Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 17



Erika telah sadarkan diri saat masih dalam perjalanan menuju suatu tempat.Ia langsung menatap keempat pria yang sedang bersamanya di dalam mobil tersebut.


"Siapa kalian?" Tanya Erika dengan wajah setengah berani.


"Suutss!!" Kata pria di samping nya.


"Loh,ini mas yang tadi kan?" Tanya Erika menatap pria yang tadi mengajak nya bicara.


Pria itu hanya diam menatap ke depan dengan tatapan dingin.


"Loh,loh kok tangan gue di borgol" Erika kebingungan karena kedua tangannya di borgol oleh pria tersebut.


"Hei,kalian mau bawa gue kemana?Kalian mau culik gue terus minta tebusan?Aduh mending jangan deh,gue orang miskin gak punya banyak uang" Kata Erika yang terus berusaha membuka borgol tersebut.


"Diam!!!" Teriak pria yang duduk di depan.


"Ya lepasin dulu tangan gue" Teriak Erika.


Seorang pria di sampingnya langsung menodongkan pistol tepat di kepala Erika.Ia terkejut dan langsung berhenti berbicara,ia membeku karena tidak berani menggerakkan tubuhnya sedikit pun.


Jangan kan untuk bergerak,bernafas saja rasa nya sulit baginya.Ia memejamkan mata sambil perlahan menundukkan kepalanya.


Erika memang anak nakal yang suka menentang perkataan para guru,tetapi meskipun nakal ia juga sama seperti perempuan lainnya yang akan merasa ketakutan jika di todong pistol seperti itu.


"Tutup mulutmu,atau dalam hitungan detik saya akan membuat lubang di kepalamu" Kata Pria tersebut.


Ya, keempat pria tersebut adalah anak buah yang diperintahkan oleh Pierre untuk mencari gadis yang tidak mempunyai keluarga.Sialnya malam itu Erika yang ditemukan oleh mereka.


Setelah hampir dua jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah tua pinggiran kota.Situasi rumah itu sangat sepi dan gelap,Di beberapa titik terdapat pengawal yang sedang berjaga.


Sebum turun dari mobil,Mulut Erika di tutup terkebih dahulu dan kepalanya juga ditutup menggunakan kain berwarna hitam sehingga Erika tidak bisa melihat kemana ia akan dibawa pergi oleh keempat pria tersebut.


Dengan tangab yang terkunci dan juga pandangan yang tidak bisa melihat apapun, Erika terus berjalan pasrah mengikuti mereka.Padahal ia sendiri pun tidak tahu apa yang mereka inginkan darinya.


"Buka penutup wajah nya dan semua borgolnya" Kata salah satu pria memerintah.


Kedua pria lainnya langsung membuka kain yang menutup wajah Erika dan juga membuka penutup yang mengunci mulutnya,serta membuka borgol di tangannya juga.


Erika langsung menyapu pandangan ke seluruh bagian ruangan,ia hanya melihat dinding ruangan ruangan berwarna coklat tanpa ada jendela satupun,bahka tidak ada satu bendapun di dalam sana.


"Baik baik diam disini,jangan berulah" Kata salah satu pria.


Pria tersebut langsung keluar dari ruangan dan mengunci pintu besar tersebut.Didalam ruangan hanya ada Erika dan tas nya saja,tidak ada benda lainnya.


"Apa ini?Apa mau mereka?" Erika bertanya kepada dirinya sendiri dengan wajah menantang sambil merapikan pakaian nya.


Erika menatap tas dan langsung membukanya berharap ada benda yang bisa membantu nya untuk keluar dari sana.


"Ayolah" Bisik Erika sambil terus mencari ponsel nya.


"Loh kok hp gue gak ada?" Erika mulai panik dan merogoh semua kantong baju dan celananya.


"Waahh...Mereka ambil hp gue?" Bisik Erika bertanya kepada dirinya sendiri.


Erika langsung berjalan ke arah pintu besar dan mencari celah dibagian pintu tersebut.


"Permisi!!" Teriak Erika dari dalam dan mengejutkan orang orang yang ada di luar ruangan.


"Ada orang?" Teriak Erika lagi.


"Jangan berisik!" Teriak salah satu pria.


"Oke,saya gak akan berisik.Saya cuma mau tanya,apa kalian ambil hp saya?" Tanya Erika.


"Ya" Pria tersebut menjawab singkat.


"Aishh..." Bisik Farisa kesal.


"Jangan telpon siapapun,jangan angkat telpon siapapun" Teriak Erika tetapi tidak ada jawaban.


"Aishh...apa sih mau mereka" Bisik Erika yang kembali duduk di samping tas nya.


Kring...!!!kring....!!!!kring....!!!


Terdengar suara ponsel dari dalam tas Erika,ia langsung menatap tas nya dengan ekspresi wajah terkejut.


Erika membuka satu persatu bagian tas nya dan menemukan ponsel mendiang mama nya terselip diantara barang barang nya.


Erika langsung panik dan segera mengheningkan suara ponsel itu agar tidak ada orang yang mendengarnya dari luar.


Ia mendapat panggilan dari nomor yang tidak dikenal,ia bingung harus berbuah apa.Tapi ia berfikir ini adalah salah satu kesempatan besar baginya untuk meminta tolong kepada orang tersebut.


"Hallo Cantik ku" Suara laki laki tersebut terdengar familiar di telinga Erika.


"Hei,hei.Masa kamu tidak bisa mengenali suaraku"Laki laki tersebut tertawa.


"Siapa?" Tanya Erika lagi.


"Ini aku,mantan suami tercinta mu" Kata laki laki itu.


Erika langsung terkejut dengan wajah yang terperangah Karena mendengar perkataan laki laki tersebut.


"Hei,kenapa kamu diam?apakah sambungannya terputus?" Tanya laki laki tersebut.


"Ha-halo" Kata Erika.


"Oh,tidak rupanya".


"Siapa nama mu?" Tanya Erika dengan wajah nya yang sedikit kecewa.


"Hei mana mungkin kau lupa dengan nama mantan suamimu sendiri" Kata laki laki itu.


"Oh iya,aku menelepon mu karena ingin membicarakan tentang anak kita" lanjut nya lagi.


"A-anak kita?" Wajah Erika mulai pias dan lesu.


"Hemm,dimana dia.Aku sangat ingin bertemu dengan nya" Lanjut nya.


Erika langsung meneteskan air mata, menangis terisak karena tidak kuat mendengar perkataan ayah nya yang tiba tiba menanyakan keberadaan nya setelah 13 tahun pergi meninggalkan ia dan mama nya.


"Siapa namamu,jangan mengaku ngaku sebagai mantan suamiku" Kata Erika menyeka air matanya.


"Berto,namaku Berto" Kata laki laki itu.


Erika semakin terperangah dan sedih karena memang benar orang yang sedang berbicara dengannya adalah ayahnya sendiri.


"Jangan hubungi saya lagi dan jangan tanyakan apapun tentang anak saya.Kamu tidak berhak menyebut dia sebagai anakmu dan kamu juga tidak berhak sama sekali untu bertemu dengan Erika" Kata Erika sambil mengatur suaranya agar tidak terdengar orang lain


Erika langsung menutup telpon tersebut dan menangis sejenak sambil menekan matanya.


"Apa mau nya iblis itu" Kata Erika.


Tetapi tangisan nya hanya sesaat,ia langsung tersadar dimana ia berada.Erika langsung menyeka air matanya dan segera mencari bantuan lewat ponsel mama nya.


Erika menemukan nomor dengan nama teman Erika. Ia sangat yakin bahwa itu adalah salah satu nomor diantara kelima teman nya.Karena Erika tidak mengingat satupun nomor telpon mereka.


"Semoga ini salah satu dari mereka" Bisik Erika yang langsung menghubungi nomor tersebut.


"Halo Tante" Kata orang tersebut yang merupakan laki laki. "Eh!Ta-tante?" Tiba-tiba ia langsung terkejut dengan suara yang ketakutan.


"Hei,hei.Ini Erika" Kata Erika meluruskan.


"oh Erika,kenapa ka?" Tanya nya nya.


"Ini Samuel, Gibran atau Bintang?" Erika langsung bertanya ke intinya.


"Bintang, kenapa?" Tanya Bintang.


"Bintang tolong gue" Erika merengek.


"Kenapa?Lo kenapa?" Tanya Bintang cemas.


"Gue di culik"


"Sama siapa?" Tanya Bintang lagi.


"Gue gak tau,yang pasti sama orang jahat" Kata Erika.


"Gue gak bisa lama lama.Gue share lok sekarang juga dan gue mohon Lo langsung bantu gue ya.Apapun caranya,mau bawa polisi atau geng tauran SMA lain" Erika asal bicara dan langsung mematikan telponan nya karena ada seseorang yang sedang membuka pintu ruangan.


"Saya mau dibawa kemana?" Tanya Erika yang tangannya sedang di borgol oleh kedua anak buah Mr.Derrick.


Erika langsung dibawa keluar ruangan,saat sudah sampai di luar ia melihat seorang gadis yang terlihat lebih muda darinya sedang berdiri menatap Erika dengan tangan yang terborgol dan mulut tertutup sama seperti dirinya.


Gadis tersebut sangat cantik,ia memakai gaun berwarna merah dengan luka lebam di dekat matanya.


Erika dan gadis tersebut langsung dibawa masuk kedalam mobil yang sama untuk menuju ke tempat kediaman Mr.Derrick.


Sepanjang jalan Erika dan gadis tersebut saling bertatapan dengan mata sendu nya yang terlihat seperti mengasihani Erika.


Erika tidak bisa bertanya karena mulutnya yang masih tertutup.Sementara itu Bintang terus memperhatikan ponselnya yang sedang melacak perpindahan tempat Erika.


Tas Erika mungkin tertinggal di rumah tua tersebut.Tetapi Erika tidak meninggalkan ponsel mama nya,ia menyembunyikan ponsel tersebut di balik baju nya agar Bintang bisa datang ke tempat tersebut untuk menolong nya.