
Matahari siang sudah berada di puncak nya.Erika terbangun tanpa merasa kesakitan lagi.Bukannya duduk terlebih dahulu,Erika langsung berjalan keluar kamar untuk mencari makanan di ruang makan tanpa menghiraukan Bintang yang masih tertidur pulas.
"Bii..." Rengek Erika dengan wajah dan rambut nya yang berantakan sambil berjalan menyusuri tangga.
"Iya nyonya"
"Oh iya,kan ada lift ngapain jalan.Yaelah bodo deh udah terlanjur" Gerutu nya.
"Bi..."
"Iya nyonya"
"Gak bi,cuma mau panggil aja" Hanya dibalas senyuman oleh si Bibi dan langsung berjalan menuju dapur untuk melanjutkan aktivitas nya.
Erika mendengar suara mobil,tetapi ia rasa bukan miliknya atau Bintang.Kemudian ia mendengar suara pintu yang terbuka dan tertutup lagi.
Erika tidak perduli siapa yang datang,ia masih sibuk menikmati roti nya di meja makan.Menurutnya tidak perlu repot-repot harus berjalan ke sana,jika orang itu akan berjalan menghampiri dirinya.
"Erika!!" Teriak Tamara.
"Suuts..Itu disana" Tegur suami nya.
"Tamara...Gue kira siapa" Erika langsung berjalan menuju ruang keluarga.
"Bintang mana?" Tanya nya dengan wajah berbinar-binar.
"Ada lagi tidur,kenapa emang?"
Bukannya menjawab dengan cepat,Tamara malah terus menerus menahan senyum nya yang terlihat sangat bahagia itu begitupun dengan suaminya.
"Kenapa sih?Dateng ke sini malah senyum-senyum gak jelas" Omel Erika.
"Gue mau kasih tau kabar bahagia buat Lo dan Bintang" Kata Tamara.
"Kabar bahagia apa?"
"Sebentar" Tamara langsung membuka tas nya dan mengambil suatu barang yang merupakan sumber kebahagiaan mereka berdua.
"Ini..."
"Apa ini?" Erika menatap tajam benda tersebut dan dengan hati-hati mengambil nya dari tangan Tamara.
"Apa artinya ini?" Tanya Erika dengan wajah kebingungan nya.
"Ck!!Lo gak ngerti?" Keluh Tamara.
"Ngga"
"Ah lo parah si,ah elah!" Ucap Tamara sambil memalingkan wajah kesal
"Kenapa?Apa yang salah?"
"Tau ah,Lo merusak suasana nih"
"Kenapa sih?" Tanya Erika kepada Farel,suami Tamara.
"Lo tau ini apa?" Tanya Tamara.
"Tau"
"Apa?"
"Test pack kan?"
"Itu lo tau"
"HOOOO!!" Dengan cepat Erika langsung menutup mulutnya yang terbuka karena baru menyadari hal itu. "Lo hamil??" Teriak nya.
"IYAAA!!!"
"AAAAAAA!!!!SELAMAT!!!" Teriak Erika yang langsung memeluk erat tubuh Tamara yang lebih tinggi darinya.
Tamara.
"Sebentar lagi gue punya keponakan lucuuu" Kata Erika.
"Ada apa sih ribut-ribut sampe kedengeran ke atas?" Tanya Bintang yang sedang berjalan menuruni tangga.
"Tamara Hamil!!" Teriak Erika.
"Yaampun...Gue yang hamil,Lo yang bahagia banget" Gerutu Tamara.
"Serius?" Tanya Bintang.
"Iya lah masa gue bohong"
"Wah gercep banget nih bang Farel" Ucap Bintang menggoda hingga membuat wajah mereka berdua sedikit tersipu malu.
"Bintang!Apa sih..." Ucap Erika sambil menyenggol perut Bintang dengan siku nya.
"Bercanda bercanda yaampun"
"Kalian kapan nih?" Pertanyaan Farel membuat Bintang dan Erika saling melirik seolah olah lelaki itu sedang membalas lagi perkataan Bintang barusan.
"Secepatnya,doain aja" Ucap Erika. "Awas Lo ya jangan terlalu kecapean, mudah-mudahan anak Lo nanti sifatnya gak kaya mama nya ya"
"Lo mau nya cewek atau cowok?" Tanya Bintang.
"Cewek sih,ya gak sayang?" Tanya Tamara kepada suaminya dan langsung dibalas anggukan tanda setuju.
"Kalo kalian mau nya apa?Cewek cowok?" Tanya Balik Tamara.
"Cewek,cowok!" Jawab mereka secara bersamaan tetapi dengan kata yang berbeda.
"Nah loh"
"Cewek dong" Erika menekan nada bicaranya kepada Bintang.
"Cowok lah" Ucap Bintang.
"Kalo nanti cowok sifat nya kayak kamu gimana?" Tanya Erika.
"Ya gak apa-apa lah,orang aku ayahnya" Bintang langsung memalingkan wajah.
"Tapi aku tetep pengen cewek"
"Cowok,anak pertama harus laki-laki biar bertanggung jawab sama adik-adiknya"
"Emang kamu pikir cewek gak bisa bertanggung jawab?" Tanya Erika.
"Tapi yang seharusnya bertanggung jawab itu laki-laki"
"Tapi aku mau cewek,biar ada yang bantuin masak"
"Yaudah kembar,cewek cowok" Respon Bintang berhasil membungkam mulut Erika yang langsung terdiam.Sedangkan satu pasangan harmonis itu hanya menyaksikan perdebatan sengit diantara mereka berdua.
Erika menarik nafas dan menahannya karena tidak tahu harus menjawab apa. "Gak gitu juga sih" Bisik nya.
"Udah debat calon bayi nya?Kalo udah selesai kita mau pulang" Kata Tamara.
"Yaudah sana pulang" Ucap Bintang dan Erika kompak.
"Beneran nih?Serius kita diusir?"
"Serius lah,orang Lo yang mau"
"Tega kalian ya,yaudah yuk sayang"
"Aaa...Bercanda bercanda yaampun" Erika langsung menarik tangan Tamara untuk menahannya.
"Lagian kalian berdua berantem terus,menurut gue kalian lebih harmonis sebelum nikah deh kayaknya"
"Biasalah"
...•••...
"Kamu lagi ngapain?" Tanya Erika saat melihat Bintang yang sedang duduk santai sambil menonton serial animasi Boboiboy di ruang tv.
"Tuh"
"Anter aku yuk"
"Kemana?" Tanya Bintang yang tidak mengalihkan pandangan nya sedikit pun.
"Aku pengen jajan di luar nih,ayo" Ajak nya.
"Jajan apa,tumben"
"Ya gak tau,makanya ayo kita main keluar biar aku bisa pilih-pilih" Paksa Erika.
"Nanti dulu,tanggung ini sebentar lagi selesai"
"Tapi kan ini udah malem,bukannya Boboiboy tayang nya siang?" Tanya Erika.
"Aku nonton lewat aplikasi berbayar"
"Wah...yaudah ayo cepetan Bintang,keburu tambah malem nanti"
"Kamu semenjak kapan sih nonton film kartun kaya gini?" Tanya Erika dengan kesal.
"Dari dulu juga aku udah kecanduan,cuma gak ada yang tau aja"
"Yaudah kalo gitu izinin aku keluar sendiri aja" Ancam nya.
Ia menghembuskan nafas kecilnya dan langsung beranjak dari sofa untuk mengantar istri cantik kesayangannya itu.
"Yaudah yaudah iya cantiik...Nih udahan nih. sebentar,sabar aku ganti baju dulu"
"Gitu dong dari tadi"
Dengan rasa mengalah nya yang besar,Bintang langsung berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.
Beberapa menit kemudian Bintang datang kembali menemui Erika dengan pakaian nya yang sudah berbeda.
"Ayo" Kata Bintang.
"Rapih banget sih kayak mau kemana aja" Omel Erika.
"Emang aku kalo mau keluar kayak gini,mau di gimanain lagi?" Tanya Bintang yang meratapi dirinya sendiri. "Sekalian pacaran kali,kita kan gak sempet pacaran iya gak?"
"Sambil pacaran?"
"Iya lah"
"K-kalo gitu aku ganti baju aja deh,masa mau pacaran style nya kaya gini"
"Udah udah gak usah,gini aja udah cantik kok.Udah ayo tadi buru-buru sekarang lama-lama" Ucap Bintang.
"Yaudah deh kalo gitu.Tapi aku gak bawa uang ya,kamu yang beliin aku"
"Loh kok aku,kan kamu yang ajak"
"Kamu lupa ya?Uang suami itu uang istri juga,tapi kalo uang istri ya cuma untuk istri.Jadi gak salah dong kalo aku minta beliin ke kamu" Erika tersenyum lebar.
"Ahhh...Yaudah yaudah deh dari pada ngambek" Ucapnya dengan malas yang langsung berjalan menuju pintu keluar saat Erika sudah menggandeng tangan nya.
Bintang sudah membuka kunci mobilnya dari kejauhan,Erika langsung protes karena ia tidak mau pergi dengan menggunakan mobil.
"Kok naik mobil sih?" Tanya Erika yang memberhentikan langkah nya.
"Terus kamu mau naik apa?"
"Aku mau naik motor"
"Naik mobil aja ini udah malem,nanti kalo kamu sakit gimana?"
"Tapi aku mau naik motor..." Rengek nya.
"Naik mobil aja...Naik mobil enak kamu bisa tidur nyenyak kalo tiba-tiba ngantuk dijalan"
"Tapi aku mau naik motor karena sensasi nya beda Bintang...Kamu bilang kita mau pacaran kan?Kalo pacaran naik mobil sama naik motor itu jauh lebih seru naik motor" Bela nya yang berusaha untuk membujuk Bintang.
"Gitu ya?Bukannya lebih nyaman naik mobil?"
"Naik motor,aku mau naik motor"
"Yaudah yaudah,naik motor aja" Bintang jalan ke garasi untuk mengambil kotor kesayangan nya yang sudah lama tidak ia gunakan.
"Kok kesana?Kan kunci motornya ada di kamar"
"Cuma kunci mobil yang ini aku simpan di kamar,selebihnya ada di garasi di dalam berangkas"
Erika menunggu di depan pintu selama beberapa saat, terdengar suara gerungan motor yang mendekat ke tempat dimana Erika berada.
"Ayo"
"Horee...." Bisik nya sambil tersenyum senang dan langsung berlari menghampiri Bintang.
"Jangan lari nanti jatuh.Pake dulu nih helm nya" Bintang mengangkat helm itu ke atas kepala Erika untuk memakaikan nya.
"Nah kan kegedean,besok aku beli yang baru ya" Ucapnya sambil tersenyum.
Erika menaruh tangannya di pinggang Bintang sambil terus menatap senang ke berbagai arah di sekitar jalan raya tersebut.
Bintang menarik tangan mungil milik Erika agar wanita itu bisa memeluknya dengan erat tanpa khawatir akan terjatuh.
Erika hanya tersenyum senang dan meletakkan dagu nya di pundak Bintang. "Mau kemana nih?" Tanya Bintang.
"HAHH???!!!" Teriak Erika.
"Mau kemana?"
"APAA??!!"
"MAU KEMANA!!!" Teriak Bintang yang kesal karena istrinya tidak bisa mendengarkan perkataannya dengan baik.
"Oohh...terserah kamu aja deh kalo gitu!!"
"Tadi katanya mau jajan!!!??Jajan apa??"
"HAHHH??!!!!!"
Bintang memutarkan kedua bola matanya sebal karena kata itu lagi yang muncul saat ia sedang bertanya.
"GAKK!!GAK JADI!!!"
"APAA???!!!"
Karena benar-benar kesal,Bintang memutuskan untuk menepi dan bertanya terlebih dahulu kepada Erika kemana tujuan yang diinginkan nya tanpa ada rasa emosi sama sekali.
"Kenapa berhenti?Disini gak ada apa-apa" Kata Erika.
"Buka dulu helm kamu" Bintang langsung turun dari motornya dengan wajah kesal
"Kenapa?"
"Kamu denger gak sih tadi aku ngomong apa?"
"Gak tau,gak kedengeran" Ucapnya dengan polos.
"Gak kedengeran?Gak kedengeran kamu bilang?Padahal tadi aku udah teriak-teriak loh"
"Ya tapi gak kedengeran Bintang...Pertama karena helm kedua karena angin yang berlawanan arah"
"Masa segitunya"
"Kalo gak percaya kamu buktiin aja sendiri" Erika menantang dengan wajah berandal nya yang kembali terlihat.
Erika kembali memakai helmnya dan duduk di tempat Bintang untuk mengendarai motor yang berukuran besar tersebut.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Bintang.
"Mau buktiin kalo duduk di belakang itu kayak orang tuli.Ayo cepetan naik"
"Kamu Serius bisa naik motor?"
"Kamu lupa siapa aku?Ini Erika,Erika Clarista.Kalo soal motor doang mah kecil" Sombong nya wanita ini.
Dengan wajah pasrah Bintang kembali naik ke atas motor dan duduk di tempat Erika. "Kamu buktiin sendiri ya, gimana rasanya"
Erika mengendarai motor nya seperti biasa dengan kecepatan yang normal namun angin terasa berhembus sangat kencang.
"Gimana?enak gak?" Tanya Erika dengan suara normal.
"Hah?"
"KEDENGERAN GAK??!!"
"APASIHH??" Tanpa sadar mereka terus berteriak satu sama lain hingga mendapat perhatian dari beberapa pengguna jalan yang sedang melintas di dekatnya.
Erika kembali memberhentikan moto itu di tepi jalan. "Gimana?Gak bisa denger kan?"
"Iya nih gak bisa"
"Makanya, seharusnya dari awal kamu percaya sama aku"
"Yaudah yaudah iya iya...Kamu mau kemana sekarang Nyonya muda nya Bintang??" Tanya Bintang sambil tersenyum manis.
"Aku mau jajan di pinggir jalan,udah lama gak jajan di pinggir jalan"
"Jajan apa?Disini banyak macam-macam jajanan"
"Bakso...Wahh enak kayaknya"
"Bakso??" Tanya Bintang sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari gerobak penjual bakso.
"Di sebelah sana kayaknya,yaudah sini aku yang bawa motornya lagi.Kamu duduk anteng aja di belakang"