaksa.
"Boleh foto bareng gak mas?Atau minta nomor telepon nya?" Tanya Wanita kedua.
Perasaan Bintang sudah bercampur aduk,ia sangat tidak nyaman dengan situasi ini.Sangat menyesal baginya karena harus membeli es kelapa muda di seberang jalan.
"Saya harus buru-buru kembali" Kata Bintang.
"Sebentar aja mas,foto bareng aja deh gausah nomor telpon"
Tentu saja tidak bisa sembarang foto bersama.Bintang tidak tahu apa yang akan wanita itu lakukan dengan foto kebersamaan mereka.
Barang kali wanita itu akan mengatakan kepada teman dan sahabat nya bahwa Bintang adalah kekasihnya.Atau wanita itu akan membuat Bintang menjadi bahan haluan nya setiap saat.
Mata Bintang terhenti di satu titik saat melihat wanita yang ia kenali sedang berdiri tegap di seberang jalan sambil menatap ke arah nya dengan tatapan jengah.Di tambah lagi kedua tangannya yang ia lipat di dada sangat menambah kesan galaknya.
"Istri saya udah nungguin dari tadi,jadi maaf saya gak bisa lama-lama" Kata Bintang.
"Istri?Mana istrinya?"
"mas udah punya istri?Masa sih?Halu kali ya?"
"Itu disana,permisi" Dengan percaya dirinya Bintang langsung berjalan meninggalkan mereka dan menyebrangi jalanan Yangs Edang ramai.Tidak perduli jika ada kendaraan yang hampir menabrak nya.
Setelah sampai di hadapan Erika,wanita itu masih menatap tajam ke arah Bintang tanpa berkata sedikit pun.
"ini minuman nya" Kata Bintang sambil memberikan satu buah kelapa hijau.
"Ngapain kamu disana sama cewek-cewek itu?Aku disini nunggu kamu lama loh,Aku kesini mau liburan bukan mau liat kamu ngobrol lama-lama sama cewek lain" Oceh Erika.
"Kamu salah faham,mereka cuma nanya-nanya biasa aja.Lagi pula harus aku jawab dong,nanti dikira nya aku sombong lagi kalo diem aja"
"Siapa peduli kalo orang lain pikir kamu ini sombong?Kamu kenal mereka?Mereka kenal kamu?..Enggak kan??"
"Iya iya iya,maaf ya.Aku,aku tau aku salah.Aku sadar kok aku salah,jadi maafin ya dan berhenti marah-marah oke?" ucap Bintang sambil tersenyum.
"Terserah" Erika langsung berjalan meninggalkan Bintang dengan wajah nya yang masih terlihat masam.