Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 27



Di siang hari nya Erika pergi ke bar untuk bekerja dengan wajah nya yang tidak karuan karena masih memikirkan tentang kejadian semalam.


Seperti biasa ia menaiki bus untuk pergi ke sana,Saat Erika hendak masuk kedalam ia terkejut karena bus yang sudah penuh dengan penumpang.Karena hampir terlambat,Erika terpaksa menaiki bus yang padat penumpang tersebut.


Ditengah-tengah perjalanan salah satu penumpang lansia tiba tiba berteriak bahwa ada seorang pria yang telah mencuri dompetnya.Semua penumpang yang ada di dalam langsung menoleh ke arah wanita lansia tersebut dan menyuruh sopir bus untuk segera menghentikan bus nya.


Copet!!tolong...dia mencuri dompet saya!!!...


Teriak wanita lansia tersebut.


"Kemana??Kemana larinya?" para penumpang bertanya tanya.


Erika melihat bahwa copet tersebut keluar dari pintu belakang,ia langsung berlari mengejar copet sialan itu.


Erika terus mengejar copet tersebut,setelah berjarak sekitar satu meter di belakang copet Erika langsung menendang tubuh copet tersebut dengan sekuat tenaga hingga jatuh tersungkur di tanah dengan wajah kesakitan.


Meskipun kesakitan,dengan sigap copet tersebut langsung berdiri dan berusaha lari lagi dari Erika.Erika langsung menarik jaketnya, refleks copet tersebut langsung menyiku bagian rahang Erika hingga wajahnya terhentak keras.


Saat itu juga Erika membalas dengan pukulannya dan mulai terjadi baku hantam antara mereka berdua.


Penumpang bus yang lain hanya terperangah menyaksikan mereka berdua,sebagian ada yang menyemangati Erika untuk terus menghajar copet tersebut dan sebagian nya lagi ada yang menutup wajah karena merasa aksi tersebut sangat mengerikan.


Beberapa Menit kemudian pertarungan berakhir dan di menang kan oleh Erika,ia langsung mengikat kedua tangan copet dengan selendang yang di berikan oleh salah satu penumpang.


"Ini punya ibu?" Tanya Erika dengan wajah nya yang babak belur dimana mana.


"I-iya,ma-makasih dek" Kata wanita lansia tersebut mengambil dompet nya sambil terus memperhatikan wajah Erika yang berantakan.


"I-itu.." Salah satu penumpang menunjuk wajah Erika.


"Huufftt...Nanti juga sembuh sendiri" Erika tersenyum sambil menatap wajah nya sendiri di layar ponselnya.


"Bawa aja dia ke kantor polisi" Kata Erika kepada wanita lansia tersebut. "Aduh bisa telat ini" Lanjut Erika sambil melihat jam tangannya.


"Gara gara Lo gue terlambat" Ucap Erika kepada copet tersebut dan langsung berlari secepat mungkin menuju bar karena jaraknya dari tempat kejadian tidak terlalu jauh.



Di Bar.



"Maaf bos saya terlambat" Erika berbicara dengan nafas yang terengah-engah.



"Astaga kaget saya!i-itu muka kamu kenapa?" Bos nya melotot sambil menunjuk wajah Erika.



"Aahh benar,saya abis kasih pelajaran sama copet jalanan" Erika mengepalkan tangannya.



"Ganti pakaian dulu sana,sekalian itu cuci muka kamu" Ucap Bos nya.



"Siap bos" Erika langsung berlari menuju ruang ganti.



"Aishh...kenapa juga Lo harus pukul gue,kenapa gak langsung damai aja dari awal" Bisik Erika sambil bercermin dan membersihkan luka lebam di wajah nya.



"Mba saya pesan minuman favorit di Bar ini ya" Kata salah satu pelanggan laki laki yang baru datang.


"Ada banyak minuman favorit di..si..ni.." Erika terperangah menatap Bintang. "Ngapain Lo Disini?" Tanya Erika.


"Mau minum lah" Bintang tersenyum.


"Ahh,bener.Silahkan tunggu disana" Erika tersenyum layaknya seorang pelayan yang sedang menyambut pelanggan dengan Ramah.


Beberapa menit kemudian Erika datang membawakan pesanan Bintang dan menaruhnya di atas meja.


"Selamat menikmati" Erika tersenyum paksa dan langsung bergegas pergi meninggalkan Bintang.


"Tunggu dulu.Emang nya Lo gak mau temenin pelanggan minum?" Tanya Bintang.


"Gue kan gak minum" Erika menjawab datar.


"Gak ada yang suruh Lo minum,duduk aja kali sebentar" Kata Bintang sambil menuangkan minumannya ke gelas.


"Bos saya harus lanjut kerja,tapi dia malah suruh saya buat duduk santai disini" Kata Erika kepada Bos nya yang sedang berdiri tidak jauh dari nya.


"Mohon maaf,tetapi tidak ada yang bisa menggangu jam kerja pelayan kami apalagi saat banyak pengunjung yang datang" Kata bos nya sambil berjalan ke arah Erika dan Bintang.


"Saya mau bayar minuman nya" Bintang memberikan amplop coklat yang berisikan yang senilai jutaan rupiah.


"Woaaahhhh!!!!" Bos Erika terperangah saat telah membuka amplop coklat tersebut.


"Ini serius?" Tanya bos nya.


"Asal kasih izin pelayan ini untuk duduk bersama saya" Bintang tersebut.


"Tunggu apa?Duduk" Bisik bos kepada Erika.


"Tapi bos" Bisik Erika.


"Saya tinggal,kalau ada yang dibutuhkan langsung panggil saja pelayan yang lain" Bos nya tersenyum sumringah dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Hei,Mana bisa Lo gunain uang kayak gini" Erika menghentakkan kakinya ke lantai.


"Duduk aja dulu" Kata Bintang.


Tak lama seorang pelayan perempuan datang menghampiri Erika.


"Erika ada panggilan buat Lo" Kata karyawan tersebut.


"Siapa?" Tanya Erika.


"Atas nama Naura" Jawabnya.


Erika langsung bergegas untuk menelpon balik Naura dan menanyakan apa yang membuatnya menelpon Erika.


"Halo?" sapa Erika.


"Kak Erika pulang sekarang!" Naura berbicara dengan suara panik.


"Kenapa?" Tanya Erika.


"Ada orang yang datang,Katanya mau sita rumah ini" Lanjut Naura.


"Hah sita??" Erika terkejut.


"Cepet pulang kak!" Naura semakin panik.


"Aku pulang sekarang" Erika langsung menutup telpon dan bergegas pulang ke rumah tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


"Bos saya harus pulang sekarang" Erika meminta izin kepada bos nya.


"Kenapa,kamu kan baru datang" Ucap bos nya.


"Pokok nya saya harus pulang sekarang,bos bisa potong gaji saya hari ini" Erika langsung mengambil tas nya dan berlari menuju Bintang.


"Anter gue pulang sekarang" Bisik Erika.


"Kenapa?" Tanya Bintang.


"Cepetan anter gue pulang" Erika langsung menarik tangan Bintang dan berjalan cepat menuju parkiran.


"Ada apa?" Tanya Bintang sambil mengendarai mobil nya.


"Ada orang yang mau sita rumah gue" Ucap Erika.


"Sita?Kenapa rumah Lo disita?" Tanya Bintang terkejut.


"Makanya ayo cepetan" Wajah Erika terlihat gelisah.




Mobil Bintang sudah berada di depan rumah Erika.Mereka bisa melihat ada beberapa mobil mewah yang berjejer di depan rumah nya dan juga beberapa pria ber jas hitam sedang berkumpul di depan rumah Erika,ada Naura dan Ayu juga di sana.



"Siapa mereka?" Tanya Bintang.



Erika langsung berlari memasuki halaman rumahnya dan bertanya kepada orang orang tersebut kenapa mereka mau menyita rumah Erika.



"Ada apa ini?" Tanya Erika.




"Iya,ada apa ini?" Tanya Erika.



"Kami dari perusahaan Haneul,akan menyita rumah anda beserta seluruh isinya" Pria tersebut menunjukkan dokumen surat penyitaan rumah tersebut.



"Kenapa kalian sita rumah saya,bahkan saya pun gak tau apa itu perusahaan haneul" Ucap Erika yang mengambil paksa dokumen tersebut.



"Perusahaan haneul adalah perusahaan besar tempat Bu Tia bekerja sebagai office girl. Sebelum di rawat di rumah sakit dan akhirnya meninggal,Bu Tia pernah mengajukan pinjaman kepada perusahaan kami sebesar 750 juta dalam tenggat empat kali peminjaman.Ini daftar peminjaman nya" Pria tersebut memberikan satu dokumen lagi yang berisi keterangan daftar peminjaman uang yang dilakukan mama nya kepada pihak perusahaan tersebut.



"Tapi buat apa mama saya pinjam uang sebanyak itu?" Erika mengangkat dokumen tersebut.



"Menurut laporan bendahara di perusahaan kami,Bu Tia meminjam uang empat kali berturut-turut untuk membiayai pengobatan rutin nya setiap minggu.Kami datang ke sini untuk menagih karena Bu Tia sudah meninggal dunia" Lanjut pria tersebut.



"Tapi kenapa harus rumah saya?" tanya Erika.



"Apa lagi yang harus kami ambil?Apakah anda punya harta berharga yang lainnya?" Tanya Pria tersebut.



"Saya janji akan lunasi semua hutang mama saya,tapi nyicil" Ucap Erika sambil mengangkat tangannya memohon.



"Sudah tidak bisa,Perintah ini diberikan langsung oleh pimpinan perusahaan" Ucap pria tersebut.



"Tapi kalau kalian ambil rumah ini,saya mau tinggal dimana?" Teriak Erika.



Pria tersebut hanya menggelengkan kepalanya.



"Bahkan saya sendiri pun gak tau harus tinggal dimana" Teriak nya lagi. "Setidaknya kalian kasih saya kompensasi buat cari tempat tinggal baru" Lanjut Erika.



"Silahkan ambil pakaian dan beberapa barang yang anda butuhkan" Ucap pria tersebut mengabaikan Erika.



"Pak tapi kalian gak bisa main sita sembarangan kayak gini dong" Teriak Ayu kepada para pria tersebut.



"Kami tidak sembarang,tapi ini perintah yang terdapat buktinya" Ucap salah satu pria.



"Udah udah udah...Ambil aja ambil rumah ini!Bahkan kalau saya gak tanda tangan surat perjanjian pun kalian tetep bakal sita rumah ini" Erika mengambil pulpen yang menempel di jas pria tersebut dan langsung menandatangani surat penyitaan tersebut.



"Beresin barang barang kamu" Bisik Erika kepada Naura dan langsung masuk kedalam rumah nya untuk mengambil beberapa pakaian milik Erika.



"Tapi aku kan gak punya apa apa disini" Kata Naura saat Erika sedang sibuk memasukan pakaiannya kedalam koper.



"Ambil aja beberapa barang yang bisa kamu jual" Bisik Erika dan langsung keluar dari rumahnya dengan membawa koper.



"Nih ambil" Erika memberikan surat persetujuan tersebut.



"Bahkan rumah reyot tetep kalian sita" Ucap Erika kesal.



"Kami sudah menempel tanda disita di pintu pagar,jadi mulai sekarang rumah ini milik perusahaan kami" Ucap nya yang langsung pergi meninggalkan Erika, Naura,Ayu dan Bintang.



"Apa yang mereka mau dari rumah jelek ini?" Tanya Erika saat para pria ber jas tersebut sudah pergi meninggalkan halaman rumah nya.



"Lo sekarang mau tinggal dimana?" Tanya Ayu sambil merangkul Erika.



"Gue sendiri gak tau,dimana pun kecuali di rumah Lo" Ucap Erika menatap Ayu.



"Rumah gue udah terlalu sempit buat nampung orang lagi" Wajah Ayu murung.



Erika menatap Naura yang sedang berdiam diri di belakang mereka.Ia mungkin tidak masalah jika harus tinggal dimana saja,tapi Erika tidak tega jika harus melibatkan Naura lagi dalam kesusahan nya.



"Kayaknya gue tau deh harus bawa Naura kemana" Bisik Erika Kepada Ayu.



"Kemana?" Tanya Ayu.



"Lo kenapa diem aja?Kenapa Lo gak cegah mereka.Padahal kalau Lo mau pasti Lo bisa!" Teriak Erika kepada Bintang.



"Apa maksud lo,?Gimana bisa gue cegah mereka?" Tanya Bintang yang pura pura lemah.



"A-ah..gue lupa,gimana bisa Lo cegah mereka" Erika menarik kembali perkataan nya.



"Yaudah anter gue sama naura ke tempat tadi" Erika tersenyum kepada Bintang.



"Tempat tadi?" Tanya Bintang.



"Iya" Jawab Erika.



"Ooh.Mau ngapain?" Tanya Bintang lagi.



"Udah anter aja dulu"



"Gue harus pergi sekarang,nanti pasti gue kabarin Lo lagi" Erika menatap Ayu dan langsung memeluknya.



"Hati hati yaa" Teriak Ayu.



Erika,Bintang dan Naura masuk kedalam mobil untuk pergi menuju Bar tempat Erika bekerja.