Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 16.



Saat malam harinya,Erika pergi ke bar untuk bekerja seperti biasanya.Ia tidak mau menghabiskan banyak waktu di rumah,karena berlama-lama di rumah membuat ia selalu teringat kepada sosok mendiang mama nya.


"Malam bos" Sapa Erika kepada bos nya.


"Malam, langsung ganti baju.Pelanggan udah mulai berdatangan" Kata Bos nya.


"Iya bos" Erika langsung mengambil seragam kerja nya di lemari dan langsung bergegas mengganti pakaiannya.


"Kerja yang semangat hari ini" Bos nya memberikan semangat kepada Erika setelah ia keluar dari ruang ganti.


"Siap bos" Erika memberikan tanda hormat kepada nya.


Erika bekerja keras,melayani pesanan para pelanggannya dengan ramah dan sangat berhati hati saat melakukan tugas nya agar ia tidak membuat kesalahan sedikit pun.




Sementara itu di tempat lain seorang pria berumur dengan setelan Jas rapih sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel nya.Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris,membicarakan bisnis gelap yang sangat menguntungkan kedua nya.



Setelah selesai menerima panggilan telepon,pria tersebut langsung berjalan keluar ruangan nya.



Di luar ruangan sudah ada seorang laki laki yang sedang duduk di sofa menunggu kedatangan nya.Pria tersebut merupakan kaki tangan atau orang kepercayaan nya.



"Sudah disiapkan bunga matahari kesayangan kita?" Tanya Mr.Derrick kepada Pierre.



"Yeah bos" Jawab nya.



Bunga matahari yang mereka maksud adalah gadis cantik berusia 17 tahun yang akan mereka jual ke salah satu pelanggan nya yang berasal dari Prancis tetapi tinggal di negara Brazil.



Ya,selain berbisnis obat obatan terlarang Mr.Derrick juga menjalankan bisnis nya dalam bidang perdagangan manusia dan pasar gelap.



Ia mencari gadis remaja atau wanita berumur yang tidak mempunyai keluarga dan hidup sebatang kara.



Ia menjual para wanita tersebut kepada pelanggan nya yang berasal dari berbagai negara,entah bagaimana nasib wanita wanita tersebut saat berada di tangan orang yang membelinya di negara asing.



Kebanyakan dari mereka di pekerjakan sebagai PSK di negara tersebut.



Dengan bisnis tersebut,Mr.Derrick telah meraup keuntungan yang sangat besar selama tiga tahun sejak bisnis nya berdiri.



"Oh iya, Fransisco memesan satu bunga matahari lagi kepada kita" Kata Mr.Derrick kepada Pierre yang berbicara dengan bahasa Inggris.



"Tapi kita hanya mempunyai satu bunga matahari bos" Kata Pierre.



"Yang harus kamu lakukan hanya mencari lagi satu bunga matahari terbaik,Pierre" Mr.Derrick mendekatkan wajahnya ke arah Pierre sambil tersenyum layak nya iblis.



"Baik bos,akan saya lakukan malam ini juga" Pierre menundukkan kepalanya.



"Bagus" Mr.Derrick mengacungkan jempol nya kepada Pierre.



"Kalau begitu saya permisi bos" Pierre langsung berjalan keluar ruangan dan langsung menghubungi seseorang.



Saat ini Mr.Derrick dan anak buahnya sedang berada di Jakarta,Mereka akan kembali ke selat Malaka saat sudah mendapatkan bunga matahari kedua nya.



"Hallo" Kata Pierre kepada anak buahnya. "Carikan satu wanita lagi,pastikan dia sudah tidak mempunyai keluarga" Pierre memberikan perintah dan langsung menutup panggilan telponnya.



Sementara itu Erika sudah selesai melaksanakan pekerjaan nya.Ia bergegas mengganti pakaian nya dan langsung pulang.



"Bos waktu kerja saya sudah habis,jadi saya pamit pulang" Kata Erika sambil menunjukan jam tangan nya.



"Oke,makasih sudah bekerja keras hari ini.Ini gaji kamu" Bos memberikan amplop coklat berisi uang kepada Erika.



"Waah ini gaji pertama saya" Erika tersenyum.



"Thank you bos.Saya pergi dulu" Erika langsung berjalan keluar bar.



Ia mengintip isi amplop tersebut dan terkejut karena melihat lembaran rupiah yang begitu banyak.



"Waahh.." Erika terperangah.



Ia mampir sebentar ke supermarket di pinggir jalan untuk membeli minuman terlebih dahulu.Erika tidak langsung pulang,ia duduk di pinggir jalan terlebih dahulu sambil meminum minuman nya dan menatap kendaraan yang berlalu lalang di jalanan.




"Permisi mba" Kata pria tersebut.



"Iya?" Tanya Erika.



"Boleh saya duduk di sini?" Tanya Pria tersebut.



"Oh,silahkan" Erika langsung memalingkan wajahnya sambil menikmati minumannya.



"Mba kok duduk sendirian disini malam malam?" Tanya Pria tersebut.



"Ya kenapa emangnya gak boleh?" Erika tersenyum.



"Pasti orang orang di rumah nungguin mba pulang" Kata pria itu lagi.



"Hahha..nungguin?" Erika mentertawakan dirinya sendiri. "Gak ada yang nungguin saya pulang" Erika meminum minuman nya lagi sambil tersenyum kecewa.



"Kenapa?" Tanya Pria itu lagi.



"Orang yang selalu nungguin udah pergi ninggalin saya selama lama nya" Erika menatap pria tersebut sambil tersenyum.



"Oh,saya ngerti" Kata pria tersebut.



"Keluarga kamu yang lainnya?" Tanya pria itu lagi lagi dan lagi.



"Saya gak punya keluarga,saya hidup sendiri" Erika tersenyum.



Pria itu hanya menganggukkan kepalanya.Tak lama datang seorang pria lain di belakang Erika dan langsung menutup wajah nya dengan kain yang sudah diberi obat bius.



Erika terkejut dan langsung tidak sadarkan diri.Sementara itu datang mobil yang berhenti tepat di depan mereka,seorang pria lainnya langsung membukakan pintu mobil dan kedua pria tersebut membawa Erika masuk kedalam mobil dengan kondisinya yang tidak sadarkan diri.



Tidak ada orang lain yang melihat kejadian itu.Karena kondisi daerah sekitar sangat sepi,sudah larut malam juga.



Didalam mobil terdengar suara dering telpon yang berulang kali berbunyi, ternyata Erika mendapatkan panggilan dari Bintang yang ingin menanyakan kabar nya.



Tetapi para penculik itu langsung menolak panggilan dan mematikan ponsel Erika agar tidak ada satu orang pun yang bisa menghubungi nya.



"Kok gak di angkat angkat ya" Kata Bintang. "apa udah tidur?" Tanya Bintang kepada dirinya sendiri.



"Eh,kok gak aktif hp nya" Bintang terkejut karena tiba tiba ponsel Erika tidak bisa dihubungi.



Bintang langsung keluar kamarnya dan bergegas pergi menuju rumah Erika,karena takut terjadi apa apa dengan nya.Bintang melakukan hal itu karena langsung teringat dengan perkataan suster di rumah sakit untuk tidak meninggalkan Erika sendirian karena takut ia nekat melakukan hal hal yang tidak diinginkan.



Setelah sampai rumah Erika,Bintang langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dala rumah Erika.Ia semakin cemas karena situasi rumah Erika sangat gelap,tidak ada satupun lampu di rumah nya yang menyala.Pintu nya yang terkunci membuat Bintang menjadi sangat cemas.



"Erikaa!!Erikaa!!!Erikaa!!" Teriak Bintang sambil mengetuk pintu Erika berulang kali.



Tak lama tetangga Erika keluar rumah dan memberi tahu Bintang bahwa Erika tidak ada di rumah sejak sore hari.



"Erika gak ada di rumah dek" Teriak ibu tetangga Erika.



"Gak ada di rumah Bu?" Tanya Bintang.



"Iya,tadi pulang sekolah dia pulang tapi gak lama keluar lag.Belum pulang sampai sekarang makanya lampu rumah masih gelap" Kata ibu tersebut.



"Yakin Bu belum pulang?" Tanya Bintang.



"Iya"



"Yaudah makasih ya Bu" Bintang langsung pergi mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah Erika.