Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 52



Entah permohonan maaf untuk hal apa yang Erika maksud.Ia langsung membuka ikatan mereka bertiga dan membebaskan mereka untuk segera pergi dari tempat itu.


"Anggap aja hari ini kita gak ketemu" Kata Erika.


Mendengar perkataan Erika,mereka bertiga terutama pak Tirta dan istrinya hanya terdiam bingung karena sikap Erika yang sangat berbeda.


Apapun yang terjadi dengan Erika mereka tidak perduli,mereka bertiga langsung bergegas pergi sebelum Erika berubah pikiran.


"Biarin mereka pulang" Kata Erika kepada Bintang.


"Kenapa Lo bebasin mereka gitu aja?" Tanya Bintang kesal.


Erika menarik nafas panjang "Tentu dari kebebasan mereka pasti ada ganjarannya"


Erika tidak melepaskan mereka begitu saja,siapa anak yang akan hanya diam ketika mengetahui bahwa ibu nya telah sengaja dibunuh oleh seseorang yang sudah ia ketahui identitas nya.


Erika memang meminta maaf,tetapi bukan untuk hal itu.Melainkan untuk hal yang lainnya.


"Apa rencana Lo?Apa yang Lo pikirin?" Tanya Bintang curiga.


"Dah,gue mau pulang.Besok sekolah, gimanapun makasih buat hari ini" Erika tidak menjawab pertanyaan Bintang dan memilih untuk pulang.


***


"Ka, nongkrong dulu yuk" Ajak Ayu dan Novia saat pulang sekolah.


"Nongkrong?Aduh gak bisa hari ini,ada hal penting yang harus gue urus"


"Apa?Kok Lo gak cerita sama kita?" Tanya Novia.


"Ada lah,suatu saat kalian juga pasti tau.Yaudah gue cabut duluan ya" Erika masuk kedalam mobil dan meninggalkan kedua sahabatnya tersebut.


"Lo dasar gak sih?" Tanya Novia.


"Apa?"


"Belakangan ini dia tuh beda"


"Beda gimana?" Tanya Ayu.


"Ya beda aja gitu,keliatan kayak misterius.Gak jauh beda kan sama Bintang"


"Ahh ya,Apapun urusannya semoga urusan itu wajar wajar aja.Ayo anter gue pulang" Ayu masuk kedalam mobil Novia.


***


Siang itu hujan,dengan berpakaian serba hitam Erika sedang berdiri di depan gedung perusahaan Haneul sambil memegang payung.Perkataan Novia benar,saat itu Erika terlihat sangat misterius.


Erika menatap lekat gedung tersebut seolah olah sedang berusaha berfikir untuk menyusun rencana.


Tidak sengaja Erika melihat iklan di layar Videotron pada gedung tersebut.Videotron tersebut menampilkan tentang acara launching salah satu produk terbaru yang akan dilaksanakan oleh perusahaan Haneul dua hari yang akan datang.


Ide brilian muncul di pikiran Erika,ia masuk kedalam mobilnya untuk menghubungi Bintang.


"Lo dimana?" Tanya Erika tanpa mengucap sapa.


"Markas"


"Oh"


"Kena-"


Tuuut!!!...


Hari itu sikap sopan dan santun Erika sudah benar benar hilang.


***


"Kasih gue senapan andalan Lo" Kata Erika sambil berjalan tergesa-gesa menuju Bintang yang sedang duduk santai.


"Hah?"


"Kali ini gue mau pake cara lo"


"Cara apa?"


"Gue udah bilang kalo gue gak akan diam" Datar Erika.


Bintang langsung mengerti maksud dari perkataan Erika,ia memahami dengan kondisi Erika yang sangat ingin balas dendam kepada Bu Renita.


"Kemarin udah gue tanya,apa rencana Lo?" Tanya Bintang.


"Gue butuh beberapa orang buat bantu gue"


"Apa lagi?" Tanya Bintang.


"Apa lagi?"


"Udah"


"Lo minta orang orang gue buat nembak dia?"


"Gak,gue yang lakuin"


Bintang langsung terbangun dari duduknya sambil melemparkan buku yang sedang ia baca ke meja.


"Apa maksud lo,kalo nanti Lo ketauan terus masuk penjara gimana?Lo gak berpengalaman" Bintang menekankan nada bicaranya.


"Ajarin gue supaya berpengalaman"


"Lo serius?" Tanya Bintang.


"Apa gue keliatan bercanda?" sikap Erika benar benar berbeda dari hari biasanya.


"Ikut gue" Bintang langsung berjalan untuk membawa Erika ke sebuah ruangan.


***


"Pilih mana yang Lo mau" Bintang memperlihatkan sebuah lemari berukuran besar yang berisi berbagai macam senjata api.


"Kasih gue yang terbaik"


"Lo butuh yang gimana?"


"Bisa dari jangkauan yang lebih jauh"


"SVLK-145,Senapan Rusia" Bintang memberikan senapan tersebut kepada Erika.


"Bisa di bongkar kan?" Tanya Erika.


"Bisa kenapa?"


"Cepet bongkar,terus ajarin gue cara ngerangkai bagian bagiannya lagi"


Bintang mengernyitkan dahinya sambil berdecak kesal karena benar benar tidak tahu apa yang direncakan oleh Erika dan sialnya dia pun tidak bisa membaca jalan fikiran nya.


"Cepetan" Kata Erika.


Bintang pun langsung membongkar beberapa bagian senapan tersebut dan memberikannya kepada Erika.


Siang hingga malam Bintang terus mengajarkan Erika cara menembak menggunakan senapan dengan benar dari jarak jauh.


Erika yang tangkas bisa dengan cepat memahami teknik teknik yang di ajarkan eh teman pria nya tersebut.


***


Dua hari kemudian acara launching produk di perusahaan tersebut sudah di mulai,semua orang beramai-ramai datang untuk menyaksikan acara tersebut sekaligus membeli produk di hari pertama karena diskon 50%.


Tentu saja Pak Tirta dan Bu Renita serta Sekertaris nya hadir,secara hari itu adalah hari yang cukup penting untuk mereka.


Sementara Erika sedang cheeck in di hotel bintang lima yang posisinya berdekatan dengan gedung perusahaan Haneul.


Erika sudah menginap di sana sejak satu hari yang lalu,tentu saja ingin menyaksikan acara tersebut dari kejauhan.


Erika terus memantau keramaian tersebut dari balkon kamar hotelnya menggunakan teropong.Saat Erika melihat Pak Tirta sudah berdiri di podium dan Bu Renita berada di sampingnya,Erika segera mengganti pakaian dan mamulai aksinya.


Tentu saja Erika sudah memastikan bahwa tidak ada kamera tersembunyi atau penyadap di kamar inapnya itu.


Saat keluar kamar Erika sudah mengenakan pakaian seragam staff hotel dan membawa troli yang berisi bantal dan selimut didalamnya. Seolah olah seperti staff hotel yang akan membawa perlengkapan tidur tersebut di ruang laundry.


Alih alih pergi ke ruang Laundry,Erika masuk ke ruang penyimpanan atau gudang yang terletak di lantai atas kamarnya.Tentu saja ia tidak sendirian,ada dua anak buah Bintang yang mengawasinya dari jarak jauh untuk memastikan agar tidak ada orang yang melihatnya.


Setelah masuk ke sana dengan segera Erika langsung membuka bantal berisi senapan tersebut dengan gunting yang ia bawa.


Erika merangkai bagian bagian senapan tersebut sesuai dengan apa yang telah Bintang ajarkan kepadanya beberapa hari yang lalu.


Dengan pergerakan yang sangat cepat,Erika langsung naik ke atas meja dan membidikkan nya melalui lubang udara ke arah sasaran yaitu gedung perusahaan Haneul lantai 4.Tempat dimana acara launching tersebut berlangsung.


Erika terus mengatur titik fokus pada teleskop senapannya,setelah meresa pas ia mulai menekan pemicu dan...


Seluruh tamu undangan yang datang di acara tersebut langsung berteriak histeris,mereka mulai berlari berhamburan menjauh dari tempat itu karena khawatir jika mereka juga akan menjadi sasaran.


Bu Renita langsung jatuh tersungkur tidak berdaya karena peluru yang tepat bersarang di kepalanya.


Darah mulai bercucuran menodai pakaiannya,sementara pak Tirta tidak tahu harus berbuat apa karena beberapa pengawalnya menyuruh ia untuk pergi menjauh dari tempat tersebut.


Milihat Bu Renita sudah tidak berdaya karena serangan yang ia berikan,Erika langsung bersiap untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Ia mulai merapihkan semuanya seperti semula lalu pergi keluar dari sana.Sementara itu kedua anak buah Bintang yang mengawasi sejak tadi langsung masuk kedalam untuk memastikan lagi agar tidak ada sedikitpun barang yang tertinggal di sana.