
"Permisi" suara seorang wanita terdengar seperti sedang menyapa Erika.
"Ya"
"Erika?Erika kan?" Tanya Ayu karena paling saat melihat penampilan Erika yang sangat anggun,berbeda dengan penampilan nya dulu yang selalu memakai pakaian seperti laki-laki.
"Ayu...Ayuu!!!!!" Teriak Erika antusias dan langsung memeluk wanita tersebut.
"Apa kabar?" Tanya Bintang.
"Baik banget.Oh iya,kenalin ini suami gue" Ayu memperkenalkan pria yang berada di samping nya.
"Uuuu,halo saya Erika" Sapa Erika dengan ramah, begitu juga dengan Bintang.
"Oh iya,kalian datang nya barengan?Terus kenapa ini pake baju kembaran?" Tanya Ayu dengan ekspresi nya yang terlihat sedang mencurigai mereka berdua.
Tanpa menjawab sepatah kata pun,Bintang langsung meraih tangan kanan Erika dan menunjukkan sepasang cincin mereka yang menandakan bahwa ada sesuatu di antara keduanya.
"Waaaah!!!" Ayu terkejut sampai menutup mulutnya sendiri. "Serius?Demi apa?"
"Serius lah" Kata Bintang.
"Kalo gitu ayo cepet nikah,gue gak sabar pengen liat Bintang junior kayak gimana.Pasti gemoy banget"
"Haish,gak usah repot-repot nunggu Bintang junior gue.Tunggu aja tuh suami junior Lo,iya gak bang" Bintang menepuk pundak suami Ayu.
"Wah bisa aja"
"Udah,Novia pasti nungguin kita di dalem" Kata Erika.
Mereka berempat langsung ke ruangan pengantin tempat dimana Novia dan Gibran berada.
Dengan gaun pengantin berwarna putih dan indah,Novia sangat terlihat cantik bak ratu kerajaan.
Setelah bercengkrama dengan Novia dan kedua orang tuanya, mereka langsung menduduki kursi tamu untuk menyaksikan acara resepsi pernikahan Novia dengan suaminya.
Acara tersebut berjalan dengan sangat lancar dan khidmat.Tetapi ada satu orang yang terlihat tidak bahagia melihat Novia bersanding dengan Gibran di pelaminan.
"Kenapa?Kenapa Lo nangis Sam?" Tanya Erika kepada Samuel yang sedang menangis tanpa suara di samping Erika.
Samuel menoleh ke arah Erika perlahan dengan tatapan mata penuh kesedihan dan juga sembab.
"Kaa.." Rengek nya.
"Apa ini?Lo kenapa?" Tanya Erika lagi.
"Erikaaaa...." Samuel menangis sebentar dan mengelap ingus nya menggunakan tisu.
"Kenapa lo sakit?" Tanya Bintang.
"Tau Lo kalo sakit gak usah maksain juga kali" Timpal Ayu.
"Aaaaaaaaaaaa...aaaaa" Samuel kembali menunduk dan menangis.
"Sumpah gue merinding" Bisik Bintang.
"Bisa yuk bisa" Erika mengelus bahu Samuel agar pria tersebut bisa lebih tenang dan menceritakan apa yang membuat nya menangis sampai seperti itu.
"Novia..."
"Kenapa Novia?" Tanya Erika.
"Oh Lo bahagia liat Novia nikah?So sweet banget sih Lo jadi temen" Kata Bintang.
"Bu-bukan"
"Terus apa?" Tanya Erika.
"Lo pengen nikah juga?" Tanya Ayu.
"Bukan, dengerin gue dulu apa.Gu-gu-gue susah mau ngomong nya" Samuel berbicara sambil sesenggukan dan terus menepuk-nepuk dada nya karena sesak.
"Minum minum minum"
Setelah meminum segelas air mineral,Samuel mulai merasa sedikit lega dan ia langsung bercerita.
"Novia.."
"Iya Novia kenapa?"
"Gue pernah nembak dia bahkan gue serius buat ajak dia nikah,gue juga udah minta restu sama bokap nyokap dan mereka setuju"
"Terus?"
"Aduh aduh aduh,denger awalnya aja udah gak bener.Gue udah tau gimana kelanjutannya,pasti sad ending sih" Kata Bintang.
"Dia tolak gue.Kalian mau tau gak alasannya apa?" Tanya Samuel.
"Kenapa?"
"Dia bilang mau fokus kuliah,gak mau mikirin cowok dulu.Yaudah oke lah gue paham,gue ngerti.Tapi akhirnya satu Minggu kemudian gue dapet kabar dan surat undangan kalau ternyata dia mau nikah sama orang lain"
"Gue udah bisa nebak jalan cerita nya sih,tapi gue mau denger langsung dari Lo" Kata Ayu.
"Awalnya gue yaudah gak apa-apa kalau dia mau nikah sama laki-laki lain,gue bisa relain banget asal Novia bisa bahagia"
"Oke,terus?" Kata Erika.
"Gue tau,tapi gue mau Lo yang jawab" Kata Bintang.
"Gue gak rela banget karena tau kalau orang yang mau nikahin Novia itu ternyata si kampret Gibran.Sialan emang tuh orang, padahal dia tau kalau gue lagi pengen banget ngegebet Novia" Samuel kembali melanjutkan kesedihan nya.
"The real sad boy gak sih?" Tanya Erika sambil menoleh ke arah Ayu.
"Banget,kamu pernah jadi sad boy kayak dia?" Tanya Ayu kepada suaminya.
"Gak,gak pernah".
"Terus kita harus gimana dong biar Lo happy lagi?" Tanya Erika.
"Bahkan gue aja gak tau ka"
"Oh,gimana kalo gue cariin cewe buat lo?" Tanya Bintang yang berusaha membujuk nya.
"Gak mau"
"Yang cantik,yang seksi atau gue usahain dua-duanya deh" Kata Bintang.
"Kampret Lo anjing,Lagi gak nafsu gue". Samuel melanjutkan tangisannya.
"Ishh bisa-bisa nya bercanda" Erika mencubit perut kekar Bintang.
"Ayu sakit!!" Bintang melayangkan ekspresi kesakitan nya padahal sama sekali tidak.
"Gue traktir makan sepuasnya deh" Kata Erika.
"Gak nafsu makan gue.Pokok nya gue lagi gak punya nafsu"
"Udah biarin aja dia,suruh mati aja rempong banget hidup nya" Teriak Ayu.
"Songong lo,gimanapun gue lebih tua satu tahun dari Lo"
"Tapi gue udah nikah duluan dari pada Lo"
"Udah udah,cewek masih banyak.Gak usah tangisan Novia yang udah milik orang lain,gak baik" Kata Erika.
"Iya juga ya"
"Iya lah,peluk dulu dong" Eriak merentangkan tangan agar sahabat nya itu bisa merasa sedikit tenang.
"Makasih ya ka,Lo emang temen gue yang paling manusiawi.Sisanya hewan semua" Kata Samuel.
"Eeeh udah udah apaan sih,gak usah lama-lama lo modus" Ucap Bintang kepada Samuel.
"Kenapa Lo sewot banget,ada masalah hidup apa Lo sama gue?" Tanya Samuel.
"Nih,kita udah pake cincin kembar.Mau apa Lo" Bintang dan Erika menunjukkan cincin kembar mereka kepada Samuel.
"Kalian tunangan?" Eriak hanya mengangguk.
"Terus gue sama siapa dong?Tega banget Lo semua ya,punya pasangan gak ajak-ajak"
Acara pernikahan tersebut telah selesai dan berjalan dengan lancar.Sudah tidak ada satupun tamu undangan disana.Yang tersisa hanya Erika,Bintang, keempat kawannya dan suami Ayu.
Mereka masih berkumpul di salah satu kursi tamu di dalam gedung dengan suguhan berbagai macam minuman keras di hadapan mereka.
"Ayo kita mulai" Novia menantang.
"Gue gak bisa ikutan sih,karena lagi ikut program hamil" Kata Ayu.
"Aaaa oke,oke.Kalian minum air putih aja banyak-banyak" Kata Samuel.
"Sam Lo marah ya sama gue?" Tanya Novia.
"Ngga,kenapa juga harus marah?" Samuel menjawab dengan senyuman lebar nya, padahal ia terus menangis di dalam hati.
"Beneran?"
"Beneran,udah lah ayo buruan kita party-party"
"Oke gue aja yang tuangin buat kalian ya" Kata Ayu.
"Tuangin juga buat gue" Erika sangat bersemangat.
"Gak boleh" Bintang merebut gelas yang sedang di genggam Erika.
"Kenapa?"
"Gak usah"
"Kenapa? Terserah aku dong,aku kan udah bukan anak SMA lagi.Aku udah dewasa ngerti?" Kata Erika.
Melihat Ekspresi wajah Erika dan gaya bicaranya,Bintang hanya bisa terdiam karena luluh dengan tingkah wanita tersebut yang seperti bayi.
"Yaudah"
"Cheers!!" Terbaik Novia.
"Aaaahhhh!!!!" Eriak sangat menikmati minuman tersebut dengan terus memejamkan matanya.
Sementara Bintang hanya meminum sedikit,karena ia harus menyetir mobil untuk mengantar Eriak pulang.
Dan ia berfikir jika dirinya ikut mabuk bersama yang lainnya,maka siapa yang akan menjaga Erika ketika wanita tersebut hendak berulah.