Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 72



Saat keempat anak buah yang lainnya sedang menghadapi dua pria yang masih hidup,Erika dan Bara bergegas lari menuju ruang penyimpanan untuk mengambil senjata andalan yang Erika simpan.


Saat telah selesai mengambil barang tersebut dan berjalan keluar ruangan,Mereka berdua dihalangi oleh anak buah William yang lainnya.


Dengan sigap Bara serta Erika langsung membantai mereka dan langsung bergegas pergi dari rumah mewah tersebut.


Mereka pergi menuju rumah Bintang lagi.Karena menurut Erika dan yang lainnya rumah Bintang adalah tempat yang paling aman untuk saat ini.


***


Di pagi hari nya, Erika sudah berdiri di balkon kamar sambil memegang teropong jarak jauhnya.


Erika terlalu waspada sampai-sampai ia tidak tidur semalaman dan memilih untuk mengawasi keadaan sekitar dari balkon kamarnya.


Karena merasa tidak puas,Erika berjalan menghampiri senapannya yang telah terpasang.Erika menggunakan teropong senapan tersebut untuk mengamati keadaan sekitar karena teropong itu bisa melihat keadaan dari jarak yang sangat jauh.


"Aaaa udah pagi aja,gue belum sempat tidur" Gerutu Erika sambil berjalan keluar kamarnya.


Erika berpapasan dengan Bintang yang baru keluar kamar juga dan akhirnya mereka memilih untuk pergi ke lantai satu bersama.


"Lo udah bangun?" Tanya Bintang.


"Bahkan gue gak tidur"


"Kenapa?"


"Ya gue takut aja mereka datang lagi.Oh iya gimana,udah ada kabar soal Tamara belum?"


"Belum.Alfredo belum telfon gue lagi"


Bintang dan Erika duduk di sofa yang berada di lantai satu.Mereka berbicara santai tanpa pengawasan anak buah nya.


"Gimana luka Lo,Udah sembuh?" Tanya Erika.


"Mana luka?Ini?" Bintang menunjuk dada sebelah kiri nya yang terluka.


"Iya"


"Ini bukan luka,ini sih lecet doang"


Plaakk!!!....


Erika memukul dada Bintang hingga pria tersebut meringis kesakitan. "A-a-aaaaa...Sakit,gila Lo ya"


"Dasar lemah"


"Coba sekali lagi?"


"Lemah"


"Sekali lagi,gue cium Lo" Bintang tersenyum mengerikan hingga membuat Erika tiba-tiba terdiam tanpa ekspresi.


"Sekali lagi ngomong kayak gitu gue bunuh Lo" Balas Erika hingga membuat Bintang tersenyum puas.


"I love you" Kata Bintang tiba-tiba sambil menatap Erika dengan tatapan sendu nya.


Mendengar perkataan Bintang,Erika langsung mengangkat kepala nya yang sedang tertunduk dan membuka matanya lebar-lebar dengan ekspresi terkejut tanpa menatap Bintang.


"Haish padahal seharusnya gue gak usah kaget.Bahkan hampir tiap hari Lo bilang kayak gitu ke gue waktu masih sekolah" Erika tersenyum kaku.


"I love you"


Erika terdiam kembali tanpa ekspresi dengan jantung nya yang terus berdetak kencang hingga ia harus menahan nafas yang hendak terengah-engah.


Sebenarnya Erika sudah sangat terbiasa dengan perlakuan Bintang kepada nya saat masih duduk di bangku SMA.Bahkan Bintang selalu bersikap manis kepada Ayu dan Novia.


Erika selalu mengabaikan perkataan Bintang karena ia tau bahwa Bintang tidak sungguh-sungguh mengatakan hal itu.


Tetapi kali ini rasanya berbeda,Entah kenapa Erika merasakan energi yang sangat hebat dalam dirinya.


Ia merasa lemah ketika Bintang bersikap manis kepadanya apalagi jika terus memberikan kata seperti itu kepada Erika dengan wajah sendu nya.Bahkan Erika tidak bisa menatap Bintang terlalu lama saking tampan nya.


Apa ini?Apa namanya ini?


"Lo gak cinta sama gue?" Tanya Bintang.


"Hah?" Bisik Erika terkejut.


Sialan...Plis jangan tatap gue kayak gitu.Jangankan buat bicara,liat muka Lo aja gue gak bisa!!!!!


"A-aaa apa si Lo dari dulu bercanda nya itu itu aja" Erika cengengesan sendiri tanpa ada hasrat ingin tertawa dalam dirinya.


Sedangkan Bintang perlahan tersenyum karena ia tau persis apa yang sedang Erika rasakan sekarang.


"Udah,udah.Kue ini keliatan nya enak" Erika mengambil salah satu kue yang berada di meja tersebut dan memakannya.


Sebenarnya Erika tidak ingin memakan kue tersebut,itu adalah jalan ninja Erika untuk mengalihkan pembicaraan agar ia tidak terlihat gugup di hadapan Bintang.


"Yaudah kalo gitu gue mau ke gudang sebentar" Kata Bintang yang langsung berdiri dan berjalan menuju gudang penyimpanan senjata.


"Oh iya"


Setelah Bintang pergi,Erika langsung terdiam dengan raut wajah nya yang bingung dan merasa bersalah.


Erika sendiri tidak tahu apakah Bintang mengatakan perasaannya dengan sungguh-sungguh atau hanya karena ingin bermain-main saja.


Apapun itu alasannya, sungguh-sungguh atau tidak,Erika tetap terbawa hanyut dalam perasaan nya.


Erika tidak tau harus berbuat apa, Menurutnya sekarang sedikit sulit untuk bersikap seperti biasa dengan Bintang.


"Halo?" Erika menjawab telfon dari Pierre.


"Saya sudah menemukan sebuah tempat yang terlihat sangat mencurigakan,saya dan yang lainnya mencurigai bahwa tempat tersebut adalah markas persembunyian William dan anak buahnya" Kata Pierre.


"Kalian tetap di tempat dan kirim lokasinya kepada saya sekarang juga"


"Baik bos"


Setelah menutup telfon tersebut,Erika langsung berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap dan berganti pakaian.


Saat menerima pesan dari Pierre yang berisi alamat lengkap lokasi tersebut,Erika langsung bergegas menuju lokasi tersebut di temani oleh Bara.Mereka hanya pergi berdua tanpa memberitahu Bintang terlebih dahulu.


"Apakah bos Bintang tidak akan marah?" Tanya Bara.


"Gak,dia gak akan marah"


"Lebih cepat lagi" Kata Erika.


"Baik bos"


Bara terus fokus mengendarai mobil nya agar cepat sampai di tujuan mereka, sementara itu Erika terus berfokus memilih dan merangkai senjata nya.


Ia memilih pistol Rusia sebagai senjata andalan.Tiba-tiba ponsel Erika berbunyi,Bintang menelpon nya mungkin ingin bertanya mengapa Erika pergi tanpa memberitahu nya.


"Lo kemana?" Tanya Bintang.


"Gue pergi dulu,ada urusan sebentar"


"Kemana?"


"Ke suatu tempat"


"Kasih tau gue dimana tempat nya"


"Oh iya,gue cuma mau bilang makasih buat semuanya.Makasih udah selalu ada di saat gue butuh.Gue bilang kayak gini karena mungkin kita gak akan bisa ketemu lagi" Kata Erika.


"Apa maksud Lo?Ayo pulang sekarang atau kasih tau Lo mau pergi kemana?"


"Jangan datang buat samperin gue,kayaknya gue bakal mati duluan.Seperti rencana yang udah kita buat kemarin,kalau gue mati duluan tolong Lo urus tentang William" Erika langsung mematikan telponnya.


Bintang sedikit kesal,ia langsung memanggil Tori dan menyuruh nya untuk melacak keberadaan Erika dengan menggunakan nomor telpon yang baru ia hubungi tadi.


Karena keahlian nya,dengan cepat Tori berhasil menemukan lokasi Erika saat ini.Bintang,Tori dan anak buahnya yang lain langsung bergegas mengejar Erika untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi kepada nya.