
Mereka berlima Nongkrong di sebuah restoran yang ada di Jakarta.Duduk dengan posisi melingkar sambil membicarakan hal hah yang tidak perlu untuk di bicarakan.
"Kita lepas semua stres hari ini" Kata Novia sambil mengangkat cangkir kopi nya.
"Kalian masih bingung gak sih?" Tanya Ayu.
"Bingung apa?" Tanya Novia sambil meneguk kopi nya.
"Tentang Bintang" Jawab Ayu.
"Dari tadi lo masih mikirin tentang itu?" Erika ikut bicara.
"Sebenarnya gue gak mau mikirin juga sih,tapi abisnya dia bikin gue penasaran terus" Ayu meletakkan kedua tangannya di atas meja.
"Apa sih yang Lo bingungin?" Tanya Samuel.
"Tentang urusan dia.Setiap kita ajak Nongkrong pasti selalu gak bisa karena ada urusan" Kata ayu penasaran.
"Ya mungkin ada urusan beneran" Timpal Gibran.
"Masa sih.Mungkin kali ya cuma kebetulan" Ayu mengaduk aduk kopi nya.
"Eh,eh tapi bener loh" Samuel menepuk nepuk bahu Gibran.
"Apanya yang bener?" Tanya Gibran.
Erika,Ayu dan Novia mendekatkan wajahnya ke arah Samuel dengan ekspresi yang penasaran.
"Coba deh Lo inget inget,setiap kita berdua ajak Bintang nongkrong dia selalu nolak katanya ada urusan juga" Kata Samuel yang masih memegang bahu Gibran.
"Iya ya" Gibran terheran-heran.
"Ya kan,apa gue bilang" Timpal Ayu.
"Terus terus ada lagi" Kata Samuel yang menepuk nepuk bahu Gibran lagi.
"Apa apa?" Novia penasaran.
"Lo inget gak?Setiap kita bilang kalo pengen main ke rumahnya,dia juga selalu nolak" Kata Samuel lagi.
"Ah,bener" Gibran terperangah dan menunjuk wajah Samuel.
"Bener kan,ada yang aneh" Wajah Samuel bertanya tanya.
"Aishh..Apa sih kalian ini.Mungkin itu semua cuma kebetulan,atau paling ngga mungkin Bintang juga punya alasan lain yang gak bisa dia ceritain ke kalian"
"Gitu?" Tanya Novia mencoba mempercayai perkataan Erika.
Erika hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh,maaf gue harus pulang sekarang" Erika berdiri sambil menatap jam tangan nya.
"Kenapa?" Tanya Gibran.
"Ada urusan" Erika mengambil tas nya. "Udah ya,sampai ketemu hari Senin" Erika langsung pergi meninggalkan mereka karena ia harus bekerja di malam hari.
"kenapa dia?" Tanya Gibran saat Erika sudah pergi keluar restoran.
"Ada urusan? Udah kaya Bintang aja" Kata Novia sambil mengunyah makanan nya.
"Jangan jangan urusan mereka berdua sama lagi" Samuel menggebrak meja.
"Aishh,kaget gue!" Teriak Ayu.
"Hei,gak mungkin lah" Kata Gibran mengelak.
***
"Aduh,udah jam 5 lagi.Gue gak boleh terlambat sampai ke bar" Erika berlari sambil terus menatap jam tangan nya berulang kali.
"Aduh,aduh!" Tiba tiba Erika berhenti berlari dan menyilangkan kaki nya. "Aduh pake kebelet pipis segala lagi" Wajah Erika panik karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
"Gue harus ke kamar mandi sekarang juga.Toilet umum, toilet umum.Dimana toilet umum" Erika menyapu pandangan di pinggir jalan dengan kaki yang masih menyilang.
"Oh,itu dia.Toilet umum" Erika menemukan toilet umum di sebrang jalan dan langsung berlari ke arah sana.
Setelah beberapa menit akhirnya Erika keluar dari toilet umum dengan wajah dan perasaannya yang sudah lega.
"Haaaah!!!Untung ada toilet umum" Erika menatap langit yang cerah sambil tersenyum.
Saat Erika akan melanjutkan perjalanan nya,tiba tiba langkah kaki nya terhenti karena melihat Bintang yang masuk ke dalam toilet pria dengan pakaian yang masih mengenakan seragam sekolah.
"Oh Bintang?" Bisik Erika bertanya kepada dirinya sendiri dengan wajah kebingungan.
Erika langsung masuk ke dalam toilet lagi dan bersembunyi agar Bintang tidak mengetahui keberadaan nya.
"Satu...duaa...tig...aa" Bisik Erika.
Tadinya Erika ingin mengejutkan Bintang,tetapi rencana nya terhenti karena melihat Bintang yang sudah berganti pakaian dengan menggunakan setelan jas hitam rapih.
Erika kembali bersembunyi sambil mengintip di balik dinding toilet.Terlihat Bintang yang sedang berdiri di pinggir jalan sambil memakai masker wajah dan kacamata hitam yang menutupi seluruh bagian wajahnya.
Tak lama,Bintang menelpon seseorang.Erika tidak tahu apa yang ia bicarakan,karena jaraknya dan Bintang yang lumayan jauh.
"Lagi ngapain dia?" Tanya Erika kepada dirinya sendiri dengan wajah Terheran-heran.
Erika terus memperhatikan setiap gerak gerik yang dilakukan Bintang.
Selang beberapa waktu,datang mobil mewah berwarna hitam yang berhenti tepat di hadapan Bintang.Dua orang lelaki muda keluar dari mobil tersebut dengan setelan Jas hitam yang rapih,lengkap dengan kacamata hitamnya juga.
"Hah,siapa mereka?" Tanya Erika lagi.
Salah satu lelaki itu membukakan pintu mobil untuk Bintang.Ia masuk ke dalam mobil secara sukarela,hal itu membuat kebingungan Erika semakin bertambah.
Mobil mewah tersebut pergi melaju meninggalkan tempat dimana Bintang berdiri.Erika keluar dari persembunyian nya dengan wajah terperangah karena kebingungan.
"Siapa mereka?Sopir nya?pengawalnya?" Tanya Erika. "Atau mereka punya niat jahat sama Bintang?" Tanya Erika lagi.
"Tapi gak mungkin.Bintang masuk ke mobil secara sukarela tanpa paksaan.Bahkan dia di perlakukan kaya majikan nya" Lanjut Erika.
"Siapa Bintang? Selama ini gue gak tau siapa keluarganya,apa mungkin keluarga nya sangat berpengaruh?" Tanya Erika berulangkali kepada dirinya sendiri.
***
"Aku pulang" Ucap Erika setelah pulang kerja malam.
"Maaah" Erika memanggil. "Gak ada suara,Udah tidur kali ya" Lanjut Erika sambil membuka sepatu nya.
"Maah?" Panggil Erika lagi sambil membuka pintu dan masuk kedalam rumah.
Erika masuk kedalam kamar mama nya,ia terkejut karena melihat mama nya sedang terkapar di lantai dengan wajah yang sangat pucat.
"Mahh!!!Mamah!!!" Teriak Erika yang langsung menghampiri mama nya.
"Mamah!!!!Badan nya dingin banget" Erika panik.
Ia langsung menelpon Ayu untuk meminta bantuannya,Tak lama Ayu dan kedua orangtuanya datang.Mama Erika langsung dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan mobil taxi milik ayah Ayu.
"Dok mamah saya kenapa?" Tanya Erika Kepada Dokter yang menangani mama nya di ruang UGD.
"Ibu kamu mempunyai penyakit yang sangat serius" Jawab dokter.
"Apa?" Tanya Erika kebingungan.
"Penyakit serius, maksud dokter apa?" Tanya Ayu.
"Saat pemeriksaan,kami langsung mengetahui penyakit apa yang di derita pasien" Kata dokter.
"Iya apa penyakit nya dok?" Tanya Erika cemas.
"Penyakit jantung koroner" Jawab dokter.
"Ja-jantung koroner?" Wajah Erika mulai layu.
"Penyakit ini cukup berbahaya,Resiko kematian nya juga cukup tinggi.Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi pasien.Tapi selain itu,kita juga harus berdoa kepada Tuhan agar di berikan kemudahan untuk semua ini" Dokter memberikan penjelasan.
"Makasih ya dok" Kata Ayu sambil merangkul Erika.
"Gimana ini yu" Erika menatap Ayu sambil menangis.
"Semuanya bakal baik baik aja.Kita serahin semuanya sama tuhan" Ayu memeluk Erika.
"Ayah,ibu.Lebih baik kalian pulang aja, istirahat di rumah.Ayah juga besok harus kerja kan?" Kata Ayu.
"Tapi Erika" Kata Ibu Ayu.
"Gak apa-apa Bu, Erika biar aku yang jagain.Kita baik baik aja kok di sini" Ayu berusaha meyakinkan kedua orang tuanya.
"Kamu yakin?" Tanya ayah Ayu.
"Iya aku yakin" Jawab nya
"Yasudah kalau begitu,ayah sama ibu pulang ya.Kalian baik baik di sini" Ucap ibu Ayu.
"Erika kamu harus kuat ya,Tante yakin mama kamu pasti akan sembuh dan baik baik aja" Ibu Ayu memeluk Erika.
"Makasih om,Tante udah repot repot anter aku sama mama ke sini.Maaf ya om,Tante" Kata Erika dengan suara yang tersedu sedu.