
Lima bulan yang lalu tepatnya saat usia kandungan Erika menginjak tiga bulan,Ayu telah resmi menikah dengan seorang putra konglomerat.Sementara dua bulan kemudiannya saat usia kandungan Erika menginjak lima bulan,Samuel telah resmi menikahi pujaan hati nya yaitu Naura.Kini semuanya sudah memiliki pawang hati masing-masing.
Dua bulan kemudian setelah Erika di nyatakan hamil,Novia memberitahu mereka bahwa dirinya sedang mengandung saat usia kandungan Erika menginjak tiga bulan bersamaan dengan waktu dimana Ayu menikah.
Dan sekarang,usia kandungan Erika akan menginjak sembilan bulan.Sementara Novia tujuh bulan.Bisa di pastikan keturunan mereka akan mewarisi tahta persahabatan diantara kedua orang tua nya.
"Bintang,aku mau coklat"
"Coklat?Kamu kan gak suka coklat" kata Bintang.
"Tapi aku mau..." Rengek nya.
"Sekarang udah malem,nanti sakit gigi loh"
"Kan gosok gigi.Aku juga gak jorok kali"
"Sekarang banget ya?" tanya Bintang dengan raut wajah malas nya.
"Iya aku mau sekarang Bintang" Erika terus mengusik ketenangan Bintang sampai pria itu membawakan nya sebuah cokelat.
"Males sih,tapi gak apa-apa.Demi bayi ku sayang" Bintang mencengkeram gemas perut Erika dengan kedua tangan lalu mencium nya berkali-kali. "Cepet keluar dong,biar bisa cium langsung"
"Cepet nanti keburu malem"
Bintang menunjuk pipi nya seolah-olah ia ingin Erika mencium nya terlebih dahulu sebelum pergi mengabulkan permintaan nya.
"Lebih Deket lagi,aku gak bisa nyamperin"
Bintang mendekatkan wajah nya lalu Erika mencium nya,sebagai bentuk pembalasan Bintang kembali mencium kening Erika lalu pergi untuk membelikan banyak coklat.
"Tunggu ya,gak lama"
Karena keberadaan supermarket tidak jauh dari lokasi rumah mereka,maka tiga puluh menit kemudian Bintang telah tiba di rumah dengan membawa coklat yang Erika inginkan.
"Erika sayang!Aku bawa coklatnya!!" Teriak Bintang dari luar kamar. "Ini aku beli banyak Cok..Lat..buat..ka..mu.Kamu kenapa??" tanya Bintang yang terkejut saat mendapati istrinya sedang menangis sesenggukan di sofa.
"Kamu kenapa?Sakit?" tanya Bintang cemas.
"Engga,bu-bukan.AAAAA!!" Teriak nya sambil terus menangis.
"Kamu kenapa?Mau lahiran?"
"Bu-bu-bukan..."
"Terus kenapa?Mau apa?Ini coklat nya udah aku beliin buat kamu,banyak loh"
"Kenapa cowok nya harus mati,padahal cewek nya baru banget nyatain perasaan nya ke dia.Aaa!!" Erika masih melanjutkan tangis nya.
Bintang terdiam sejenak saat mendengar perkataan Erika lalu ia menoleh ke arah tv.Ia mendengus kesal saat menyadari bahwa ternyata istrinya sedang menonton serial drama Korea kesukaan nya.
"Aku pikir kamu kenapa!" ucap Bintang dengan kesal dan langsung duduk di samping Erika.
"Tisu tisu" pinta Erika, lalu Bintang memberikan nya.
Erika tidak henti-hentinya mengusap air mata yang terus mengalir bersamaan dengan ingus nya yang terus menerus berusaha keluar dari sarang nya.
"Udah udah,jangan nangis terus kasian anak kita.Dari pada nonton yang sedih-sedih gini mending nonton Boboiboy" Bintang memindahkan acara telivisi tersebut menjadi serial kartun Boboiboy favoritnya.
"Aaa itu sebentar lagi ending, selesai" rengek Erika.
"Kamu kenapa habis-habisin air mata cuma karena nonton drama Korea? Mubazir tau gak?"
"Apa aku harus racunin kamu biar kamu bisa nangis bareng aku karena nonton drama Korea sad ending?" tanya Erika yang masih berusaha mengusap air mata nya.
"Udah ah,nanti matanya sembab loh.Nih coklat nya"
"Banyak banget"
"Udah makan aja"
"Kamu kalo mau ambil" kata Erika.
"Tanpa kamu suruh pasti aku ambil Erika,tapi aku gak mau".
"Kenapa?banyak nih"
"Udah kamu aja"
"Yaudah kamu tidur duluan sana,jangan begadang" Erika sangat menikmati gigitan demi gigitan coklat tersebut.
"Gak apa-apa bergadang, itung-itung latihan buat jagain anak aku nanti.Emang nya kamu mau bergadang sendirian?" tanya Bintang.
"Cih,jagain apa nya?"
"Kamu liat aja ya,kalo anak kita bangun tengah malam aku yang bakal jagain"
"Aku pegang janji kamu ya,awas loh kalo kamu ingkar" ancam Erika.
"Gak janji juga sih,cuma bilang aja"
...•••...
Setelah menikmati tiga batang coklat tersebut,Erika langsung berbaring di samping Bintang.Ia berusaha keras untuk tertidur pulas tetapi tidak bisa.
Ia terus merubah posisi tidurnya tapi tetap saja tidak berhasil.Permasalah itu terus berlangsung ditambah lagi Erika merasa ingin buang air kecil secara terus menerus hingga membuat nya merasa sangat bosan.
Bintang sudah tertidur sangat nyenyak,bahkan ia tidak menyadari bahwa istri nya belum tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Pukul tiga Erika mulai bisa tertidur,tetapi tiba-tiba rasa sakit di perutnya membuat ia kembali terbangun dari tidurnya.
Rasa sakit itu terus berjalan di sekitar perut,rasa seperti ada yang menarik tiap-tiap urat yang ada di dalam perutnya.
Erika berfikir bahwa rasa sakit itu terjadi karena ia sering buang air kecil atau penyakit lainnya.Erika berusaha menahan,sesekali ia meringis kesakitan dan meremas kuat bantal di sekitarnya.
Erika merasa cairan hangat keluar dari ****** nya,ia sendiri berfikir bahwa dirinya sedang mengompol dengan tidak disengaja.
"Bintang..." panggil nya dengan suara yang sangat pelan. "Tang..."
"Emmm"
"Bangun...Ayo bangun"
"Emm...aijsjskakaskkw" laki-laki itu meracau tidak karuan.
"A-aaa..." Teriaknya hingga membuat Bintang langsung membuka mata dan terbangun dari tidurnya.
"Kamu kenapa?" tanya Bintang dengan wajah nya yang masih setengah sadar.
"Perut aku...sakit"
"Mau buang air?" tanya Bintang.
Bintang bergegas menyalakan lampu dan sangat terkejut saat melihat kasur,selimut serta banyak dan guling nya basah. "Kamu ngompol?"
"Gak tau,sakit..." Pekik Erika.
"Jangan jangan...kamu mau lahiran" Dengan cepat Bintang langsung mengangkat tubuh Erika untuk membawanya ke rumah sakit.
Bintang terus memanggil Bi Rani sejak mereka baru saja keluar dari kamar. "Bibi!!!Bibi!!!Bangun!!! Siapapun bangun!!!" Teriak Bintang.
"Ada apa tuan??" tanya Bu Rani.
"Ikut saya ke rumah sakit sekarang,Erika mau melahirkan!!" Teriak Bintang sambil berjalan keluar rumah.
"Torii!Siapin mobil"
"Baik bos!!"
"AAAAAAA!!!" Teriak Erika sambil menarik rambut Bintang dengan sekuat tenaga nya hingga pria itu meringis kesakitan.
"Sabar ya,kita ke rumah sakit sekarang"
"Bintang sakit Bintang" Rengek Erika,seluruh tubuhnya sudah di banjiri air ketuban dan keringat nya.Tak lupa, wajahnya juga sudah basah di banjiri oleh air mata karena kesakitan.
"Lebih cepet lagi"
"Iya bos"
Kondisi jalanan malam itu sangat bersahabat,karena waktu yang masih menunjukkan pukul setengah empat pagi.Maka Tori dengan leluasa menginjak full pedal gas nya tanpa rem.
...•••...
Suar decitan brankar terus bergema di sepanjang lorong rumah sakit saat para tim medis dan Bintang mendorong brankar tersebut dengan sangat cepat.
Perasaan Erika sudah bercampur aduk tidak karuan.Seluruh wajah dan tubuhnya sudah di banjiri air keringat nya sendiri.
"Maaf,bapak dan ibu hanya bisa menunggu di-"
"Saya suami nya sus" Bintang langsung memotong perkataan suster tersebut.
"Oh maaf pak, silahkan masuk untuk mendampingi pasien"
Dengan cepat suster itu langsung menutup kedua pintu ruang bersalin agar proses persalinan bisa berjalan dengan cepat.
"Bintang sakit!!" Teriak Erika.
"Aduh!Sabar ya,kamu harus kuat" Bintang benar-benar bingung harus berkata apa. "Kalau operasi aja gimana dok?"
"AAAAA!!!" teriakan Erika semakin menjadi-jadi. "Dok ada yang keluar!!!!!"
Dokter wanita itu langsung melihat kondisi **** ***** milik Erika, matanya benar-benar terbelalak saat melihat sedikit kepala yang siap untuk keluar dari tempatnya.
"Kepala bayi sudah muncul,ini sangat mempermudah proses persalinan secara normal.Silahkan tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan sekuat tenaga" perintah dokter.
"huufft....AAAAAAAAA!!!!!"
"Ayo,perjuangan baru saja di mulai!!"
"Kamu bisa kamu bisa" Bisik Bintang.
Erika menggenggam tangan kanan Bintang dengan sangat kuat hingga lelaki itu merasa jari-jari tangannya hampir patah.Tapi ia berfikir rasa sakit yang di rasakan Erika sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit di lengannya itu.
"Kalo aku gak bisa gimana?" tanya Erika di sela-sela tarikan nafas nya.
"Kamu bisa,aku yakin kamu bisa.Ayo!!"
"Tarik nafas dalam-dalam" kata dokter.
"Hhhhmmmm..."
"Mulai!!!"
"AAAAAAA!!!!"
Bintang terus memejamkan matanya,hati nya sangat teriris saat melihat wajah Erika yang benar-benar sedang dalam kesakitan.Ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit ketika seorang manusia keluar dari lubang yang sekecil itu.
Nafas Erika semakin membara,ia sangat terengah-engah ketika ingin menarik nafas panjang.Bintang terus mengusap lembut tangan dan pipi Erika saat wanita itu sedang berjuang mempertaruhkan nyawa demi putera mereka.
"Satu kali lagi!!" Teriak dokter yang mengatakan bahwa satu kali tarikan lagi bayi itu berhasil keluar dari rahim nya.
"AAAAAA!!!"
"OEE!!OEEE!!OEE!!" Suara tangisan bayi kecil itu membuat seluruh tubuh Bintang terasa sangat merinding.Ia membuka matanya lebar-lebar,mata Bintang sudah berkaca-kaca tetapi laki-laki itu terus mendongakkan kepalanya agar air mata tidak menetes begitu saja.
"Alhamdulillah.Selamat pak,bu bayi nya lahir dengan selamat tanpa ada kecacatan"
Bintang terkejut,karena saat usia kandungan Erika baru menginjak beberapa Minggu bayi yang ada di dalam kandungan Erika di vonis terkena cacat fisik akibat obat bius yang Erika dapatkan.
Tetapi tuhan berkata lain dan bayi kecil itu sangat kuat menghadapi segala rintangan yang di hadapi nya.
"Bayi laki-laki,sangat tampan"
Bintang menyerah,ia sudah tidak kuat untuk menahan air matanya.Bintang menundukkan kepala dan menangis di dekat Erika dengan tangan yang masih menggenggam wanita tersebut.
Erika yang sedang memejamkan mata untuk beristirahat langsung membuka matanya saat mendengar suara sesenggukan Bintang. "Kenapa?Kamu nangis?"
"Ngga".
"Kok nangis sih,cengeng banget" ejek Erika.
"Makasih sayang!!" Bintang langsung memeluk Erika dan tidak henti-hentinya menciumi seluruh bagian wajah wanita tersebut.Bahkan Bintang juga terus mencium kedua tangan Erika.
"Udah jangan berlebihan" Mata Erika langsung tertutup karena merasa sangat lelah.
Setelah menjalani proses persalinan,ibu dan anak itu langsung di tempatkan di kamar VIP rumah sakit tersebut.
Bintang terus menimang bayi laki-laki nya tanpa henti.Malam itu Bintang merasa dirinya seperti tidak mempunyai rasa kantuk dan lelah.
Mata nya terus berbinar dan tersenyum manis sambil menatap putra nya yang sedang tertidur pulas di pelukannya.
Erika sudah tertidur pulas di tempat tidurnya dengan infus di tangan.Wajah nya benar-benar terlihat sangat lelah, sementara Bi Rani masih duduk di dekat Erika untuk menjaga mereka.
"Bi,bayi nya udah bobo" kata Bintang.
"Tidurin di sini tuan"
Bi Rani meletakkan bayi tampan itu di tempat tidur khusus nya, sementara Bintang langsung duduk di samping Erika dan menggenggam erat tangan mungil wanita tersebut.
"Maaf,makasih,i love you" Bisik Bintang.