Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 100



Bintang yang merasakan pergerakan di tangan Erika langsung menatap lekat wajah wanita tersebut.Ia sangat merasa senang saat melihat Erika sudah sadarkan diri tanpa ada cedera serius.


"Apa dia mati?" Tanya Erika.


"Sekarang dia udah di bawa ke kantor polisi untuk di tindak lanjut,jadi gak perlu bunuh dia" kata Bintang.


Erika langsung memegang perutnya dengan wajah cemas karena mengkhawatirkan bayi yang ada di dalam kandungan nya.


"Bayi...Perut aku masih ada bayi nya kan?" Tanya Erika.


"Masih masih,udah kamu jangan panik ya.Jangan pikirin hal yang macem-macem,biar cepet sembuh"


"Huuftt... syukur kalo gitu.Ayo kita pulang" ajak Erika.


"Apa?..Pulang?Gak bisa Erika,tunggu.Sampai kondisi kamu bener-bener pulih baru kita pulang"


"Erika!!" Teriak Novia yang datang bersama Ayu,Gibran,Samuel dan Naura.


"Yaampun Alhamdulillah Lo udah sadar" kata Ayu.


"haishh cewek gila itu tega banget lakuin ini sama lo" gerutu Novia.


"Yaampun gimana bisa dia bikin tangan Lo jadi kayak gini"


Erika mendapat luka irisan yang dalam di kedua telapak tangannya akibat terlalu lama menahan bagian pisau lancip tersebut.Untuk mengurangi rasa sakit nya,Dokter menutup kedua luka dalam tersebut menggunakan perban dan sesekali memberikan nya obat anti septik agar tidak infeksi.


"Sakit gak?" Tanya Samuel.


"Lo mau tau gimana rasanya?Sini gue iris tangan Lo" Kata Erika.


"Pake nanya lagi Lo!" Teriak Novia sambil memukul lengan Samuel.


"Kalian...kalian kenapa bisa ada di sana?" tanya Erika, pertanyaan itu membuat kelima nya hanya saling menatap satu sama lain karena bingung harus menjawab apa.


"Iya bener,kenapa kalian ada disana?" timpal Bintang.


"Gini..." ucap Ayu ragu.


"Jadi... Beberapa hari terakhir ini kita selalu ikutin terus kemana kalian pergi" Gibran memberikan penjelasan.


"Apa!!Kenapa??" Teriak Erika terkejut. "Kenapa kalian ikutin kita?"


"Tunggu dulu,jangan marah-marah dulu.Biarin kita jelasin sebentar oke" kata Ayu.


"Kita ikutin kalian semenjak acara reuni SMA, tepatnya setelah kejadian cewek yang jatuh dari lantai atap" kata Gibran.


"Kenapa?" tanya Bintang.


"Waktu itu gue sedikit heran liat ekspresi wajah Erika seakan-akan dia liat pelaku di lantai atap.Karena feeling gue Erika pasti dalam bahaya makanya kita sepakat buat terus pantau kemana kalian,terutama Erika pergi.Dan hari ini,kejadian yang kita takutin beneran terjadi kan?"


"Tapi...Ayu,Lo bilang mau pergi ke acara saudara Lo di Bandung sama nyokap bokap" ucap Erika dengan wajah kesal nya.


"Ya maaf ka,nama nya juga mata-mata masa gue harus bilang kalo gue lagi siap-siap buat ikutin kalian berdua" kata Ayu.


"Tapi...kalian tau dari mana kita mau ke sini?" tanya Bintang.


"Kan tadi Gibran udah bilang,sejak malam itu kita ikutin terus kemana kalian pergi.Termasuk cek ke dokter kandungan" kata Novia.


"Bahkan ke dokter kandungan pun Lo ikutin kita??" tanya Erika.


"Bahkan kalian pun gak tau kalo si nenek lampir itu juga ikutin kemana pun kalian pergi.Dia mau bunuh Lo karena apa?Ya karena tau kalo Lo lagi hamil"


"Aaa terserah,gue gak mau ngomongin dia",Erika membalikkan badan dan memejamkan mata seolah-olah sedang mengusir para sahabat nya dengan cara halus.


"Dia usir kita,cabut-cabut" ucap Samuel yang langsung mengerti.


...•••...


"Bintang.."


"Apa?"


"Aku mau ketemu sama Resya,kita jenguk dia" ajak nya saat mereka sedang berada di parkiran.


"Jangan Erika,gak usah macem-macem.Kita pulang aja" Bintang menolak dan langsung membukakan pintu mobil untuk Erika.


"Sebentar aja",


"Gak usah,ayo pulang"


"Pliss..." Erika terus mengepalkan kedua tangan nya menjadi satu di hadapan Bintang, seolah-olah sedang memohon agar pria itu menuruti keinginannya.


"Selalu kayak gini", Bisik nya. "Yaudah yaudah,ayo.Tapi sebentar aja ya"


"Beneran?"


"Janji dulu, sebentar aja" Bintang memberikan jari kelingking nya kepada Erika.


"Iya iya ngerti,janji"


Langkah demi langkah Erika dan Bintang menyusuri lorong satu persatu ruang tahanan wanita.Meskipun berniat menjenguknya,Bintang tidak mengizinkan jika Resya menghampiri mereka di ruang jenguk.Bintang akan merasa jauh lebih aman jika mereka yang datang menghampiri wanita itu langsung di tempat nya.


"Tahanan 1231,ada yang datang menjenguk" kata polisi yang memandu mereka.


Mendengar perkataan polisi tersebut,salah satu wanita yang sedang duduk di pojok ruangan langsung berjalan dengan wajah kebingungan nya karena tidak biasa ada orang yang ingin menjenguk dirinya.


"Halo" Sapa Erika dengan wajah santai nya.


Resya masih terdiam dengan wajah datar,ia hanya menatap lekat wajah wanita cantik tersebut.


"Kalo dateng kesini cuma karena mau ejek gue,mending Lo berdua cabut" ucap nya yang langsung berbalik arah tanpa memperdulikan apa niat Erika datang ke sana.


"Gue Dateng ke sini cuma mau liat gimana penampilan Lo kalau lagi pake baju dinas ini.Menarik,bakal lebih bagus kalau di pake sampai lima atau sepuluh tahun lagi" Erika menyeringaikan bibir nya dan berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Resya terdiam,dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Erika tadi. "Udah gue duga,dia Dateng ke sini cuma karena mau ejek gue"


...•••...


Waktu berjalan dengan cepat,kini perut Erika sudah mulai membesar karena kandungan nya sudah memasuki usia delapan bulan.


Sejak dua bulan yang lalu Erika sudah memeriksa kandungan nya dan jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki.Gen penerus Bintang Kavindra.


Tidak terasa bagi mereka karena sebentar lagi seorang Bintang Junior akan hadir melengkapi kebahagiaan di keluarga kecil mereka.


Berbagai perlengkapan bayi laki-laki sudah mereka beli bersama-sama.Bahkan Bintang sudah menyiapkan nama spesial untuk bayi nya itu.Arkana Kavindra.


Malam itu Erika sudah tertidur pulas karena waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.Tetapi Bintang masih membuka lebar matanya karena sibuk menonton siaran langsung sepak bola andalan nya itu.


Dengan kata berbinar-binar Bintang duduk di sofa yang terletak tepat di depan tempat tidurnya sambil terus memakan berbagai macam makanan yang ada di meja.


"Ayo terus!!terus!!terus!!go-go-go-golll!!!" Teriaknya antusias tanpa menyadari keberadaan istri nya yang sedang tertidur pulas.


"Aduh lupa" Bisik nya sambil menutup mulut dan kembali duduk dengan tenang.


Sebelum duduk kembali,Bintang menatap jengah wanita perut gendut tersebut.Bagaimana bisa seorang wanita yang sedang hamil besar tidur dengan posisi telentang seperti itu.


Bintang melempar bantal nya ke sofa dan berjalan mendekati Erika lalu memiringkan tubuh wanita tersebut dengan bantal yang mengganjal perutnya.Bintang menaruh beberapa bantal tersebut di sekeliling Erika agar wanita itu tidak memindahkan posisi nya lagi.


Erika tidak merasa terganggu sedikit pun,ia bersikap seolah-olah tidak ada yang menggangu tidur nyenyak nya padahal sejak tadi Bintang selalu berteriak tanpa di sengaja saat tim bola andalannya memasukkan bola kedalam gawang.


"Dia tidur terlalu nyenyak,mungkin maling juga akan leluasa kalau dia tuan rumahnya" Bisik Bintang yang kembali duduk di sofa.