Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 101



Bintang membuka mata,tetapi ia tidak melihat wanita perut gendut di samping nya.Kondisi kamar sudah tertata dengan rapih kembali seperti semula.Tidak ada sisa-sisa makanan yang berceceran akibat ulah Bintang semalam.


Bintang beranjak dari tidurnya untuk mencari Erika.Ia tidak mendapatkan nya di kamar mandi,ruang ganti pakaian dan ruang kerja.Kemudian Bintang memutuskan untuk mencari Erika di lantai satu.


Selama berjalan menuruni tangga Bintang mendengar suara seperti orang yang sedang memasak di dapur,di pikirnya bibi sedang memasak makanan untuk sarapan mereka.


"Bi,liat Erika....gaa.Kamu ngapain disini?" Tanya Bintang saat melihat bahwa wanita yang sedang memasak itu ternyata istrinya.


"Kamu udah bangun?Selamat pagi sayang!!" ucap Erika dengan antusias.


"H-hah?S-sayang?" tanya Bintang bingung.


"Kenapa?Kamu gak suka di panggil sayang sama istri sendiri?" tanya Erika sinis.


"Oh,bukan!!bukan gitu.Aku rasa ini pertama kali nya kamu panggil aku sayang"


"Masa?"


"iyaa" Bintang meyakinkan.


"Ahh lebay,duduk duduk makanan sebentar lagi Mateng" Kata Erika yang lanjut memasak lagi.


"Apa?" tanya Bintang.


"Duduk! Sebentar lagi Mateng sarapan nya!"


"Mateng?Sa-sarapan?" Bintang terus melirik ke arah wajan di atas api itu.


"Iya,kamu mau sarapan kan?" tanya Erika.


"Iya mau.T-tapi, semenjak kapan kamu bisa masak?" tanya Bintang ragu.


"Kenapa?kamu ngeraguin aku?"


"Bukan...bukan gitu.Aku cuma penasaran aja",Bintang menunjukkan senyuman palsu nya.


"Berhenti bicara,aku mau konsentrasi masak nya biar enak.Pergi sana duduk"


"Oke oke"


Selama Erika fokus memasak,Bintang terus menatap ke arah wanita itu sambil mengepalkan kedua tangannya di dagu karena ragu dengan rasa makanan tersebut.Mengingat dulu Erika pernah mengatakan kepada Bintang bahwa dirinya tidak bisa memasak.


Bahkan sampai mereka menikah pun bibi yang memasak makanan untuk mereka berdua.Dan hari ini adalah hari pertama kali ia akan mencicipi masakan istri nya sendiri.


"Tara!!!Makanan sudah siap!!" Teriak Erika antusias sambil berjalan menuju meja makan untuk menghidangkan nasi goreng spesial buatan nya itu.


"Udah siap,ayo makan" kata Erika.


Bintang langsung membuyarkan lamunan nya dan mencicipi nasi goreng buatan Erika dengan hati yang sangat ragu.


"Ayo,cobain" Erika terus memaksa Bintang untuk mencicipi nya. "Yang banyak dong suap nya,masa sedikit gitu sih"


"Iya ini banyak"


Bintang langsung mendongakkan kepalanya dengan mata yang terbelalak serta hati yang ingin menjerit saat butiran-butiran nasi goreng itu sudah berada di ujung lidah nya.


Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan sambil terus mengunyah makanan nya agar Erika tidak merasa kecewa.


"Gimana?Enak kan?" tanya Erika dengan senyuman nya yang berharap bahwa suaminya akan mengatakan iya.


"Emm... Enak,kamu keren loh baru pertama kali coba masak langsung bisa" puji Bintang dengan segala kepalsuan nya.


"Masa sih?Enak banget?"


"He'em..."


"Kamu bohong ya?" tanya Erika yang mulai curiga.


"Mana ada aku bohong?Nih liat aku lahap kan makannya?" Bintang terus memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulutnya untuk meyakinkan bahwa masakan istri nya itu sangat lezat.


"Aku juga mau makan ah" Erika mengusap-usap kedua tangannya lalu mengambil sendok.


"Jangan!" Teriak Bintang sambil menggenggam tangan kanan Erika.


"Kenapa?Kenapa kamu larang aku makan,aku juga laper makanya aku masak"


"Bibi kemana?" tanya Bintang.


"Ke pasar,makanya aku masakin buat kamu takut kamu kelaparan"


"Kamu sarapan nya tunggu bibi aja ya,biar bibi yang masakin"


"Apa maksud kamu?Aku laper Bintang,aku masak sendiri karena aku laper.Kalau aku gak laper juga pasti aku tunggu bibi.Udah ah" Erika menangkis lengan Bintang.


"Apa?Kurang?Kamu makan sebanyak apa?Bahkan kamu jarang sarapan,kenapa tiba-tiba sarapan banyak kayak gini?" tanya Erika.


"Karena ini pertama kalinya aku dimasakin kamu dan ini enak makanya aku nagih"


"Kamu bohong kan?Bener?" tanya Erika curiga.


"Engga,ngapain aku bohong.Atau aku masakin kamu ya" kata Bintang.


"Sssstt minggir minggir!" Erika mendorong Bintang dan merebut kembali makanannya.


Wajah Erika langsung pias setelah sesuap nasi goreng buatannya itu masuk ke dalam mulut.Benar benar rasa yang aneh menurutnya.


Bintang hanya menatap wanita itu dengan wajah nya yang serba salah,ia bingung harus berbuat apa karena pasti Erika sangat merasa kecewa.


Erika mengambil selembar tisu dan mengeluarkan kembali makanan itu dengan wajah aneh nya.


"I-ini serius nasi goreng?" tanya Erika. "puehh!!puehh!!!


"Kamu bohong sama aku,akting kamu bagus banget" kata Erika sambil mengelap sisa sisa makanan nya di bibir. "Muntahin,ayo muntahin"


Erika terus memaksa Bintang agar memuntahkan makanan yang sudah Bintang konsumsi tadi,ia khawatir jika akan terjadi sesuatu kepada Bintang karena ulahnya.


"Ngapain di muntahin?" tanya Bintang.


"Aaaa yaampun,ayo muntahin" Erika berjalan ke arah Bintang dan memijat-mijat tengkuk leher nya agar Bintang memuntahkan makanan itu.


"Gak apa-apa Erika,ini enak kok"


"Gimana bisa kamu bilang enak padahal aku yang masak nya aja emosi parah.Ayo muntahin"


"Ya engga di muntahin juga,nanti juga keluar sendiri"


"K-keluar sendiri" tanya Erika bingung.


"Lewat sini" dengan polosnya Bintang menunjuk ke arah anus nya.


"Ihhh!!Jorok banget kamu" Erika memukul keras punggung kekar Bintang hingga laki-laki itu sedikit meringis kesakitan.


"Bercanda bercanda"


"Maaf ya,pake nekat banget lagi suruh kamu cobain" Gerutu Erika.


"Gak apa-apa, namanya juga belajar"


"Kalo tau gak enak kenapa kamu malah terus makan?Pake acara mau makan punya aku segala lagi,kalo gak enak ya bilang gak enak Bintang...."


"Kamu pikir aku mau liat kamu kecewa?Dengan antusias nya kamu masak pagi-pagi dan suruh aku cobain terus aku bilang gak enak habis itu muntahin makanannya,apa kamu gak sedih?" omel Bintang seperti seorang rapper.


"Aaa sayang banget!!!" Erika langsung memeluk Bintang dari samping dengan posisi nya yang masih berdiri di sebelah Bintang.


"Jadi emosi kan aku" lanjut Bintang.


"Sayang banget sama orang ini" Setelah memeluknya Erika mencubit gemas kedua pipi Bintang dengan wajah nya yang tak kalah merasa gemas.


"Liat kelakuan mama kamu" ucap Bintang kepada bayi yang ada di dalam perut Erika. "Lagian kamu ngapain masak segala sih, perut kamu tuh udah buncit banget liat.Emang gak cape?Aku yang liat aja rasanya sesak loh Erika"


"Aku tuh pengen bisa masak Bintang,salah satu cita-cita aku itu bisa masak buat kamu sama anak aku"


"KITA!!" Teriak Bintang.


"Iya maksud aku anak kita"


"Kan ada bibi yang masak"


"Sampai kapan kamu mau makan masakan bibi??Masa kita harus makan masakan bibi terus?Roda terus berputar Bintang... Misalkan tiba-tiba,suatu hari kita terdesak ekonomi terus gak bisa bayar bibi lagi gimana?Kamu gak akan makan?kamu mau makan nasi goreng aneh buatan aku?" oceh Erika sambil memperagakan gerakannya dengan sangat lucu.


"Belum lagi kalau suatu hari nanti anak kita udah besar,setiap hari dia makan masakan bibi. bisa-bisa kalau dia fikir ibu kandung nya itu bibi gimana?"


"Oke,yaudah,cukup-cukup" Bintang tidak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak di hadapan Erika karena melihat tingkah dan cara bicara istrinya itu.


"Huufftt...haus" Erika duduk kembali di sebelah Bintang sambil meneguk segelas air putih untuk menghilangkan dahaga nya.


Sementara bibi yang sudah berada di dapur hanya bisa menahan tawa karena tidak sengaja mendengar ocehan nona muda nya itu.


"Bi!!Nanti siang ajarin aku masak.pokoknya harus bisa hari ini juga,gak mau tau"


"Iya non"


"Mana bisa sekali belajar langsung bisa Erika?Namanya belajar pasti butuh proses gak ada yang sekali jadi"


"Kalo buat aku harus bisa sekali jadi,biar gak buang-buang waktu"