Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 63



Setelah sampai di rumah,Erika langsung berlari menuju kamar nya dan membuka salah satu laci yang berada di sebelah kasurnya.


Erika mengambil foto berukuran kecil yang pernah ia temukan dan menatap tajam wajah yang ada di dalam foto tersebut.


"Lo pelaku nya?Kenapa Lo bertindak jauh kayak gini?Bahkan gue gak kenal sama Lo" Kata Erika.


Erika memasukkan kembali foto tersebut dan kembali berjalan keluar kamarnya. "Ayo Pierre"


***


"Kamu kenal dia?" Tanya Erika sambil menunjukkan foto tersebut saat mereka sedang berada di perjalanan menuju rumah Bintang.


"Dia?" Tanya balik Pierre. "Coba saya lihat lebih dekat"


"Kamu kenal?"


"Kalau tidak salah dia adalah Tuan William,putra tiri dari bos Derrick" Kata Pierre.


"Putra tiri?"


"Iya putra tiri dari istri keduanya yang berasal dari Belgia"


"Ahh gitu" Akhirnya Erika mengetahui siapa pria tersebut sebenarnya,karena selama ini ia berfikir bahwa mereka adalah orang bertemu dengan ayah nya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan mama nya.


"Ada apa bos?" Tanya Pierre.


"Dia orang yang menyuruh mata-mata itu untuk mengintai dan meneror saya"


"Lantas dari mana bos Bintang bisa mendapatkan wanita itu?" Tanya Pierre.


"Itu dia alasan saya ingin bertemu langsung dengan Bintang sekarang"


***


"Bintang!" Teriak Erika sambil berlari saat ia sudah sampai di rumah Bintang.


"Lo disini?" Tanya Bintang.


"Sebelumnya gue mau tanya sama Lo"


"Apa?"


"Dari mana Lo dapetin orang-orang yang kerja di rumah gue?"


"Mereka orang-orang yang kerja setiap satu minggu sekali di rumah gue" Kata Bintang.


"Sekarang gue tau siapa dalang dari semua ini"


"Siapa?"


"Dia" Erika memberikan foto tersebut kepada Bintang.


"Dia?" Bintang memasang wajah terperangah.


"Saudara Lo sendiri?" Tanya Bintang.


"Dia bukan saudara gue"


"Ah oke,apa yang buat Lo nunjuk dia sebagai dalang nya?"


"Gue berhasil temuin mata-mata nya"


"Dia kasih tau Lo?"


"Iya"


"Siapa dalangnya?" Tanya Tamara yang baru ikut bergabung sambil memegang segelas air dingin dan mengambil foto tersebut dari Bintang.


"HAAAAAAA!!!???OH MY GOD!" Tamara terkejut sampai menutup mulutnya yang menganga karena melihat foto pria yang ia kenali. "Dia?"


"Lo kenal"


"Gimana bisa gue gak kenal" Kata Tamara.


"Dia saudara nya Erika" Kata Bintang.


"Bukan saudara"


"Beneran?" Tanya Tamara.


"Dia anak tiri bokap gue"


"Waah"


"Terus apa yang mau Lo lakuin?" Tanya Bintang.


"Apalagi kalau bukan balas dendam?" Kata Erika.


"Maaf bos,tapi setahu saya.Tuan William sekarang telah mempunyai organisasi nya sendiri.Ia berkuasa di salah satu kota yang ada di Belgia" Kata Pierre.


"Maka dari itu saya datang ke sini" Kata Erika. "Ayo kita kerja sama" Ajak Erika kepada Bintang.


"Oke"


"Silahkan terima"


"Dia ingin berbicara dengan bos"


"Halo?" Sapa Erika.


"Bos beri kami Perintah" Kata Pria tersebut.


"Kenapa?Kenapa saya harus kasih perintah?"


"Tuan William, dalang dari semua ini ada di halaman markas"


"Apa!!!!" Teriak Erika. "Kamu serius?"


"Saya juga tidak percaya ini,tetapi dia sangat cepat bergerak.Seperti nya dia kemari karena mengetahui bos sudah pergi dari sini"


"Kenapa dia kesana?Bisa saja dia mengikuti saya jika ingin menyakiti saya" Kata Erika.


"Dia meminta gadis mata-mata itu"


"Amankan gadis itu,saya akan menepati janji,x Kata Erika. "Tahan sekuat tenaga kalian agar mereka tidak bisa menerobos masuk kedalam sana"


"Baik bos"


"Kenapa?" Tanya Bintang.


"Kayaknya perang udah dimulai" Kata Erika.


"Alfredo!!" Teriak Bintang.


"Ya bos"


"Hubungi markas,katakan mereka harus bersiap-siap.Mereka harus menyiapkan senjata dan keperluan lainnya.Terutama mereka harus menyiapkan mental" Kata Bintang.


"Baik bos"


"Tori...Tori..." Ucap Erika yang berusaha menyambungkan kembaki komunikasi nya dnegan Tori.


"Ya bos,Saya dan dua orang lainnya masih disini" Kata Tori.


"Terimakasih,Sekarang kalian boleh keluar dari sana.Dengar perkataan saya baik baik"


"Baik bos"


"Katakan kepada para pelayan untuk segera pergi meninggalkan rumah saya dan jangan kembali sampai saya memberikan perintah" Kata Erika.


"Baik bos"


"Kedua,katakan kepada yang lain untuk memperketat penjagaan di gerbang utama.Peringatkan kepada mereka untuk memiliki senjata masing-masing.Jika kekurangan senjata kalian bisa ambil di ruang penyimpanan" Kata Erika.


"Baik bos.Jika saya boleh tahu,apa yang sebenarnya sedang terjadi bos?" Tanya Tori.


"William,pria itu akan menyerang kita" Kata Erika. "Bunuh dia dan centeng-centeng nya jika mereka datang ke sana"


"Ya,baik bos"


"Oh ya satu lagi.Saya menunjuk kamu sebagai pemimpin yang akan berjaga di rumah,maka dari itu selalu pakai dan bawa talky Wally atau apapun itu untuk berkomunikasi"


"Baik bos"


"Terimakasih banyak Tori" Erika langsung memutuskan panggilan nya.


***


Sementara itu William dan pengikutnya langsung berusaha menerobos masuk kedalam markas untuk mengambil kembali mata-mata mereka.


Tetapi tidak ada perlawanan dari anak buah Erika,karena ia telah memerintahkan untuk membiarkan mereka masuk kedalam.


Saat mereka sampai di pintu utama,William dan anak buahnya mendengar gerungan kenalpot mobil yang bergegas pergi meninggalkan markas.


Tentu saja didalamnya ada Lastri dan tiga orang anak buah Erika yang lainnya.


"Kejar dia!!!!!" Teriak William.


Meskipun sudah lama tinggal di Belgia,William bukan warga asli Belgia.Dia warga asli Indonesia yang menetap di Selat Malaka,saat ibu nya menikah dengan Mr.Derrick mereka di boyong ke Belgia.


Dan saat orang tua nya cerai,Mr.Derrick kembali ke selat Malaka sementara William dan ibu nya berniat untuk menetap di Belgia.


Setelah bercerai dengan Mr.Derrick,Ibu William mengidap depresi yang berlebihan.Satu tahun kemudian ia meninggal dunia.


Setelah mendapatkan kekuasaan,William datang kembali ke Selat Malaka untuk memenuhi dendam nya kepada Mr.Derrick.


Namun ia tidak menemukan Mr.Derrick di sana,William mengancam para anak buah Mr.Derrick yang sedang bekerja di Selat Malaka,entah ancaman apa yang ia berikan hingga membuat para anak buah Mr.Derrick tersebut menjadi berhianat kepadanya.


Mereka mengatakan bahwa Mr.Derrick pergi ke pulau Jawa telat nya kota Jakarta untuk menemui putri kandungnya yang tinggal di sana.


Perkataan anak buah Mr.Derrick tersebut membuat William berfikir bahwa ayahnya bercerai dengan ibu nya karena hanya ingin kembali dan menemui istri serta putri kandung nya itu.Tetapi kenyataan tersebut memang benar adanya.


Awalnya William hanya ingin membalaskan dendam nya kepada Mr.Derrick tetapi karena ia mengetahui ada putri kandung Mr.Derrick di sekitarnya,maka hal itu menjadi peluang besar untuk William agar sekaligus dapat membunuh keluarga mereka.