
"Selamat siang bos" Sapa Pierre yang ternyata sudah sampai di sana terlebih dahulu.
"Siang,kamu bawa barang yang saya minta?" Tanya Erika.
"Ini"
"Silahkan duduk" Kata Erika kepada Raga.
"Iya bos"
.
"Langsung aja,saya mau pasang alat penyadap di kamar dan ruang kerja pribadi saya.Tapi saya mau alat penyadap itu desain nya sedemikian rupa.Atau bahkan siapapun gak akan menyangka kalau benda itu adalah penyadap" Kaya Erika.
"Kalau itu tentu saja mudah,alat penyadap bisa langsung di letakkan di dalam benda yang bos mau.Tapi kalau saya boleh tau kenapa tiba-tiba bos menginginkan alat penyadap?"
"Saya mencurigai seseorang di rumah,untuk memastikan saya harus mencari tau terlebih dahulu tentang kebenaran orang yang saya curigai" Kata Erika.
"Kapan saya harus memberikan nya kepada bos?" Tanya Raga.
"Secepatnya,nanti malam gimana?"
"Saya usahakan lebih cepat lagi,karena yang perlu saya lakukan hanya mengambil penyadap tersebut di markas dan mendesainnya sedemikian rupa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh bos"
"Oke,Ini laptop buat penghubung nya" Erika memberikan laptop yang dibawa oleh Pierre.
"Ya baik bos"
"Jangan ceritakan kepada siapapun tentang hal ini,hanya kita bertiga yang tau.Ketika orang yang saya curigai benar-benar ada hubungannya dengan dalang baru semua orang boleh tau" Kata Erika.
"Baik bos"
"Kalau gitu saya duluan,kamu ke markas sama Pierre"
"Iya bos,selamat siang"
***
Saat itu juga Erika langsung pulang ke rumahnya.Erika terus duduk di sofa ruang tamu tanpa bergerak sedikit pun.
Ia sengaja ingin memantau pelayan tersebut lebih dekat.Karena kali ini orang yang ia curigai adalah pelayan tersebut.
"Baju saya sudah bibi masukkan kedalam lemari pakaian?" Tanya Erika.
"Sudah" Pelayan tersebut tersenyum manis.
"Oke, terimakasih"
"Ada yang bisa saya bantu non?"
"Gak ada"
***
Erika sedang duduk di meja kerja sambil menundukkan kepalanya karena ia sudah mulai bosan menunggu kabar dari Raga.
Dan...Tiiingg!!!!....
Pesan yang ia tunggu-tunggu telah datang,Raga mengatakan bahwa barang yang Erika minta telah siap hanya tinggal mengoperasikan nya saja.
"Bagus" Ekspresi wajah Erika langsung berubah drastis saat mendengar kabar tersebut.
Kamu datang ke sini sekarang tanpa memperlihatkan benda itu.
Baik bos.
Satu jam kemudian Pierre,Raga dan tiga orang anak buah yang lain sampai di rumah Erika.
"Seperti nya bos memerlukan ruangan khusus untuk pemantauan" Kata Raga.
"Ruang pribadi saya di lantai tiga,ruang itu bisa di gunakan" Erika menatap Pierre sambil menunjuk ke arah lantai tiga.
"Baik bos" Kata Pierre.
"Kalian bertiga ikut Underboss" Kata Raga.
"Baik"
"Kamu ikut saya" Kata Erika kepada Raga dan langsung berjalan menuju kamar nya.
Raga menaruh alat penyadap tersebut di dalam miniatur mobil yang di letakkan di meja kerja Erika.Sedangkan kamera pengintai di letakkan di dalam stop kontak tiruan.
"Sudah tersambung?" Tanya Raga kepada Pierre yang sengaja berkomunikasi melalui earphone.
"Bagaimana sudah?" Tanya Pierre kepada ketiga pria tersebut.
"Sudah" Jawab mereka.
"Sudah" Kata Pierre.
"Silahkan bos berbicara" Kata Raga kepada Erika.
"Halo?Sudah tersambung?" Erika mengetes frekuensi suara yang akan di terima oleh alat tersebut.
"Terdengar sangat jelas" Kata Pierre.
"Saya mau bicara" Erika mengambil earphone tersebut dan memasangkan di telinga nya.
"Pierre"
"Ya bos"
"Baik"
"Ya bos" Kata Pria yang bernama Tori.
"Kalian bertiga tetap jaga di sana,pantau setiap suara dan orang yang datang.Paham?" Kata Erika.
"Baik bos"
"Jangan pernah tinggalkan informasi sedikit pun.Makanan, pakaian dan seluruh kebutuhan kalian akan di antar ke sana.Jadi kalau kalian perlu sesuatu hubungi Pierre"
"Ya,baik bos.Terimakasih banyak"
***
Keesokan harinya Erika hendak pergi ke markas bersama Pierre untuk memantau bisnis nya.
Tentu saja mereka tidak hanya pergi berdua, tetapi di temani oleh sepuluh orang anak buahnya yang lain dengan pengawalan dua mobil.
"Mobil sudah siap?" Tanya Erika sambil menuruni satu persatu anak tangga kepada Pierre Yang sedang berdiri menunggu nya.
"Sudah"
"Selamat siang non" Kata pelayan yang selalu mengurus semua pakaian Erika,pelayan tersebut bernama Lastri.
"Siang bi" Erika tersenyum ramah.
"Seperti biasa saya meminta izin untuk merapihkan pakaian nona" Kata nya.
"Oh iya,silahkan bi.Masuk aja gak apa-apa"
"Terimakasih non"
Erika langsung berjalan sambil memakai earphone nya lalu menoleh sekilas ke belakang untuk melihat Lastri.
"Ada orang yang masuk ke kamar saya,pantau dia.Karena dia orang yang sangat saya curigai" Bisik Erika.
"Baik bos"
Erika langsung bergegas pergi menuju markas nya,karena dia sangat ingin tahu sudah sejauh mana bisnis nya berkembang saat ini.
"Pendapatan terus meningkat?" Tanya Erika.
"Ya bos,ini data nya"
"Banyak orang yang tergiur dengan tawaran pinjaman uang?" Tanya Erika kepada Pria yang lainnya.
"Sangat banyak bos"
"Bagus,saya senang mendengar nya" Erika tersenyum sumringah.
Baru saja Erika sampai di sana,Tori sudah menghubungi Erika lagi dan meminta nya untuk segera kembali ke rumah dan tidak melepaskan earphone nya agar ia bisa terus berkomunikasi dengan Erika.
"Tori menelpon" Kata Pierre.
"Angkat"
Setelah mematikan telpon nya, Pierre langsung menyampaikan apa yang Tori katakan.Erika langsung kembali ke rumah nya dengan tergesa-gesa.
"Ada apa?" Tanya Erika setelah memakai earphone nya.
"Sejak bos pergi,dia belum keluar sampai sekarang.Dia juga terlihat melakukan aktivitas yang mencurigakan.Sebaiknya bos kembali sekarang" Kata Tori.
"Oke" Sahut Erika. "Ayo kembali ke rumah" Kata Erika kepada Pierre.
Dengan tergesa-gesa seluruh anak buah Erika yang ikut langsung berjalan cepat menuju mobil.
"Apa yang dia lakuin sekarang?" Tanya Erika kepada Tori.
"Entah,tapi dia sedang berada di meja kerja bos".
"Pantau terus.Apa dia berbicara sesuatu?" Tanya Erika.
"Tidak terdengar perkataan apapun dari nya,dia hanya sibuk melakukan aktivitas"
"Lebih cepat lagi" Perintah Erika kepada pria yang mengendarai mobilnya.
"Baik bos".
tiga puluh menit kemudian,Erika dan yang lainnya sampai di rumah.Setelah salah satu pria membukakan pintu mobil untuk Erika,ia langsung berlari dan menyuruh Pierre untuk memanggil anak buah nya yang lain.
Erika berjalan menuju kamar di posisi nya yang paling depan,sedangkan Pierre di belakangnya dan diposisi ketiga para anak buah Erika yang masing masing membawa senjata.
"Apa dia masih di dalam?" Tanya Erika kepada Tori.
"Ya,masih di posisi yang sama"
"Beberapa orang masuk ke dalam dan bersembunyi di kamar tidur saya tanpa melakukan tindakan apapun sampai saya memberikan perintah" Kata Erika kepada anak buahnya.
"Baik bos"
"Seperti nya dia sudah melakukan pekerjaan nya dan akan keluar ruangan sekarang juga" Kata Tori.
"Oke" Ucap Erika sambil memasukkan amunisi kedalam revolver (pistol) nya.