
"Tunggu... Gimana bisa kamu hidup lagi?Kamu mati suri atau tiruan Bintang?" Tanya Erika yang menghindar dari Bintang.
"Mati suri? Tiruan?..Hahahaha.Ada ada aja" Bintang mengacak-acak rambut indah milik Erika.
"Terus kenapa bisa?"
"Keajaiban mungkin?"
"Apa? Keajaiban?" Erika terkekeh kecil ketika mendengar perkataan Bintang.
"Aku gak mati,selama dua hari itu detak jantung aku masih berdetak.Gak kerasa sih karena kata dokter detak jantung nya sangat kecil sekali.Jadi selama aku dinyatakan meninggal dan di bawa ke Rusia aku masih koma"
"Gimana bisa,kamu udah kehilangan banyak darah"
"Kalau Tuhan bilang belum waktunya gimana?"
"Terus kenapa kamu bisa temuin aku disini?" Tanya Erika.
"Apa yang aku gak bisa?" Bintang mencubit hidung Erika.
"Jadi selama ini kamu hidup?" Tanya Erika.
"Hmm"
"Aishh" Erika memukul Bintang lagi karena kesal.
"Kenapa?Kenapa kamu pukul aku? Seharusnya kamu bahagia dong"
"Kamu tau gak sih gimana perasaan aku selama satu tahun ini?Aku bernafas tapi ngerasa gak hidup tau gak.Diluar ramai tapi aku sepi" Erika memalingkan wajah nya kesal.
"Maaf"
"Kenapa?..."
"Kenapa apa nya?"
"Tunggu dulu belum selesai!"
"Oke" Bintang menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu datang temuin aku lagi?Kenapa gak sekalian aja menghilang?" Kata Erika.
"Karena aku tau kamu butuh aku,jadi aku datang.Kalau aku tau kamu gak butuh aku,buat datang?"
"Apa?" Bisik Erika yang langsung terdiam.
"Aku tau banyak laki-laki yang datang dan berusaha deketin kamu,tetapi gak ada satupun orang yang berhasil luluhin hati kamu.Kalau kamu sekarang udah punya laki-laki,aku gak mungkin dan gak akan datang ke kamu.Tapi aku tau kalo kamu gak punya laki-laki dan aku juga tau kalo kamu masih sendiri,entah apa alasannya jadi aku datang"
"Ohh" Singkat Erika.
"Kamu sakit?" tanya Bintang.
"Ya,banget"
"Itu tujuan aku datang lagi ke kamu,buat obati rasa sakit itu"
Erika benar-benar tercengang dengan perkataan yang keluar dari mulut Bintang.Ia benar-benar tidak menyangka bahwa teman sepergaulan nya saat sekolah telah menjadi orang yang paling istimewa dalam hidup nya saat ini.
"Apa ini?" Erika menutup wajah dengan kedua tangannya karena sangat malu. "Berhenti ucapin kata-kata manis, perempuan paling gak bisa dengerin kata-kata kayak gitu" Erika terus mengoceh dengan wajah yang tersipu malu.
"Kita baikan?" Bintang mengacungkan jari kelingking nya kepada Erika dan dibalas hal yang sama oleh wanita tersebut.
Setelah menghabiskan waktu bersama,Erika di antar pulang oleh bintang dengan menggunakan mobil Erika.Setelah itu Bintang pulang ke rumah nya dengan menaiki taxi.
"Disini?" Tanya Bintang.
"Hmmm.Yaudah yuk turun"
Ketika Erika hendak membuka pintu mobilnya,Bintang langsung menghentikan dan meminta nya untuk tetap duduk disana.
"Stop!!"
"Kenapa?"
"Tetap diam di situ" Bintang segera turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Erika.
"Aduh apa lagi ini" Bisik Erika dari dalam mobil sambil tersipu malu.
"Silahkan tuan putri"
"Apa lagi?" Erika tertawa kecil. "Mau mampir?"
"Kayaknya aku anter aja deh sampai depan rumah kamu" Kata Bintang.
"Ayo"
Bintang mengantar Erika sampai depan ruangan apartemen milik Erika.Bintang tidak ikut masuk karena ia merasa hari sudah sangat malam dan tidak ada siapapun didalam unit apartemen Erika.Jadi ia memutuskan untuk pulang.
"Gak mau masuk?" Tanya Erika.
"Lain kali aja"
"Oke"
"Besok kamu ada waktu?"
"Siang,kalau pagi nya aku ada kelas" Erika menjawab dengan semangat.
"Oke,aku jemput kamu besok siang di kampus"
"Emang kamu tau aku kuliah dimana?" Tanya Erika.
"Udah aku bilang,apa yang aku gak tau?"
"Yaudah kalau gitu,aku pulang sekarang"
"Naik?"
"Taxi"
"Bawa aja mobil aku"
"Gak usah,aku pulang dulu ya" Bintang melambaikan tangan nya dan berjalan masuk ke dalam lift.
Sementara Erika langsung menengok ke sana kemari karena khawatir ada tetangga yang menguping pembicaraan mereka.
Erika masuk kedalam rumah nya dan melempar tas serta buku nya begitu saja.Sifat Erika yang dulu telah kembali,ia terus melompat kesana kemari karena rasa yang sangat bahagia.
Senyuman dan teriakan histeris seperti itu sudah lama tidak terlihat dari sosok Erika.Tetapi kehadiran Bintang membuat sosok periang Erika kembali kepada pemiliknya.
***
Di pagi hari nya Erika sudah berpakaian rapi,saat mendengar bel rumah berbunyi Erika langsung menuju pintu dan melihat siapa yang datang melalui camera intercom nya.
Ternyata sarapan pagi pesanannya telah tiba.Dengan raut wajah bahagia Erika langsung mengambil uang nya dan menyambut kedatangan kurir tersebut.
Kemudian Erika masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan kaki nya.Tak lama bel rumah kembali berbunyi,dengan cepat Erika langsung membuka pintu tanpa melihat camera intercom terlebih dahulu.
"Kenapa pak?Apakah uang nya kurang?" Tanya Erika tanpa melihat-lihat terlebih dahulu siapa yang datang.
"Bapak?Uang nya kurang?Siapa yang baru datang?" Tanya Bintang seperti sedang menginterogasi Erika.
"Kamu...Kenapa pagi-pagi banget udah ada disini?"
Bintang langsung berjalan masuk kedalam rumah rumah Erika untuk memeriksa apa yang baru saja terjadi dan siapa bapak yang ia maksud.
"Kenapa?Kamu lagi apa?" Tanya Erika kebingungan.
"Siapa bapak yang kamu maksud?"
"Kamu kenapa?" Erika tersenyum kecil. "Bapak itu kurir yang nganterin makanan sarapan pesanan aku" Erika menunjukkan kotak yang berisi makanan tersebut.
"Ohh kirain aku siapa"
"Apa yang ada di fikiran kamu?Apa kamu fikir selera aku bapak-bapak?" Tanya Erika. "Terus kamu kenapa jam segini udah jemput aku?Aku kan harus kuliah"
"Aku antar" Bintang tersenyum.
"Aaaa,oke.Ayo"
"Yaudah sarapan aja dulu"
"Kan bisa di mobil"
Sepanjang perjalanan Bintang terus fokus mengendarai mobil nya sementara Erika terus fokus pada makanan nya.
"Apa kamu gak mau ajak ngobrol aku?" Tanya Bintang.
"Aaaa aku lupa.Makanan nya terlalu enak,kamu mau?" Erika memberikan suapan kepada Bintang.
"Enak kan?"
"Hmmm,enak" Ucap nya dengan mulut yang terisi penuh makanan.
***
Sesampainya mereka di parkiran universitas,Bintang langsung turun dan membukakan pintu untuk Erika.
"Makasih"
"Sama sama"
"Erika!!" Teriak seorang pria dari belakang Erika.
"Ya?"
Baru saja pria tersebut memanggil nama Erika,Bintang langsung melayangkan tatapan tajam kepada nya.Padahal pria tersebut belum sempat berbicara yang lainnya.
"Bisakah kamu mengajarkan ku salah satu mata kuliah yang sangat sulit nanti siang?" Tanya pria tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris.
Belum menjawab,Erika melirik ke arah Bintang terlebih dahulu dan ia sedikit menahan tawanya saat melihat Bintang sedang menatap sinis ke arah pria yang sedang berbicara dengan Erika.
"Nanti siang?" Tanya Erika yang berusaha menggoda Bintang.
"Gak bisa dong kamu kan udah ada janji sama aku" Bisik Bintang.
"Kalau besok siang?" Goda Erika.
"Gak bisa juga,kan besok siang kamu harus ada janji lagi sama aku"
"Jika ada waktu" Kata Erika kepada pria tersebut.
"Ohh terimakasih,kamu baik sekali"
"Tunggu!Dia tidak bisa mengajarkan mu karena dia juga masih belajar.Jadi kamu tidak bisa meminta bantuan kepadanya,jika kesulitan kamu bisa meminta bantuan kepada dosen yang membimbing" Kata Bintang tiba-tiba,ia sangat berusaha agar pria tersebut tidak bisa pergi dengan wanita nya.
"Kenapa tidak?Dia cukup mahir dalam bidang nya" Kata pria tersebut.
"Pergi dan nurut atau gue bunuh Lo" Ucap Bintang yang mengumpat menggunakan bahasa Indonesia.
"Udah,udah" Erika tertawa puas melihat tingkah Bintang.
"Maaf aku tidak bisa mengajarkan mu,karena aku harus selalu mengajarkan dia" Erika menolak permintaan pria tersebut dengan sangat ramah.